
"Tante.. apa ini benar rumah tante?" tanya Fania dengan wajah polosnya. Terlihat sangat lucu. Bukannya buru-buru membawa wanita sakit itu masuk, malah bertanya lagi.
"Selamat datang nyonya," para security penjaga pintu utama itu menghampiri.
"Saya sedang kurang sehat, tolong antar saya ke dalam"
"Kenapa masih berdiri disitu? ayo masuk!" ajaknya pada Fania yang masih berdiri ditempatnya.
"Tante, mungkin sebaiknya saya pulang saja!" ucap Fania sopan.
"Ajak anak gadis itu masuk, saya harus menjamunya sebaik mungkin." perintahnya pada para Maid yang bukannya bekerja malah berbaris rapi menyambut kedatangannya.
Dengan terpaksa Fania mengikuti tante yang bahkan belum berkenalan dengannya itu.
'Bukannya aku tidak ingin masuk tante, tapi aku takut akan tersesat didalam dan tidak tahu jalan keluar! Melina pasti akan menungguku!'
Fania pun di bawa sampai ke kamar si nyonya besar itu. 'Aku jadi canggung memanggilnya tante, sedangkan yang lain memanggilnya nyonya.'
Tak lama seorang dokter pun datang untuk memeriksa kondisi sang nyonya. Setelah menjelaskan beberapa hal pada semua orang yang berada di sekitar tante itu, dokterpun pergi.
Kini Fania berdua saja dengannya dikamar luas dan megah.
"Nak.. siapa namamu?"
"Oh.. namakuu.....emm.. Fania Tante.."
"Kamu tidak berbohong kan?"
"Hah? Apa saya terlihat tidak serius tante? Saya memang dipanggil Fania." memberi senyuman.
"oh.. kamu seperti tidak sedang menyebutkan namamu sendiri!" tante membalas senyuman.
"Hehe.. Jadi, apa saya sudah boleh pulang tante?" Fania mulai gelisah, ada perasaan tak enak hati. Mungkin saja dia masih memikirkan nasibnya bagaimana jika tidak bisa pulang dari istana megah ini.
"Tidak perlu buru-buru.. oh ya, nama saya Angel. Kamu panggil saja tante Angel ya.."
"Baik tante"
'Anak ini terlihat polos'
__ADS_1
"Fania, berapa umurmu?"
"Baru melewati 22 tahun tante!"
"O....." si tante membulatkan bibirnya.
"Apa aktifitasmu? Kamu sedang kuliah? atau bekerja?"
"Emmm.. Sa...sayaa tidak dua-duanya tante, saya.. pengangguran"
'Aaaaaah ini memalukan' sambungnya dalam hati.
Angel yang mengerti akan ekspresi wajah tak enak itu pun, hanya tersenyum menanggapi.
'Bagaimana kalau kau menjadi menantuku saja?' batin Angel.
"Oh ya, Fania, orangtua kamu dimana?"
"Oh.. merekaa.. di kampung tante.. em.. saya cuma punya bapak, ibu saya sudah meninggal tante.." Jawabnya.
"Oh..." mengangguk.
"Fania.. dari tadi, hanya tante yang banyak bertanya padamu. Kamu tidak ingin bertanya apapun tentang saya?"
"Oh... tidak ada tante!"
'Faniaaaaa. Kau benar-benar tidak jago berbasaz basi. Setidaknya tanya sesuatu' Fania merutuki kepolosannya.
Si tante yang nampaknya baik itu hanya tersenyum mengerti akan sikap canggung gadis polos didepannya.
Tiba-tiba, dari arah luar kamar terdengar suara.
"Maaammmm... Mami....."
Siapa lagi yang datang kalau bukan anak dari si tante.
"Mami?... Mami sakit?"
Deg. 'Aku, seperti pernah mendengar suara ini' ' Fania lalu berbalik melihat siapa yang sedang menyapa si tante.
__ADS_1
'Dia?' mata Fania membulat sempurna.
"Mami tadi sempat pusing sayang kepala mami, beruntung ada dia yang bantu" mami melirik Fania yang masih betah menatap putranya, Ethan.
Pria itu pun melihat ke arah orang yang dimaksud mami, hingga mata mereka saling bertemu.
Deg.
'Apa aku mengenalnya? Kenapa dia tampak tidak asing?' batin Ethan, dengan perasaan gugup.
'Anak gadis ini sepertinya menyukai putraku '
"Ehmmm" mami berdehem sehingga menyadarkan Ethan dan Fania yang saling menatap.
"Oh, terima kasih telah menolong mami" ucap Ethan, dengan sopan.
Mami Angel pun memperkenalkan mereka. Meskipun sudah tahu bahwa gadis ini mengenalnya sebagai penyanyi terkenal, Ethan tetap memperkenalkan diri.
"Ethan.. kebetulan mami sedang sakit, jadi kamu bawa Fania di pertemuan nanti malam, untuk mewakili mami. Bisa kan?"
"Tantee.. saya yang tidak bisa tante.." Fania menolak secara Reflek.
'Apa? Gadis ini tidak bersedia pergi denganku? Sombong sekali dia? Disaat banyak gadis menggilaiku diluar sana dan bahkan akan bersorak senang berada di sampingku, dia malah terlihat tidak rela pergi denganku?' Ethan merasa sangat heran dengan wanita muda satu ini.
"Fania.. apa alasan kamu tidak bisa?"
"Emmm... karena saya akan mencari pekerjaan tante!" jawabnya.
"Kalau begitu, tante akan bayar kamu, anggap ini adalah pekerjaan."
"Benarkah tante? Kalau begitu saya mau.."
"Dasar cewek mata duitan!" umpat Ethan, dalam hati.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...