Perjodohan Janda Duda

Perjodohan Janda Duda
Marsha Terluka


__ADS_3

Melina: Thorrr


Thor cantikz: Hmmmmm?😒


Melina: Itu si Ferdo napa si? aneh de.. apa dia suka aku?


Thor Cantikz:🙄 Jgn G'R deh Mel.


Fania: Jahat lu Mel, disaat urgent kek gini, bukannya mikirin keselamatan aku, malah sibuk baper ke abang aku😑.


\=\=\=\=\=\=\=


“Bawa dia masuk. Suara tegas dan lantang seseorang menginstruksi saat mendengar beberapa orang menyeret seorang memasuki ruangan gelap dimana Nagea berada.


“Akhirnya aku akan bertemu bajingan ini?” batin Fania.


Flashback


Beberapa waktu sebelumnya. Setelah detektif yang bernama David mengabarkan tentang orang-orang yang terlibat dengan Marsha palsu, Fania nekad mendatangi mereka dan diawasi oleh para detektif tentunya. Namun, tak disangka para komplotan berhasil menangkap Fania lebih dulu dan membawanya ke tempat paling rahasia sesuai dengan perintah Leo.


Ok, lanjut.


“Siapa lagi yang menjadi tawanan kali ini?” Nagea bertanya dalam hati, mengetahui ada seseorang lagi yang mereka bawa kehadapan Leo.


“Nyalakan lampunya!” perintah Leo, dan ruangan gelap itu berubah menjadi terang.


“Kak Nagea?” Fania reflek memanggil Nama Nagea begitu melihat Nagea juga berada disana menjadi sandera.


Nagea menampakkan wajah bingungnya dan bertanya-tanya dalam hati, kenapa gadis ini mengenalnya. Ya.. bahkan mereka belum sempat berkenalan, dimalam pesta hari jadi mama Fema.


“Hai... Marsha...!” Pria yang bernama Leo itu menyebut nama Marsha dengan nada menyeramkan. Membuat Nagea terkejut juga bergidik ngeri.


“Ow... aku harus memanggilmu apa.. gadis kecil? Marsha? Atau Fania?” Leo mendekati Fania lalu menyentuh rambutnya yang terurai. “hahahah.. ternyata.. kau ingin menipuku dengan mengubah warna rambutmu?? Tidak buruk, kau terlihat.. smakin cantik. Aku tidak menyangka... adik Jerry Barata akan tumbuh menjadi gadis cantik seperti ini. Selain cantik, kau juga pemberani dan juga nekad ya...”


“Aaaahk” Fania meringis saat Leo tiba-tiba menarik rambutnya.


“Marsha?.. jadi..” Nagea mulai memahami akan situasi.


“Kenapa kau datang ke kota ini? Kenapa kau berani-beraninya meninggalkan pria tua yang telah merawatmu selama 13 tahun? Haa?” kini ia membentak Fania.


“Leo.. kumohon jangan apa-apakan gadis itu.. apa kau mau mati ditangan kakaknya?” Nagea memperingati pria itu!


“SSssssttt stop.. Nagea,, diamlah, jangan ikut campur atau aku akan semakin menyakitinya?” Leo memberi ancaman.


“kenapa?.. kenapa kau tega memisahkan aku dari keluargaku? Apa masalahmu sebenarnya?” Fania bersuara. Gadis itu menampakkan wajah datar dan berkata dengan nada tenang, tidak ada kemarahan ataupun penekanan pada kalimat yang dia ucapkan.


“Baik,, sepertinya kau sangat penasaran akan hal itu.. aku beritahukan padamu, semua ini karena aku membenci kakak kesayanganmu itu. Sejak dulu, dia selalu merebut kesempatan yang harusnya aku raih. Bahkan gadis yang aku sukai juga menyukai dia, si Jerry Barata brengsek itu.


