
Happy reading❤️
Brak! Pintu ruangan Boby di buka kasar oleh Ramadhan.
"Hm- si bos yang satu ini, apa cutinya udah cukup bos?" Ucap Boby basa-basi. Namun nasi sudah terlanjut sangat basi, Ramadhan sudah muak dengan perilaku Boby yang menikah tanpa memberitahunya dan terlebih lagi dia ghosting begitu saja kepada Fitria, sehingga membuat Fitria kalut dan mencoba mengakhiri hidup dengan menenggak Baygin cair.
Bugh! Ini pukulan untuk pria ghosting seperti kamu Boby!
Bugh! Ini pukulan karena kamu diam-diam menikah dengan Winda!
Bugh! Dan ini pukulan karena Fitria melakukan percobaan bunuh diri karena ulah-mu!
Ramadhan memukul dengan membabi buta tanpa ampun dan tanpa jeda.
Boby yang merasa jika dirinya benar-benar dalam posisi bersalah hanya bisa pasrah menerima setiap ayunan bogem mentah yang mendarat diwajahnya.
"Maafkan aku Ramadhan, aku juga tak sadar bisa tidur bersama dengan Winda malam itu! Dan tiba-tiba ada yang memberitahu orang tua Winda untuk datang ke hotel seakan-akan kami memang sudah disiapkan untuk di tangkap basah. Aku tak bisa berkutik Ramadhan, sebesar apapun cintaku kepada Fitria. Aku tetap harus mempertanggung jawabkan perbuatan ku. Aku harus menangkap pelaku yang sudah menjebak ku dan Winda segera Ramadhan!" Ungkap Boby dengan amarah dan kekecewaan yang teramat pada dirinya sendiri.
"Harusnya kamu minta maaf kepada Fitria, bukan aku! Dia dirumah sakit hampir meregang nyawa tadi pagi. Karena perbuatan teledor mu yang bahkan tidak bisa menjaga dirimu sendiri.
Cepat cari info siapa pemilik nomor ponsel ini, jika kita tau dia siapa- akan dengan mudah kita tau siapa pelaku yang sengaja berbuat ini kepadamu dan Fitria."
Ramadhan menyodorkan nomor orang yang mengirim foto-foto pernikahan Boby dengan Winda kepada Fitria.
Seketika mata bulat milik Boby membulat, nomor itu ternyata sama dengan nomor yang memberi tahu kepada orang tua Winda untuk menangkap basah Boby dan Winda di hotel malam itu.
Dan setelah ia pastikan lagi, ternyata nomor itu juga yang menginformasikan kepadanya dan Winda untuk segera datang ke Hotel yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas dari Billar yang langsung ditunggu oleh pusat.
"Bodoh! Kenapa kamu tidak konfirmasi dulu kepadaku jika ada misi!" Ramadhan berdecak kesal karena kebodohan hakiki yang diperbuat Boby.
"Aku pikir kamu sedang berbulan manis bersama Khansa, pak Cipto bilang ia habis mengambil mobil yang kamu tinggalkan disekitar pantai karena telah memakai mobil istrimu."
Ramadhan terdiam sejenak, karena keadaan itu benar adanya. "Ya sudah, gerak cepat. Segera cari informasi pemilik nomor itu!"
...****************...
Khansa yang merasa begitu lega alias plong karena seperti baru saja merasakan sensasi keluar dari kandang harimau yang lapar. Cemas, gelisah dan rasa dag dig dug jadi satu. Menghadapi Hilal seorang diri, bagaikan tengah bersiap menghadapi ujian SNMPTN dulu.
"Are you okey dok?" Tanya Hafiz sedari tadi mengamati Khansa yang terlihat begitu lelah.
"Im fine," Sebentar lagi adzan penanda masuk waktu shalat ashar, bagaimana kalau kita segera ke masjid bersama lalu baru ke rumah sakit tempat Fitria dirawat Hafiz? Apa kamu mau ikut menjenguknya?"
"Dokter Khansa, saran saya lebih baik anda pulang terlebih dahulu. Makan, mandi, shalat ashar baru ke rumah sakit. Jangan sampai anda juga jatuh sakit karena kelelahan. Biara saya langsung ke masjid sendiri lalu ke rumah sakit menjenguk Fitria terlebih dahulu."
"Apa kamu yakin? Kenapa seakan kamu sudah tahu jika Fitria dirumah sakit mana? Aku bahkan belum menceritakannya kepadamu." Daya ingat Khansa memang sudah tidak diragukan lagi.
