Perjodohan Janda Duda

Perjodohan Janda Duda
Ucapan Selamat


__ADS_3

"Apa menurut bapak, si Ferdo itu serius dengan pitri kita?"


"Entahlah buk, kita juga tidak tahu mereka berjodoh atau tidak." jawab si bapak.


"Pak, buk, kalau menurut aku, dia itu tulus. Tidak mungkin dia mengurus kita bertiga dengan baik, mulai dari menjemput hingga memberi fasilitas nginap di hotel berbintang, jika hanya main-main dengan Melina" si abang menimpali.


"Tapi benarkah dia sesibuk itu? Dia bakan hanya menyuruh orang lain menjemput dan mengantar kita. Apa dia tidak berniat bertemu dengan kita?" (Si Bapak bertanya)


"Iya. Dia memang sangat sibuk. Dia memiliki tanggungjawab besar dalam pekerjaannya." (Jawab si ibuk.)


"Ehmmm. Sibuk ngegibah apa si?" Melina menghampiri ketiga anggota keluarganya itu dengan senyum manisnya.


"Mel, selamat ya nak, kami bertiga sangat bangga. Kamu akhirnya selesai"


"Iya, Pak." Melina merentangkan tangan, lalu ketiga orang tersayangnya itu memberi pelukan selamat secara bergantian.


Keluarga itu pun melakukan foto bersama, mengabadikan kenangan atas kesuksesan Melina.


Melihat kekasihnya yang sedang bersama dengan keluarganya, Ferdo mengajak ayahnya untuk berkenalan. Juan pun menuruti ajakan putranya itu.


"Mel, selamat ya" Ucap Ferdo, menyerahkan sebucket bunga.


"Trima kasih," ucap Melina, tersipu malu.


"Selamat Melina," ucap Juan pula.


"Terima kasih Pak," sambut Melina.


"Oh ya, Pak, buk, Bapak ini pemimpin di Rumah Sakit tempat Mel magang. dr. Juan, perkenalkan mereka orang tua dan abang saya." Melina memperkenalkan.


"Halo, senang berkenalan dengan anda dr. Juan, Saya bapak-nya Melina." sapa bapak-nya Melina, ramah.


"Senang juga bertemu anda dan keluarga. Selain seperti yang dijelaskan Melina, saya adalah ayah-nya Ferdo." Juan tersenyum ramah.

__ADS_1


Ketiga orang itu nampak sedikit terkejut, tidak menyangka.


"Hai Pak, Buk, Bang!" sapa Ferdo pula kepada ketiga keluarga inti pacarnya itu.


Sapaan Ferdo dibalas dengan senyum ramah ketiganya.


Papa dan keluarga Melina terlihat sedikit terlibat dalam perbincangan ringan.


"Pah, berbincanglah dengan santai. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Melina." Ferdo pun menculik Melina, membawanya menyingkir ke tempat yang aman.


"Hei! Untuk apa kita kesini?" tanya Melina, bingung.


"Sayang-sayangan dulu lah," meraih gadis itu untuk dipeluknya. "Selamat ya sayang." Ferdo memghujani pucuk kepala kekasihnya itu dengan banyak kiss.


Tak hanya itu, Ferdo kini menangkup wajah kekasihnya dan dengan gerak cepat melakukan kissing. Keduanya pun menghabiskan beberapa menit untuk menikmati hal itu.


"Itu adalah hadiah ucapan selamat dariku sayang!" Ferdo tersenyum, Melina hanya mengangguk sembari membalas senyuman.


"Membahas apa kalian berdua sampai memghilang dari hadapan kami?" tanya Papa Juan, dengan nada bercanda.


"Pah, begini. Nanti malam, mari nikmati makan malam bersama keluarga Melina."


'What? Tadi kita tidak bahas itu' teriak Melina dalam hati, menatap tajam Ferdo.


"Ada yang ingin kami sampaikan." sambung pria itu lagi.


Karena mengerti akan maksud Ferdo, mereka hanya mengangguk paham. Papa Juan lalu berpamitan karena masih ada urusan pekerjaan, kini Ferdo mengajak keluarga itu untuk kembali beristirahat, sebelum pertemuan nanti malam.


Sang supir yang sejak kemarin mengantar dan menjemput keluarga Melina, ternyata sudah siap menunggu disamping mobil.


"Selamat Siang Tuan Muda," sapa sang supir ketika Ferdo mendekatinya.


"Anda pulang saja. Saya yang akan mengantar mereka" Ferdo lalu menyerahkan kunci mobil miliknya untuk dibawa oleh sang supir.

__ADS_1


Dalam perjalanan. Baik Ferdo dan keempat orang yang bersamanya itu, tidak mengeluarkan suara barang satu katapun.


'Waaah, suasana apa ini? Kenapa tidak ada yang mau memulai pembicaraan?'


Tiba di hotel.


"Terima kasih nak Ferdo, sudah peduli dengan kami" ucap si bapak, dengan sikap canggungnya.


"Iya nih bro, kau sangat membantu" sahut si abang.


"Tak apa. Ini yang harus saya lakukan." ujar Ferdo pula.


Mereka pun berpisah karena Ferdo harus ke ruang kerjanya, sementara Melina dan keluarga menuju kamar tempat mereka beristirahat.


.


"Mel, hebat ya kamu cari pacar,"


"Hehehe. Itu karena aku baik hati dan punya kecantikan luar biasa bang."


"Oke, aku percaya itu. Biarpun dia terlihat jelas serius denganmu, tetap harus jaga diri ya, jangan pernah melakukan yang berlebihan dalam hal kontak fisik."


"Iya bang! Aku paham."


.


.


Bersambung.


Maaf gaes, sepertinya othor lg perlu banyak istirahat deh. Jd ga bisa up tiap hari. padahal, beberapa ep lg kisah ini bakal tamat. 🥰🥰


terima kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2