Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Sisi lain Reno dan Bumi


__ADS_3

Dimeja makan Bumi terlihat lahap menyantap makanannya. Sepertinya dia sangat lapar sejak semalam.


"Sejak kapan kamu mengenal Reno?" Ucap Bumi sambil melahap makanannya.


"Sejak planet Bumi belum ada, aku sudah mengenal dan mencintainya."


"Bulan.... aku bertanya dengan serius."


"Aku juga menjawab dengan serius Bumi. Cepat makan. Aku mau tidur lagi."


"Air minumku mana?"


"Tuang saja sendiri, kamu punya tangan kan?"


"Oh! Mau aku laporin sama papa Bagas biar kamu dimarahin karena tidak mengurus suami dengan baik."


"Ia aku ambilkan."


"Ternyata istriku penurut juga."


"Berhenti mengatakan aku istrimu!"


"Jadi kamu tidak merasa telah menjadi seorang istri sekarang? Memang benar kita hanya menikah untuk bersandiwara tetapi pernikahan kita sah. Pernikahan kita diakui oleh agama dan negara Bulan. Jadi aku bisa melakukan apapun yang aku mau terhadapmu."


"Jangan macam-macam Bumi, bahkan Reno saja tidak menyentuhku."


"Oh jadi kamu belum melakukannya dengan Reno? Tumben Reno sebaik itu kepada perempuan. Biasanya dia selalu....."


"Apa maksudmu? Kamu jangan memfitnah Reno...! Oh atau kamu cemburu kepada Reno, iya kan?"


"Cemburu? Kamu bukan tipeku, bahkan tubuhmu tidak membuatku bernafsu sedikitpun."

__ADS_1


"Ya sudah.. mulai besok kita jaga jarak." Ucap Bulan dan meninggalkan Bumi di meja makan.


Didalam kamar Bulan duduk termenung memikirkan kata-kata Bumi tentang Reno.


Apa benar Reno seperti itu? Tapi selama aku bekerja dengannya dia tidak pernah membawa wanita kekantornya. Atau Bumi hanya ingin membuat hubunganku dengan Reno rusak? Tapi aku juga curiga kepada Reno mengapa dia tiba-tiba suka sama aku? Padahal sejak dulu dia tidak pernah memandangku.


"Aku mau menemui Sarah, jika mamaku menelpon bilang saja aku ada urusan pekerjaan." Bumi mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan Bulan dengan lamunannya didalam kamar.


"Hei Bulan..? Kamu mendengarkan aku atau tidak?" Bumi kembali membuka pintu karena merasa tidak ada jawaban dari Bulan.


"Ia..ia aku mendengarmu brengsek...!"


"Kamu dengar apa yang aku ucapkan tadi?" Ucap Bumi kembali.


"Ha? Kamu bicara apa tadi?"


"Sudahlah.. aku pergi, percuma bicara dengan perempuan seperti kamu." Bumi menutup kamarnya dan Bulan menjatuhkan badannya di tempat tidur.


Bip..Bip..Bip.. handphone milik Bumi bergetar.


"Halo sayang?" Ucap Bumi mengangkat telpon dan satu tangannya memegang setir mobil.


"Kok kamu lama sampainya?"


"Aku masih dijalan sayang. Sabar sayang, 20 menit lagi aku sampai."


"Aku menunggumu sayang."


Bumi kembali fokus dengan mengendarai mobilnya tapi matanya menangkap seseorang dijalanan yang tidak asing baginya sedang merangkul wanita cantik dan masuk kedalam mobil.


"Reno?" Bumi langsung menepikan mobilnya dan memastikan itu Reno atau bukan. Bumi melihat plat mobil yang dikendarai pria tersebut dan benar itu adalah mobil Reno. Karena penasaran Bumi mengikuti Reno dari belakang sampai mobil Reno berhenti salah satu hotel ternama. Reno turun dari mobil dan terlihat seorang wanita seksi itu juga turun kemudian Reno merangkulnya dan berjalan masuk kedalam hotel.

__ADS_1


"Bulan, kamu salah menilai Reno, aku kira dia sudah berubah ternyata dia masih sama seperti dulu." Bumi kembali melaju meninggalkan hotel tersebut dan pergi ke apartemen milik Sarah.


Saat sampai di apartemen Sarah membuka pintu dengan wajah kesal karena terlalu lama menunggu Bumi.


"Kamu dari mana saja sayang? katanya 20 menit kamu sampai tapi ternyata satu setengah jam baru sampai."


"Oh itu, mobilku tiba-tiba mogok dijalan."


"Mogok? Nggak mungkin mobil mewahmu mogok."


"Sayang aku merindukannmu." Ucap Bumi mengalihkan pembicaraannya.


"Aku juga." Sarah langsung mencium Bumi dan berjalan sambil berciuman sampai di sofa.


Sarah membuka kancing baju Bumi satu persatu tapi Bumi menahan tangannya.


"Sarah aku lagi lelah, aku tidak ingin melakukannya sekarang."


"Bumi sejak kapan kamu menolak ajakanku? Kenapa kamu tiba-tiba berubah? Apakah kamu sudah melakukan ini dengan Bulan?"


"Bukan begitu Sarah, hanya saja aku masih sangat lelah dan tidak bersemangat hari ini."


"Kamu berubah Bumi, ini bukan Bumi yang aku kenal." Ucap Sarah membalikkan badannya membelakangi Bumi.


"Oke baiklah kita akan melakukannya."


"Aku sudah tidak bernafsu, lebih baik kamu pulang dan temui istrimu itu."


"Sayang maafkan aku, aku janji tidak akan menolak ajakanmu lagi. Sayang..?"


"Baiklah, aku maafkan." Sarah memainkan bibir Bumi dengan lembut disofa tersebut. Tangannya sudah membuka kancing baju Bumi satu persatu.

__ADS_1


__ADS_2