
Drrrt drrrrt drrrrt
"Ya.. bicaralah!"
"Boss..wanita itu kembali"
Degh..
Jerry menegang dalam posisi duduknya.
"Kau yakin?"
"Yakin boss"
"Bawa dia padaku, jangan sampai lepas!"
Jerry menyeringai diakhir kalimatnya.
Tak butuh waktu lama, orang suruhan Jerry sudah menangkap Nagea dan menyeretnya ke mobil untuk membawanya ke hadapan Jerry.
Di dalam mobil.
“halo boss, dia sudah bersama kami.”
“Cih.. tidak salah lagi. bos yang kalian maksud pasti Jerry kan? Kenapa kalian tega pada wanita? Kalian menangkapku seperti buronan. Aku bahkan
baru turun dari pesawat. Apa mau kalian ha?” Nagea merasa benar-benar marah.
“Anda akan tahu setelah bertemu Tuan kami nona.”
“Apa mau laki-laki itu? Apa kalian tidak punya pekerjaan lain selain mengganggu kehidupanku? Aku tidak sudi bertemu dengan bos gilamu itu.
Aku sangat tidak ingin melihatnya. Biarkan aku pergi!” teriak Nagea yang hanya
dianggap angin lalu oleh para pria kekar itu.
Ditempat lain.
Kemarahan Jerry mencuat hanya gara-gara mendengar perkataan
kasar yang keluar dari mulut Nagea, yang sedang mengumpat dirinya yang ia dengar melalui sambungan panggilan.
“Shiiit.. berani sekali wanita itu mengatai aku gila. Apa katamu Nagea? Tidak ingin melihatku?” tunggu saja! Aku akan membalasmu!” bergumam kesal.
Tok tok tok..
Ceklek...
Seorang wanita jalang masuk dan melangkah mendekati Jerry. “haiii sayang.. kau memanggilku?” sapa wanita sexy itu, menggoda Jerry. Tak pentinglah siapa nama wanita ini, sebut saja dia jalang diantara jalang-jalang langganan
Jerry yang lainnya.
“Aku ada tugas kecil untukmu..!”
“apa itu Jerr?”
“stop, jangan memanggilku dengan nama itu. Hanya keluargaku yang memanggilku dengan sebutan itu. Kau mengerti?”
“Baiklah, sepertinya kau lebih suka dipanggil sayang.. katakan.. apa tugasku?”
\=\=\=\=
“Cepat turun!” perintah abang-abang kekar itu membentak Nagea.
“dimana ini?” tanya Nagea. Ia merasa berhak tahu kemana dirinya akan dibawa.
“boss kami menunggumu di kamar hotel!”
“apa?? Mau apa dia
menyuruh kalian membawaku ke kamar hotel?” Nagea kembali membentak.
Para abang itu seketika melirik dan menyoroti tubuh Nagea dari atas sampai bawah.
“jangan berpikir berlebihan nona, kau tidak masuk dalam urutan type wanita yang disukai oleh boss kami!”
“Sial, mereka sedang menghinaku?”
Tiba di depan kamar yang dimaksud.
“Nagea... kuatkan dirimu, hadapilah ini dengan berani. Kau tidak salah, tapi dialah yang menyalahkanmu!” ucap Nagea pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Ceklek,
Pintu dibuka dari dalam setelah salah satu pria
kekar itu mengetuknya.
Deg.
Jerry dan Nagea saling bertemu mata. Entah apa arti tatapan keduanya, tak ada yang bisa menafsirkannya.
“sayang, kita kedatangan tamu?” wanita sexy itu menghampiri Jerry dan bergelayut manja di lengannya. Terlihat sangat menjijikkan bagi Nagea.
“Jerry tak berkutik, ia terus menatap Nagea. Untuk sesaat, Nagea memperhatikan wujud jalang yang ada di depannya, dari atas sampai
bawah. Itu terlihat dari gerakan
matanya. Kemudian, ia kembali menggeser pandangannya ke mata Jerry yang masih setia menatapnya.
“Hah.. jadi dia ingin pamer wanitanya padaku? Dasar pria murahan..”
“bawa dia masuk!” perintah Jerry kepada anak buahnya.
Dengan kasar, abang kekar itu mendorong tubuh Nagea seperti tak ada harganya.
“kalian boleh pergi ucap Jery lagi, setelah Nagea sudah berada didalam kamar. tak lupa, jalang sexy itu sedang duduk manis di paha Jerry.
'sepertinya wnita ini tidak punya urat malu. Kenapa aku yang merasa malu melihat mereka?'
“sayang?.. bagaimana ini? Haruskah kita melakukannya di depan wanita ini?..” wanita itu mengakhiri pertanyaannya dengan mengecup bibir
Jerry.
“Maaf, sepertinya ini tidak benar.. haruskah aku keluar dulu, atau.. kalian ke kamar mandi mungkin? “Nagea mulai memperjelas maksudnya. Ia sudah merasa muak berada di satu ruangan dengan pria gila dan jalangnya ini.
“sepertinya perempuan ini sudah banyak berubah. Dulu, dia hanya akan menangis memohon padaku. Tapi sekarang, dia malah terlihat santai. Sial”
umpat Jerry dalam hati.
Karena dua orang tak tahu malu ini tidak merespon
perkataannya, Nagea lebih memilih bertindak sesuai apa yang benar menurutnya. “kalau
Di dalam kamar mandi,
Nagea menyandarkan tubuhnya di dinding
sembari memukul-mukul dadanya. “aaahh.. kenapa rasanya sangat sakit melihat mereka seperti itu? Kenapa... ? kenapa ?” gadis itu mengepalkan kedua tangannya menahan tangis.