Sedikit flashback, pada masa SMA dulu, Jerry dan Leo selalu menjadi saingan berat dalam bidang bela diri karate. Suatu ketika, saat berlatih untuk ikut kompetisi, tak sengaja Leo cidera dan gagal mengikuti kompetisi. Waktu itu ia menganggap Jerry dengan sengaja telah mencelakainya. Dari situlah rasa tak sukanya pada Jerry kian bertambah. Apalagi ketika Jerry berhasil meraih kemenangan pada kompetisi tersebut, yang membuat dirinya kian dipuja, disanjung dan disukai oleh banyak orang, termasuk Nagea yang digilai oleh Leo yang ternyata sangat menyukai Jerry. Maka semakin memuncak pula rasa tak senangnya pada Jerry barata. (Flashback of dulu. Hehe).


“Hah” Fania tersenyum menyeringai meremehkan Leo. “Aku pikir,, masalah besar.. ternyata hanya karena perasaan cemburu dan iri hati!---”


“Diam” Leo menginterupsi.


“Lalu kenapa tidak mengajaknya bertarung? Kenapa malah mengorbankan aku? Ataukah .. kau seorang pengecut?” Fania terus saja berbicara tanpa rasa takut.


PLAK...


Leo menampar Fania dengan tak berperasaan. Hingga noda darah keluar dari hidung gadis itu.


“Cissshhh.. sekarang aku sangat percaya, kau adalah pria pengecut. Kau hanya berani mengancam. Kau.. tidak berani menghadapi kakakku.”


“DIAM” Leo kembali menginterupsi.


“Apa katamu? Meledakkan kepala kakakku? Cihhh.. aku yakin kau tidak seberani itu!”


“DIAM.. aku bilang diam atau... kalian berdua akan mati sekarang juga.” Leo kembali mengancam.


“Mati? Hah... kenapa kau tidak membunuhku sejak dulu jika berani menghilangkan nyawa seseorang? Kau malah meminta paman gila itu menyakiti tubuhku. Cepat bunuh aku sekarang atau kau menyesal telah menundanya” Fania berbicara tanpa emosi apapun.

__ADS_1


“Owh... jadi paman itu telah menyiksamu? Aku jadi penasaran penyiksaan yang bagaimana yang kau dapatkan darinya!” Kemudian Leo mengiris pakaian yang dikenakan Fania untuk menuntaskan rasa penasarannya.


“Beraninya kau merusak pakaianku?” suara Fania berubah menjadi lantang.


“Hahahahaha..” Leo tertawa puas saat melihat punggung belakang Fania yang terdapat banyak bekas luka menganga, tanpa jahitan.


Nagea tak kalah terkejut saat mengetahui kenyataan itu ia pun kembali mengingat akan sikap kasar Jerry padanya selama ini. “ternyata.. kekerasan fisik yang ku terima dari kak Jerry tidak ada apa-apanya dibanding yang dialami oleh Marsha." Batinnya.


Ya... hal inilah yang membuat Fania tidak berani mengenakan pakaian kurang bahan. Termasuk lengan kanannya, bagian yang gampang terekspose satu itu yang selalu ia jaga. Bekas lepuhan luka bakar dan luka menganga tampak mengerikan terdapat di lengannya itu, membuatnya insecure alias tidak percaya diri. Dan orang yang mengetahui adanya bekas luka itu adalah Melina dan paman gila yang mengurusnya selama ini. Melina selalu menjaga kerahasiaan tentang kekurangan fisik Fania.


“Aku penasaran, pria seperti apa yang akan mau menikahimu setelah tahu kenyataan ini Marsha,” Leo lagi-lagi tertawa puas.


“Dasar pria sakit jiwa...” Nagea yang sedari tadi hanya diam, kini kembali bersuara.”Kau.. tidak waras Leo...”


“Buat wanita ini tertidur.. dia mengganggu!” Leo menginstruksikan rekannya untuk membius Nagea.


Nagea pun terbius oleh sesuatu yang disuntikkan ke tubuhnya.


