
"Mel, kok belakangan ini kamu terlihat murung?" tanya Marsha kepada sahabatnya itu.
Keduanya menempati kamar yang sama di hotel tempat diselenggarakan pernikahan bang Jerry yang baru saja selesai.
"Apa aku memang terlihat seperti itu?"Tanya Melina kemabali.
"Iya. Aku merasa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu. Aku juga merasa terganggu memikirkannya."
"Sha, memang belakangan ini aku mendengar berita yang tidak menyenangkan."
Melina pun menceritakan semua tentang kondisinya. Terlihat air mata kembali mengalir di pipinya tatkala mengingat hal yang ditakutinya itu.
"Mel, maaf, aku tidak tahu kamu sedang sesedih ini. Dengan teganya aku selalu tersenyum setiap hari sejak operasi plastik itu dinyatakan berhasil."
Marsha memeluk sahabatnya itu dengan sayangnya.
"Tak apa Sha, aku akan berusaha menerima ini dengan baik."
"Iya, aku tahu kamu manusia yang kuat Mel, kamu bisa."
"Sha, bisa kah aku minta sesuatu?"
"Apa itu? Apapun, aku akan menurutimu Mel,"
Mereka pun melepas pelukan.
"Sha, seandainya kalau nanti orang tua kamu mengetahui keadaan aku, trus mereka keberatan akan hubungan kakakmu denganku, tolong beritahu aku yah, setidaknya, aku bisa bersikap tahu diri di depan mereka."
"Apa maksudmu? Mama sama papa sangat menyukaimu. Jangan berhayal yang aneh-aneh Mel,"
........
Sementara di kamar lain.
Pasangan yang baru saja dinikahkan lagi itu, sepertinya sangat kelelahan karena banyaknya tamu undangan.
"Kamu mandilah. Aku akan langsung istirahat."
"Mandi bersama sayang. Ayo, biar aku bantu."
"Aaaaa, tapi aku sudah tidak bertenaga kak Jerr."
"Kak Jerr lagi? Harus berapa kali aku bilang, jangan memanggilku begitu." Protes Jerry.
"Aku tidak terbiasa dengan panggilan lain." Nagea memanyunkan bibirnya.
"Ya dibiasakanlah sayang, kayak aku, aku santai saja panggil kamu sayang," pria itu mulai melepaskan pakaiannya.
__ADS_1
"Eh? Kak Jerr mau apa? Kok lepas pakaian disini?"
"Tentu saja ingin melakukan malam pertama dengan istriku"
"Iya... tap-tapi, kita sudah melakukan malam pertama."
"Tapi sudah lebih dari satu minggu kita tidak melakukannya sayang, aku sangat merindukanmu."
"Benarkah?" Wajah Nagea menampilkan senyum. "Aku juga sangat merindukan kak Jerr"
"Berhentilah memanggilku kak Jerr. Memangnya kamu Marsha? Kamu itu istriku. Banyak pilihan kata sayang lainnya. hemm?" Semakin mendekati istrinya.
"Ok-oke, kalau gitu papi?"
"Papi? Hei ... kita bahkan belum punya anak"
"Hehehe. Ya sudah, cinta aja."
"Cinta? Itu terdengar menarik. Oke Cinta, ayo mandi" menggendong paksa istrinya.
.......
Pagi harinya, waktu Thailand.
Keluarga Barata berkumpul di restaurant hotel untuk sarapan bersama.
"Ma, kenapa mereka sangat lama? Aku sudah lapar" oceh, Abner.
"Sabarlah boy. Nah. itu mereka datang."
Terlihat Ferdo dan Marsha memasuki restaurant bersama pasangan mereka masing-masing. sudah pasti saling gandengan.
"Pagi Mah, Pah!" Ferdo mewakili semuanya.
"Selamat pagi juga untuk kalian. Duduklah. Kita tunggu abang kalian."
"Bang, kak Marsha. perasaan, yang baru menikah itu bang Jerr sama istrinya, tapi ... kenapa kalian berempat yang terlihat seperti pengantin baru?" celetuk ABG itu.
"Eh, bocah. Berhenti meledek. Apa kau mau aku stop mentransfer uang jajan ke akunmu?" ketus Ferdo.
Perkataan Ferdo sontak membuat papa mama menatap tak percaya si bontot.
"Terserah bang jika kau harus pelit. Lagi pula sebentar lagi aku punya abang ipar yang jauh lebih sultan." Melirik Ethan dengan tersenyum penuh maksud.
Ethan hanya membenarkan perkataan bocah itu dalam hati.
"Abner, kau sangat tidak sopan. Jangan mempermalukanku"
__ADS_1
"Santailah kak Marsha, kak Ethan juga tidak keberatan. Kami sudah membahasnya. Iya kan kakak ipar?" menaik turunkan kedua alisnya.
"Aaakkkkh, aduh sakit." Tiba-tiba telinga Abner mendapat jeweran tangan mama yang duduk disampingnya.
"Rasakan itu bocah, jangan di lepas Mah," ucap Marsha dan kak Ferdo, sembari tertawa.
"Abner, kamu tuh nakal yah, bukankah setiap hari kamu mendapatkan jatah uang jajan dari Mama?"
"Iya, iya, tapi itu terlalu sedikit. Lepas dulu Mah, sakit." mama pun melepaskan telinga anaknya itu.
"Boy, kenapa kau jadi pemeras? untuk apa itu semua?"
"Emmm anu Pah, untuk traktir teman-temanku."
"Begitu? Apa semua temanmu terlihat sangat miskin?"
"Aku suka saja Pah, biar semua teman menyukaiku."
"Oh, jadi begitu. Jadi semua teman sekelasmu terlihat menyukaimu?"
"Tentu saja Pah,"
"Kenapa kau berpikir untuk mentraktir semua temanmu agar disukai?"
"Karena aku siswa terpintar di kelasku Pah. beberapa dari mereka terlihat kecewa karena tidak bisa menyaingiku. Jadi aku berusaha membuat mereka senang. Simple kan Pah?"
"Selamat pagi semuanya."
Pengantin baru itu menghampiri keluarga besarnya.
"Nah, yang kita tunggu sudah datang. Duduk bang, aku sudah sangat lapar."
"Iya Abner, kau terlihat sangat bersemangat pagi ini. Apa kau sedang happy?"
"Ah, iya. Aku hanya merasa bahagia untuk kalian berdua kak,"
"Baiklah, terima kasih Abner! Aku mengerti maksudmu."
Jerry dan Nagea pun duduk bersebelahan.
.
.
Demikian untuk part ini😊
Selamat menikmati hari ini guys.
__ADS_1