Perjodohan Janda Duda

Perjodohan Janda Duda
Makanan Menyeramkan


__ADS_3

Fema melangkah pelan mendekati Jerry yang tengah tertidur.


"Dia baru sembuh dari sakitnya. Mungkin saja dia bosan selama sakit hanya beristirahat dirumah." guman Fema, masih menatap wajah tampan itu.


"Aku akan jadi ibu yang baik, berusaha melakukan yang terbaik untuk kalian"


Tak tega membangunkan anaknya, Fema membiarkan si tampan itu tidur dengan nyaman di sofa panjang.


Fema pun mengerjakan beberapa pekerjaannya yang sempat tertunda. Energi positif kembali memenuhi jiwa dan raganya sesudah bertemu dengan suami tercintanya dan melepas rindu beberapa jam penuh.


Mengingat tentang suaminya, Fema pun mengirim pesan tek kepada Juan.


^^^Fema: Papa Sayang.....^^^


Husband❤: "Iya mama sayang..."


^^^Fema: Kangen sayaaang..^^^


Husband❤: Papa juga kangen.. nanti malam lagi ya....😁


^^^Fema: Oke papa sayang..^^^


^^^Fema: mau liat aku pake warna apa nanti malam?🤭^^^


Husband❤: putih😄


^^^Fema: Tar aku berubah jadi malaikat gimana?^^^


Husband❤: Ganti, maroon sayang.


^^^Fema: 🤭Biar apa pake maroon?^^^


Husband❤;Biar hot lah maaa☺


^^^Fema: Asseek^^^


Husband❤: Sayang, thanks buat yang tadi!


^^^Fema: 🥰🥰iya papah, suamiku syg🤭^^^


Husband❤: Ma.. ganti topik.


Husband❤: Pangeranmu lagi apa?


^^^Fema: Dia tertidur pah..^^^


Husband❤: Sayang, trima kasih karena care sama anak-anakku.


^^^'Fema: Anak kita sayang.^^^

__ADS_1


Husband❤; Iya anak kita.


Husband❤: Papa ada jadwal operasi nih sayang, doakan yah!"


Fema: Iya pah.. mama doakan. Sukses cintaku..


\=\=\=


Fema membaca kembali obrolannya dengan Juan membuatnya senyum senyum sendiri.


"Maaaa.."


"Jerrr?"


"Mamaaaaa"


Setelah memastikan Jerry sedang memanggilnya, Fema beranjak dari kursi empuknya mendekati remaja tampan itu.


"Mamaaaaaaaaaaaaa" bersamaan dengan teriakannya, Jerry terbangun. Ternyata dia sedang bermimpi.


"Sayang," Fema mendekati, ingin memastikan ada apa.


"Mamaaaaaa" Jerry bangkit dari baringnya lalu memeluk Fema. "Mamaa... Mama"


"Eh?.. dia menangis? Kenapa dia?"


"Kenapa sayang..?" Fema akhirnya membalas pelukan erat dari si sulung tampan.


"Sssuuuut... Hei.. mama disini. Mama tidak kemana-mana."


"Benarkah?"


"Hmmmmm"


"Aku tadi bermimpi buruk. Mama pergi.."


"Tidak sayang.. itu hanya mimpi.. mama disini" Fema segera menghapus air mata Jerry.


Tok tok tok.


Ceklek.


Pintu dibuka.


"Permisi ibu, ini makan siangnya bu,!"


Fema mendekat lalu mengambil nasi bungkus tersebut dan berterima kasih.


"Jerr, ayo kita makan sayang,"

__ADS_1


Jerry menatap serius kearah bungkusan yang ada di kedua tangan mamanya.


"Apa itu?"


"Ini? Ini makanan!"


"Kenapa bungkusnya sangat mengerikan?"


"Apa? Bagian mananya dari bungkusan ini yang mengerikan? Jangan bilang anakku ini tidak pernah melihat wujud bungkus nasi!"


"Bungkusan ini, isinya nasi dan lauk sayang.."


"Oh ya? Lalu dimana piringnya?"


"Ini dimakan langsung dari bungkusnya Jerr.. tidak perlu menggunakan piring." Fema lalu membuka bungkusan itu.


"Taraaaa...."



Jerry mengambil posisi duduk. Dengan ekspresi wajah heran, ia menatap makanan yang sudah tersedia di depan matanya.


"Ma.... isinya terlihat lebih menyeramkan daripada bungkusnya."


Fema hanya tersenyum menanggapi. "Maaf, mama lupa kalau kamu adalah pangeran mahkota yang tidak terbiasa dengan kesederhanaan." Fema hanya bisa memaklumi sikap Jerry. "Jerr, apa kamu belum pernah... makan ini?"


Jerry mengangguk mantap. "Aku tidak bisa makan itu mah.. wujudnya tidak terlihat seperti makanan." tolaknya, halus.


"Papa sayang, ini semua pasti salahmu.. kau membiasakan anakmu makan apa saja si, sampai nasi pecel enak ini dia tidak pernah makan!" Fema menggerutu dalam hati.


"Ya sudah, kalau kamu tidak mau makan, mama akan memakan semuanya."


Fema pun mulai memakan nasi pecel itu dengan sangat lahap. Saking nikmatnya, ia tak sadar si pangeran ke - 1 sudah beberapa kali menelan liur karena lapar, belum makan siang.


"Mah.... apa rasanya sangat enak?" Jerry bertanya sembari mendekat, ingin melihat detile makanan itu dari jarak dekat.


"Ini sangat enak" jawab Fema, singkat.


.


.


.


Bersambung..


lanjut up siang😊


Apa kalian setuju?

__ADS_1


Ya iyalah thor..


__ADS_2