Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Masa lalu yang penuh tanda tanya


__ADS_3

Ditempat tidur Bumi dan Bulan masih saling memeluk. Entah sudah beberapa kali Bumi melepaskan ciumannya di bibir dan pipi Bulan.


"Boleh aku bertanya tentang masa lalumu selain Sarah?" Seru Bulan berbaring dilengan Bumi.


"Pacarku selain Sarah? Aku sudah lupa nama mereka."


"Berarti mantan kamu banyak dong?" Tanya Bulan.


"Lumayanlah tapi baru Sarah yang lama pacaran denganku. Jangan berpikir yang tidak-tidak karena aku tidak pernah melakukan dengan orang lain selain Sarah." Jawab Bumi sebelum Bulan berpikir yang tidak-tidak tentang dia.


"Hemm." jawab Bulan singkat.


"Kalau kamu bagaimana dengan masa lalumu?"


"Aku hanya mempunyai satu pacar, bukan Reno."


"Siapa?" Tanya Bumi langsung duduk dan melepaskan kepala Bulan dari lengannya.


"Aku tidak akan menceritakannya kepadamu."


"Kenapa?" Bumi terlihat masih penasaran.


"Ayo pakai bajumu kita akan turun kebawah mungkin mama sudah mencari kita." Sahut Bulan bangun dari tempat tidurnya. Bumi menarik tangannya hingga Bulan terjatuh lagi ketempat tidur.


"Mengapa kamu tidak mau menceritakan seseorang yang spesial itu? Apa kamu masih sangat mencintainya? Apa dia sangat tampan? Apa dia.."


"Berhenti bertanya Bumi, aku akan menceritakan setelah makan malam selesai."

__ADS_1


"Baiklah. Tunggu aku, kita sama-sama turun kelantai bawah. Aku cemburu Bulan, aku cemburu dengan masa lalumu."


"Dasar kamu, masa lalumu saja aku bisa maafkan. Jadi kamu juga harus bisa memaafkan masa laluku."


Bumi mengambil bajunya dan memakainya. Setelah itu mereka berdua berjalan menuruni anak tangga. Bumi selalu memegang tangan Bulan dan dia tidak mau melepaskannya walaupun Bulan sudah berusaha untuk melepaskannya. Dilantai bawah keluarga Bulan sudah berada dan saling berbicang dengan orang tua Bumi.


"Bumi, lepaskan tanganku. Aku mau memeluk mamaku.." ucap Bulan.


"Aku masih cemburu dengan masa lalumu, Bulan."


"Iya aku tahu, tapi bisakah untuk melepaskan tanganku."


"Baiklah." Jawab Bumi. Bulan langsung berlari memeluk keluarganya, sedangkan Bumi duduk di sofa agak berjauhan darinya.


"Lihat dia... bahkan aku cemburupun dia tidak pedulikan. Itu hanya mantannya tetapi perasaanku seperti tercabik-cabik." Batin Bumi.


"Tasya rindu sama kakak." Seru Tasya sangat bergembira bertemu dengan Bulan.


"Mengapa dia bisa tertawa disana, apa dia tidak memikirkan perasaanku disini? Mengapa juga aku bertanya tentang masa lalunya tadi? ahh.." Bumi membatin dan terus menatap Bulan sambil duduk bersandar disofa.


"Bumi! Sana sambut mertuamu. Mertua datang kok kamunya diam disini!" Ucap papa Handoko memegang pundak Bumi.


"Iya Pa." Bumi berdiri mendekati mertuanya.


"Halo ma, halo pa. Apa kabar?" Ucap Bumi tak bersemangat kepada orang tua Bulan.


"Kabar baik Bumi." Jawab Mama Rida.

__ADS_1


Mereka semua berjalan ke meja makan untuk santap bersama. Bulan tidak duduk disamping Bumi. Dia duduk berdampingan dengan Tasya sambil mengobrol. Sejak tadi Bumi terus memperhatikan Bulan dimeja makan dan dia menjadi tidak berselera makan karena memikirkan masa lalu Bulan.


Kapan acara ini berakhir, aku tidak sabar menanyakan kepada Bulan tentang laki-laki itu.


"Maaf ma, pa bolehkan aku mengajak Bulan berbicara? Ada sesuatu yang perlu aku bicarakan saat ini dan sangat mendesak tak bisa ditunda." Ucap Bumi tiba-tiba dengan lantang didepan keluarga mereka.


"Bumi apa-apaan kamu, kita belum selesai makan!" Ucap papa Handoko.


"Nggak apa-apa Han, biarkan mereka menikmati masa-masa indah mereka di awal pernikahan. Pergilah nak, suamimu memanggilmu." Ucap papa Bagas dengan bijak.


"Baiklah pa."


Bumi menghampiri Bulan yang berada didekat Tasya dan mengenggam erat tangan Bulan lalu menariknya pergi kekamarnya.


Sampai dikamar Bumi langsung masuk kedalam kamar dan mengunci pintu. Bulan sampai terheran-heran dengan kelakuan Bumi yang menurutnya sangat memalukan ini depan keluarganya.


"Ada apa? Kamu tahu tidak kalau aku ingin bersama orang tuaku saat ini. Aku jarang bertemu mereka Bumi, mengapa kamu seperti kekanak-kanakan begini?"


"Aku cemburu. Kamu tahu tidak! Kamu tertawa sedangkan perasaanku terluka saat ini. Kamu cinta atau tidak sebenarnya sama aku?" Sahut Bumi dengan sedikit meninggikan amarahku.


"Hahahah kamu aneh, aku tidak berbuat apa-apa dengan pria lain tapi kamu cemburu."


"Lelaki..itu siapa Bulan? Siapa mantanmu itu?"


"Astaga Bumi, itu hanya masa lalu. Itupun sudah lama berakhir. Lah kamu dengan Sarah saja sudah pacaran sampai sejauh itu akunya santai-santai aja."


"Oke ceritakan tentang pria itu. Setelah itu aku tidak menanyakannya lagi."

__ADS_1


Bulan menghela nafasnya dengan pelan.


"Kamu memang egois Bumi, cemburu yang tak beralasan!" Sahutnya dengan pelan lalu menatap Bumi dengan sinis.


__ADS_2