Perjodohan Janda Duda

Perjodohan Janda Duda
13 Tahun Kemudian


__ADS_3

13 Tahun Kemudian.


Tahun-tahun berlalu dengan begitu cepat. Telah banyak yang berubah. Termasuk, keluarga Barata. Kesedihan mendalam yang dirasakan setelah menghilangnya Marsha, berangsur sirna seiring berjalannya waktu.


Fema telah belajar mengikhlaskan kepergian anaknya itu meskipun dengan cara tak wajar. Hanya itu satu-satunya cara yang bisa dilakukan agar tidak larut dalam keterpurukan, meskipun hati kecil selalu mengharapkan sesuatu yang mustahil dan bisa melihat anaknya itu lagi.


"Sha... kalau sudah capek diluar sana, pulang ya nak, mama masih menunggumu"


Ditempat lain.


Juan sedang duduk diatas kursi kebesarannya. Kini pria itu tidak lagi merangkap sebagai dokter bedah di rumah sakitnya, ia hanya bertindak sebagai seorang pemimpin dari rumah sakit ini.


Ditangannya ia sedang memegang sebuah bingkai foto yang di dalamnya gambar seorang gadis kecil. Ditatapnya gambar gadis yang sedang tersenyum itu dan tanpa terasa air matanya lagi-lagi menetes.


Kerap kali papa Juan melihat ke arah pintu ruang kerjanya ingin melihat pintu itu terbuka dan menghadirkan Marsha kecil yang selalu mampir ke kantornya sepulang sekolah. Karena itulah yang dulu selalu terjadi.


Walaupun status mereka hanya sebagai ayah dan putri sambung, Juan dan Marsha merasa bahwa hubungan mereka layaknya ayah dan anak kandung.


"Sha... dimana kamu sayang?... Dulu kamu janji ketika sudah besar akan menggantikan posisi papa di kursi ini. Kamu bilang akan menjadi dokter seperti papa.. tapi kenapa, Marsha tidak datang lagi main ke kantor papa?"


Ferdo Barata.


Kini, remaja itu sudah menjelma menjadi seorang pria tampan yang telah dewasa tentunya. Saat ini, ia memasuki usia 27 tahun. Ia dan kak Jerry sama-sama menjabat sebagai pemimpin pada bisnis perhotelan yang diwarisi oleh sang kakek yang kini sudah tua.



(Visual Ferdo)✌


Untuk kesekian kalinya dalam 13 tahun terakhir ini, Ferdo kembali memasuki kamar adik perempuannya yang entah dimana berada.


"Sha.. kapan kamu pulang? Kakak merindukanmu.. pulanglah.. kakak tidak akan lagi mengomelimu seperti dulu. Sha.. apa kau makan dengan benar diluar sana?" Ferdo kembali menitikkan airmata.

__ADS_1


\===


Jerry Barata.



(Jangan marah ya Oppa Suho)


Pria itu kini berusia 29th dan masih single. Ia tumbuh menjadi seseorang yang hidup dalam kekelaman. Apa banyak wanita yang menggilainya? Tentu saja.


Dunia malam, pergaulan bebas dengan wanita-wanita yang berbeda. Demikianlah cara Jerry bersenang-senang, tanpa diketahui oleh kedua orang tuanya. Pria itu sangat pintar menyembunyikan kelakuan buruknya.


Dilingkungan keluarganya dia menjadi seorang anak yang terlihat patuh dan sangat menyayangi keluarga, terlebih lagi mama. Dia sangat dekat dengan mamanya itu seperti seorang anak manja yang sampai sekarangpun masih merengek dibuatkan susu hangat sebelum tidur. Akan tetapi, di dunia luarnya, dia akan menjelma menjadi seorang penjahat tak punya perasaan.


Semua itu berawal dari kepergian Nagea. Wanita yang masih di carinya sampai saat ini. Entah kemana perginya Nagea, Wanita itu berhasil lolos dari kendali Jerry Barata 5 tahun lalu.