“aku tahu kau tidak menyukaiku kak Jerr, tapi setidaknya jangan menyakiti aku!.. kamu tidak pantas menyakiti aku..” Nagea menangis.
Tok tok tok
“Nagea.. keluarlah”
“Apa? Jadi mereka sudah selesai?”
Mendengar perintah itu, Nagea cepat-cepat mencuci wajahnya. Jangan sampai mereka mengetahui bahwa ia sedang menangis.
“Aku bilang cepat keluar atau kau akan mati kalau aku masuk” ancam Jerry dengan nada menakutkan.
“Sial.. 5 tahun berlalu, dia malah bertambah jahat”
Ceklek..
Nagea keluar dari kamar mandi dan langsung mendapatkan cengraman kasar di lengannya. Siapa lagi yang melakukannya kalau bukan Jerry.
“akh” Nagea terhempas di atas kasur.
“Berani sekali kau bermain-main denganku hah!”
“apa maksudmu?” tanya Nagea lantang.
“kau tidk mengingat kesalahanmu? kenapa kau melarikan diri 5 tahun lalu?”
“karena aku tidak mau terus menerima perlakuan kasarmu! Aku adalah manusia tapi kau memperlakukanku seperti binatang. Kau terus menyiksaku. Aku adalah manusia yang mengerti rasanya sakit.” menjawab dengan nada semakin lantang.
“itu karena kau membuat adikku menghilang.. kau lupa itu? Kau tidak tahu seberapa sakit dia berada diluar istana keluargaku!.. kau tidak tahu apa dia makan atau minum! Apa dia ketakutan atau kesakitan!.. itu semua gara-gara dirimu Nageaaa. Kau harus membayarnya dengan hidupmu! kau harus tanggung jawab! Kau mengerti?” Jerry
berteriak tepat di depan wajah Nagea.
Nagea terdiam....
__ADS_1
“sudah seberapa jauh kau pergi mencari adikku hah?.. apa kau bahkan mencariya? Tidak kan?” kembali meninggikan suara.
“Aku akan menemukan adikmu.. tapi biarkan aku bebas melakukan apa yang aku mau. Aku berjanji akan menemukan adikmu!” ujar Nagea dengan nada pelan.
Bukannya menanggapi yang dikatakan Nagea, jerry malah kembali memerintah. “sekarang kau ikut denganku” ia segera menyeret paksa gadis
itu.
Di kediaman Barata.
Fema dan Juan sedang berbincang di kamar. “Papa sayang, gadis mana yang ingin papa jodohkan dengan pangeran ke 1?” tanya Fema.
“Ada sayang.. putri dari kenalan papa.. besok mereka akan datang.. papa mengundang mereka untuk makan malam di rumah kita.” Jelas Juan.
“pah... aku tidak tega memaksa goodboy (cowok baik) kita untuk menikahi gadis yang tidak ia cintai!”
“Sayang, masa bodoh dengan cinta.. kamu tidak ingat bagaimana pernikahan kita dulu? Bukankah kita tidak saling mencintai?” Juan kembali mengajak istrinya bernostalgia.
“tapi aku tidak tega pada pangeran baik itu pah.. lagi pula zaman kita dulu memang selalu mengandalkan perjodohan. Sekarang sudah tidak
sama sayang...”
“Ingat sayang, sudah umur berapa anak itu? 29 th! Saat aku seumur dia aku bahkan sudah punya 2 anak!” ucap Juan.
Memang benar yang dikatakan Juan bahwa Jerry sudah berumur 29 th tapi belum pernah satu kali pun membawa seorang gadis ke hadapan
keluarga. Tapi bagaimanapun, Fema tidak akan memaksa jika pangeran tampannya
itu tidak tertarik dengan gadis yang akan dijodohkan dengannya besok. Bagi Fema,
kebahagiaan anak-anak yang paing utama. Meskipun begitu, posisi Juan tidak harus
tergeser dari tempatnya.
Tok tok tok..
“Papa... Mamaaa...” terdengar suara seorang remaja laki-laki. Dia adalah si bungsu keluarga Barata.
Ceklek.
Anak itu membuka pintu kamar yang ternyata tak terkunci.
“Abner... ada apa sayang?” tanya Fema.
Abner Barata adalah putra bungsu keluarga barata. Anak yang lahir 14 tahun yang lalu dari
pernikahan Fema dan Juan.
“Pa.. ma... kakak pulang bawa cewek cantik!” lapornya.
“Ap..apa? Siapa? Kakak yang mana?”
“Kak Jerry Mah..”
Juan dan Fema saling bertatap sebelum pergi melihat kebenaran yang baru dikatakan si pangeran bungsu.
Di ruang keluarga.
“Ma... Pa..” panggil Jerry menyapa, tapi tangannya masih setia menggenggam pergelangan tangan Nagea. Hah.. itu bukan genggaman semata. Itu
lebih tepat disebut cengkarman kasar.
“setidaknya pria gila ini bicara dengan sopan pada
orangtuanya” batin Nagea.
“Hey.. goodboy mamah pulang..” Fema mendekat dan memeluk putra sulungnya.
'what? Goodboy? Tante.. anda salah besar.. bagiku dia adalah devilboy.'
“jadi, ada apa ini sayang?” Fema sudah penasaran..
“Ma.. Pa.. kalian ingin aku menikah kan?.. aku... akan menikahinya!” ujar Jerry, mantap, lalu
memalingkan wajahnya memandang wajah terkejut Nagea..
.
.
Bersambung....
__ADS_1