
Happy Reading❤️
"Loh, ga jadi mampir kerumah ku Khansa?"
Karena tiba di halaman rumah Fitria, Khansa tidak turun dari mobilnya.
"Aku berubah pikiran Fit, terakhir aku meninggalkan rumah tanpa izin. Abah dan Umi tiada, aku tak mau jatuh pada kesalahan yang sama dua kali." Wajah sedih Khansa begitu kentara.
"Baiklah, hati-hati ya beb. Aku mencintaimu."
Teriak Fitria.
"Maaf aku tidak mencintaimu. Masa jeruk makan jeruk, hahahaha. Assalamualaikum."
Pamit Khansa.
"Wa'alaikumsalam."
Khansa mengemudikan mobilnya dengan pikiran berkecamuk menjadi satu.
**Aku tidak pernah meminta banyak darimu ya Rob sang pencipta semesta.
Jangankan untuk meminta banyak,
untuk sekadar mengasihani hamba mu yang hina ini saja, rasanya aku begitu malu.
Apa yang hendak kau ajarkan kepadaku ya Rob**.
Engkau sudah mengambil Abah dan Umi.
Aku sudah belajar apa itu arti kehilangan.
Engkau sudah membuat Aisyah kehilangan kedua kakinya, aku sudah belajar apa itu arti keikhlasan.
Dan Engkau sudah membuatku mengidap sakit ini selama berpuluh-puluh tahun, aku tak mengeluh.
Aku sudah belajar apa itu arti kata sabar pada diriku sendiri.
Bagian mana lagi yang harus aku pelajari?
Bahkan Engkau tak sedikit memberiku kebahagiaan.
Bugh!
Khansa memukul keras stir mobilnya.
Berusaha menyalurkan amarah yang membelenggunya sedari tadi.
Kebohongan demi kebohongan Ramadhan membuatnya begitu murka. Tapi ia bingung harus menyalurkan emosinya itu ke siapa.
Jam segini Ramadhan pasti belum pulang.
Saat bertemu beberapa lampu merah, Khansa baru teringat dengan ruang rahasianya.
30menit kemudian Khansa tiba dirumah.
Ia langsung membersihkan diri dan melaksanakan ibadah shalat Ashar.
Setelah merapikan beberapa bajunya Khansa keluar mencari sosok Aisyah.
Namun baru saja Khansa membuka pintu, ia terperanjat kaget. Karena Aisyah ternyata sudah menantinya di balik pintu.
"Assalamualaikum kak."
"Wa'alaikumsalam adikku."
"Apa kakak sibuk? Bolehkah kakak menemaniku ke taman? Aku ingin melihat bunga Anggrek yang pernah kita tanam bersama kak."
Khansa mencium kening adiknya itu,"Kenapa cerewet mu itu tak pernah berkurang? Tentu berlian hidupku Aisyah, jangankan ke taman. Aisyah meminta kemanapun, pasti kakak antar."
"Reza kemana Aisyah?"
"Sedang mengisi pengajian majlis taklim di desa sebelah kak."
"Wow, gerak cepat juga Reza dalam mengurus pondok ya Aisyah. Tak rugi kamu mau menikah dengannya. Hahahaha."
Selalu begitu kamu kak Khansa, pintar menyembunyikan luka hatimu dengan tawa palsu. Maafkan adikmu yang tak pernah bisa berbuat banyak untuk kebahagiaanmu kak.
Maafkan adikmu yang selalu menjadi beban dan sumber masalah untukmu. Batin Aisyah berlinang air mata.
"MasyaAllah kak, Anggreknya cantik-cantik warnanya." Mata kedua kakak adik itu berbinar, mereka tak menyangka jika anggrek yang mereka tanam akan rapi dan Indah seperti ini tumbuhnya.
"Assalamualaikum nak Khansa, nak Aisyah."
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam bi Sumi," Khansa dan Aisyah menyambut tangan bu Sumi lalu menciumnya.
"Maafkan bi Sumi ya nak, bu Sumi sempat lupa beberapa hari tidak menyiram tanaman Anggrek ini. Beruntung den Ramadhan ternyata merawat dan menyiram bunga-bunga anggrek ini setiap pagi."
"Wah alhamdulilah ya bi," Aisyah mencoba menimpali.
"Sepertinya cinta den Ramadhan terlihat begitu besar untuk nak Khansa. Lihatlah kebagian sini nak." Bi Sumi menunjukan tanda kepemilikan anggrek di setengah bagiannya. Disisi kanan tertulis milik Aisyah.
Disisi kiri milik Khansa ku, jika ingat aku siram aku ya. Aku juga butuh kasih sayang.
Asiyah tersenyum malu membaca tulisan kakak iparnya itu.
"Tenang saja bi Sumi, nanti pasti aku siram yang menulis dipapan itu beserta anggrek-anggreknya." Khansa begitu menekankan pada kata siram.