"Mira yang menceritakan semuanya kepadaku, untuk siapa Hilal juga aku sudah tahu." Wajah Hafiz melengos kesal.
"Dari siapa?" Khansa seolah tak percaya.
"Dari sini," Hafiz menunjukan ponselnya yang berlatar belakang gelap dan sekilas terlihat rentetan tulisan berderet panjang tanpa spasi.
"Percaya deh, babang hacker gitu lo. Ya sudah, aku pulang dulu ya Hafiz, bye-bye Mira. Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam," Jawab serentak Hafiz dan Mira.
Tanpa berkedip barang sedetik, Hafiz tetap setia memandangi punggung wanita cantik itu berjalan, perlahan menghilang dibalik pintu mobilnya.
"Jangan terlalu dalam memandang dokter Khansa, Hafiz. Sudah ada yang punya takutnya nanti patah hati nyusul kaya Fitria lagi." Celoteh Mira yang sadar akan tatapan yang begitu dalam dari sorot netra Hafiz menanti Khansa berjalan, menjauh, lalu hilang dari arah pandangnya.
"Iya Mira, aku udah tahu kok. Aku pamit juga ya bye."
"Bye,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jarak masjid dari lokasi klinik milik Khansa tak terlalu jauh, hanya 5 menit saja. Hafiz melajukan motornya dengan kecepatan sedang lalu menghentikan sepeda motornya pada lahan parkir disebelah masjid yang sudah disediakan.
Hafiz langsung mengambil air wudhu lalu bergegas melaksanakan shalat Tahiyyatul Masjid.
Kalian pasti sering atau bahkan pernah sekadar mendengar tentang shalat Sunnah yang satu ini
kan?
Khusus pada bab ini, ingin aku ulik agak lebih detail ya. Agar kita semua menjadi sedikit lebih tahu dengan istimewa shalat sunah yang satu ini
__ADS_1
Shalat sunah ini sangat disunnahkan dikerjakan saat seseorang masuk masjid sebelum duduk.
Bagaimana cara sholat tahiyatul masjid?
Tentu ini merupakan pertanyaan yang wajar bukan?
Tahiyyatul masjid artinya menghormati masjid. Cara menghormatinya adalah kalau kita masuk masjid maka kita sholat sebelum kita duduk.
Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda:
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ
Artinya: "Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, hendaklah sholat dua rakaat sebelum duduk," (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Sholat tahiyatul masjid disunahkan dua rakaat sebelum duduk. Kesunahan sholat sunah tahiyatul masjid hilang ketika masuk masjid langsung duduk, baik lama ataupun hanya sebentar ya.
Kalau lupa atau tidak tahu dibolehkan langsung berdiri mengerjakan shalat sunah tahiyatul masjid, dengan syarat duduknya tidak terlalu lama.
Sekarang kita coba beralih pada niat shalatnya terlebih dahulu.
Niat Sholat Tahiyatul Masjid
Adapun niat sholat tahiyatul masjid, sebenarnya sah saja jika dicukupkan dengan usholli (Aku berniat shalat).
Sebagaimana shalat sunnah mutlak. Namun boleh juga dengan menyebutkan niat secara lengkap, seperti berikut.
اُصَلِّى سُنَّةً تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan tahiyyatal masjidi rok'ataini lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Saya niat shalat tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah ta'ala"
Bagaimana sholat tahiyatul masjid ketika mau sholat Jumat?
جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ, فَجَلَسَ. فَقَالَ لَهُ: يَا سُلَيْكُ قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا! ثُمَّ قَالَ: إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا
Artinya:
Sulaik Al-Ghathafani datang pada hari Jumat, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang berkhutbah, dia pun duduk. Maka Beliau langsung bertanya padanya, "Wahai Sulaik, bangun dan shalatlah dua rakaat, kerjakanlah dengan ringan." Kemudian Beliau bersabda, "Jika salah seorang dari kalian datang pada hari Jumat, sedangkan imam sedang berkhutbah, maka hendaklah dia shalat dua rakaat, dan hendaknya dia mengerjakannya dengan ringan." (HR. Al-Bukhari no. 49 dan Muslim no. 875).
Hikmah apa si tang kita bisa dapat dari sholat tahiyatul masjid?
* Menutupi Kekurangan Sholat Wajib
Sholat tahiyatul masjid dapat menutupi kekurangan sholat wajib.
