Perjodohan Janda Duda

Perjodohan Janda Duda
Sadar Jatuh cinta


__ADS_3

“Marsha.. Marsha Marsha Marsha aja terus!”bentak Mami pada akhirnya. Sontak membuat Ethan terkejut.


“Mam?? Mami membentak?” heran Ethan. Pasalnya Mami tidak pernah membentak seperti ini. Mami memang cerewet, tapi tidak pernah wanita elegan itu membentak anaknya.


“Mami capek Than.. Mami capek terus aja dengar nama Marsha! Sejak dulu sampai sekarang! Oke, dulu Mami membiarkan saja itu karena kamu masih remaja. Sekarang kamu sudah usia berapa nak? Marsha kamu itu juga ada dimana, kamu juga tidak tahu. Keluarganya saja tidak tahu dia dimana apalagi kamuu! Sadar Than... sadar...” Mama memohon diujung kalimatnya.


“Maaf Mam... tolong beri waktu mam.. aku berusaha merelakan dia tapi tidak untuk sekarang, ya!” Ethan memohon, dan mami hanya bisa mengangguk pasrah.


\=\=\=\=\=\=


Apartemen Jerry


Nagea sedang menonton televisi. Ya lah, mau ngapain lagi wanita ini?


“Nagea!” tiba-tiba saja seseorang muncul tanpa mengetuk atau permisi!


“Ferdo?” ya...yang datang adalah Ferdo.


“Hei.. kau sedang bermalas-malasan saja disini?”


“hah.. kau tahu kenapa aku berada disini.!”


Ferdo lalu duduk di samping Nagea.


“Apa pria brengsek itu sering mendatangimu disini?’ ferdo bertanya dengan sikap tenangnya.


“Tidak, dia tidak pernah datang kesini.” Nagea juga menjawab dengan santai.


“Apa kau benar-benar akan menikah dengannya?”


“Bagaimana menurutmu Ferdo?”


“Apa kau masih menyukai pria jahat itu?”


“Cihh.. apa maksudmu?”


“Aku tahu Nage..dulu kau menggilai dia!”


“Heheh.. tapi itu dulu kan Fer..” Nagea sedikit terkekeh.


“buat dia jatuh cinta padamu! Jangan mau dinikahi begitu saja!”


Nagea sedikit menyunggingkan senyum kecut. “Tidak perlu repot Ferr.. karena aku tidak berencana menjadi istrinya selamanya.”


'Apa?... jadi kalian berdua berencana menikah pura-pura? Kita lihat saja nanti.. aku sangat yakin, pria sialan itu tidak akan melepaskanmu!'


“Yahhhh.. baiklah Nagea, terserah kau saja kalau mau bermain rumah-rumahan dengan kakakku!”


“Fer, boleh aku meminta sesuatu darimu?”


“Apa itu?”

__ADS_1


“Tolong buatlah agar kami berdua tetap tinggal bersama kalian di rumah utama. Aku, tidak siap kalau tinggal dengannya berdua saja!”


“Oke, itu adalah hal kecil.. aku akan bilang ke mama. Dia tidak akan bisa menentang keinginan mama.”


Setelah puas membicarakan berbagai hal, akhirnya Ferdo memutuskan untuk pergi.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Pertemuan dengan orangtua Nagea.


Jerry membawa kedua orangtuanya menemui keluarga Nagea. Jerry tidak curiga sama sekali akan sandiwara yang Nagea ciptakan. Pada akhirnya, acara pernikahan mereka sepakat dilaksanakan secara tertutup. Sebenarnya Fema


dan Juan sangat menentang hal ini, akan tetapi Jerry dan Nagea keukeh ingin melangsungkannya


seperti itu.


Entah kenapa, Jerry tidak merasakan kemarakan memuncak lagi saat bertemu Nagea. Ia juga tak ingin menyudahi rencana pernikahan ini. Menurut


Jerry, Nagea lah yang berhak menikah dengannya..


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Melina dan fania.


Kedua gadis itu baru saja keluar dari pusat perbelanjaan ponsel.


“Duuuuuu Faniaaaa! Aku sangat suka hadiah ini...”


