
"Siapa yang takut terpesona olehmu? Pakailah pakaianmu. Sebentar lagi waktunya makan malam."
"Hei... mumpung aku belum memakai pakaianku sayang.. ayolah" Juan berusaha mendekati Fema.
"Tidak.. aku mau mandi." Fema kabur berlari ke kamar mandi.
Juan terkikik melihat tingkah istrinya yang masih malu-malu.
20 menit kemudian.. Fema keluar dari kamar mandi dalam keadaan sudah memakai pakaian lengkap. Dilihatnya, suaminya itu pun demikian.
"Mama sayang, kamu berganti pakaianmu di dalam kamar mandi?" Juan bertanya heran.
"Iya, lalu kenapa? Kamu mau aku ganti baju disini? Di depanmu?"
"Cissshh kau ini... otakmu hanya di isi oleh hal itu? Lihat pintu di sebelah sana.. kalau mau ganti baju masuklah ke pintu itu!"
"Eh...? Owh... Ya... aku.. tidak tahu."
Fema lalu masuk ke ruangan tersebut dan sedikit terperanga melihat isi di dalamnya. "Ruangan ini dipenuhi oleh segala kebutuhan aku dan Juan?"
Ternyata para pelayan telah memindahkan pakaian makeup, sepatu, tas dan lain-lain milik Juan dan Fema ke ruangan ini. Fema teringat akan kopernya yang masih berada di samping tempat tidur, dari situlah ia mencopot pakaian yang ia pakai saat ini.
"Ah... iya.. koper itu... mungkin mereka belum sempat membongkar isinya. Baiklah, aku akan menyelesaikannya."
Ia pun kembali dan menghampiri kopernya itu dan menyeretnya ke ruang ganti.
"Ma... mau ngapain?"
"Aku akan mengatur ini di dalam!"
__ADS_1
"Tidak perlu sayang.. nanti pelayan akan melakulannya."
"Benarkah?"
"Tentu saja.. itu tugas mereka.."
"Emmmm baiklah, aku hanya kan sedikit berdandan" Fema kembali ke ruang ganti itu lalu duduk di depan meja rias yang juga ada disana.
Selagi sedang memilih warna lipstik tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Juan.
Juan tersenyum manis menatap pantulan wajah istrinya di dalam cermin.
"Papa sayang... apa lagi kali ini?"
"Berdirilah dulu.. aku susah memelukmu dalam posisi ini"
"Aku tidak memintamu memelukku... dasar kurang kerjaan" batin.
"Hmmm"
Tak ada waktu lagi, Fema harus menurut saja ia pun berdiri biar cepat kelar. Suaminya ini, mengganggu saja.
Juan pun melingkarkan kedua tangannya di pinggang Fema. "Ayo, duduklah lagi" bisik Juan. Fema pun menuruti.
Alhasil, kini wanita itu duduk diatas pangkuan suaminya. "Pah... situasi macam apa ini? Kau keterlaluan."
Bukannya menjawab, Juan malah menenggelamkan wajahnya di tengkuk leher istrinya itu, menghirup aroma shampo yang masuk ke hidungnya.
"Pah.. hentikan. Aku harus mengoles lipstikku.. jangan banyak bergerak."
__ADS_1
"Menggelikan tauuuu"
Wajah Fema terlihat lebih fresh setelah mengaplikasikan lipstik di bibirnya.
"Istriku selalu terlihat cantik" puji Juan, yang kembali menatap pantulan wajah istrinya di dalam cermin sambil terus memeluk."
"Iya aku tau... dan sekarang, ayo kita keluar.. papa mungkin sudah menunggu untuk makan malam."
"Belum sayang.. masih ada waktu 30 menit sebelum makan malam. Aku ingin makanan pembuka dulu.."
"Oke, baiklah! Mungkin kau memang sangat menginginkannya. Akan ku berikan apa yang kau mau!"
"Oke, ayo kita nikmati makanan pembuka terlebih dahulu." Fema melepaskan pelukan tangan suaminya itu, berdiri dari pangkuan pria itu dan melepaskan pakaiannya.
Juan mengedipkan mata beberapa kali dengan tempo yang sangat cepat. Terkejut melihat apa yang dilakukan istrinya.
Fema kembali ke pangkuan suaminya dalam posisi berhadapan.
"Sa.. sayang"🤨
"Kenapa? Bukankah papa sayang ingin memakanku dulu? Ayo... sayang, tunggu apa lagi!" wanita itu dengan agresifnya membuka baju suaminya, membuat Juan menelan kasar, karena sepertinya tenggorokannya tiba-tiba mengering.
Wah... ternyata dia sudah berani menantang Juan.
Yang terjadi selanjutnya adalah...
Bersambung dulu😁
.
__ADS_1
.
thanks gaiss