Perjodohan Janda Duda

Perjodohan Janda Duda
Kakek Pulang


__ADS_3

Hai... gimana kabar kalian? Semoga ... kalian semua sehat ya😁.


Yuk, kita lanjut😁.


\=\=\=


Siang ini, kediaman Barata sangat disibukkan untuk menyambut kepulangan Tuan Mahendra, penghuni tertua kediaman ini.


Menu makanan special kesukaan pria tua itu di persiapkan sebaik mungkin oleh mama Fema dan 2 orang koki keluarga itu.


Marsha pun mengabari pada kakeknya itu melalui sambungan telepon bahwa dirinya akan menyambut kepulangan sang kakek di bandara.


"Kakek, nanti malam aku akan ke bandara menjemputmu"


"Baiklah cucuku ... kakek akan sangat senang jika kau menyambut kepulangan kakek."


.


Malam harinya.


Lebih baik aku menghubungi kak Ethan. Siapa tau dia sedang tidak sibuk" Marsha meraih ponselnya lalu mencari nama kontak sang pacar.


Drrrrrrrt.


πŸ‘€ : "Iya sayang!" baru beberapa detik terhubung, Ethan sudah menjawab.


πŸ‘©β€πŸ¦³: "Kak, aku akan ke bandara, mau jemput kakek. Apa -"


πŸ‘€: "Tunggulah disana. Aku akan menjemputmu."


πŸ‘©β€πŸ¦³: "Buru-buru sekali jawabnya, oke, aku tunggu. Hati-hati dijalan ya." (Tersenyum senang)


πŸ‘€: "Iya sayang. Sampai nanti ya."


Marsha pun duduk manis sambil menonton televisi, menunggu kedatangan Ethan.


"Sayang, kamu yakin jemput kakek sendirian?"


"Ya gak sendirianlah Ma. Kan ada kak Ethan!" Sahut Marsha.


Mama pun mengangguk setuju.


Ponsel Marsha membunyikan notif menandakan dapat pesan dari seseorang.


Ethan: "Sayang, aku dah sampai nih,"


"Ma ... kak Ethan udah nunggu. Aku pergi dulu ya,"


"Oke sayang" jawab mama.


Diperjalanan.


"Sayang,"


"Hmmm. Besok berangkat kan, kamu udah siap sayang?"


"Iya! udah kok, kak ... kira-kira operasinya bakal lancar gak ya ..."πŸ˜‘


"Jangan khawatir Sha ... pasti akan baik-baik aja!"


"Hmmm. Aku merasa sedikit takut."


"Jangan takut sayang. Kan katanya mau cantik. Tapi kalau kamu belum yakin, gak apa. Aku juga terima kamu apa adanya kok,"


"Tapi aku tetap niat kok kak, biar nanti kakak ga berpaling ke yang lain." Marsha memanyunkan bibir bawahnya.

__ADS_1


Mobil berhenti mengikuti isyarat lampu merah.


"Kamu apaan sih, aku gak akan berpaling sayang. Aku ngasih semangat kamu buat oplas, biar bekas lukanya hilang dan kamu ga kepikiran terus dengan pengalaman menyakitkan itu Sha."


Marsha menyentuh jemari Ethan lalu mengatakan "Makasih ya sayang. Kamu ... baik." dengan senyum malu-malunya.


Ethan pun membalas sentuhan tangan itu dan ... memberi kecupan pada punggung tangan pacarnya itu. "I Love you."


"Hehehe" Marsha hanya tertawa malu.


.


Tiba di airport.


"Kakeeeeek" Marsha berlari dan memeluk kakeknya dengan sangat Erat. Demikianpun dengan sang kakek, tak kalah erat memeluk satu-satunya cucu perempuannya itu.


"Ow... jadi sahabat kakakmu juga ikut menyambut kakek?"


Yang dimaksudkan kakek ialah Ethan.


"Halo kek, senang bertemu lagi dengan anda." sapa Ethan, dengan sikap sopan.


"Kek, kak Ethan adalah pacarku." jelas Marsha.


"Iya sayang. Kau sudah ribuan kali mengatakannya lewat telepon." ujar kakek, membuat Ethan, menampilkan smirk senyumnya.


(Seh.. seneng lu babangπŸ˜„)


Di dalam mobil, Kali ini Ethan persis seorang supir karena Marsha bersama sang kakek duduk di belakang. Tak apa, tidak masalah sama sekali bagi pria itu.


Terlihat kakek mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


drrruuuut.