Memangnya apa hubungan mereka? Tidak ada yang spesial. Mereka tidak terikat dalam sebuah hubungan manis. Nagea dan Jerry hanya terikat dalam ikatan perasaan marah.


Nagea Feronica



"Hai.. apa kabarmu kak Jerry? Kuharap kau sudah melupakan kemarahanmu padaku. Aku sudah tidak tahan untuk bersembunyi di negara asing ini. Jika aku kembali ke Tanah Air, apa kau akan menemukanku lagi? Tidak. Jangan. Kuharap kita sudah tidak saling mengenal."


Nagea rela terpisah dari kedua orangtuanya untuk menyelamatkan diri dari kendali Jerry. Tanpa melibatkan keluarga. Sebenarnya sangat mudah bagi Nagea untuk meminta bantuan kedua orangtuanya agar terbebas dari seorang Jerry Barata, akan tetapi, gadis itu tidak ingin kedua orangtuanya tahu apa yang sebenarnya ia alami.


Sepengetahuan kedua orangtua Nagea, anak gadisnya itu hanya ingin hidup mandiri. Tak jarang mereka bertemu. Nagea selalu mendatangi kedua orangtuanya di negara yang mereka tinggali, dan tentunya bukan di Indonesia.


Ethan EL-Yared.


__ADS_1


(maaf Than.. mama pake nama kamu dalam cerita ini)🤭


Pria tampan dengan banyak bakat itu kini menjadi seorang pimpinan di perusahaan yang bergerak di bidang Funiture, mengantikan posisi sang ayah. Selain itu ia juga merambah ke dunia hiburan sebagai seorang penyanyi solo. Tak jarang juga dia sendiri yang menjadi model iklan dari produk yang di keluarkan oleh perusahannya sendiri.


Sebenarnya, pria itu lebih tertarik dengan dunia keartisannya daripada posisi tertinggi di perusahaan. Akan tetapi, sebangai penerus satu-satunya dalam keluarga, pria itu mau tidak mau harus tahu diri.


Ketertarikan Ethan menjadi artis juga karena alasan si adik cantik, Marsha. Kali saja, Marsha bisa melihatnya dari kejauhan dan akan kembali lagi menjadi milik keluarganya dan bahkan menjadi kekasihnya mungkin? (catat: asalkan gadis kecil itu tumbuh menjadi wanita cantik). Itulah harapan kecil seorang Ethan EL-Yared. (duh, canggung banget nulis nama anak sendiri).


Club Malam.


Ferdo, Ethan dan ketiga sahabat mereka. Sebut saja nama yang lainnya yaitu (Arnav yang berdarah Indo-India, Tomi Ukusima yang bercampur keturunan Jepang dan Galih seorang asli Indonesia).


kelima sahabat itu sedang menikmati sedikit minuman beralkohol di Club malam milik mereka berlima. Ya.. Tempat hiburan yang tergolong elit itu adalah hasil dari patungan kelima sahabat itu.


"Than.. jangan terlalu banyak minum ini, nanti kualitas suaramu jadi jelek." Galih mulai mengingatkan, sebagai bentuk perhatianya kepada penyanyi tampan itu.


"Tenang saja Gal... aku tidak minum sampai mabok seperti dua makhluk ini" jawab Ethan, menunjuk Arnav dan Tomi.


Dasar memang, Arnav dan Tomi, baru minum seteguk saja sudah ngelantur bicaranya. Kedua orang itu memang bukan tipe peminum seperti kebanyakan lelaki.


Setelah puas membicarakan banyak hal, kelima orang itu memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


Tak ada seorangpun diantara kelimanya menyadari bahwa kebersamaan mereka sedang di perhatikan oleh seseorang.


"Kakak... lihatlah ke arahku.."


.


.


Bersambung ges......

__ADS_1


__ADS_2