Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Tumben....


__ADS_3

Diam bukan berarti kita tidak mampu memberontak. Mengalah bukan berarti kita tidak mampu melawan. Menunduk bukan berarti kita takut, karena orang yang bijak tidak akan pernah mau menyelesaikan masalah dengan keegoisan.


"Hai.." Kata Bulan memeluk Bumi sedang berdiri dibalkon kamarnya dengan mengisap sebatang rokok. Bumi tidak memberi respon dari seruannya, dia hanya diam membeku.


"Sejak kapan kamu mulai merokok mas?" Tanya Bulan masih memeluknya dengan erat.


"Sedang apa kamu berlama-lama didapur dengan kak Bara?" Ucap Bumi belum membalikkan badannya.


"Hanya menyelesaikan masalah kecil dari masa lalu karena saat ini aku sudah menemukan masa depanku. Aku ingin hidup tanpa ada rasa yang tertinggal dari masa lalu. Aku ingin membuang semua kenangan itu karena aku mencintai kamu mas. Aku ingin kita sama-sama impas dengan masa lalu kita. Kamu dan Sarah telah berakhir, begitupun juga hubungan aku dan mas Bara yang berakhir. Jadi kita tidak perlu ragu lagi dengan perasaan kita masing-masing." Jawab Bulan. Kali ini dia tidak mau berbohong karena Bumi akan lebih marah jika dia berbohong.


Bumi membuang rokoknya dan membalikkan badannya hingga mereka saling berhadapan.


"Peluk aku yang erat sayang, aku tahu kamu tidak akan berlari ke pria lain karena aku sudah sangat sempurna dimatamu, benarkan?" Seru Bumi mengecup kening Bulan.


"Iya mas, kamu sudah sangat sempurna dimataku." Jawab Bulan sambil tersenyum.


Tumben dia tidak cemburu, padahal perasaanku tadi sangat takut karena aku pikir dia marah besar.


"Mas kamu tumben nggak cemburu? Kamu nggak sayang lagi sama aku?" Tanya Bulan penasaran.

__ADS_1


"Hahaha kamu lucu ya.. Aku cemburu kamu marah, aku tidak cemburu kamu pertanyakan. Sebenarnya perempuan itu maunya apa?"


"Hehehe bukan begitu. Aku hanya merasa aneh saja, jangan-jangan kamu tidak mencintaiku lagi."


"Ya sudah aku cemburu deh, apa Bara menciummu tadi? Mengapa bibirmu terlihat basah saat pulang dari dapur? Apa dia memelukmu tadi? Apa kalian tertawa bersama membahas kenangan indah dimasa lalu kalian? Apa kamu.."


"Cukup mas, nggak usah cemburu lebih baik." Bulan melepaskan pelukannya dan berlari ke tempat tidur. Bumi berjalan mengikutinya dan melepaskan kancing bajunya satu persatu. Bumi langsung menindihnya diatas tempat tidur dan memainkan bibirnya dengan lembut hingga membuat Bulan memejamkan matanya menahan kenikmatan yang Bumi berikan padanya. Malam terus berlalu. Mereka masih sibuk dengan permainannya hingga tanpa terasa mereka berdua tertidur bersama karena kelelahan.


****************************************


Pagi hari matahari sudah bersinar dengan sempurna. Bulan terbangun dan matanya langsung menoleh pada tempat tidur disampingnya. Dia melihat, ternyata dia sedang sendiri berada didalam kamarnya. Bumi tidak berbaring lagi disampingnya, hanya tersisa cerita cinta mereka semalam dalam pikirannya lalu dia tersenyum membayangkan betapa agresifnya Bumi atas dirinya semalam. Dia meraih ponselnya dimeja kecil tepat disamping lampu tidur yang berwarna putih itu. Lampu yang selalu menjadi saksi setiap malam yang mereka lalui dengan indah.


"Mas, kamu kok nggak pamit berangkat kerja?" Bulan mengirimkan pesan kepada Bumi. Tak lama berselang pesannya langsung dibalas.


"Oke." Jawab Bulan singkat. Dia kembali menyimpan ponselnya di atas meja dan berdiri mengambil handuk masuk kedalam kamar mandi.


Selesai mandi Bulan berganti pakaian dan turun kelantai bawah untuk sarapan. Saat menuju meja makan Bulan melihat mama Lina sudah bersiap dengan bajunya untuk berangkat kerja.


"Hai nak, ayo makan bersama." Ucap mama Lina.

__ADS_1


"Iya ma kebetulan aku sangat lapar." Ucap Bulan lalu duduk bersama mama mertuanya meja makan.


"Mau ikut mama pergi ke toko berlian mama? Siapa tahu aja kamu suka dengan beberapa perhiasan disana." Ucap mama Lina.


"Enggak ma, masih ada beberapa berlian yang mama berikan belum sempat aku pakai."


"Kamu tidak menyukainya ya? buktinya kamu tidak pakai." Sahut mama Lina cemberut.


"Bukan begitu ma, iya de Bulan mau pergi ke toko bersama mama."


"Begitu dong, ini baru mantu mama. Kalau papa masih hidup pasti mama sarapanya sama papa, tapi untunglah dirumah ini sudah ada kamu nak jadi mama sedikit terhibur. Mama ingin kalian tinggal disini selamanya, mama bakal kesepian jika kalian pergi dari rumah ini."


"Iya ma, Bulan akan selalu menemani mama dirumah ini."


"Terima kasih nak." Mama Lina tersenyum bahagia.


"Mas Bara tinggal dimana ma?". Tanya Bulan penasaran.


"Dia tinggal diapartemen nak, mama tidak mau memaksanya tinggal disini karena mama tahu dia cukup dewasa mengatur hidupnya."

__ADS_1


"Ohh begitu." Sahut Bulan.


Selesai makan mereka pergi ke toko berlian, mama Lina sangat senang karena ada Bulan yang bisa menemani hari-harinya.


__ADS_2