😯😁🤭
"Hehehe, kalau begitu bibi pamit mau mengerjakan yang lain juga ya nak."
"Nggeh bi."
Setelah memastikan bi Sumi pergi, Aisyah baru memulai percakapan.
"Kak Khansa, maafkan aku."
"Maaf untuk apa? Kamu tak melakukan kesalahan apapun adikku."
"Karena ulah Aisyah, jadi kakak harus menikah dengan kak Ramadhan. Orang yang sama sekali tidak kakak cintai." Satu tetes air mata keluar dari kelopak indah mata Aisyah.
Khansa bergegas menghapus air mata itu," Aisyah, cinta itu nanti akan muncul setelah terbiasa. Abah dan Umi dulu juga dijodohkan, buktinya hasil cintanya kita berdua keluar. Hehehe." Ucap Khansa santai.
Lagi-lagi kakak selalu pandai menutupi luka dengan senyumannya.
"Apa Aisyah bahagia menikah dengan Reza?"
Anggukan kecil jawabannya.
"Syukurlah, yang terpenting kamu bahagia. Nanti kakak pasti menyusul.
"Oia kak, kakak masih mempelajari kitab tafsir?"
"Masih Aisyah, tapi kakak selalu terkendala waktu untuk selesai dalam waktu cepat. Kakak masih belum bisa."
"Oiya kak, Aisyah harus mengisi kelas sebelum Maghrib hari ini. Tapi biar Asiyah sendiri yang jalan, tenang kak baterai penuh. Kakak siram saja dulu anggreknya sambil menunggu si penulis papan itu datang untuk disiram, hihihi." Kali ini Aisyah sudah pandai meledek.
"Ternyata adikku mulai nakal, ya sudah hati-hati. Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Ruangan yang menjadi saksi bisu Khansa belajar Kendo atau Dojo.
Kendo (剣道 kendō) adalah seni bela diri modern dari Jepang yang menggunakan pedang. Kendo berasal dari kata "ken (剣)" yang artinya "pedang", dan "dō (道)" yang artinya "jalan". Jadi arti kendo secara keseluruhan adalah suatu jalan/ proses disiplin diri yang membentuk suatu pribadi samurai yang pemberani dan loyal. Kendo menggabungkan unsur-unsur bela diri, seni dan olahraga.
Tanpa aba-aba Khansa langsung melakukan pemanasan, kali ini sasaran amukan kemarahannya adalah kerangka manusia dari anyaman bambu.
Teknik yang masih ia ingat semuanya, ia hantam kepada benda mati yang menjadi targetnya saat itu.
Tak berselang lama, sebuah tangan memegang tangannya dengan lembut namun kuat.
"Cukup Khansa, olahraga ini terlalu berat untuk luka diperut mu." Ternyata itu suara milik Ramadhan, orang yang telah membohonginya bertubi-tubi dan orang menjadi akar permasalahan dari emosi Khansa hari ini.
"Baiklah target sebenarnya sudah datang, pakai pakaian ini dan gunakan pedang ini (pedang palsu sebagai alat latihan)."
Brugh!
Khansa melemparkan baju dan pedang palsu itu kearah Ramadhan.
"Cepat! Hiyaaa!" Khansa seakan menyerang Ramadhan yang masih kaku berdiri, mengacungkan pedang palsu ke arah wajah Ramadhan.
Sreet! Khansa sedikit salah perhitungan mengikis jarak antara pedang palsunya dengan wajah suaminya itu.
Dengan cepat pipi Ramadhan telah mengalir darah segar, Ramadhan menyadari itu. Namun ia tetap mengacuhkannya.
"Jika melukaiku, bisa meredam seluruh amarahmu. Maka lakukanlah Khansa, lakukanlah. Bahkan jika saat ini kamu akan menghujamkan aku menggunakan pedang yang asli, aku ridho lillahita'ala."
Ucapan Ramadhan tadi justru menambah kemarahan istrinya. Makin menyiram bensin pada api yang sedang berkobar.
"Hyaaaaa'!!" Khansa kembali melayangkan serangan kearah Ramadhan, namun kali ini dengan sigap Ramadhan meraih pedang palsu yang telah berada didekatnya itu.
Ramadhan berusaha menahan serangan demi serangan yang dilancarkan istrinya itu.
"Demi Allah cukup Khansa! Aku tak mau terjadi apa-apa dengan mu, olahraga ini tidak cocok karena kamu memiliki luka di perut. Aku mohon Khansa DENGARKAN AKU KALI INI SAJA!" Ramadhan sudah uncontrol dengan emosi yang bercampur kekhawatirannya.
Dan benar saja, wanita didepannya itu terlihat mulai limbung.
