Perjodohan Janda Duda

Perjodohan Janda Duda
MP


__ADS_3

Sepeninggalan papa Juan dan mama Fema, kini Jerry dan istrinya berdua saja dengan perasaan canggung.


"Jadi bagaimana?" tanya Nagea, mengusir perasaan tak jelasnya.


"Emmm? Terserah kamu Nagea, ini ... pergilah ke kamar yang mereka maksud itu. Aku akan menyusulmu." Jerry menyodorkan card kunci yang tadi dia terima dari papa Juan.


'Apa? Dia memintaku kesana lebih dulu?'


"Oh, baiklah. Sebaiknya nikmati malam ini seperti kata mereka. Jika tidak, mama dan papa pasti kecewa." Nagea lalu pergi dari hadapan suaminya. Sementara Jerry, ia kembali ke ruangannya untuk mengambil sesuatu yang sudah dari lama ingin ia berikan kepada istrinya.


Tiba di kamar yang dimaksud oleh kedua mertuanya, Nagea segera saja membuka pintu.


Cklek.


"Uwwwaaaah, kamar apa ini?"



"Pasti ini kerjaan mama. Baiklah, mari kita nikmati malam ini dengan bahagia."


Nagea pun melangkah pasti memasuki kamar yang sudah disiapkan untuk malam pertamanya itu.


"Okeh, ini malam pertamaku yang berharga. Lalu, apa yang harus aku lakukan?"


Bib,


Bunyi sebuah notif pada ponselnya, Nagea langsung membukanya.


mama:


[Sayang, pakai lingerie yang tersedia di lemari. Kenakan yang berwarna merah. Mama pastikan, suami kamu akan terpesona dan hanya akan melihatmu.]


Nagea tertawa geli membaca pesan teror ibu mertuanya itu. 'Ya iyalah ma, dia mau lihat siapa lagi dikamar ini selain aku?' batinnya.


Segera ia membuka lemari dan benar, disana sudah tersedia beberapa lingerie. Warna merah. Itulah yang dipilih oleh Nagea, menuruti ajaran sang ibu mertua.


Setelah membersihkan diri dengan buru-buru, tanpa basa-basi ia mengenakan hot lingerie itu.


"Waw, apa dia tidak akan langsung menyerangku saat melihatku nanti?" Nagea bergumam, menatap penampilan panasnya.


Tok tok tok.


'Ah, itu pasti suamiku' Nagea terlihat mengatur napas sebelum bertemu muka dengan suaminya itu.


Ceklek.


Pintu terbuka bahkan sebelum Nagea membukanya.


"Eh? Kamu ... bisa masuk?" Terkejut melihat suaminya.


Begitupun dengan Jerry, pria itu mematung sejenak melihat penampilan istrinya.


'Apa dia berusaha menggodaku? Yang benar saja. Sangat tidak sopan'


"Nagea, apa kau sedang kepanasan?" Jerry menyoroti penampilan istrinya itu dengan tatapan penuh arti.


'Apa? Kepanasan? Dia bahkan tidak mengerti ini adalah kode?'


"Emmm. Bukan. Tapi, mama menyiapkan pakaian tidur ini untukku, jadi aku mengenakannya." jawab Nagea, cuek.


Ia lalu naik ke tempat tidur dan menarik selimut.


'Istriku terlihat menggemaskan'


"Nagea, aku akan mandi dulu."

__ADS_1


"Iya, mandi saja."


Setelah menyelesaikan acara mandinya, Jerry mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambut. Nagea yang pengertian, berinisiatif untuk membantu suaminnya itu. "Biar aku membantumu. Duduklah."


Entah sengaja atau apa, Nagea membuat posisi mereka saling berhadapan. Bukan, tepatnya, wajah tampan pria itu berhadapan langsung dengan dua benda kenyal milik istrinya yang hanya terbungkus kain tipis nan transparan. Ini sungguh menyiksa dan meresahkan jiwa kelaki-lakian pria itu.


"Nagea,"


"Hem?"


"Apa ... kamu sudah tidak merasa jijik terhadapku?"


Degh~


Wanita itu menghentikan aktifitas tangannya.


"Emmmm. Aku sadar, setiap orang memiliki cerita hidup masing-masing. Begitu juga denganmu."


"Kamu punya sisi gelap dalam hidupmu, aku hanya bisa belajar menerima itu."


"Awalnya, aku memang merasa jijik karena kamu, adalah pria yang sudah berulang kali tidur dengan wanita yang berbeda. Tapi ... aku akan belajar menerima masa lalumu itu, dengan harapan, kamu tidak mengulanginya lagi."


Grreep.


Pria itu memeluk erat istrinya. "Aku sudah tidak pernah lakukan kesalahan itu sayang. Setelah memutuskan untuk nikahi kamu, aku tidak permah mengulanginya.


"Benarkah?"


Jerry mengangguk..


