
"Sarah maafkan aku, aku tidak bisa melakukan ini." Bumi menolak pelan tubuh Sarah dengan pakaian tipis yang dia kenakan.
"Bumi...! Kalau kamu tidak mau berada disini silahkan keluar dari sini..! Aku muak dengan sikapmu sejak tadi."
"Oke aku pergi..!" Bumi memasang kembali bajunya dan mengancingnya satu persatu.
"Bumi, aku hanya bercanda, aku tidak ingin kamu pergi." Sarah langsung memeluk Bumi dari belakang.
Bumi membalikkan badannya, dan mencium kening Sarah dengan lembut.
"Sarah, aku merasa bersalah kepadamu, seharusnya kita belum melakukan ini sebelum kita menikah."
"Aku menikmatinya sayang, jadi tidak ada yang perlu disesalkan." Sarah kembali memeluk tubuh Bumi bahkan dia tidak merasa bahwa perkataan Bumi itu ingin menyadarkan dia.
"Aku mau pulang, mungkin mertuaku sudah pulang dan aku takut mereka akan mencariku. Apa yang akan mereka katakan jika seorang pengatin baru pergi berkeliaran diluar sana tanpa membawa istrinya."
__ADS_1
"Oh, jadi dia yang telah membuatmu berubah? Bumi, kamu tahu kan aku sangat baik kepadamu, aku bahkan mengizinkan pacarku menikah dengan orang lain, aku rela mempertahankan hubungan ini walaupun aku tahu orang tuamu tidak akan pernah menyetujui pernikahan kita, tapi aku tidak bisa menjamin jika kamu berpaling dariku rahasia ini akan aku bongkar didepan orang tuamu. Kira-kira apa yang akan mereka lakukan jika mengetahui anak mereka yang sangat mereka banggakan ini sedang tidur bersama wanita lain sedangkan dia berstatus menjadi suami orang. Kira-kira apakah reputasi keluargamu akan hancur atau orang tuamu akan kena serangan jantung tiba-tiba. Tapi terserah padamu mau memilih yang mana? Aku tidak memaksamu untuk bertahan untukku. Tapi jika kamu pergi dariku lihat saja apa yang akan kuperbuat kepada keluargamu dan keluarga istrimu itu....!" Sarah berkata dengan lembut masih memeluk Bumi tapi kata katanya bisa membuat Bumi membisu.
"Aku tidak akan berpaling darimu, tapi izinkan aku pulang untuk hari ini." Ucap Bumi melepaskan tangan Sarah dari tubuhnya lalu meninggalkan Sarah.
"Bumi, Bumi, kalau sampai kamu berani berpaling dariku karena wanita penggoda itu akan kubuat keluargamu hancur ditanganku."
Bumi memukul setir mobilnya memikirkan kembali ancaman dari Sarah.
Ada apa denganku? Biasanya aku selalu bersemangat jika Sarah mengajakku bermain dengannya? Ahhhh..! Kenapa aku menjadi merasa bersalah kepada Bulan? Apa karena aku mengetahui dia belum pernah melakukan ini dengan laki-laki lain? Tapi tujuanku adalah menyakiti perasaan Bulan dan meninggalkan dia begitu saja. Fokus Bumi, fokus pada tujuanmu. Tujuan hidupmu adalah Sarah. Bumi membatin.
"Mengapa kamu senyum- senyum melihatku?"
"Aku suka melihat wajahmu yang jelek itu, Bulan aku ingin bicara serius kepadamu."
"Bicara apa?"
__ADS_1
Bumi menarik tangannya dan duduk di sofa.
"Aku ingin kita pindah kerumah baruku, nanti aku akan bilang sama orang tuamu kita akan pindah besok pagi"
"Tapi aku masih ingin tinggal bersama orang tuaku Bumi, aku belum ingin meninggalkan rumah ini. Sejak kecil aku dibesarkan disini dan belum pernah meninggalkan rumah ini sekalipun. Aku tidak bisa pergi bersamamu." Mata Bulan terlihat berkaca-kaca menahan tangisnya.
"Bulan, kita sudah menikah, semua keputusan ada ditanganku. Aku tahu ini berat bagimu karena harus meninggalkan keluarga yang kamu sayangi tapi kamu juga harus tahu kalau sekarang kamu telah menjadi istriku."
"Kenapa harus sekarang Bumi? Apa kamu merasa tertekan karena tidak bisa leluasa bertemu dengan Sarah? Apa ini hanya alasan agar kamu dan Sarah bisa selalu bersama dirumah itu?"
"Iya, agar aku bisa bersama Sarah....! Puas kamu dengan jawabanku...! Pokoknya besok kita pindah. Jika kamu tidak mau ikut bersamaku juga tidak apa-apa, tapi aku yakin orang tuamu akan menyetujui ini karena semua keputusan ada ditanganku sebagai suami."
"Bumi, kamu jahat..!" Bulan berlari masuk kedalam kamarnya meninggalkan Bumi di sofa tersebut.
"Semuanya menjadi rumit karena mama dan papa tidak pernah mengerti dengan keadaanku, andai saja mereka menyetujui Sarah menjadi istriku pasti aku tidak akan pernah menyakiti hati Bulan lagi." Ucap Bumi membatin setelah melihat Bulan pergi.
__ADS_1