
Karena tidak ada sahutan dari Bumi, Bulan akhirnya berganti pakaian dengan piyama yang ada didalam lemarinya. Bulan berbaring ditempat tidur, memikirkan perasaannya kepada Bumi dan Bara. Sebenarnya Bulan tidak memiliki perasaan cemburu melihat Bara, hanya saja dia merasa lain saat Bara datang membawa wanita kedepannya. Dia juga tidak tahu perasaan apa yang timbul didalam hatinya itu. Walaupun di awal pertemuannya dengan Bara dia tidak memungkiri jika hari itu dia sangat senang bertemu dengan Bara dan ada sedikit percikan-percikan cinta itu kembali lagi dihatinya. Seiring berjalannya waktu perasaan itu semakin berkurang dan hampir menghilang karena cinta dan kasih sayang yang diberikan Bumi kepadanya.
Bulan berusaha memejamkan matanya tetapi tidak bisa dilakukan karena perutnya terasa lapar, padahal sebelumnya dia makan malam di acara pernikahan Reno dan Valen. Sebenarnya dia ingin membangunkan Bumi untuk menemaninya, tetapi karena mereka sedang marahan dia memberanikan dirinya untuk berjalan dirumah yang begitu besar dimalam hari. Karena tidak mampu menahan lapar Bulan akhirnya turun kelantai bawah menuju kedapur mencari sesuatu yang bisa mengisi kekosongan perutnya. Sesampainya didapur Bulan melihat beberapa bungkus mie instan berada didalam kulkas, ada telur dan lauk lainya yang belum diolah. Setelah berpikir panjang akhinya dia memutuskan untuk memasak mie instan dan telur.
Selesai memasak Bulan duduk dimeja makan dan menyantapnya dengan lahap bersama segelas air dingin menemani malamnya.
"Maaf nak, mama memberi makanan yang tidak sehat untukmu malam ini. Papamu lagi marah sama mama, jadi malam ini kita tidurnya berdua, makannya juga bedua saja." Bulan mengelus perutnya berbicara dengan calon bayinya.
"Mengapa kamu selalu membuatmu panik?" Teriak Bumi, mengatur nafasnya yang tidak beraturan dan sedikit menunduk memegang lututnya karena kelelahan seperti selesai berlari.
"Mas? kamu kok disini? aku pikir tadi kamu sedang tidur." Bulan terkejut, baru setengah mangkok dia menghabiskan makanannya Bumi sudah berada didepannya.
"Lain kali kalau pergi kemana-mana pamit sama aku Bulan, kamu pikir rumah ini kecil sampai kamu membuatku berlarian mencarimu disetiap sudut rumah ini?" Ucap Bumi masih mengatur nafasnya.
"Kan kamu bilang jangan menganggumu tadi, kita juga masih marahan jadi mana mungkin aku pamit kepadamu. Aku pikir kamu sedang marah kepadaku mas, tapi mengapa kamu mencariku? kamu juga telah mengusirku kerumah orang tuaku tadi." Sahut Bulan sedikit bingung
"Iya tapi aku..." Bumi terhenti bicara dan melihat makanan yang berada dimeja makan. "Kamu makan mie instan? astaga Bulan mengapa kamu begitu ceroboh, buang makanan itu. Kamu tahu bukan hanya tubuhmu yang tidak baik mengomsumsinya tetapi anak kita yang ada didalam perutmu juga ikut terkena imbasnya." Bumi mengambil mangkok yang ada diatas meja lalu membuangnya didalam di wastafel.
__ADS_1
Bulan menunduk dan memasang wajah cemberut karena bentakan dari Bumi. Bumi kembali lagi dan duduk disampingnya
"Sayang aku pikir tadi kamu mau kabur karena sudah 20 menit kamu belum kembali lagi kedalam kamar. Aku sebenarnya tidak bisa tidur karena memikirkan kesalahanku yang sudah menyuruhmu pergi kerumah orang tuamu. Sayang maukan kamu memaafkan aku?" Bumi memegang erat tangan Bulan dan menciumnya.
"Aku yang harusnya minta maaf mas, seharusnya.." Bulan tidak menyelesaikan bicaranya karena Bumi menarik tubuhnya dan mendaratkan ciuman dibibirnya. Bulan melotot karena Bumi mempermainkan bibirnya dengan lembut didapur.
"Mas hentikan! jika orang lain melihat kita bagaimana?" Bulan melepaskan ciumannya.
"Oh jadi kamu maunya dikamar?" Tanya Bumi genit.
"Bukan begitu maksudku mas, tapi ini ditempat umum." Sahut Bulan malu.
Saat berjalan menuju kamar beberapa percakapan kecil terjadi.
"Jangan makan mie instan lagi sayang."
"Jangan cemburuan lagi mas."
__ADS_1
"Aku tidak bisa menghilangkan rasa cemburuku."
"Kalau begitu aku akan tetap makan mie instan."
"Kalau begitu aku akan kembali lagi kedapur."
"Mau apa kembali kedapur mas?"
"Kita bermain disana, sepertinya seru."
"Gila kamu mas!"
"Kalau kamu masih makan mie instan aku akan membawaku bermain didapur."
"Iya deh, aku janji tidak akan makan mie instan lagi."
"Aku mencintaimu Bulan."
__ADS_1
"Aku mencintaimu Bumi." 💋
Hai-Hai jangan lupa jempolnya, koment, dan votenya. Salam dari Bumi dan Bulan buat readers, Katanya mereka lagi enak-enakan dikamar. 💏