
Mami Lina memang selalu modis saat berpergian kemana-mana. Untuk kelas istri pengusaha, penampilan selalu menjadi nomor satu bagi mama Lina. Mama Lina juga mempunyai teman-teman di kelas sosial yang sama termasuk mamanya Reno. Di parkiran supermarket jam 12.30, Bumi menyandarkan badannya dikursi mobil. Mami Lina ditemani oleh Bi Anti asisten rumah tangga dirumah mereka.
"Kamu nggak ikut nemenin mama masuk?" Ucap mama Lina sambil memperbaiki rambutnya di depan cermin kecil ditangannya.
"Mama jalan sama Bi Anti saja, aku mau disini menunggu mama." Ucap Bumi lalu menutup matanya bersandar di kursi mobil.
"Baiklah, ayo Bi." Jawab mama Lina.
"Iya nya." Sahut Bi Anti dan berjalan mengikuti mama Lina masuk kedalam supermarket.
Baru beberapa menit Bumi menutup matanya ,Bumi terkaget dan membuka matanya karena mendengar ada suara ketukan dikaca mobilnya.
"Reno? Sedang apa kamu disini?" Bumi membuka pintu mobilnya dan ternyata Reno sedang berdiri disamping mobilnya.
"Antar mama belanja, tadi aku melihat mobilmu jadi aku kesini."
"Kamu ngapain disini? Kok sendiri? Bulan mana? " Tanya Reno lagi kepada Bumi saat Bumi keluar sambil bersandar dimobilnya.
"Sama, aku juga antar mama." Sahut Bumi
"Jadi kita baikan ini?" Ucap Reno sembari memberikan tangannya kepada Bumi untuk bersalaman.
"Yups, bertengkar ala pria itu berbeda dengan wanita. Jika wanita bertengkar biasanya akan bermusuhan sampai bertahun-tahun dan mengungkit semua kesalahan masa lalu hehehe."
"Bulan mana? Kok kamu nggak ajak dia?" Tanya Reno kembali.
"Aku sembunyikan dia darimu."
"Sialan kamu, aku lihat di media pacarmu ditangkap." Seru Reno lalu mengeluarkan sebungkus rokok dari sakunya dan menyodorkan kepada Bumi. Bumi mengambilnya dan mereka merokok bersama.
__ADS_1
"Sarah pantas mendapatkan itu. Hampir saja hubunganku dengan Bulan berakhir karena kegilaannya membeberkan permainan ranjangku dirumah yang kami tempati."
"Hahahaha... sumpah lucu. Sarah memang gila bahkan aku pernah tidur dengannya sekali."
"Apa? Kurang ajar kamu Ren!" Sahut Bumi tersenyum sinis dengan rasa tidak percaya bahkan Sarah pernah tidur dengan Reno.
"Hahahaha aku tidak bisa menolak ajakannya saat itu. Aku bertemu dengannya secara tidak sengaja diklub malam dan kita mabuk bersama lalu pulang bersama dan tidur bersama. Saat itu malam pertamamu dengan Bulan. Dia sangat stress memikirkan kalian. Ternyata gadis itu sangat liar. Aku takut terlalu lama jalan dengannya karena dia terlalu agresif ditempat tidur."
"Kalian cocok, sama-sama agresif." Jawab Bumi sambil terkekeh.
"Jujur..aku lebih suka wanita seperti Bulan, membuatku penasaran dengan sifatnya yang malu-malu. Bagiku itu jauh lebih menantang" Ucap Reno.
"Mau aku patahkan gigimu disini?"
"Eitttss.. hahaha sabar dong, aku tidak akan menganggu hubungan kalian karena sebentar lagi aku akan menikah."
"Kasian banget calon istrimu, dapat bekas dari berbagai wanita. Hahaha." Sahut Bumi sambil tertawa lalu membuang rokoknya ditanah dan menginjaknya.
"Kayanya mama kita akan lama didalam sambil ngerumpi."
"Pastilah. Oh ya, siapa calon istrimu?" Tanya Bumi.
"Aku saja belum tahu siapa calon istriku, sepertinya mamaku terinspirasi dari mamamu yang telah menjodohkan kamu dan nampaknya dia juga ingin menjodohkan aku sepertimu."
"Jadi kamu mau?" Tanya Bumi kembali penasaran dengan jawaban Reno.
"Ya bagaimana yah, hanya ingin menyenangkan hati mama dan papa saja. Tidak lebih dari itu. Aku bosan ditanya kapan nikah. Padahal aku sempat berpikiran mau mengenalkan Bulan kepada orang tuaku tapi untung saja itu tidak terjadi karena dia ternyata calonmu.
"Syukurlah kalau kamu sadar diri, lelaki sejati tidak akan mengambil milik orang lain apalagi milik teman."
__ADS_1
"Berhenti menyadarkanku karena aku tidak mengganggu hubungan kalian." Jawab Reno
"Hai Bumi, lama nggak ketemu." Seorang wanita paruh baya tiba tiba memanggil Bumi.
"Eh tante, apa kabar? Iya sudah lama sekali nggak ketemu." Sahut Bumi sambil menyalami tangan mama Reno.
"Maaf loh.. tante nggak sempat datang kepestamu karena tante ada diluar negeri saat itu, untung ada Reno yang mewakili tante. Jadi bagaimana wajah istrimu, apakah dia cantik?"
"Tanya kepada Reno aja tante, dia sangat tahu kalau istriku sangat cantik dan mungkin saja Reno akan cemburu jika melihatku bersama istriku."
"Benarkah? Beruntungnya kamu punya istri yang cantik, Bumi. Tante juga akan menjodohkan Reno dengan anak teman tante yang ada diluar negeri." Jawab Mama Reno sangat bahagia.
"Ayolah ma kita pulang, Bumi membosankan sejak tadi." Panggil Reno.
"Hahaha." Bumi hanya tertawa.
"Aku pulang Bum, sampaikan salamku pada Bulan." Teriak Reno.
"Salammu tak akan pernah aku sampaikan padanya. Hahaha." Bumi kembali tertawa.
Mama kok belum datang juga, untung ada Reno kalau tidak aku bakalan bosan di
sini.
"Bumi ayo pulang." Seru mama Lina membawa banyak belanjaan.
"Yaelah, mama Bumi kelamaan nunggunya nih. Tahu nggak? Bumi sudah sangat rindu sama Bulan."
"Baru juga beberapa jam ditinggal sudah rindu, makanya dulu sok banget pake nolak-nolak Bulan. Eh taunya sekarang rasain tuh jatuh cinta sama Bulan."
__ADS_1
"Iya deh Bumi mengaku salah, makasih ma telah menjodohkan aku dengan Bulan..."
"Mama tahu yang terbaik untukmu sayang." Jawab mama Lina lalu mereka bersamaan masuk kedalam mobil.