Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Bara Aditia Pramudya


__ADS_3

Bulan berbaring disamping Bumi dan melingkarkan tangannya ditubuhnya.


"Siapa sebenarnya Bara? bukannya aku masih menyukainya tapi aku hanya penasaran dengannya."


Bumi membalikkan badannya saling berhadapan dengan Bulan.


"Sebelum mama menikah dengan papa, mama adalah anak orang kaya dan terlahir sudah menjadi anak orang kaya. Papa adalah tangan kanan kakekku dalam mengurus perusahaan. Papa bukanlah dari keluarga berada tapi papa sangat tekun bekerja hingga akhirnya kakekku mempertemukan mama dan papaku pada suatu hari. Mama mulai jatuh cinta sama papa dan begitupun dengan papaku dan setelah beberapa lama menjalin hubungan mereka berdua memutuskan untuk menikah. Dua bulan pernikahan mereka, datanglah seorang wanita dengan perut besar dan mengaku sebagai pacar papa, saat itu papa tidak ada dirumah dan hanya mama yang berada dirumah. Mama sebenarnya sangat shock bahkan tubuhnya hampir rubuh dilantai mendengar itu tapi dia berusaha tenang dan menjaga emosinya. Dia masih mempersilahkan wanita tersebut masuk kedalam rumah untuk berbicara baik-baik."


Bumi berdiam sejenak untuk mengambil nafasnya dengan dalam.


"Mama mengajaknya berbicara baik-baik dan saat itu sebenarnya mama sangat marah dengan papa tapi mama tidak bisa berbuat apa-apa karena dalam rahimnya sudah ada janin. Mama menyuruh papa pulang kantor dan berbicara dirumah mereka. Mama menutup rapat-rapat keburukan papa didepan keluarganya dan orang lain hingga masalah itu sampai sekarang tidak ada yang mengetahui termasuk papamu sebagai sahabat karib papaku. Saat papa datang, mama hanya bisa menangis dan papa juga hanya bisa diam membisu tak mampu berbicara lagi dihadapan dua wanita tersebut. Setelah berdiam mama memutuskan untuk menyuruh papa menikahi wanita tersebut secara diam-diam tapi papa menolaknya. Setelah lama berunding akhirnya papa menikahi wanita tersebut atas paksaan mama. Mama mencukupi semua kebutuhan wanita tersebut dan memperlakukannya dengan baik. Setelah anak itu lahir dan anaknya memasuki satu tahun wanita itu memutuskan untuk menceraikan papa dan memilih menjadi single parent. Sebenarnya wanita tersebut hanya kasian kepada mama karena mama sangat baik dengannya. Sekarang wanita tersebut telah menikah dengan pria bule dan hidup bahagia. Hanya sebatas itu yang mama ceritakan kepadaku "


"Lah hubungannya dengan Bara apa?" tanya Bulan bingung.


"Dan anak wanita tersebut itu adalah Bara, dia kakakku.!" Ucap Bumi pelan.


"Mustahil! Tidak mungkin ini terjadi!"

__ADS_1


"Begitulah kenyataan, dia sebenarnya baik bahkan dia pernah tinggal dirumah ini selama dua tahun saat mamanya memutuskan menikah dengan dengan pria lain dan memilih mengikuti suaminya di Singapura. Mama menerimanya dan memperlakukannya dengan baik seperti dia memperlakukan aku sebagai anak kandungnya."


"Kasian juga jadi Bara." Seru Bulan tanpa sadar.


"Kasian dengannya? Seharusnya kamu lebih kasihan denganku karena dia telah mendapatkan cintamu terlebih dahulu." Jawab Bumi ketus.


"Iya deh kamu yang kasihan." jawab Bulan seraya memperkuat pelukannya.


"Kamu tidak mau tanya dia berada dimana sekarang?" Tanya Bumi sambil mengelus kepala Bulan.


"Dimana dia?"


"Hehehe hanya ingin tahu sedikit informasi tentang dia." Bulan tersenyum manja kepada Bumi


"Dia sudah meninggal." Jawab Bumi pelan.


"Benarkah? Meninggal? Kenapa?" Tanya Bulan penasaran.

__ADS_1


"Dia sangat frustasi saat mamanya menikah lagi. Dia juga pernah menceritakan gadis yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya, dan gadis itu kamu Bulan. Dia berbohong tidak mencintaimu dia hanya ingin kamu melepaskannya tanpa ada rasa kesedihan. Aku juga tidak tahu apa alasanya hingga dia memutuskan hubunggan kalian. Dia tidak pernah mau menyebutkan namamu kepadaku karena jika aku tahu katanya aku juga akan jatuh cinta kepadamu. Aku sangat akrab degannya seperti kakak adik seperti biasanya, hanya saja papa terlalu keras kepadanya dan membuatnya semakin tertekan berada dirumah ini. Saat temannya mengatakan kalau Bara meninggal aku merasa sangat sedih berkepanjangan dan sampai sekarang aku belum bisa menerima kepergiannya walaupun kejadian itu sudah lama berlalu. Dia bergaul dengan orang yang salah dan membawanya kedunia kelam hingga dia ovordosis mengunakan obat terlarang."


Tiba-tiba terdengar suara tangisan Bulan.


"Mengapa kamu menangis?" Tanya Bumi melihat Bulan terisak.


"Ternyata dia juga mencintaiku, mengapa dia berbohong karena tidak ingin aku bersedih."


"Aku cemburu Bulan." Sahut Bumi.


"Kamu gila! dia sudah meninggal mengapa kamu cemburu."


"Tetap saja aku cemburu.!" Jawab Bumi.


"Berhenti berbicara! karena aku sedang sedih."


"Itukan kamu masih mencintainya, katanya kamu tidak mencintainya buktinya kamu menangis." Ucap Bumi.

__ADS_1


Bulan tidak menjawabnya dan dia masih menangis sampai dia tertidur.


Selamat membaca, semoga bisa suka dengan cerita ini. Tolong bantu author ya.. dengan memberikan Vote, like dan komentar yang membangun untuk tulisan ini. Mengkritik dengan sopan juga tidak apa-apa apabila ada kesalah dalam tulisan ini atau alurnya tidak menarik. Terima kasih 🙏


__ADS_2