
"Apa sih senyum - senyum," Nagea kekueh masih mengaktifkan mode judesnya.
Saat ini, dirinya sedang mengoles salep untuk mengobati lepuhan pada lengan suaminya. Bukannya mengucapkan terima kasih, Jerry malah senyum-senyum sendiri menatap wajah jutek istrinya.
"Jangan GR. Aku lakukan ini karena bertanggungjawab sudah lukain tangan kamu."
"Sayang, makasih ya!" akhirnya pria itu tau diri juga.
"Sudah. Kamu boleh pulang sekarang"
"Pulang? Nage, aku baru datang dan kamu suru pulang?"
"Tau ah, terserah kamu. Aku mau keluar."
"Keluar? Keluar kemana Nage?"
"Ya aku mau jalan-jalan lah, kamu ga perlu ikut campur."
Nagea berjalan menuju kamarnya dan beberapa menit kemudian dia keluar lagi setelah mengganti baju dan mengambil slingbagnya.
Wanita itu dengan santainya melewati suaminya, yang sedang memandangnya heran. Seperti tidak menganggap keberadaannya.
'Luar biasa. bukankah seorang istri harus hormat kepada suami? Lalu kenapa istriku tidak? Sepertinya aturan itu tidak berlaku untuknya.' gerutu Jerry, dalam hati.
"Tolong antar saya ke mall sebelah pak." pinta Nagea pada supir.
\=\=\=\=\=\=
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Melina kini bersiap untuk mengakhiri magang hari pertamanya.
Saat melewati pintu keluar bersama dua temannya yang juga magang, Ia dapat mengenali seseorang yang mungkin saja sedang menunggunya.
'Idiiih, rajin banget si, apa dia ga ada pekerjaan? Sudah ngantar, eh jemput lagi'
"Sore sayang." sapa Ferdo dengan senyum tampannya.
Melina pun mengajak kedua temannya menghampiri Ferdo, untuk menjawab segala kekepoan yang ada di kepala mereka.
"Kenalin nih, dua teman aku. Kita sama-sama magang disini"
"Oh, ya... saya Ferdo, pacarnya Melina."
"Hai kak, saya Hanny,"
"Hallo kak, saya Meggi"
Setelah berkenalan, mereka pun berpisah.
Di dalam mobil.
"Sayang, gimana hari pertama magangnya? Capek yah?"
"Hmmmm. Lumayan, kenapa kamu gak bilang kalau pemilik Rumah Sakit itu, bapak kamu?"
"Yah? Oh, aku rasa, kamu cukup tahu sendiri. Kenapa? Papa kejam sama kamu?"
"Hah? Oh, bukan. Tapi, seenggaknya kasih tau aja, biar aku tau."
"Iya, iya... maaf Mel" mengelus rambut Melina.
__ADS_1
"Ya udah, antar aku pulang ke tempatku dulu ya,"
"Lah. Mau ngapain sayang?"
"Aku lapar. Jadi mau makan."
"Lah ... kan dirumah aku juga banyak makanan sayang,"
"Hmm." Melina tersenyum. "Setelah makan, aku pengen tidur beristirahat. Aku malu lah, makan tidur dirumah kamu. Sudah Numpang juga," tutur Melina, yangmana membuat Ferdo terkikik.
"Kamu tu lucu yah, mau kamu makan tidur, atau tidur makan di rumah aku, gak masalah kali sayang."
"Ya, kamunya ga masalah. Tapi, aku ga enak dengan orangtua kamu."
Ferdo hanya menggeleng tak habis pikir dengan Melina. Terlalu banyak perasaan tidak enaknya.
Pria itu memanggil seseorang melalui ponsel miliknya. Ia terdengar meminta seseorang itu untuk memesan makanan sehat dan enak. Sepertinya ia ingin makan di kantor.
"Eh, eh, kita mau kemana?" tanya Melina, ketika Ferdo putar balik arah. "No komen ya sayang, kita ke kantor aku aja."
"Nngapain?
"Makan lalu kamu bisa istirahat."
