Perjodohan Janda Duda

Perjodohan Janda Duda
Skandal Cinta Si Kembar


__ADS_3

PROMO!


cerita baru, telah update ya guys...


yuk mampir.


WARNING 21+ area


Promo! Cerita baru dari kedua teman Abang Arsen yang terlibat skandal dengan si kembar sahabatnya Given. yuk ah...


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


...Hai!...


...Cerita ini hanya bermaksud menghibur, tanpa ada maksud tertentu....


...Sesuai judul, (SKANDAL CINTA) mohon dimaklumi jika isinya banyak mengandung adegan 'ehem eheman.😊...


...Bocil kemarin sore, please banget jangan nekat ikutan baca ya!...


...Thor, gimana kalo ikutan baca dengan bimbingan orang tua?...


...HEI!... HENTIKAN! MAU KENA JEWER TU MATA? Jangan dulu ah!...


...Satu lagi, mungkin tidak banyak bahkan tidak ada pelajaran yang bisa kalian petik dari kisah ini. Tapi kalau misalkan ada, syukurlah....


🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐🀐


...Selamat membaca!...


Arim POV.


"Buka!"


"Ya? Buka apa?" tanyaku, masih malu-malu.


Sebut saja dia Jung Ho. Dia alah kekasihku. Ah tidak, aku tidak yakin akan hubungan kami. Aku serius menaruh hati padanya. Sedangkan dia? Aku tidak tahu. Awalnya, kami hanya sepasang kekasih sandiwara.

__ADS_1


Apa pasangan sandiwara bahkan berpelukan atau saling bertukar air liur? Semakin hari perasaanku padanya kian berkembang. Aku sangat menikmati hubungan sandiwara ini. Sampai dimana, saat ini, malam ini, aku dan dia berada di sebuah kamar hotel.


Oke, lanjut, dia mendekatiku perlahan. Tanpa segan, dibukanya kemejaku dengan kasar secara tiba-tiba, hingga kancing kemejaku terjun bebas ke lantai. Matanya mantap menatap kedua mataku.


"Benarkah kita akan melakukannya?" tanyaku, berbasa-basi sengaja membuang waktu. Tanpa menjawab, tangannya beraksi melepas bra yang masih menempel ditubuhku, lalu menghimpit tubuhku ke tembok.


"Ayo lakukan, sayang, aku ingin lebih kali ini." bisiknya, yang entah mengapa terdengar begitu menggoda di pendengaranku.


Dengan sadar aku mengangguk. Sekali lagi aku tegaskan, saat ini, aku benar-bebar melibatkan perasaanku. Saat dia mengatakan 'ingin lebih' bukankah itu berarti dia memang menginginkanku?


Baiklah, dengan alasan kami saling menginginkan, aku mengikuti permainannya. Aku terbuai dan dimabukkan dalam situasi ini.


Jung Ho POV.


Berada di kamar berdua saja dengan kekasih sandiwaraku, sudah pasti Ular perkasaku tergoda untuk segera mematuk.


Aku tidak peduli lagi dengan status kami yang hanya bersandiwara di depan orangtuaku. Bukankah dia juga terlihat menginginkan aku?


Tubuhku kini menghimpitnya ke tembok. Belum terkena patukan ular perkasa-ku saja dia sudah buru-buru merintih manja. Mendengar desahannya membuatku menggila.


Aku terus menuntunnya. Aku yang telah terbiasa melakukan ini memang harus mengajarinya. Gadisku ini benar-benar polos, dia bahkan tidak tahu apa yang harus dia lakukan.


dag gedebug gedebag gedebug, jantungnyanya terdengar jelas sedang berdisko. Dia pasti sangat gugup. Terus saja ia menutup matanya.


Puas menjelajah TOP area-nya, aku dengan lancar melucut seluruh kain yang masih membalut bagian intinya. Sial, melihat liang rapat itu membuat ularku semakin meronta. Aku baru teringat, ular-ku sudah puasa dalam waktu lama.


Arim begitu menikmati sentuhanku. Apa lagi saat ini aku melahap bagian intinya. Auu... tangannya meremas rambutku dan kedua paha-nya menjepit kepalaku dari dua sisi, mulutnya semakin menjerit. Tentu saja ini kujadikan kesempatan untuk segera memuaskan ularku yang kelaparan.


Matanya terbelalak saat kukeluarkan ular perkasaku itu dari sarangnya. Sangat besar. Tentu saja. Namanya juga ular, kalau cacing ya kecil.


"pegang" kataku, memintanya memegang tubuh ularku. Dia menurut saja setelah kulihat ia tarik napas dalam. Dia benar-benar memegangnya.


Entah apa yang pikiran polosnya itu pikirkan, ia menatap lekat ular panjang itu dengan intens.


"Masukkan kedalam mulutmu," lagi, aku memintanya. Kali ini keterkejutannya ia perlihatkan dengan menelan kasar ludahnya.


Dengan polos seperti biasa, dia menurut saja.

__ADS_1


"Mainkan lidahmu"


Dasar penurut, ularku kini merasakan sensasi lidah kaku di dalam sana. Tak apa, ini cukup menyenangkan.


"Bagaimana Arim?" tanyaku basa-basi. Eh, dia malah mengangguk.


Segera ku hampiri lagi Bottom area-nya yang berwarna pink kemerahan. Sungguh menggoda. Kuarahkan ular yang memang sudah stay on, siap untuk memasuki liang sempit miliknya.


"Auuuhh!"


Apa kubilang. Belum apa-apa, dia sudah menjerit. Jeritannya terdengar lebih hebat kali ini. Mungkin dia terkejut.


"Sakiiiit"


Dia tetap merintih, padahal aku hanya memaksakan ularku dengan perlahan.


"Belum masuk, sayang, tahanlah sedikit lagi. Ini memang sakit, tapi akhirnya akan terasa nikmat."


.


.


Dasar uler nakal!


.


.


Lanjut?


Yuk buka profil aku gesss, temukan judulnya disanaπŸ₯°


makasiii...



.

__ADS_1



Yuk cek di profil maka kamu akan temukan kisahnyaπŸ™


__ADS_2