Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Pernikahan Reno dan Valen


__ADS_3

Seminggu kemudian, pernikahan yang ditunggu-tunggu oleh Valen akhirnya terlaksana disebuah hotel mewah. Kali ini Bulan terlihat sangat ceria karena akan bertemu dengan Valen di acara besarnya. Bulan tidak berhias dirumah tetapi Bumi membawanya kepada desainer ternama untuk mempercantik penampilannya malam ini. Gaun hitam dan tuxedo hitam menjadi pilihan yang mereka kenakan malam ini dengan aksesoris berlian hitam melingkar cantik dileher Bulan.


"Mas aku tidak pantas memakai semua barang-barang ini." Bulan melihat penampilannya dicermin.


"Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi sayang, alu yakin kamu lebih cantik dari pengantin wanitanya dan yang aku khawatirkan Reno akan kembali menyukaimu." Gombal Bumi dengan membulatkan matanya karena begitu takjub dengan penampilan Bulan.


"Ah mas kamu bisa aja membuatku klepek-klepek." Bulan tersenyum.


"Terima kasih atas segala perhatianmu mas, terima kasih atas segala kebaikanmu kepadaku mas, aku sangat mencintaimu." Bulan langsung memeluk Bumi dengan erat.


"Aku mohon jangan menangis sayang, aku lelah menunggu wajahmu dirias." Bumi meledeknya tapi membalas pelukan dari Bulan.


"Hehehe enggaklah, aku tidak akan membuatmu menunggu lagi. Ayo mas saatnya kita pergi." Bulan melepaskan pelukannya dan melihat kembali penampilannya untuk terakhir kalinya didepan cermin sebelum dia berangkat.


Mereka berdua keluar dari butik saling bergandengan tangan menuju ke mobil. Bumi mengendarai mobil dengan agak cepat, dijalanan yang masih sibuk dengan kendaraan lalu lalang pada malam hari terlihat mobil Bara melambung mereka ditengah jalan.


"Mas itukan mobil mas Bara?" Bulan menoleh ke arah Bumi dan terlihat sedikit senang saat melihat mobil Bara.

__ADS_1


"Hemm udah hafal mobilnya ya?" Sahut Bumi meliriknya dengan kesal.


"Bukan begitu mas, aku lihat plat mobilnya jadi aku tahu kalau itu mobilnya." Ucap Bulan pelan karena takut melihat wajah Bumi yang mulai berubah datar.


"Bahkan plat mobilnya kamu hafal sayang?" Tanya Bumi sambil menggelengkan kepalanya melihat Bulan.


"Mas, aku pikir kita sudah baikan dengan masa Bara, aku sudah menganggapnya sebagai kakakku tidak lebih dari itu kok." Bulan berusaha memberi penjelasan kepada Bumi.


"Baikan bukan berrati aku tidak mencemburuimu. Ingat...! Awas kalau kamu memandang Reno, kak Bara atau laki-laki lain dihadapanku dengan senyuman manismu itu Bulan."


"Ihhh aku pikir sifatnya sudah berubah tidak cemburuan lagi, padahal sama saja seperti kemarin-kemarin." Gumam Bulan dalam hatinya dan berdiam diri sampai ditempat acara.


Bulan menggandeng lengan Bumi dengan erat saat masuk keacara pesta. Saat mereka masuk mata para undangan tertuju pada mereka berdua yang terlihat serasi karena mulai dari pakaian, wajah yang tampan dan cantik serta cara berjalan mereka yang anggun bagaikan melewati karpet merah. Bumi mengambil meja paling depan dan mempersilahkan Bulan duduk terlebih dahulu barulah dia juga ikut duduk. Tak lama saat mereka duduk seorang MC mengumumkan kepada para tamu undangan untuk berdiri menyambut kedua mempelai.


"Para hadirin di persilahkan untuk berdiri, kedua mempelai akan memasuki ruangan ini." Seru pemandu acara dan semua tamu ikut berdiri menyambut kedua mempelai.


Reno dan Valen terlihat tersenyum kepada semua tamu undangan, Reno mamakai tuxedo hitam dan Valen menggunakan gaun panjang berwarna putih tetapi terlihat perutnya sedikit membuncit. Setelah pengantin menuju pelaminan Bara baru tiba dengan seorang gadis cantik dan mereka memilih duduk ditempat Bumi dan Bulan duduk.

__ADS_1


"Hai kak Bara, gandengan baru nih." Ucap Bumi.


"Udah lama kali, baru terekspos." Jawab Bara masih menggenggam erat tangan wanita disampingnya.


Bulan tak berani menatap Bara karena ancaman dari Bumi, dan terlebih lagi perasaanya merasa lain saat melihat Bara menggandeng wanita lain dihadapannya.


"Hai Maya, perkenalkan calon istri kakak iparmu. Perkenalkan namamu sayang." Ucap Bara memberi tahu kepada wanita disampingnya.


"Aku Diana." Bulan berjabat tangan dengan Diana. Bumi juga ikut berjabat tangan kepada Diana.


"Ini adikku Bumi, dan ini adik iparku Maya tetapi panggil saja dia Bulan. Lihatkan mereka sangat serasi terkadang aku iri melihat mereka apalagi saat melihat adik iparku yang secantik ini bisa bersanding dengan adikku yang biasa-biasa saja." Ucap Bara dengan tersenyum simpul.


"Kak Bara kadang suka bercanda, lihat kalian juga sangat serasi. Jangan lama-lama melangsungkan pernikahan agar hidupku tidak terancam." Sahut Bumi sedikit tersenyum tapi nadanya juga sinis.


"Kalian adik kakak yang kompak ya? Untung saja kalian tidak jatuh cinta pada orang yang sama." Diana menyahut dan tertawa melihat Bara dan Bumi saling bercanda didepannya. Bulan menunduk saat Diana mengatakan jatuh cinta pada orang yang sama.


Mengapa aku merasa lain saat mas Bara membawa gadis ini dihadapanku, please jangan membuat aku menjadi bingung dengan rasa ini dihatiku... ucap Bulan dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2