“Hei.. Marsha.. percuma kau hidup jika seperti ini. Lebih baik kita biarkan Marsha palsu itu mengambil alih dirimu selamanya. Aku ingin menyaksikan kebodohan kakakmu lebih lama lagi. Dia adalah seorang yang sangat pintar, tapi.. ternyata dia tidak bisa membedakan mana adiknya dan mana yang bukan.. Silahkan kau saksikan itu dari surga Marsha! Adakah pesan terakhir?” Leo kembali menampilkan senyum jahat diujung kalimatnya.


\=\=\=\=\=\=\=


Ethan dan kedua sahabatnya mengendarai mobil yang sama.


“Hei Than, siapa gadis cantik yang bersama Ferdo itu? Aku sangat penasaran.” Tomi Okusima bertanya dengan wajah penasaran. Ya.. tadi mereka sempat bertemu Ferdo dan Melina di salah satu titik tempat target, walaupun tidak menemukan apa-apa.


“Kenapa kau bertanya padaku?”


“Bukankah kau suka perempuan cantik? Kau tidak tertarik?”


Memang, semua orang tahu, eh ralat, para sahabatnya tahu bahwa Ethan menyukai perempuan cantik. Teman wanita yang sering menjadi gandengannya pun pastilah mereka yang cantik maksimal (rupanya). Akan tetapi, tak ada satupun dari mereka yang berhasil mendapatkan hatinya, tak pernah sekalipun pria itu memiliki pacar. Padahal.. banyak dari lingkungan para artis dan yang berasal dari relasi bisnisnya, yang siap mengantri untuk menjadi pendamping seorang Ethan EL-Yared. Sederhana saja, tekadnya adalah menunggu seorang Marsha Agatha yang adalah cinta pertamanya.


“Aku tidak tertarik padanya. Dia adalah salah satu penggemarku!” Ethan menjawab sekenanya, sambil terus fokus menyetir.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


“Keinginan terakhirku? Tolong tutup tubuhku dengan benar. Aku tidak ingin ada orang lain lagi yang melihat bekas luka ini. Pinjamkan aku jaketmu. Kau harus bertanggung jawab karena telah merusak bajuku!”


Bruaaak!


Pintu terbuka tiba-tiba, seketika itu pula lampu kembali dimatikan, hanya menyisakan satu lampu yang menyala diatas Nagea.


Posisi Marsha saat ini, duduk dikursi dalam kegelapan dan kedua tangannya diikat tali.


"Nageaa?.."


Rasanya sulit mempercayai apa yang dilihatnya ini. Begitu menggebrak pintu, orang pertama yang dilihatnya bukanlah Marsha, melainkan Nagea, istrinya.


Nagea tak bergeming sama sekali, karena masih dalam pengaruh obat bius. Tak ingin banyak membuang waktu, Jerry berlari kearahnya. Namun..


bugghhh.


Jerry terjatuh.


Sesuatu menghantam punggung belakangnya dengan sangat kuat. Jerry tak tahu siapa yang memukulnya, karena tempat ini gelap, satu-satunya cahaya kecil hanya menyoroti Nagea yang tertidur dalam posisi duduk dengan kedua tangannya masih diikat ke belakang.


Belum sempat berdiri, BUGH.. hantaman kembali ia terima, dan kali ini tepat mengenai bagian kepalanya.


"Kak Jerr!" Terdengar suara seseorang memanggil. Jerry sangat sadar ini bukanlah suara istrinya, itu artinya pasti suara Marsha.


"Kak Jeerrrr!" kini terdengar tangisan Marsha..


"Jangan memukul kakakku"


Jerry memang menguasai ilmu bela diri dengan baik, tapi itu bukanlah ilmu hitam. Disaat lawan menyerangnya dalam kegelapan tentu saja ia tak dapat melihat. Belum lagi rasa sakit yang ada di kepalanya akibat hantaman keras itu. Jika saja tidak mengingat akan Nagea dan Marsha, Jerry pasti sudah pasrah.