__ADS_1
Dengan cekatan Ramadhan meraih tubuh Khansa, lalu Khansa tak sadarkan diri, kelelahan dalam pelukan Ramadhan.
...****************...
**A'uudzu billahi minas syaithanir rajiim
Artinya:
"Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk"
Doa tersebut berdasarkan dalam suatu hadits, Rasulullah bersabda:
"Sungguh, aku akan mengajari suatu kalimat, yang apabila ia mengucapkannya maka akan hilang apa yang ia dapatkan (marah). Jika ia membaca, 'Auudzubillahi minasy syaitaanir rajiim', niscaya hilanglah apa yang ia dapatkan." (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim).
Membaca doa ketika marah.
Rasulullah mengajarkan umatnya untuk membaca doa ketika marah. Dengan hati yang ingat kepada Allah, maka kemarahan yang tadinya meluap menjadi reda. Rasa kesal dan jengkel yang tadinya menguasai hati menjadi sirna, dan pikiran yang tadinya kacau menjadi terkontrol.
Allahummaghfirli dzanbi, wa adzhib ghaizha qalbi, wa ajirni minas syaithani
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan."
Menjaga lisan dengan diam.
Biasanya ketika sedang emosi, hal yang paling sulit untuk dikendalikan adalah perkataan. Oleh karena itu, apabila merasa emosi atau marah, sebaiknya lekaslah diam agar perkataan yang keluar dari mulut ketika sedang emosi tidak melukai hati orang lain. Dari Ibnu Abbas Ra, Rasulullah Saw bersabda:
"Jika kalian marah, diamlah." (HR. Ahmad)
Merubah posisi ketika marah.
Ketika sedang emosi atau marah, maka sebaiknya mengambil posisi yang lebih rendah. Ketika marah dengan posisi berdiri, maka duduklah. Dan jika marah dengan posisi duduk, maka berbaringlah. Hal ini sesuai hadits dari Abu Dzar Ra, Rasulullah Saw menasihatkan:
"Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur." (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Mengucap istighfar.
Ketika marah, perbanyaklah mengucap kalimat istighfar karena amalan istighfar dapat menenangkan hati dan pikiran sebagai alternatif cara mengendalikan emosi menurut Islam.
Berwudhu.
Ketika marah, maka berwudhulah. Hal ini dikarenakan salah satu fungsi air adalah untuk mematikan api, termasuk api setan yang berkobar dalam hati kita dan berwujud dalam rasa amarah. Dalam sebuah hadis dari Urwah As-Sa'di radhiyallahu 'anhu yang artinya:
"Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu." (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Berdzikir.
Berdzikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan kepada umat islam untuk dikerjakan kapanpun. Berdzikir ketika sedang emosi dapat membuat hati menjadi tenang. Dengan hati yang tenang, maka emosi pun dapat dikendalikan.
Mengingat keutamaan menjaga emosi.
Dalam suatu hadits, Rasulullah bersabda:
"Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki." (HR. Abu Daud, Tirmidzi)
Keutamaan menjaga emosi yaitu disenangi banyak orang, mudah dalam bergaul sesuai ajaran Islam, tidak mudah dipengaruhi atau dihasut, serta fisik dan mental menjadi lebih sehat. Ketika seseorang dapat mengingat keutamaan-keutamaan tersebut maka ia akan lebih bisa mengontrol emosinya.
Memaafkan.
Ketika marah dengan seseorang karena dikecewakan, disakiti dan lain sebagainya maka cara paling ampuh untuk mengurangi rasa marah tersebut yaitu dengan belajar memaafkan kesalahan orang lain yang dapat memicu emosi. Dalam Alquran surat Asy-Syuura ayat 37, Allah berfirman:
Wallaziina yajtanibuna kabaa'iral-ismi wal-fawaahisya wa izaa maa gadibu hum yagfirun
Artinya:
"Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf."
Introspeksi diri dan berpikir positif.
Introspeksi diri berarti merenungkan setiap perbuatan dan perkataan yang telah dilakukan. Selain intropeksi diri, selalu berpikir positif dalam menghadapi persoalan dan masalah juga menjadikan pikiran tenang. Sehingga dengan membiasakan diri melakukan intropeksi dan berpikir positif, akan menghindarkan diri dari perasaan mudah marah.
...**Cerbung...
...Hai semuanya!...
...Salam hangat dari penulis recehan, alias remahan rengginang yang masih gurih untuk jadi cemilan....
...Tolong tinggalkan jejak kalian disini ya, klik Like, comment dan Votenya. Mmm- Hadiahnya juga boleh kali ya....
...Jika berkenan jangan lupa untuk mampir juga di karyaku yang lainnya yang tak kalah serunya ya....
↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️
...~Terjebak Pernikahan Mr Bule Di Bali...
__ADS_1
...~Siapakah Jodohku?...
...~Obsesi Tingkat Tinggi**...