Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Alula Syarom


__ADS_3

Setelah siuman Bulan langsung menuju ruangan perawatan VIP. Orang tuanya berada didalam ruangan bersama Bumi. Bulan sejak tadi menanyakan kabar anaknya karena dia belum sempat melihat wajah anaknya tersebut. Air matanya mengalir tanpa henti saat mengetahui anaknya dirawat diruangan perinatologi. Bumi terus berusaha menguatkannya dengan mendampingi Bulan sejak tadi.


"Mas tidak terjadi apa-apa dengan bayi kita kan? Aku takut mas. Tolong antar aku melihatnya sekali saja."


"Sayang tenangkan pikiranmu, kata mama kamu jangan terlalu stres memikirkan hal yang tidak mungkin terjadi."


"Bagaimana aku tidak stres jika bayi itu tidak bersamaku mas."


"Sayang percayakan kepada tim medis. Mereka akan melakukan yang terbaik, kamu cukup istirahat dan pulihkan dirimu terlebih dahulu."


Bulan terus menangis. Mamanya mengelus kepalanya menenangkan anaknya.


"Nak mama sayang sama kamu, kalau kamu seperti ini nanti kamu bisa sakit. Kasian kan anak kamu jika kamu sakit, tolong jaga kesehatanmu. Dengarkan kata suamimu. Anak kamu akan baik-baik saja disana." Ucap mama Rida.


"Iya ma aku akan berusaha." Jawab Bulan pasrah.


Karena lelah menangis akhirnya Bulan tertidur dengan sendirinya. Bumi menyelimutinya dan duduk disampingnya sambil memegang erat tangan istrinya. Rasa khawatir Bumi sebenarnya lebih besar saat dia melihat anaknya yang berada di inkubator.


"Bumi mama pulang dulu, nanti besok mama akan kembali lagi. Jaga baik-baik istrimu tetap berikan semangat untuknya." Ucap mama Rida. Papa Bagas sejak tadi tidak mengeluarkan kata-kata hanya menciumi kepala anaknya yang sedang tertidur.


*****************************


Bulan terbangun saat matahari telah tenggelam, dia melihat kesampingnya ternyata Bara duduk menemaninya menatapnya dengan rasa sedih.


"Sudah bangun? mau makan?" Suara laki-laki disampingnya terdengar lembut ditelingannya.


Bulan masih berusaha mencari kesadarannya jika yang dia lihat ini adalah nyata bukan khayalannya.


"Mas Bara?" Panggilnya dengan pelan.


"Hemm mau makan? Mas suapin?" Tanya Bara.

__ADS_1


"Kok mas ada disini bukannya dikalimantan? Mas Bumi mana? Franda mana?" Bulan tidak percaya jika Bara berada disampingnya.


"Setelah Bumi menelfonku dan mama kami langsung memesan tiket untuk kembali kesini. Dari bandara mas langsung kesini menjengukmu. Suamimu pulang istirahat dan ganti pakaian jadi dia menyuruhku untuk menjagamu sampai dia tiba. Franda lagi diapartemen dia kelelahan karena perjalanan jauh. Paling tidak lama lagi mereka akan kesini kok." Seru Bara.


"Kamu belum makan dari siang, kalau mau makan nanti mas suap." Ucap Bara.


"Aku tunggu mas Bumi saja, aku juga belum lapar." Sahut Bulan tak menatap Bara.


Tiba-tiba ruangan tersebut kembali hening.


"Mas, aku mau minum." Bulan bersuara menyuruh Bara mengambilkannya air minum.


Bara berdiri mengambil air minum, Bara memasukan sedotan kedalam mulut Bulan dengan pelan. Bulan belum bisa terlalu banyak bergerak setelah operasi.


"Franda cemburu sama kamu." Bara kembali duduk disampingnya.


"Wajarlah dia cemburu pasti mas masih simpan foto aku didalam dompetmu." Sahut Bulan tanpa kaget.


"Tahulah itukan kebiasaanmu sejak dulu. Dia juga sempat menghubungi aku tapi aku menjelaskannya bahwa hubungan kita telah berakhir hanya sebatas kakak ipar dan adik ipar. Jangan sakiti dia mas, belajarlah mencintainya dengan tulus bukan karena mencintainya faktor kasihan kepadanya." Kata Bulan.