Ia tidak memperdulikan siapa yang menyerangnya. Dengan sisa –sisa tenaganya ia menghampiri Nagea.


“Nagea... kenapa kamu seperti ini sayang.. bangun..”

__ADS_1


Cltek.


Lampu kembali dinyalakan.


“Ternyata kau lebih memilih istrimu daripada adikmu ini Jerry Barata?”


“Leo?... Jadi ini ulahmu?.. kau yang menyebabkan kekacauan dalam hidupku??” Jerry benar-benar tak meyangka bahwa ternyata Leo menyimpan dendam padanya sejauh ini.


Jerry lalu menarik napasnya dalam. “Jadi apa maumu sekarang?.. setelah mengacaukan hidupku, apa yang kau inginkan?”


“Aku hanya ingin kau terlihat susah. Kau pilih saja Jerry, istrimu itu atau.. adikmu ini? Siapa yang kau relakan?”


“Pilihan apa itu? Kau pikir aku akan melepaskan salah satunya?”


.


“Jangan bergerak.” Angkat tangan.


Polisi akhirnya tiba juga walaupun hampir terlambat. Beberapa detik kemudian muncul pula Melina dan 4 sahabat itu.


“Fania...” Melina berlari kearah sahabatnya yang sedang dalam keadaan terancam. Ia bahkan tidak bisa melihat bahaya yang begitu nyata di depannya.


“Fania?” Ethan tak kalah terkaget mengetahui Fania, berada di tempat menakutkan ini.


"Ethan, gadis itu sangat cantik" bisik Tomi yang benar-benar tidak bisa membaca situasi genting, sempat-sempatnya memuji Fania.


DORRR.


"Tetap diam di tempat. Tidak ada yang boleh bergerak." Polisi memberi peringatan.


Stop, Melina pun, berhenti.


"Aiiizzh..dasar gadis ceroboh." dumel Ferdo, merasa geregetan pada Melina.


Tiba-tiba...


Jleb...


Lampu dimatikan.


"Nyalakan lampunya" perintah detektif dengan suara lantang, dengan segera Atnaf, sahabat Ferdo itu mencari saklar. 5 detik kemudian, lampu kembali menyala, namun....


"Marshaaa... Shaaa..." Jerry panik karena adik perempuannya itu kini berada di dekatnya dalam keadaan berdarah.. sebuah pisau telah tertikam di perutnya.


Atas insiden itu, maka terjadilah aksi tembak dan pukul memukul antara pasukan Leo yang tidak seberapa banyak dan pasukan polisi yang kian bertambah. ketiga sahabat Ferdo itu pun, ikut turun tangan mengikuti pergerakan Ferdo.


Pada akhirnya, Loe dan anak buahnya itu, berhasil dilumpuhkan, dan kini mereka digiring ke kantor polisi.


"Sha...." Jerry mengelus wajah Marsha yang kini sedang menatapnya dengan tersenyum. Melina dan yang lain pun ikut mendekat.


"Kak--kak!"


"Sssuuuut! Jangan bicara apapun.. Marsha.. kita akan ke rumah sakit oke,,"


"Marsha? Kenapa Fania jadi Marsha?" Ethan bertanya dalam keheningan. Ia menatap lurus gadis yang selalu menguasai hati dan pikirannya itu.


Tidak ada jawaban, yang pasti adalah.. Fania yang dia sukai itu ternyata adalah Marsha. Tapi bukan itu yang terpenting sekarang, karena Marsha sedang sekarat.


Kini mereka dalam perjalanan ke Rumah Sakit.


"Sha.. yang kuat yah.. ayo kita ketemu Mamah" Ferdo mendekap tubuh adiknya itu, berharap memberikannya ketenangan agar tidak merasakan sakit.


.


Bersambung..


Trima kasih telah membaca gaess..


Actionnya cuma segitu thor? 🤔🤔🤔

__ADS_1


Hehe. iya!😊


__ADS_2