
Hai.. Pengumuman bagi readers yang nunggu eps terakhir cerita (I Hate You But I Miss You) dikit lagi ya ges...! soalnya partnya tuh panjang dan belum kelar. Kemungkinan besok ya, Jum’at.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Fania dan Melina menikmati makan malam bersama setelah Melina pulang dari kampus dan mendapati Fania sedang memasak.
“Masakanmu lumayan juga Nia.. besok, bangunlah lebih pagi untuk membuat sarapan”
“Ssshhh.. giliran ada maunya, baru mau bicara baik-baik denganku. Sejak kemarin kau selalu ketus.”
“Faniaaaa.. maafkan aku.. aku hanya menghawatirkanmu. Jadi, bagaimana? Katamu kau akan segera mendapatkan pekerjaan, kapan kau mulai bekerja?”
“Mell... aku baru 2 hari menumpang denganmu, kau sudah perhitungan tentang biaya hidupku?”
“Tentu saja.. ini kota besar Nia, tidak bekerja maka kita tidak bisa makan. Lihat aku, walaupun aku kuliah dan menunggu kiriman uang makan dari bapak dan ibuku, aku tetap bekerja supaya bisa makan.”
“Iya..iya Mel.. aku janji dalam satu minggu ini, aku sudah mendapatkan pekerjaan.”
“Janji ya satu minggu.. kalau tidak bekerja juga, aku tidak mau lagi menampungmu!”
“Sip boss cantik” Fania tersenyum dengan wajah lucu dan menggemaskan.
Begitulah keduanya, dalam kamus mereka tidak memberlakukan perasaan tersinggung. Jadi, sepedas apapun perkataan yang terlontar, mereka berdua tidak akan menyimpannya dalam hati.
“Ohya Nia, minggu depan akan ada pesta ulang tahun boss aku.. kamu temani aku ya...!”
“Dengan senang hati, asalkan disana aku boleh makan yang banyak.”
“Kau boleh makan seberapapun asalkan jangan mempermalukan aku.”
“Tenang saja.. aku tidak akan terlihat kampungan!”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di Apartemen milik Jerry
Jerry membuat Nagea terjebak tinggal di apartemen miliknya sejak kemarin. Pria itu dengan gilanya tidak membiarkan Nagea pergi kemanapun. Bagaikan terpenjara, Nagea tinggal di apartemen luas itu seorang diri.
'aku merasa kak Jerry memang benar-benar gila. Apa maksudnya membuatku seperti ini?'
Drrrt drrrrt drrrrt
Jerry menelpon Nagea.
“Halo,” jawabnya malas.
“Bersiaplah.. utusanku akan menjemputmu dan mengantarmu pulang. kau harus bicara dengan kedua orangtuamu tentang rencana pernikahan kita. Pastikan orangtuamu menyetujuinya. Setelah itu, aku dan orangtuaku akan
datang menemui kalian. Kau paham?”
“Iya.. aku paham!”
Tut tuut tuut.. Jerry menutup telpon sepihak.
__ADS_1
Saat ini kedua tangan Nagea mengepal erat. 'enak sekali kau ingin melibatkan orangtuaku dalam permainan gilamu ini! Jangan pernah bermimpi. Kau seenaknya padaku, aku juga bisa bermain dengan baik'
'Marshaaaa.. kamu dimana? Pulanglah dan hentikan kegilaan kakakmu! Marsha.... katakan padanya bahwa aku tidak bersalah atas kepergianmu!'
'Marsha,, lihatlah kak Nagea ini.. dia menyiksa kakak Marsha... rambut ini, kepala ini, tangan ini,, tubuh ini, dia sudah menyakitinya lebih banyak Marshaa.. pulanglah jika kau kasihan pada kak Nagea ini.'
'Tuhan.. ku mohon kirimkan Marsha kembali ke keluarga Barata agar aku yang tak bersalah ini bisa hidup normal tanpa iblis jahat itu'
Kediaman Barata.
“Apa? Kak Jerry akan menikah... dengan Nagea?? Mama tidak salah?” Ferdo bahkan tidak mempercayai yang ia dengar.
“Iya sayang, kamu sudah bertemu Nagea ? dia sudah menjadi gadis yang sangat cantik!”
'bukan itu masalahnya mah, apa motif kakak menikahi Nagea? Yang aku tahu, kakak sangat membenci gadis itu.' batin.
“Fer.. kok tidak jawab sayang?”
“Ma... aku ingin menemui kakak! Aku harus menanyakannya langsung.”
“Fer.. apa kamu tidak setuju dengan gadis pilihan kakakmu?”
