Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Adik ipar dan kakak ipar


__ADS_3

Bulan baru turun dari mobil bersama mama Lina, begitu banyak belanjaan didalam mobil untuk dirinya yang dibelikan oleh mama Lina. Bara ternyata juga baru tiba dirumah itu dan langsung menghampirinya saat menurunkan beberapa barang dari mobil.


"Eh Bara, mama kira kamu sedang di kantor nak." Tanya mama Lina saat keluar dari mobil.


"Ini baru pulang ma, mama masuk saja didalam rumah biar aku yang akan membantu adik iparku mengangkat barang-barang ini." Ucap Bara langsung mengambil alih barang-barang dari tangan Bulan.


Adik ipar? lucu juga panggilannya. Bulan sedikit tertawa didalam hatinya.


"Iya ma, biarkan kakak ipar yang membantuku." Ucap Bulan kepada mamanya.


"Kakak ipar? Oke kakak ipar dan adik ipar." Bara tersenyum kepada Bulan sambil mengangkat barang masuk kedalam rumah. Bulan berjalan dibelakangnya sampai diruang keluarga.


"Sampai disini saja kakak ipar, biarkan aku menunggu suamiku yang mengangkat sampai didalam kamar." Ucap Bulan. "Eh lupa bilang terima kasih." serunya lagi lalu tersenyum kepada Bara.


"Tepat sekali waktunya, suamimu sudah datang." Bara melihat Bumi sedang berjalan ke arah mereka dan Bulan langsung menoleh dan berlari memeluk Bumi. Bumi membalas pelukannya dan mengecup kening Bulan dengan lembut.


"Hai kak, jangan berani mengombal istriku. Aku perhatikan semenjak ada Bulan dirumah ini kamu rajin berkunjung dirumah ini?" Ucap Bumi meledek Bara.


"Hahaha.. adik ipar, apa kamu masih tertarik kepadaku?" Ucap Bara sambil tertawa. Bulan menggelengkan kepalanya dan semakin mempererat pelukannya ditubuh Bumi.


"Lihatkan, dia sama sekali tidak tertarik lagi denganmu hehehe." kali ini Bumi yang tertawa.

__ADS_1


"Ayo duduk bersama, siapa tahu kalian bisa mencarikan aku jodoh. Rasanya jiwa jombloku memberontak melihat kalian selalu bermesraan didepanku.." Ucapnya dengan sinis tapi menahan tawanya.


"Hahaha" Bumi dan Bulan masih berpelukan duduk di sofa sambil tertawa bersama mendengar ucapan Bara.


"Lihat kalian menertawaiku seperti aku seorang jomlo sejati." Sahut Bara dengan kesal sambil menyilangkan kakinya dan mengoyangkannya beberapa kali. "Lebih baik kamu mencarikan aku jodoh secepatnya Bumi, karena jika terlalu lama menjomblo aku bisa merebut Maya darimu." Kata Bara sedikit serius menatap Bumi.


Saat Bara selesai berbicara Bumi langsung mengangkat Bulan berlari kelantai atas untuk menghindarinya.


"Hahahaha Hei.. aku hanya bercanda Bumi!" Bara sampai terpingkal-pingkal tertawa melihat kepanikan Bumi.


"Pergilah kak cari jodohmu secepatnya." Teriak Bumi dari lantai atas.


Bumi membuka pintu dan langsung menjatuhkan pelan Bulan diatas tempat tidur.


"Hehehe lagian kamu ngapain pake gendong aku segala." Sahut Bulan.


"Kamu tidak akan tergoda lagikan dengan kak Bara? kalau sampai kamu tergoda aku akan.." Belum sempat dia menyelesaikan ucapannya Bulan langsung menyelanya.


"Kamu akan apa?" Tanya Bulan.


"Aku akan merebutmu kembali maksudku heehehe."

__ADS_1


"Aku kira kamu akan menyakitiku mas"


Bumi tak menjawab hanya memeluknya diatas tempat tidur.


"Aku mencintaimu sayang." Bumi berbisik ketelinganya dengan pelan.


"Mas, jangan pernah bosan mencintaiku." Sahut Bulan dan mencium Bumi di bibirnya.


"Aku tergoda sayang, ayo mandi bersama." Ucap Bumi, Bulan menganggukan kepalanya dan terlihat malu-malu, Bumi langsung berdiri mengangkat Bulan menuju kamar mandi. Didalam kamar mandi mereka berendam didalam bathtub sambil bergantian mengosok punggung. Kadang-kadang tangan Bumi mulai menjalar nakal kebagian yang dia sukai dari tubuh Bulan.


"Sayang, sepertinya aku harus mencarikan kak Bara jodoh, posisiku sangat terancam kalau dia berlama-lama menjomblo. Bisa jadi ucapannya ingin merebutmu itu sunguh-sunguh, apalagi kalian sekarang terlihat lebih akrab dari sebelumnya." Ujar Bumi penuh kegelisaan.


"Kamu itu ada-ada aja mas, aku sudah menyerahkan seluruh hidupku untukmu dan walaupun semua pria dimuka bumi ini menyukaiku aku akan setia kepadamu." Jawab Bulan.


"Oh istriku, bagaimana aku tidak jatuh cinta kalau kamunya seromantis ini."Ucap Bumi seraya memainkan rambut Bulan dari belakang di dalam Bathtub.


"Hehehe." Bulan hanya membalasnya dengan senyuman


"Aku ada ide untuk menghilangkan kecemasanku, aku akan menjodohkan kak Bara dengan seseorang." Ucap Bumi sambil tersenyum.


"Siapa orangnya mas?" Tanya Bulan penasaran.

__ADS_1


"Masih rahasia sayang, kamu menunggu cerita dari Bara nanti." Sahutnya dengan senyuman lebar.


__ADS_2