Perjodohan Janda Duda

Perjodohan Janda Duda
Wedding Marsha


__ADS_3

2 bulan kemudian.


Besok adalah hari bahagia untuk Ethan dan Marsha. Yang mana, keduanya akan melangsungkan pernikahan.


"Nenek, seandainya nenek masih ada, Nenek akan melihatku menikah dengan kak Ethan." Marsha tengah menatap foto Iriana, sang Nenek yang telah tiada 5 tahun yang lalu.


"Sayang, nenekmu akan bahagia melihat kebahagiaanmu dari atas sana."


"Iya Mah, Ma ... setelah ini, aku akan ikut dengan kak Ethan. Aku akan sangat rindu rumah ini Ma,"


"Memang awalnya akan begitu. Tapi kamu juga akan terbiasa sayang, kami juga pasti akan merindukanmu."


"Ma ... apa kira-kira aku bisa jadi istri yang baik? Aku takut malah akan mengacaukan hidup kak Ethan."


"Sha, Mama yakin kamu bisa. Mama lihat, mami Angel juga menyayangi kamu, sayang."


"Iya Ma, mami Angel baik."


'Ya Tuhan, aku hanya berharap, putriku akan diperlakukan baik, seperti aku perlakukan putri orang lain yang menjadi istri anak-anakku.'


"Sha, istirahatlah sayang. Mama akan kembali ke kamar."


Marsha mengangguk.


Di tempat lain, Kediaman keluarga Yared.


Ethan dan sahabat-sahabatnya, termasuk Ferdo, sedang merayakan malam terakhir Ethan membujang.


"Bro, aku tidak menyangka, diantara kita berlima, kau adalah orang pertama yang menikah lebih dulu. Aku salut padamu." ujar Galih.


"Iya, aku pun sama. Aku pikir akulah yang akan menikah lebih dulu." Sambung Tomi.


"Bagaimana mungkin kau yang lebih dulu, pacarmu saja belum ada Tom," celetuk Arnav, dan di sambut gelak tawa mereka semua.


"Than, sebenarnya aku keberatan adikku menikah lebih dulu dariku. Tapi, tak apalah. Semoga kau mampu membahagiakan dia." menepuk bahu Ethan.


"Tentu saja aku akan bahagia. Dia adalah pertama dan terakhir untukku dan juga satu-satunya."


"Iya ... aku harap memang begitu. Oia kau harus mengingat ini bro, setelah ini, jangan sampai ada gadis lain yang bertingkah manja dan menempel padamu lagi seperti dulu. Kalau itu terjadi, aku akan ambil kembali adikku." ancam Ferdo dengan wajah seriusnya.


"Nah, benar bro. Ketenaranmu membuat para gadis gencar mendekatimu. Mereka bahkan bergantian menggelayut di lenganmu dan menempelkan kepala mereka. Seolah bahumu adalah bahu Negara." Sambung Galih.


"Tenang. Tidak akan ada lagi pemandangan seperti itu. Hanya istriku yang akan menempel padaku."


\=\=\=\=


Hari bahagia itu telah tiba.

__ADS_1


"Boy, papi sangat senang, akhirnya hari ini kau menikah."


"Iya Pi, terima kasih selalu mendukung keputusanku menikahi Marsha."


"Ethan, Ethan, kamu sudah siap sayang?" Mami Angel menghampiri Ethan di kamarnya.


"Iya Mi. Ada apa Mami terlihat sangat bersemangat?"


"Tentu saja semangat. Mami akan segera punya anak perempuan."


"Sayang, kamu jangan berlebihan. Marsha akan jadi milik putramu. Bukan menjadi milik kita berdua" tukas Papi.


"Iya. Tapi tetap saja Pi. Mami merasa sangat senang."


"Mami, aku peringatkan Mami mulai sekarang. Mami jangan berharap bisa mengajak Marshaku ke semua kegiatan Mami yang selalu padat setiap hari. Aku tidak akan biarkan dia lelah."


"Tenanglah boy, Mami kamu tidak akan lakukan itu." sahut papi, sedangkan si Mami hanya terlihat menarik napas berat.