Ferdo terlihat menarik napasnya berat. “Ma.. aku setuju dengan Nagea asalkan kakak benar mencintai dia.” Sebelum pergi, Ferdo memeluk mama seperti biasa.
Tiba di depan ruang kerja Jerry Barata. Langsung saja Ferdo membuka pintu tanpa mengetuk ataupun permisi.
Betapa terkejutnya pria itu melihat pemandangan menjijikkan di depan matanya. Seorang wanita sexy tengah duduk manja dipangkuan Jerry dan melakukan hotkiss dengannya.
“Ferdo?” tentu saja si bajingan itu terkejut. Wanita jalang itu ia turunkan dengan kasar dari pangkuannya.
Senyum devil kini terbentuk di sudut bibir Ferdo. Ia mendekati Jerry dan tanpa aba-aba menghantamkan bogem mentahnya di wajah tampan si pangeran ke-1 kebanggaan keluarganya itu.
“Apa itu sakit? Hah?” Ferdo meremas kerah kemeja abangnya itu saking marahnya.
“Kak... selama hidupku aku sangat menghormatimu.. tapi apa ini, hah? Kenapa kau hidup seperti ini? Apa kau lupa? Kita punya seorang adik perempuan yang sampai hari ini masih kita tunggu kepulangannya yang entah sampai kapan! Dia sendirian diluar sana tanpa ada yang menjaganya!... bagaimana
kalau dia juga menjadi seperti salah satu wanita yang menjadi mainanmu? Bagaimana
jika dia dipermainkan juga? Atauuu.. kau sudah melupakan dia? Hah?” Air mata
Ferdo kini meluncur begitu saja dari tempatnya.
Untuk pertama kalinya Ferdo meninggikan suara tepat di wajah tampan kakak satu-satunya itu. Ia sama sekali tak menyangka Jerry menjadi manusia
menjijikkan seperti ini.
Jerry tak membalas kata-kata Ferdo.
“Apa katamu kak? Akan menikahi Nagea? Setelah kau mencicipi tubuh
wanita sembarangan lalu kau mau menikahi perempuan baik-baik? Kau berhati iblis
kak... hah... ku rasa, aku harus berhenti menjadi adikmu!”
__ADS_1
Setelah puas mengatakan apa yang ingin dikatakannya, Ferdo pergi begitu saja, meninggalkan Jerry yang kini menangis terisak sendirian.
“Sha... maafkan kakak.. maafkan kakak Sha..”
\=\=\=\=\=\=\=\=
Keesokan harinya. Demi bersikap tahu diri yang dituntut oleh Melina, pagi-pagi sekali Fania bangun dan membuat sarapan untuk mereka berdua.
Saat Melina sudah bangun di waktu yang menurutnya sangat
pagi, ia tak lagi mendapati keberadaan Fania di bangsal kecil itu.
\=\=\=\=\=\=Melina cantik, aku pergi pagi-pagi sekali. Jangan lupa nikmati sarapan ya!\=\=\=\=\=\=\=
“Csssshhh.. aku memang berkata seperti itu kemarin, tapi kau tidak harus menghilang sepagi ini Fania jelek” Melina tersenyum melangkah ke
dapur untuk menyantap makanannya.
“Waaahhh enak sekali hari ini, aku tidak harus repot memasak!” gumamnya.
\=\=\=\=\=\=\=
Fania sedang menyusuri jalan dengan berjalan kaki. Maklum, rakyat jelata tidak memiliki kendaraan, bahkan sepedapun tidak punya.
Tak sengaja, ia melihat seorang wanita yang sudah tidak muda lagi namun masih terlihat sanfat cantik, sedang berjalan sembari memijat pelipisnya. Dari penampilannya sih, wanita
ini berpenampilan menarik dan fashioneble. Membuatnya tetap terlihat menawan
meskipun sudah tidak muda.
“Permisi tante..” sapa Fania sok akrab. Memangnya sejak kapan wanita ini menikah dengan pamannya?
“Owh.. nak, kepala saya sangat sakit!” keluh wanita itu.
“Tante, tinggal dimana? Saya bisa mengantarkan tante..” tanyanya, sembari berharap, kali aja tante-tante ini memiliki putra tampan dan
akan dijodohkan dengannya, seperti yang terjadi di FTV atau ataupun dunia
perhaluan para author.
'Hah.. gila.. apa yang aku pikirkan?'
Wanita itu pun meminta tolong Fania untuk mengantarnya ke kediamannya.
Tiba di kediaman yang terlihat seperti sebuah istana.
“Gila.. apa di dalam aku akan bertemu rapunzel dan
kawan-kawannya? Ini tampak seperti istana mereka!” Fania mengagumi.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung gesss!