“Baiklah Melina... jika kau sangat senang, berterima


“tapi btw, uang itu halal kan Fania? Aku takut kesenanganku memiliki ponsel baru ini akan menghilang bersamaan dengan kedatangan polisi


menangkapmu!”


“Haha.. kau ini. Itu halal lal lal.. beruntung aku menolong seorang tante konglomerat dan dia memberiku imbalan uang ini. Masih sukur aku


mengembalikan sedikit, tidak mengambilnya semua!”


“Akkkkhhhh, Fania kau sangat polos. Di era ini, orang harus segera mengatakan terima kasih jika diberi uang. 10jt tidaklah banyak bagi


mereka!” protes Melina, menyayangkan 1jt melayang percuma karena kepolosan parah


temannya ini.


“Mel.. kita juga perlu jaga image. Jangan sampai sangat terlihat jika kita menyukai uang!”


“Hmmm.. kau payah.. oh yaah, apa tante itu tidak punya putra tampan yang cocok untuk orang seperti kita?"


'Ada.. dan kau akan histeris bila aku menyebutkan namanya Melinaa!'batin Fania.


“Aku tidak tahu tentang anaknya,” bohong Fania.

__ADS_1


“Ah,, lupakan itu.. pokoknya sekarang aku sangat senang karena punya ponsel ini. Tapi aku sedih, ponselmu.. masih jabuk!”


“Tak apa Mel.. aku akan menggunakannya sampai rusak! Jawab Fania.


“Duuuhhh baik sekali temanku ini. Pokoknya terima kasih yah.. aku sangat  senang , akhirnya bisa


dengar lagu-lagunya Ethan lagi!” Melina seraya menutup matanya membayangkan


wajah tampan idolanya itu.


“Mel,,,? Jadi kau bersedih dan menagisi ponselmu tadi malam karena tidak bisa melihat aksi panggung idolamu itu?” tanya Fania heran. Dan sayangnya diangguki semangat oleh Melina.


'Dan kau tidak tahu saja, aku pergi bersamanya tadi malam ' sambung Fania membatin.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di ruang kerja Jerry.


“Nagea... Nageaa... Nageaa.. aku.. jatuh cinta padamu! Bagaimana cara aku mengatakannya? Bagaimana aku harus mengatakannya disaat kau sangat membenciku sekarang?”


“Nagea,,, akan kubuat kau menyadari tentang perasaanku.. akan kubuat kau jatuh cinta padaku. Bagaimanapun caranya, kau tidak boleh pergi


dariku!”


Cukup lama jerry bergumam. Sepertinya pria itu baru menyadari perasaannya terhadap Nagea.. ya.. dia menyadari hal itu setelah mengingat kata-kata menyakitkan serta tinju dari bogem mentah adiknya. Ternyata, tindakan Ferdo tidak salah. Namun, untuk saat ini, tidak ada seorangpun tahu


perasaan Jerry yang sebenarnya terhadap Nagea.


............


Kembali ke Apartemen Jerry.


“Mi... pi... maafkan Nagea.. Gea harus melakukan sesuatu yang tidak masuk akal. Gea yakin mami papi tidak akan memaafkan Gea setelah


mengetahui hal ini. Tolong jangan pernah mengetahuinya Mi.. Pi.. Gea tidak mau


menyusahkan hati kalian.... Pi..Mi.. Gea akan menikah, menjadi istri seseorang


dan... bercerai,, menyandang status janda.. maafkan Gea.. maaf pi.. mi...”


Nagea tak tahu lagi nasibnya setelah ini. mau lari? Tidak mungkin. sudah terlanjur menentukan tanggal pernikahan dengan pria yang sama sekali tidak menginginkannya.


Di depan pintu ruang kerja Juan Barata.


Seorang gadis berdiri menatap lurus pintu tersebut. “Papa... apa Marsha masih boleh membuka pintu itu dan menemui papa? Aku merindukanmu


pah... sangat rindu.. tapi tunggu ya pa.. sedikit lagi” dan gadis itu ialah ... Fania.


.


.

__ADS_1


bersambung.


Yang kemaren bertanya, kenapa Marsha tidak pulang, tu dia nongol😆


__ADS_2