"Ethan EL- Yared, aku serahkan putriku padamu, untuk kau jaga, sayangi dan bimbing dia. Dia yang sangat kami sayangi ini, semoga mendapatkan kasih sayang yang sama darimu. Jangan pernah berhenti menginginkan dia, jangan pernah menyakiti dia. Hanya itu dariku, Juan Barata."


"Dihadapan Tuhan dan banyak saksi, Aku menerima Marsha Agatha menjadi istriku. Aku berjanji akan selalu mengasihi dia apapun yang terjadi."


Dari posisi duduknya, mama Fema dan kedua putranya terlihat menitikkan airmata haru, bahagia menyaksikan kesayangan mereka itu kini resmi menjadi seorang istri.


Hanya ABG labil itu yang terlihat santai dengan senyum manisnya, melipat kedua tangan diatas perut. 'Akhirnya kakakku menikah dengan kak Ethan. Bertambah satu kakak sultan untukku. Semoga kalian berdua bahagia selamanya' batin Abner.


"Bicara apa kau bocah? Kau tidak bisa membedakan antara tangis bahagia dan tangisan sedih? Aku sangat meragukan kepintaranmu itu" balas kak Ferdo.


"Sayang, sudah. Kenapa kamu harus menanggapi perkataan anak kecil? Dia hanya bercanda" Melina bertindak seolah sedang menenangkan kekasihnya itu.


Acara masih berlangsung. Setiap tamu terlihat menikmati hidangan yang tersedia.


Tiba-tiba, Nagea merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Ia sibuk menoleh kesemua arah mencari keberadaan sang suami, yang 3 menit lalu pergi untuk menyapa para kolega. Sedang Nagea, dia tinggal berhincang dengan Melina.


"Kak, kenapa kakak terlihat gelisah? Apa kakak merasa kurang nyaman?"


"Entahlah Mel, kakak merasa sedang merindukan kak Jerr,"


"Apa? Bukankah kalian baru bersama 3 menit lalu? kenapa sudah kangen?"


"Ah, itu dia suamiku. Mel, kakak tinggal dulu ya." Langsung pergi.


"Nagea?" Jerry menatap heran, istrinya kini dengan tidak tahu malu bersikap manja di depan beberapa rekan bisnisnya.


"Aku kangen" bisik Nagea.


"Kangen?" Jerry menatap tajam. Ia menyentuh dahi istrinya. "Kamu tidak panas" bisiknya.

__ADS_1


"Pak Jerry, apa istri anda, kurang sehat?" salah satu dari rekan Jerry bertanya, perhatian.


"Oh, ku rasa-"


"Iya, ku rasa aku sedang pusing" Nagea menyentuh kepalanya.


'Ada apa dengan wanita ini?' Jerry menatap aneh istrinya itu.


"Sayang, ayo istirahat." Nagea menyeret paksa suaminya itu.


"Ferdo, tolong pesankan 1 kamar untuk kami berdua."


"Apa? Nagea, kau ingin menginap di hotel ini? Tapi acara belum selesai."


"Iya, aku ingin menginap disini. Kau keberatan?"


Jerry, pria itu hanya diam, tak tahu mau mengatakan apa.


"Oh, ah, tapi, semua kamar terisi."


"Benarkah? Kalau begitu, Yuk cinta," kembali menyeret suaminya.


Ferdo menatap kepergian pasangan itu.


'Ada apa dengan Nagea? Apa dia baik-baik saja?'


"Sayang, kamu kenapa?"


"Ikut saja."


TOILET.


Jerry kebingungan parah.


"Toilet? Untuk apa kita kesini Nage?"


"Diamlah cinta!"


Dengan cepat kilat Nagea menarik suaminya, masuk ke dalam salah satu bilik kecil itu. "Sayang, kau ingin apa? Apa kau harus ditemani saat ingin buang air?"


Wanita itu tiba-tiba membuka ikat pinggang suaminya. "Aku kangen ini cinta" menurunkan resleting celana.


"Nagea? Kamu--"


"Huummmp" menyesap.


Jerry semakin membelalakkan mata ketika bibir Nagea menyerang miliknya.

__ADS_1


???


__ADS_2