Perjodohan Bumi Dan Bulan

Perjodohan Bumi Dan Bulan
Panggilan kesayangan


__ADS_3

Pagi hari Bulan telah bangun lebih awal untuk mempersiapkan pakaian yang akan dikenakan Bumi untuk berangkat kekantor. Bumi masih terlelap, Bulan melihat jam di dinding ternyata sudah jam 7.30 tapi Bumi belum membuka matanya. Bulan mendekatinya dan mengelus kepala Bumi dengan pelan.


"Mas bangun, katanya mau berangkat kerja." Ucap Bulan dan terlihat Bumi berusaha membuka matanya.


"Kamu memanggilku dengan sebutan apa tadi?" Sahut Bumi masih setengah sadar.


"Mas."


"Coba ulangi?"


"Mas, masih kurang jelas? Mas... bangun. Katanya mau berangkat kekantor." Jawab Bulan dengan lembut.


"Hehehe, ada apa denganmu pagi ini? Mengapa kamu sangat romantis membangunkanku?"


"Hehehe, aku hanya ingin memanggilmu dengan sebutan lebih sopan. Kalau memanggil namamu rasanya aku kurang sopan kepada suami." Jawab Bulan malu-malu.


"Aku menyukai panggilanmu. Aku juga akan memanggilmu dengan sebutan sayang. Aku mencintaimu sayang. Sini dekatkan kepalamu. Kamu pantas mendapatkan kecupanku dipagi hari." Bulan mendekatkan puncak kepalanya dan Bumi menciumnya dengan lembut.


"Terima kasih mas." Bulan masih tersenyum malu.


Kamu membuatku selalu bahagia saat bangun tidur Bulan, perasaanku ini tidak pernah sebahagia ini setiap harinya. Aku mencintaimu Bulan.

__ADS_1


Bumi bangun dan masuk kedalam kamar mandi. Setelah mandi, Bumi langsung mengeringkan badannya. Bumi mengambil pakaiannya dan Bulan membantunya untuk memasangkan satu persatu kancing bajunya sampai selesai.


"Mas pulang jam berapa hari ini?"


"Sayang aku merasa lucu saja kamu memanggilku seperti itu." Bumi masih tertawa dia tidak pernah berpikiran Bulan akan seromantis ini. Selama ini Bulan selalu cuek dan tiba-tiba dia berubah menjadi sangat romantis di pagi ini.


"Kalau kamu tidak suka aku ganti lagi dengan sebutan Bumi saja." Jawab Bulan ketus.


"Ia aku suka, jangan merubah panggilan kesayanganmu. Temani aku sarapan boleh.?"


"Iya mas, aku akan menemanimu." Sahut Bulan dan tiba-tiba memeluk Bumi dengan erat.


"Ada apa denganmu? Setelah nama kesayangan, kenap kamu tiba-tiba jadi manja seperti ini?"


"Aku suka, sini peluk lagi." Bumi menarik tangan Bulan dan memeluknya kembali.


"Aku suka dengan perubahanmu sayang. Tetaplah seperti ini jangan pernah berubah."


"Iya mas."


"Sekarang kita sarapan."

__ADS_1


Bumi dan Bulan keluar kamar dan menuju meja makan.


"Mama dan papa mana?" Tanya Bulan karena tidak melihat orang tua Bumi.


"Mereka sudah selesai sarapan, mama dan papa sudah berangkat kerja." Ucap Bumi.


"Oh, aku kira mama nggak kerja mas?"


"Mama hanya mengontrol toko berliannya setiap hari."


"Oh." Jawab Bulan singkat dan menghabiskan roti dan susunya.


"Aku sudah selesai makan sayang, kalau masih mau makan tidak usah mengantarkanku sampai dimobil."


"Nggak apa-apa mas, aku juga sudah selesai makan." Bulan juga berdiri dari tempat duduknya dan mengikuti Bumi berjalan keluar dari dalam rumahnya menuju mobilnya digarasi.


Bumi mengecup lagi kepala Bulan dan Bulan menyalami tangan Bumi.


"Aku berangkat sayang, jika bosan dirumah datanglah kekantorku atau kamu boleh ke mall jalan-jalan."


"Iya mas." Sahut Bulan dengan senyuman dan menatap kepergian Bumi.

__ADS_1


Bulan kembali lagi masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya untuk berbaring ditempat tidur.


"Mas Bara, dulu aku sering memanggilnya seperti itu. Dia sangat menyukainya dengan panggilanku itu. Aku seperti mendapatkan cintamu kembali didalam tubuh Bumi, mas. Maafkan telah membencimu selama ini karena aku tidak pernah tahu jika kehidupanmu ternyata sangat sedih. Mas Bara,.." Gumamnya dalam hati dan tak terasa air matanya Bulan keluar lagi.


__ADS_2