
Mobil Reno sudah melaju meninggalkan butik. Dan setelah hampir satu jam perjalanan mobil Reno tiba diujung gang rumah Bulan.
"Ren, turunkan aku disini..! Aku akan berjalan kaki saja sampai kerumahku. Aku takut orang rumah akan melihatku datang bersama laki-laki lain."
"Kamu yakin mau turun disini? Kesannya aku jadi laki-laki brengsek nurunin wanita dijalanan."
"Ren, kita ibaratnya sedang bertempur dengan waktu. Untuk mendapatkan suatu kemenangan selalu ada pengorbanan yang kita berikan dan sedikit rasa sakit hati. Tolong bersabarlah aku akan membuat ini menjadi lebih cepat dari yang ditargetkan." Ucap Bulan memberi pengertian kepada Reno.
"Gadis pintar, aku mencintaimu." Reno mendekatkan wajahnya dan mengecup kening Bulan dengan lama.
"Aku juga mencintaimu Reno, tapi bagaimana dengan Valen? Apakah aku akan memberi tahunya? Aku tidak yakin bisa menyimpan rahasia ini darinya."
"Terserah kamu mau beri tahu juga tidak apa-apa." Ucap Reno.
"Kak Bulan?" Tasya tiba-tiba ada disamping mobil Reno.
"Tasya?" Bulan sangat terkejut dan dia langsung turun dari mobil Reno.
"Kakak dengan siapa? Kak Bumi mana?"
"Bulan aku pergi.. bye." Reno melambaikan tangannya dan melaju meninggalkan mereka.
"Kak Bumi sedang rapat dikantor jadi aku pulang bersama teman kakak."
"Teman? Sejak kapan kakak punya teman laki-laki? Jangan-jangan kakak selingkuh dari kak Bumi."
"Tasya...! Awas kamu sampai bilang sama mama dan papa tentang kejadian ini..!"
"Aku nggak janji kak."
"Mau kakak tambahin uang jajanmu selama sebulan?"
"Gitu donk, rahasia kakak bakalan aman ditangan Tasya." Ucap Tasya kegirangan.
"Mata duitan. Ingat jangan bilang siapa-siapa!"
Mereka berdua pun berjalan menuju rumah mereka.
__ADS_1
"Itu pacar kakak atau teman kak Bulan?"
"Rahasia dong."
"Lumayan juga wajahnya ganteng seperti kak Bumi."
"Eh, Bumi itu nggak sebanding dengan Reno. Jadi jangan samain dia dengan Reno."
"Oh namanya Reno. Ehem bakalan heboh nih kalau sampai bocor."
"Oke aku tambah jadi dua kali lipat uang jajanmu. Tapi kalau sampai masalah ini
terdengar ditelinga keluarga kita aku iris mulutmu itu."
"Oke kakakku yang galak, rahasia anda aman ditanganku."
Kenapa juga sih Tasya pake tahu segala sih, dasar anak ini! Selalu membuatku susah.
"Ma, aku pulang."
"Bumi lagi buru-buru mau balik lagi kekantor jadi dia turunin aku diujung gang. Dan kebetulan Tasya lewat jadi kita bersamaan jalannya. Benarkan Tasya?"
"Iya ma benar, kak bumi tadi mengatakan permintaan maafnya untuk mama dan papa karena tidak mengantarkan kakakku yang cantik ini sampai didepan rumah.".
"Oh baguslah mama kira kalian nggak pulang sama-sama."
Pintar juga nih Tasya diajak kerja sama hehehe.
"Ma, aku masuk kamar dulu mau ganti baju sudah bau asam nih sejak dari pagi."
"Tasya juga mau pamit ke kamar ma."
"Iya sana pergi jangan lupa mandi kita akan makan bersama."
"Oke ma, kami sayang mama." Bulan dan Tasya menciumi mamanya secara begantian.
"Kak uangku mana? ingat dua kali lipat." Ucap Tasya menarik baju Bulan yang sedang berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
"Sabar dong, kakakmu nggak akan lari kemana-mana."
"Mandi sana baru kakak berikan uangnya."
"Oke." Tasya langsung berlari masuk kedalam kamarnya untuk mandi.
Bulan juga masuk kedalam kamarnya.
"Kecupan pertama dari Reno, tapi aku berharap dia mengecup di dibibirku tadi. Ah Reno kamu memang pintar membuatku hanyut dalam cintamu." Bulan langsung berguling-guling diatas tempat tidurnya karena senang.
"Kak mana uangaku?" Tasya berdiri didepan pintu.
"Secepat itu kamu mandi?"
"Cepat? kakak itu yang lupa waktu. Cepat uangku mana? jangan sampai mulutku ini akan keceplosan bicara kepada mama."
"Dasar adik durhaka. Ini cukupkan?" Bulan mengambil uang didalam dompetnya dan memberikan kepada Tasya.
"Hanya 500 ribu? kakak bilang tadi dua kali lipat? totalnya dua juta."
"Apa dua juta? kamu mau membohongi kakak? memangnya uang jajanmu berapa dalam sehari?"
"Mau bayar atau tidak? kalau nggak mau bayar ya udah bakalan rame nih rumah."
"Oke, kakak utang dulu yah, Sisanya tunggu kakak terima gaji baru dilunasin"
"Oke, awas kalau kakak berbohong."
"Ia.. cepat keluar kakak mau istirahat."
"Oke pacarnya kak Reno."
"Hei...!"
"Oke kak rahasia aman asalkan duitnya juga lancar."
"Masih kecil sudah pandai memeras kakaknya sendiri, Tasya..Tasya." Bulan langsung mengunci pintu kamarnya agar Tasya tidak seenaknya lagi masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1