Bara terdiam sejenak. "Kamu benar, aku yang salah maya." Sahut Bara menunduk. "Tapi jangan paksa aku melupakanmu, aku tahu kita sudah sama-sama punya kehidupan masing-masing. Yang namanya cinta pertama tidak bisa tergantikan oleh siapapun walaupun kita telah menemukan pendamping hidup." Ucap Bara tak berkedip menatap Bulan.


Tak lama berselang pintu kamar terbuka. Franda berdiri didepan pintu melihat Bara dan Bulan sedang berbincang.


"Hai kak, aku udah lihat dede bayinya cantik banget wajahnya mirip banget kayak ka Bumi."


"Benarkah?" Bulan langsung terlihat ceria.


"Iya ka benar." Jawab Franda merasa senang.


"Eh kebetulan kamu berada disni. Sini duduk ada yang kakak mau bicarakan kepadamu."

__ADS_1


Franda duduk mengikuti perintah Bulan.


"Kakak nggak ada hubungan apa-apa lagi dengan abangmu yang cakep ini. Dia suamimu sekarang, kakak hanya sebagai adik iparnya. Mungkin kami pernah terlibat cinta dimasa lalu tapi sekarang kita sudah mempunyai kehidupan masing-masing jadi kakak mohon jangan mencemburui kakak lagi ya. Jika suamimu ini masih menyimpan barang-barang milikku segerah lapor kepada kakak, nanti kakak yang akan menyuruhnya membuang kenangan itu." Bulan memegang tangan Franda, dia tidak ingin Franda salah paham kepadanya.


"Foto yang ada didompet abang Bara bagaimana?" Franda menoleh ke arah Bara.


"Aku sudah membuangnya."


"Bohong." Kata Franda tidak percaya.


"Nggak ada lagi dek, abang sudah buang bersama masa lalu kakak."


"Hehehe maaf sudah curiga berlebihan kepada kak Bulan." Franda tersipu malu.


***************************************


Dua bulan kemudian Alula telah diizinkan dokter pulang karena berat badanya telah naik dan kondisinya telah membaik. Bulan begitu bahagia dengan kaku dia mengambil Alula dari tangan perawat kedalam dekapannya. Bumi berdiri disampingnya seraya tersenyum kepada Alula yang wajahnya mirip sepertinya. Karena Bumi Terlalu agresif diatas ranjang hingga wajah Alula hampir seratus persen mengikuti wajahnya, hanya mitos 😁. Mama Rida dan Mama Lina mendampingi Bulan disamping kiri dan kanannya menuju mobil. Ini pertama kalinya Alula akan melihat bumi yang begitu Luas dan tidak berada di inkubator lagi.


Sampainya dirumah Bara dan Franda menyambut mereka didepan pintu sambil bergandengan tangan. Alula menjadi cucu pertama dikeluarga Handoko dan keluarga Bagas.


"Dek, semoga kamu bisa diberi kesehatan agar abang bisa terus buat anak kita setiap malam."


"Ih abang apaan sih, malu tahu banyak orang yang dengar." jawab Franda malu karena didepan mereka ada mama Lina dan mama Rida.


Mama Rida mengambil alih Alula dari tangan Bulan dan menempatkan Alula dalam box bayi dikamar Alula yang telah dipersiapkan sebelum kedatangan Alula.


Mereka semua terlihat bahagia didalam ruangam tersebut. Bumi memeluk Bulan, dan Bara memeluk Franda dengan erat. Nanti malam Reno dan Valen akan datang kerumah mereka untuk menjenguk Alula.


Bumi dan Bulan sangat bahagia dengan kehadiran Alula dalam kehidupan mereka. Cinta dan perhatian Bumi sekarang menjadi terbagi untuk Bulan dan Alula. Sedangkan Bara masih dalam proses berusaha untuk mendapatkan anak setiap malamnya. Terkadang Franda sampai kelelahan saat pagi hari karena Bara begitu kuat sedangkan dia selalu lemas saat bangun tidur.


Cinta pertama dan cinta terakhir itu terkadang berbeda. Bara masih terikat pada masa lalunya dengan Bulan, begitu pula dengan Bulan yang masih menyimpan kenangan indah bersama Bara didalam lubuk hatinya. Terkadang Cinta itu rumit tak harus memiliki tetapi masih saling terikat satu sama lain. Ada yang namanya mantan terindah, kita tidak bisa memilikinya tetapi dia sangat spesial dihati kita.

__ADS_1


__ADS_2