Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Pertengkaran


__ADS_3

Setelah serangkaian acara telah dilaksanakan sekarang mereka berdiri untuk berjabat tangan dengan pengantin sekalian melakukan sesi foto. Bumi lebih banyak diam sejak tadi dan dia tidak menggandeng tangan Bulan seperti biasanya. Bumi berjalan didepan dan Bulan, Bara dan Diana berjalan dibelakangnya.


"Selamat Ren, akhirnya berakhir juga main-mainnya." Ucap Bumi menjabat tangan Reno.


"Selamat Ren, ingat jaga baik-baik sahabatku. Awas kalau kamu menyakiti hatinya." Kini Bulan yang memberi ucapan kepada Reno.


"Hei Len, aku juga lagi hamil loh, nanti kita jalan bersama membeli perlengkapan bayi." Ucap Bulan lagi berpindah kepada Valen.


"Benarkah? aku sangat senang mendengarnya, Bulan." Sahut Valen ikut bergembira mendengar perkataan Bulan.


Setelah berjabat tangan, Bulan dan Bumi langsung pulang sedangkan Bara masih berkumpul bersama teman-teman pengusaha muda yang lain. Sebenarnya Bumi juga salah satu dari mereka tetapi entah kenapa sejak tadi dia merasa tidak mood dengan mereka. Didalam mobil Bulan bisa merasakan perubahan Bumi dari kedatangan Bara, saat mulai dari sesi jabat tangan dia tidak menggandeng tangan Bulan seperti biasanya.


"Mas ada apa denganmu? Mengapa sejak tadi kamu diam. Kamu sakit?" Bulan langsung mengarahkan punggung tangannya ke jidat Bumi merasakan suhu suaminya meningkat atau tidak. Saat tangan Bulan mau menyentuh jidatnya Bumi langsung menepis tangannya dengan kasar hingga terjatuh dipangkuannya.

__ADS_1


"Mas? Aku salah apa? Kok kamu jadi kasar seperti ini?" Ucap Bulan lagi karena merasa Bumi berubah sejak tadi.


"Kamu pikirkan apa kesalahanmu! Aku tidak berbicara denganmu lagi sebelum kamu sadar kesalahan fatalmu itu apa!"


"Kalau kamu tidak mau berbicara denganku lebih baik aku pulang kerumah orang tuaku!"


"Itu lebih bagus, aku akan mengantarmu pulang malam ini. Baju-bajumu dan perlengkapanmu yang ada dirumahku aku akan menyuruh sopir untuk mengantarnya jadi kamu tidak perlu repot untuk menyuruh orang tuamu mengambilnya. Aku tidak akan menjemputmu sebelum kamu menyadari siapa yang ada didalam hatimu dan siapa yang benar kamu cintai aku atau Bara!" Bumi meninggikan nada suaranya hingga membuat Bulan menangis karena bentakannya.


"Mas tapi hanya bercanda mau pulang kerumah orang tuaku."


"Mas kamu jahat kepadaku, aku lagi hamil sekarang."


"Kamu yang jahat Bulan, aku sudah membuang semua masa laluku, aku mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku. Bagaimana denganmu? Bagaimana dengan perasaanmu? Seharusnya kamu bertanya pada dirimu sendiri siapa yang ada didalam hatimu. Kamu menyuruhku membuang semua masa laluku sedangkan kamu belum bisa move on dari masa lalumu. Jadi siapa yang jahat sekarang aku atau kamu?"

__ADS_1


"Mas, aku minta maaf."


"Maaf saja tidak akan menyelesaikan masalah Bulan. Jadi aku mohon kita berpisah untuk beberapa waktu yang tidak bisa aku tentukan. Jangan menghubungiku karena aku tidak akan menjawabnya." Seru Bumi masih dengan emosi.


Bulan menundukkan kepalanya sambil berderai air mata sepanjang jalan. Setelah 30 menit perjalanan Tiba-tiba mobil Bumi berhenti dan membuat Bulan menoleh keluar jendela mobilnya dan ternyata itu adalah rumah orang tuannya.


"Sudah sampai, sekarang turunlah karena aku sangat lelah." Ucap Bumi tanpa menoleh kearahnya.


"Aku nggak akan turun mas, walaupun kamu menyeretku dari dalam mobil aku tidak akan turun dari dalam mobilmu." Sahutnya sambil menangis.


Bumi bersandar dan memukul setir mobilnya karena emosi dan membuat Bulan tersentak karena kerasnya pukulannya di setir mobil. Bumi kembali melaju dengan kecepatan cepat menuju rumahnya dan Bulan tetap dengan pendiriannya tidak mau turun dari mobil saat tiba dirumah orang tuanya tadi. Sampai di halaman rumahnya, Bumi langsung masuk kedalam rumah tanpa menunggu Bulan keluar dari dalam mobil. Bulan juga keluar dari dalam mobil mengikuti Bumi berjalan menuju kamar mereka. Setelah didalam kamar Bumi mengambil bantal dan tidur di sofa tanpa melihat kedatangan Bulan.


"Mas aku minta maaf." Ucap Bulan berdiri disampingnya.

__ADS_1


Bumi tidak menyahut dan hanya menutup matanya.


__ADS_2