"Laah, aku kan minta diantar ke tempatku aja!"
"Dengar Mel, kalau ke tempatmu, kamu harus memasak dulu baru makan. Kapan istirahatnya? Kalau aku antar ke rumah aku, paling nanti kamu ga bisa istirahat juga. Marsha pasti ngajak ngobrol. Jadi tempat yang paling tepat ya ... kntor aku, bukankah itu ide bagus? Aku pintar kan?"
"Terserah kamu deh, tapi mau makan apa?"
"Tenang aja sayang, yang jelas makanan yang enak."
"Truus, kenapa kamu ga tanya aku maunya makan apa?"
"iiiih, nyebeelin. Kamu anggap aku omnivora?"
"Bukann, kamu calon istriku"
"Sssshh.. gombal"
.
Tiba di ruang kerja Ferdo yang super nyaman. Melina langsung saja menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa.
Ferdo mendekati Melina, duduk disebelah gadis itu.
'Apa ini? Aku jadi curiga. Mau apa dia?'
"Sayang,"
"Hmmm?" Melina menoleh.
Ferdo mengambil satu tangan Melina dan membalas tatapan gadis itu. "Terima kasih yah, kamu ... sudah jaga adikku selama ini."
"Ya ampun, itu lagi? Sudahlah... itu sudah berlalu"
\=\=\=\=\=
Jerry sedang berada di kamar Nagea, sesuai dengan permintaan mertuanya. Pria itu hanya sendirian karena Nagea belumm pulang dari yang katanya jalan-jalan.
__ADS_1
Drrrt drrrt drrrrt.
Mama memanggil.
Jerry: "Halo Mah!" dengan nada kurang bersemangat.
Mama: "Sayang, gimana kabar kamu? Istrimu?"
Jerry: "Aku sehat mah. Istriku juga sehat."
Mama: "Bagaimana sayang? Apa istrimu belum baikin kamu?"
Terlihat pria itu menarik dalam napasnya sebelum menjawab ibunya.
Jerry: "Ma ... sepertinya,... aku belum bisa segera, bawa dia pulang. Maaf ya Ma, karena aku ... bukan suami yang baik untuk menantu mama." Jerry dapat merasakan sesuatu yang hangat mengalir dari kelopak matanya. Dengan segera pria itu menghapusnya.
Dengan naluri seorang ibu, mama Fema paham akan suara putra sulungnya yang bergetar, seperti ingin menangis.
Mama: "Ya sayang, jangan putus asa. Mama percaya, kamu bisa bahagia dengan dia. Jangan menyerah, jangan sedih. Kamu harus kuat sebagai suami. Buktikan ketulusan kamu, jangan cengeng, jangan merengek. Bisa kan sayang?"
Jerry: "Iya ma." menjawab sebisanya.
Setelah mama mengakhiri telpon, pria itu kini benar-benar terisak. Menangis dalam diam di kamar itu.
Tanpa pria itu sadari, Nagea sedang menyaksikan hal menyedihkan itu, karena sudah tiba dari tadi, namun menghentikan langkahnya, berdiri di luar kamar.
Nagea mengusap dadanya yang terasa sesak. Ada perasaan sedih saat suaminya terlihat sedih seperti itu.
.
.
Bersambung.
Readers: Thorrr.. kenapa baru up? Kurang sehat yah?
Othor Centes: Maaf, ada beberapa alasan cinta:
othor lagi banyak kerjaan. Maklum, kerjaan othor di dunia nyata sebagai cikgu, menuntut othor menyelesaikan koreksian US para murid kelas 6🥰
Othor lg garap Novel baru dan sudah up 7 bab.ðŸ¤
Level kita yg bulan lalu 8, bulan ini diturunin ke 6. Othor sad banget. Ga tau kenapa sistem tega banget, padahal persentase cerita ini tu terbilang tinggi banget daripada Novel pertama othor, (si Hate you miss you).☺
__ADS_1
Sekian info dari othor ya gess.. tetaplah sehat dan bersemangat.🥰.
Besok, othor ga up dulu yah, 😊