πŸ‘€: "dimana kau Ferdo? Tidak menyambut kepulangan kakek?"


πŸ‘¨β€πŸ’Ό: " Aku menyambut kakek dirumah. Aku baru saja tiba dirumah di jam ini, saking banyaknya pekerjaan yang menimpaku"


πŸ‘€: "Ah, baiklah. Kau sudah punya pacar kan sekarang, pastikan perkenalkan dia padaku malam ini juga."


πŸ‘¨β€πŸ’Ό: "Tenang kek, sekarang dia sedang bersamaku."


πŸ‘€: "Baguslah"


tut tut tut, dengan tidak sopannya sang kakek mengakhiri panggilan secara sepihak.


"Kau dengar apa kata kakak kesayanganmu itu Marsha? Banyak pekerjaan menimpanya? Dasar berandal. Dia selalu mengeluh bekerja untuk kakek." keluh kakek pada Marsha. Sementara Ethan, menahan tawanya.


"Kek. kakak gak gitu kok, dia sangat bangga dengan pekerjaannya. Dia sangat kompeten kok kek, dia bahkan terlihat tampan setiap berangkat ke kantor."


"Benarkah? Apa wajahnya terlihat bahagia saat berangkat kerja?" tanya kakek lagi.


"Iya kakek. Percayalah."


\=\=\=


Di kediaman Barata.


Fema sedang berada di kamar menyiapkan pakaian ganti sang suami yang sedang mandi, karena juga baru pulang dari rumah sakit dimana ia bekerja.


Sembari menunggu suaminya, Fema mengambil ponsel untuk mencoba hubungi menantunya, siapalagi kalau bukan Nagea.


drrruuut


"Halo ma,"

__ADS_1


"Iya nak, bagaimana kabarmu?" (Fema merasa senang, menantunya dengan cepat menjawab panggilan)


"Sehat ma, mama dengan papa gimana?"


"Mama dan papa, sangat sehat sayang. Kami merindukanmu."


"Iya ma, aku juga. Maaf ya ma,"


"Hei... untuk apa minta maaf, kamu sedang liburan bertemu kedua orangtuamu, itu tidak masalah sayang."


"Trima kasih ma,"


"Nagea, apa yang dilakukan suami jahatmu itu?"


"Dia sedang dipanggil papi mami, ke ruang pribadi papi."


"Oh, Nagea, adik iparmu ... kami akan membawanya melakukan bedah plastik ke Korea Selatan besok sayang, mama pengen kasih tau kamu itu."


"Kalau begitu, Nagea boleh kesana ma?"


" Wah! Beneran kamu mau datang sayang?"


"Iya mah, serius."


"Oh, syukurlah sayang. Mama senang kalau kamu mau ikutan."


Pembicaraan pun berakhir, lalu Nagea segera mengambil koper dan mengemas pakaiannya.


\=\=\=\=


Kini kakek sudah berada di kediamannya, duduk manis pada sofa khusus dirinya.


"Kakek, ini dia, pacar aku. Namanya ... Melina." Ferdo mengenalkan Melina kepada kakek Mahendra, di depan seluruh anggota keluarganya.


"Melina?" hanya satu kata itu yang keluar dari mulut sang kakek.


"Berapa usiamu?" tanya kakek, dengan sikap dinginnya.


"23th kek," jawab Melina.


Sang kakek menyoroti Melina dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Kalian berdua ... terlihat ... tidak serasi."


"What? Apa maksud kakek?" sahut Ferdo, semakin mengerat genggamannya pada jemari Melina.


Yang lain hanya saling tatap, namun hanya memaklumi mata tua tuan Mahendar yang sudah mulai tidak beres faktor usia lanjutnya, hingga tidak bisa melihat keserasian antara Ferdo dan Melina.


"Maksud kakek, kalian berdua ... terlihat tidak serasi. Dia, terlalu cantik untuk wajah tak bersahabat sepertimu Ferdo."


"Haaaah? Kakek sedang menghinaku?"


.


.


Bersambung.....


yuk, mampir ke cerita baru othor ges.



Menceritakan kisah Gina, yang melahirkan anak di luar nikah, lalu diamΒ² menaruh bayinya di depan gerbang kediaman ayah dari bayi tersebut karena di vonis oleh dokter mengidap penyakit mematikan.


5 tahun kemudian, setelah ada keajaiban sembuh dari penyakit, Gina kembali ingin mendapatkan anaknya. Bagaimana kisahnya? ayo. klik profil othor dan temukan kisahnya gaes.

__ADS_1


__ADS_2