Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Pengunduran Diri Bulan


__ADS_3

Tiba didepan kantor, Bulan menarik nafasnya dengan panjang dan mengeluarkannya dengan pelan. Selembar kertas yang berisi surat permohonan dirinya untuk resign telah dia masukkan kedalam amplop coklat. Bulan sekali lagi menoleh kebelakangnya melihat Bumi sedang bersandar dimobilnya menunggunya diparkiran. Bumi hanya tersenyum kepadanya dan Bulan akhirnya melangkah masuk kedalam kantornya.


Semakin mendekati ruangan Reno, jantung Bulan semakin berdetak kencang. Perasaannya semakin tidak karuan. Saat mamasuki ruangannya, Valen menyambutnya dengan senyuman begitu juga teman kantornya yang lain.


"Hei gadis.. mengapa wajahmu seperti sedang sedih? Apa kamu merindukan Reno?"


"Len.. aku mau resign. Reno ada kan?"


"Resign? Kamu tidak sedang bercanda kan Bulan?"


"Aku serius, aku mau menemui Reno sekarang."


"Aku sedih, kita bakalan jarang bertemu lagi." Valen memeluk Bulan.


"Aku mau masuk dulu keruangan Reno." Jawab Bulan.


"Hemm." Valen melepaskan pelukannya dan melihat Bulan melangkahkan kakinya ragu-ragu memasuki ruangan Reno.


Tok..tok..tok.. Bulan mengetuk pintu.


"Selamat pagi Ren." Bulan berusaha tetap tenang.


"Hai." Reno berdiri dari tempat duduknya dan berlari memeluk Bulan didepan pintu.

__ADS_1


"Aku mau mengundurkan diri Ren." Ucap Bulan dengan hati-hati.


"Yang aku takutkan akhirnya terjadi. Aku takut kehilanganmu dari kantor ini, Bulan." Reno memeluknya dengan erat dan tidak mau melepaskannya.


"Bukan hanya dari kantor ini Reno, aku mau mengundurkan diri menjadi kekasihmu."


"Bulan.. aku tidak bisa menerima ini! Aku mencintaimu. Aku rela menjalin hubungan denganmu diam-diam asal aku masih bisa bersamamu. Pasti dia yang memaksamu melakukan ini kan? Aku tidak membiarkan kamu pergi dari sini sebelum dia datang menemuiku."


"Reno!! Apa kalian mau saling menyakiti hanya demi perempuan sepertiku! Kalian bisa mendapatkan perempuan manapun yang kalian mau, kalian punya segalanya, please! Jangan membuat hidupku menjadi rumit."


"Kamu pantas diperjuangkan Bulan, aku akan memperjuangkan kekasihku dan aku rela melakukan apapun untuk merebutmu darinya."


"Aku sudah tidur dengannya jadi aku mohon lepaskan aku!"


Diluar sana Bumi terlihat gelisah karena Bulan tak kunjung tiba didepannya.


"Seharusnya aku menemaninya tadi!" Bumi mengunci mobilnya dan masuk kedalam kantor Reno. Saat dilobi seorang satpam menahannya.


"Maaf pak.. tidak boleh ada orang lain selain karyawan yang boleh masuk kekantor ini tanpa izin dari pak Reno." Ucap satpam tersebut.


"Telpon dia sekarang, bilang pada dia kalau Bumi akan datang menemuinya." Kata Bumi meninggikan suaranya.


"Iya pak." Satpam tersebut langsung menelpon dan setelah itu dia kembali lagi menemui Bumi.

__ADS_1


"Pak Reno menunggu anda. Aku akan mengantar tuan sampai diruangan pak Reno." Satpam tersebut mengantar Bumi sampai diruangan Reno. Valen yang melihat kedatangan Bumi langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Perasaanku tidak enak, semoga tidak terjadi apa apa diantara mereka bertiga."


Krekk... Bumi membuka pintu dan melihat Bulan sedang ada dalam pelukan Reno. Bumi langsung menarik tangan Bulan dengan kasar dari pelukan Reno.


"Kau! Beraninya kau memeluk istriku?"


Bukk...! Pukulan dari Bumi melayang ke wajah Reno. Reno juga melayangkan pukulan ke Bumi. Beberapa kali mereka saling pukul hingga Reno terjatuh dilantai karena Bumi menendangnya dengan keras.


"Berhenti!! Aku bilang berhenti!! Jika kalian masih ingin melihatku hidup berhenti sekarang."


Bulan memecahkan gelas yang ada dimeja Reno dan meremasnya. Terlihat cucuran darah mengalir ditangannya.


"Bulan... hentikan." Ucap Reno panik saat melihat Bulan meremas gelas kaca.


Bulan mengambil pecahan kaca dan menaruhnya di atas pergelangan tangannya.


"Jika kalian masih ingin berkelahi aku akan bunuh diri agar ini adil untuk kalian. Tidak ada yang memiliku, inikan yang kalian inginkan?"


"Bulan, tetap berdiri disitu jangan menggunakan hawa nafsumu, jernihkan otakmu Bulan." Ucap Bumi melihat Reno dengan memberikan kode agar melepaskan kaca dari tangan Bulan secara bersama.


"Sekarang Bumi." Reno dan Bumi berlari ke arahnya. Bumi memegang tangan Bulan dan Reno memegang tubuh bulan. Mereka terlihat kompak kali ini membuang ego masing masing untuk menyelamatkan orang yang mereka cintai.

__ADS_1


Bulan sedikit lega karena akhirnya cara ini bisa menghentikan mereka berdua. Bulan sebenarnya sangat takut untuk mengiris tangannya dan terpaksa dia meremas pecahan kaca ditelapak tangannya agar mereka berdua percaya bahwa dia benar akan bunuh diri.


__ADS_2