"Kamu yakin, setelah ini tidak ada wanita yang datang dan meminta pertanggungjawabanmu?"


"Sayang, kamu tuh kebanyakan nonton drama tentang penghianatan yah, ku pastilan tidak akan ada sayang. Aku tidak pernah meninggalkan benihku setetespun di salah satu wanita di luar sana."


"Oke, aku akan mempercayai itu. Tapi ingat, kesempatan kamu cuma satu. Kalau kamu berani mengulangi perbuatan jahat itu, aku akan pergi. Ini bukan ancaman tapi peringatan."


Upsss. Jerry menahan tengkuk Nagea dan mendekatkan wajahnya, "I Love You, Nagea," menatap intens waja istrinya.


"I Love you too"


"Hummmp"


Jerry menyerang Nagea dengan hot kissing. Pria itu ******* habis bibir itu dengan liarnya, seperti orang kelaparan.


Dengan perlahan ia tuntun tubuh istrinya itu untuk berbaring di atas tempat tidur.


Tidak hanya bibirnya, tangan pria itu kini turut aktif. Mulai menjelajah setiap bagian yang ia inginkan.


"Emmh"


Suara enak mulai terdengar, membuat Jerry semakin bersemangat.


"Kak Jeeer," panggil Nagea, mulai terdengar seperti orang mabuk.


"Berhenti memanggilku kakak, sayang. Panggil aku sayang, cinta, suamiku, atau panggil namaku saja, hem?"


Pria itu mulai mencopot pakaian tipis itu dari tubuh istrinya.


Melihat tubuh polos istrinya, membuat Jerry semakin menegang.


"Tubuhmu sangat menggoda sayang," bisiknya.


Sentuhan nikmat yang ia berikan benar-benar membuat Nagea dimabukkan.


Wanita itu hanya mampu menikmati dengan mata tertutup, tanpa tahu apa yang harus ia lakukan.

__ADS_1


Kini tubuh keduanya benar-benar polos. Jangan tanyakan keadaan junior pria itu, benda kenyal miliknya itu sudah on dan siap mencari sasarannya.


"Nagea Sayang, bersiaplah, aku akan masuk." kembali berbisik. Wanita itu, hanya mengangguk pelan.


Jerry sedikit memaksa Juniornya ketika dirasanya sulit untuk masuk.


"Pep-pelan, pe..lan"


"Iya Sayang, aku akan pelan-pelan. Tapi, untuk bisa berhasil masuk, aku harus sedikit menghentak milikku. Kamu tahan yah, mungkin akan sedikit sakit karena ini pertama kali untukmu, hem?"


"Aaakhhhww"


Nagea benar-benar berteriak, karena hentakan itu.


"Ini sakit,"


"Tahan sayang, sebentar lagi akan berubah jadi enak"


"Apa itu yang mengalir dibawahku? Mungkin aku lagi PMS?"


"Bukan sayang, kamu lupa yah, itu karena ini malam pertama kamu." Jerry menjelaskan sambil terus maju mundur.


'Astaga, bagaimana aku bisa lupa dengan yang namanya darah keperawanan?' Nagea tersadar bahwa dirinya terlalu polos.


"Bagaimana sekarang? Apa masih sakit sayang?"


Nagea menggeleng. "Ini e...nak" menjawab sekenanya, lalu tersenyum malu.


Melihat itu, Jerry semakin mempercepat gerakannya sehingga hanya terdengar suara enak memenuhi kamar itu.


"Sayang"


"Hem?"


"Aaahhhk"


Keduanya sudah tiba di klimaksnya masing-masing.


Cup.


Ciauman hangat mendarat di kening Nagea. "Terima kasih, Nagea sayang."


Terlelap.


Keesokan paginya.


Nagea terbangun.


Wajah tampan suaminya itu telah tersuguhkan di depan mata. Pria itu masih tertidur, saking lelahnya bekerja keras tadi malam, dan hanya dirinya saja yang aktif bekerja sendirian.


"Hei, selamat pagi, suamiku!" Nagea menyapa ketika mata pria itu terbuka.


"Pagi, istriku," kembali mengeratkan pelukannya.


"Sayang, cabut dulu, itunya. Aku ingin mandi." Nagea berbisik.


Bukannya di cabut, malah kembali mengeras dan kembali tubuh Nagea di goyang.


"Ini nanggung sayang, puaskan aku dulu baru kita mandi."


Jerry menukar posisi mereka, membuat dirinya kali ini berada di bawah. Tangannya kembali memainkan aset berharga istrinya itu, sesekali menyesapnya.


Sentuhan suaminya itu membangkitkan hasrat Nagea dan kini dia benar-benar bergerak naik turun, bekerja lebih keras sendirian.


"Ssshhh ... yeah ... terus sayang, ini nikmat." Akhirnya, Jerry kembali menikmati nikmatnya syurga dunia.

__ADS_1


CUT.


Sekian, Bersambung ....


__ADS_2