Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Kembali seperti semula


__ADS_3

Sebulan kemudian semua telah kembali seperti biasanya. Pernikahan Bara dan Franda akan dilangsungkan beberapa hari lagi. Setelah mendapatkan restu dari ibu panti Franda, dengan mantap Bara melanjutkan hubungan mereka kejenjang pernikahan. Bara begitu antusias mempersiapkan semua acara pernikahannya. Bukan hanya Bara, mama Lina juga sibuk mengurus pernikahan putranya. Walaupun Bara bukan putra kandungnya tetapi kasih sayangnya kepada Bara begitu tulus. Mama Lina juga mengundang mama kandung Bara yang sedang berada di Singapura bersama suami keduanya. Sebenarnya Bara cukup keberatan dengan kedatangan mama kandung yang telah menyia-nyiakan dia selama ini tetapi mama Lina menasehatinya agar menerima kesalahan orang tuanya dimasa lalu.


Bulan dan Bumi kembali akur bersama seperti sedia kala, dengan kesabaran dari Bulan pernikahan mereka tetap kokoh walaupun rintangan yang terus menghampirinya. Perut Bulan semakin membesar dan beberapa bulan lagi penantian mereka untuk melihat Alula terlahir didunia ini akan terwujud. Bumi semakin menunjukkan rasa sayangnya kepada Bulan setiap hari bahkan sekarang dia menjadi lebih protektif terhadap Bulan karena mengingat bukan hanya Bulan tetapi juga calon bayi yang ada didalam perut istrinya juga menjadi prioritasnya.


**********************************************


Hari yang ditunggu-tunggu telah datang, setelah melangsungkan akad nikah mereka langsung melanjutkan dengan acara resepsi pada malam hari disebuah hotel milik Bara sendiri. Bara begitu tampannya berjalan bersama Franda yang terlihat imut-imut karena terlihat masih sangat remaja. Cantik dan Tampan itulah kata-kata yang bisa tamu undangan katakan dengan takjub saat melihat kedatangan mereka. Kedua pengantin berjalan ditengah tamu undangan, Bara dengan wajahnya yang tegas sedangkan Franda dengan keimutannya yang mempesona setiap laki-laki remaja seusianya.


Bumi mengambil tempat duduk berdekatan dengan Reno dan Valen yang kebetulan datang menghadiri pernikahan Bara dan Franda. Valen menunjukan kebahagiaannya saat melihat kedatangan Bulan, bagaikan dua sahabat yang telah berpisah lama mereka saling mengelus perut mereka secara bersamaan. Reno juga nampak senang melihat istrinya bahagia bertemu lagi dengan sahabatnya.


Dipelaminan mama Lina tidak mendampingi Bara tetapi mama kandung beserta ayah sambungnya yang menjadi pendamping Bara atas usul dari mama Lina sendiri.


"Valen badanmu kok lebih gendut dari aku? Padahal saat kita bertemu waktu itu tidak seperti ini loh?" Bulan senang melihat Valen bahagia malam ini.


"Aku sudah bahagia seperti kamu." Bisik Valen kepada Bulan.


Bumi dan Reno hanya bisa tersenyum melihat istri mereka melepaskan kerinduan mereka malam ini.


"Istriku cantik yah Bumi." Reno memuji Valen saat dia selalu tersenyum berbicara dengan Bulan.

__ADS_1


Bumi hampir saja tertawa melihat seorang Reno yang playboy bisa menyukai seorang wanita dengan tulus tanpa ada imbalan.


"Ternyata laki-laki brengsek bisa berubah juga." Ledek Bumi.


"Hahaha kurang ajar, aku mencintainya, Bumi. Bodohnya aku yang telah menyia-nyiakan dia dahulu."


"Sama sepertiku, aku juga banyak menyakiti hati Bulan selama kami menikah. Ternyata kita punya rasa bosan juga bersenang-senang dengan banyak wanita. Tahu tidak Ren, aku sepertinya kena karma dari Tuhan."


"Karma? kenapa?" Reno bertanya.


"Aku seperti budak cinta di buat oleh Bulan, aku takut banget ditinggal olehnya. Seumur hidupku baru Bulan yang membuatku takut kehilangan perempuan."


"Kita curhat nih Ren?" Ucap Bumi.


"Hahaha." Mereka tertawa bersama.


Valen dan Bulan sampai bingung melihat suaminya berbicara bisik-bisik lalu tertawa seketika.


Diatas pelaminan Bara terus mencuri pandang kepada Franda dengan tatapan yang memangsa. Bara terus mengenggam erat tangan Franda tanpa membiarkannya untuk berani melepaskan tangannya.

__ADS_1


"Dek, nanti saat dikamar abang tidurnya di sofa aja kalau ade belum siap tidur bersama abang." Bara berbisik kepada Franda dengan pelan.


"Apaan si bang, Franda malu kalau bicara tidur." Franda menundukkan kepalanya malu kepada Bara.


"Ihh abang gemes deh sama dek Franda." Bara seperti ingin menerkam Franda diatas pelaminan.


Setelah semua rangkaian acara dilaksanakan akhirnya sesi jabat tangan dimulai.


Reno dan Valen mengantri menunggu antrian untuk berjabat tangan kepada kedua mempelai. Reno melingkarkan tangannya dipinggang Valen dan memegang Valen dengan hati-hati saat naik ke atas pelaminan.


"Hati-hati ma, biar papa bantuin berjalan." Ucap Reno kepada Valen.


"Makasih pa." Jawab Valen sambil tersenyum.


Saat mereka berhadapan dengan Bara, Reno langsung memberikan pelukan persahabatan.


"Selamat bro, selamat menjebol malam ini." Bisik Reno.


"Bakal susah nih, soalnya perlu rayuan maut dulu hahaha." Balas Bara sambil tertawa.

__ADS_1


Malam yang panjang untuk Bara dan Franda akan dimulai.


__ADS_2