
Masih gelap sekali sekitar jam setengah lima pagi, Bulan sudah bangun setelah mendengar jam wekernya berbunyi yang sengaja dia setel dari semalam. Bulan biasanya hanya membantu mamanya sesekali didapur jadi dia masih sedikit pintar untuk masalah dapur. Setelah semua makanan sudah siap dimeja Bulan langsung mandi dan bersiap berangkat lebih cepat ke kantornya.
Didalam kamar, Bumi yang baru saja sudah bangun dari tidurnya langsung cepat menuruni anak tangga untuk mencari Bulan. Bumi melihat kedalam kamar ternyata Bulan tidak ada, kemudian dia berlari lagi kedapur ternyata Bulan juga tidak ada. Saat Bumi hendak balik kekamarnya dia melihat kertas kecil diatas meja makan bertuliskan :
"Makanan sudah siap, aku pergi kantor mungkin pulangnya agak telat kerena mau jalan sama Reno."
Bumi melihat makanan yang ada di atas meja dan segera dia menyantapnya sedangkan kertas ditangannya digenggam dengan erat lalu melemparnya begitu saja dilantai.
"Untung masakanmu enak, kalau tidak aku akan memarahimu karena tidak membersihkan kamarku. Ternyata ada gunanya juga gadis itu." Ucap Bumi sambil tersenyum sinis dengan perkataannya sendiri.
Dikantor suasana begitu sepi karena ini masih sangat pagi sekali. Bulan berjalan masuk kedalam ruangannya dan tiba-tiba tangan putih dan berotot sedang melingkar erat dipinggangnya. Bulan hampir saja berteriak tetapi mulutnya langsung ditutup oleh telapak tangan pria tersebut. Bulan melihat memalingkan wajahnya melihat pria tersebut.
"Reno?" Bulat melotot dengan bola mata yang bulat sempurna.
"Stttt, ayo." Reno menarik tangannya menuju ruangannya. Bulan yang tadinya terkejut sekarang menjadi gugup saat berada didekat Reno.
Oh jantungku, mengapa kamu kembali berdetak kencang lagi.
__ADS_1
Saat tiba diruangan, Reno memeluknya dengan erat dan Bulan terlihat menikmati pelukan dari Reno. Reno melepaskan pelukannya dan memegang wajah Bulan dengan tangannya. Reno sedikit menundukkan kepalanya dan mendekatkan bibirnya hingga bersentuhan dengan bibir Bulan. Bulan hanya menutup matanya dan tidak menolak Reno yang sedang bermain dengan bibirnya. Setelah cukup puas menciumnya Reno kembali memeluk Bulan dengan erat dan mengecup kening Bulan dengan lembut. Bulan masih tercengang bahkan dia sangat gugup mendapatkan ciuman pertama dari Reno padahal bukan baru kali ini dia berciuman dibibir tetapi dia sudah pernah melakukannya dengan mantannya dulu.
"Kamu marah aku mencium bibirmu?" Ujar Reno sambil membelai rambut panjang Bulan dengan lembut.
"Tidak, aku hanya kaget. Maaf, aku permisi Reno." Bulan membalikkan badannya hendak keluar dari dalam ruangan Reno.
"Maafkan aku Bulan, aku tidak akan melakukannya jika kamu tidak menyukainya. Aku janji!" Reno memegang tangan Bulan dan berjanji mengangkat kedua jarinya hingga terbentuk huruf V.
"Aku tidak marah Ren." Ujar Bulan sambil tersenyum lalu keluar dari dalam ruangan Reno.
"Sebentar aku akan mengantarmu pulang, aku tidak akan membiarkan gadisku naik taksi lagi."
"Tidak akan terjadi apa apa Bulan, aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan membiarkanmu pulang sendiri."
"Baiklah." Bulan menuntup pintu dan saat dia keluar Valen langsung menatapnya saat didepan pintu ruangan Reno. Bukan hanya Valen, bahkan beberapa karyawan yang sudah berdatangan dan juga melihatnya. Bulan langsung berjalan dan duduk dimeja kerjanya berusaha tetap tenang tapi sebenarnya jantungnya bertdetak dengan kencang karena takut orang lain akan mengetahui hubungannya dengan Reno.
"Ehemm bibirmu terlihat basah." Valen berbisik dengan tersenyum melihat Bulan.
__ADS_1
"Apa? Hei.. wajarlah bibirku basah. Aku kan.."
"Sudahlah jangan membodohiku, aku bukan anak kecil Bulan. Jadi apa yang kamu rasakan dengan kecupan pertamanya?"
"Valen, fokuslah ke pekerjaanmu, apa kamu ingin memperdengarkan kepada semua orang disini?"
"Okelah." Valen kembali menggeser kursinya dan kembali menatap layar komputernya.
"Tapi benarkan yang aku ucapkan? Kamu dan dia sudah berciuman." Ucap Valen kembali meledek.
"Ia sudah, puas dengan jawabanku."
"Puaslah, akhirnya yang kamu impikan terjadi."
"Len, tapi mengapa aku merasa ciumannya tidak spesial dibibirku? Apa aku tidak mencintainya? Atau aku hanya penasaran ingin memiliki Reno selama ini."
"Mana aku tahu, aku kan tidak pernah berciuman dengan Reno tapi kalau dia mengajak aku berciuman pasti aku menerimanya dengan lapang dada."
__ADS_1
"Hei... Reno itu pacarku."
"Hahaha... jangan kelewatan Bulan, ingat statusmu adalah istri orang." Ucap Valen tertawa karena Bulan terlihat cemberut.