
Sesuatu terjadi karena ada kesempatan dan sesuatu yang pergi dan tak kembali itu karena takdir. Bumi memandangi wajah Bulan dipagi hari yang terlelap dengan selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya. Ada beberapa bekas merah yang dibuatnya dibagian tubuh Bulan karena hasratnya yang begitu besar semalam.
"Aku bisa dibilang sangat egois kepadamu, aku mendapatimu masih perawan sedangkan aku, aku laki-laki yang banyak dosa sebelumnya. Andai waktu bisa diputar kembali ingin rasanya aku menerima ajakan mama untuk bertemu denganmu saat pertemuan keluarga dulu. Aku tahu hatimu sangat terluka apalagi kamu tahu kalau hubunganku dan Sarah sudah sejauh mana. Perempuan mana yang mau dinikahi dengan laki-laki berengsek sepertiku? Bulan.. maafkan aku, seharusnya aku menjaga diriku sendiri dulu dan saat bertemu denganmu tak ada rasa bersalah seperti ini didalam hatiku. Aku menyesal karena telah membantah mama untuk mendekati Sarah, dan akhirnya aku yang hancur dan kamu Bulan juga ikut hancur karenaku. Aku mencintaimu." Bumi mengecup kening Bulan dengan lembut membiarkan bibirnya sedikit lama menempel di kening Bulan.
Bulan terbangun dengan refleks dia menolak Bumi hingga Bumi terjatuh kelantai.
"Awww.. tanganku sakit." Bulan berteriak. Dia lupa jika tangannya masih terluka.
"Bumi, oh astaga maaf aku terkejut melihatmu tadi." Bulan turun dari tempat tidur dan dia juga lupa jika dia tidak menggunakan sehelai kain dibadannya karena semalam mereka sedang memadu kasih hingga tertidur.
__ADS_1
"Kamu seksi, aku suka jika kamu berada didalam rumah seperti ini tanpa sehelai kain menutupi badanmu." Ucap Bumi memandangi Bulan dengan tatapan buasnya dan senyumannya yang nakal.
"Apa? Astaga.. apa yang aku lakukan? Tutup matamu!!" Bulan berteriak dan menutup mata Bumi dengan telapak tangannya. Bumi melepaskan tangan Bulan dari matanya dan menggenggam jari jemarinya dengan erat.
"Aku sudah melihat segalanya jadi tidak perlu ada yang harus kamu tutupi, masih banyak bekas cintaku menempel ditubuhmu dan aku rasa kamu juga sudah mulai menikmati permainanku semalam. Jangan berbohong jika kamu akan bilang kepadaku bahwa kamu tidak menyukainya bahkan kamu menggigit bibirmu karena menahan kenikmatan bukan begitu nyonya Bumi Anggara? Kamu memang bisa bilang tidak menyukainya, tapi jika diingat-ingat tingkahmu semalam sangat jauh berbeda dengan ucapanmu itu. Mungkin jika mulutmu ini berani jujur kamu akan menyuruhku untuk melakukannya berulang-ulang dalam semalam." Ucap Bumi.
"Bumi!! Kamu pikir aku seperti kekasihmu itu? Jangan samakan aku dengan Sarah untuk masalah ranjang bahkan aku sangat jijik telah melakukannya denganmu karena kamu bekas orang." Bulan terlihat emosi. Dia menarik selimut dan kembali menutup tubuhnya dengan selimut tebal itu.
Bulan terdiam. Perkataan Bumi menusuk sampai dijantung dan hatinya. Ia tidak memungkiri bahwa Reno juga seperti laki-laki lain, tapi dia juga belum tahu sifat Reno yang sebenarnya seperti apa. Mungkin ada benarnya yang diucapkan Bumi karena mereka berteman dan pastilah mereka sama-sama saling membongkar aib mereka satu sama lain soal perempuan yang mereka tiduri.
__ADS_1
"Maafkan aku, bukan maksudku membuatmu menangis." Bumi menyadari Bulan sangat sakit karena ucapannya, terlihat dia meneteskan air matanya di atas tempat tidur. Bumi berdiri dan mendekati Bulan dan membasuh air matanya.
"Iya aku memang bodoh, aku juga sudah hancur karena bertemu dengan laki-laki seperti kalian. Oh aku tahu, pantas saja kalian bersaing memperebutkanku karena kalian sedang memperebutkan tubuhku kan? Dan sekarang kamu menang Bumi karena sudah mendapatkan kemauanmu. Jadi setelah ini kamu akan menghamiliku dan kamu akan kembali bersama Sarah? Iyakan? Jawab!" Bulan berteriak air matanya terus menetes sejak tadi.
"Bulan aku hanya salah bicara, aku tidak bermaksud mengatakan kamu bodoh. Tolong maafkan aku."
"Aku bosan mendengar permintaan maafmu." Bulan kembali berbaring dan membelakangi Bumi. Bumi juga ikut berbaring dan memeluknya dari belakang. Beberapa kali Bulan menyingkirkan tangan Bumi dari tubuhnya tetapi Bumi terus memeluknya hingga akhirnya dia lelah dan membiarkan Bumi memeluknya.
"Aku minta maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi, Aku tidak akan meninggalkanmu karena aku mencintaimu."
__ADS_1
"Dasar brengsek, mungkin kata-kata ini juga yang dia ungkapkan kepada Sarah saat mereka tidur bersama tapi lihat sekarang, dia meninggalkan Sarah padahal dia telah menidurinya." Bulan membatin dengan segala amarah yang ada didadanya.