Hal ini tercermin dari sebuah hadits Rasulullah SAW yang berarti, "Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah sholat. Allah berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, "Lihatlah pada sholat hamba-Ku. Apakah sholatnya sempurna ataukah tidak? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna.
Namun jika dalam shalatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya." Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad)
*Menghapus Dosa dan Ditinggikan Derajat
Hikmah shalat tahiyatul masjid lainnya yakni menghapus dosa dan meninggikan derajat. Karena dengan memperbanyak sujud bisa dilakukan dengan cara menjalankan beberapa sholat sunnah seperti shalat tahiyatul masjid.
"Aku berkata pada Tsauban (Sahabat Rasulullah), 'Beritahukan padaku suatu amalan yang dicintai Allah'." Ketika ditanya, Tsauban malah diam. Kemudian ditanya kedua kalinya, ia pun masih diam. Sampai ketiga kalinya, Tsauban berkata, 'Aku pernah menanyakan hal yang ditanyakan tadi pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
*Sebagai Bentuk Rasa Syukur
Shalat tahiyatul masjid juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur dari seorang hamba kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diperoleh. Nikmat berupa nikmat rezeki, nikmat kesehatan, nikmat mendengar, nikmat bernafas, nikmat berjalan, dan nikmat lainnya.
Semasa hidup Rasulullah SAW pada setiap malamnya selalu mengerjakan sholat sunnah hingga kaki beliau bengkak. Dalam sebuah hadits diriwayatkan, ketika istri Beliau Aisyah melihatnya, Aisyah bertanya: bukankah Allah SWT telah mengampuni semua dosamu yang telah terjadi dan juga yang akan datang? Kemudian Nabi menjawab dan berkata: Tidak bolehkah aku menjadi hamba yang banyak bersyukur (kepada Allah)?" (HR. Bukhari, Muslim).
*Sebaik-baik Amalan
Shalat tahiyatul masjid merupakan amalan yang paling utama. Tsauban berkata jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Beristiqamahlah kalian dan sekali-kali kalian tidak dapat istiqomah dengan sempurna. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah sholat. Tidak ada yang menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin." (HR. Ibnu Majah no. 277 dan Ahmad 5: 276. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Back to Hafiz.
Menyelesaikan shalat Tahiyatul Masjid, lalu dilanjutkan dengan shalat Qobliyah dan shalat Ashar.
Pada bab-bab selanjutnya, akan ada juga waktu untuk membahas tentang shalat Sunnah Qobliyah dan Ba'diyah.
Memanjatkan keinginan dan harapan yang ada didalam dirinya dengan sepenuh hati kepada sang Khalik, menjadi kegiatan terakhir yang Hafiz lakukan di masjid Baiturrahman kali ini.
Hafiz bergegas melenggangkan kembali motor matic dengan mesin 150cc itu menuju rumah sakit dimana Fitria dirawat.
__ADS_1
Sempat bertanya-tanya kepada resepsionis rumah sakit kamar dimana Fitria dirawat akhirnya kini Hafiz berada di bibir pintu dimana terlihat dari sela-sela jendela kaca. Fitria sudah siuman, tentu- ibu dan ayahnya juga berada disana.
Beruntung sebelum masuk ke rumah sakit, Hafiz sudah mampir di toko Omegamaret untuk membeli beberapa roti dan buah sebagai bingkisan pemanis untuk Fitria.
"Assalamu'alaikum," Suara pria manis bak gula pasir ini berhasil menyita perhatian para penghuni ruangan.
"Wa'alaikumsalam, maaf sebelumnya siapa ya? Sepertinya tante belum pernah liat kamu. Saya Sera dan ini suami saya pak Hartanto, kami mama papa Fitria."
"Saya Hafiz tante, om. Saya temannya dokter Khansa dan dokter Fitria belum lama ini. Ini saya bawa sedikit buah untuk Fitria, tante. Hafiz nyengir kuda, dan sesekali menggaruk tengkuknya yang tidak merasa gatal.
"Oh- begitu silahkan duduk disini, Fitria baru saja siuman pukul 15.00 tadi. Jadi masih agak sedikit lemah untuk berbicara." Hafiz hanya menganggukkan kepala tanda mengerti.
Setelah tante Sera berbicara, suasana hening dan canggung kembali menyeruak.
"Hm- tante, om. Mungkin mau istirahat atau mandi dulu? Biar sementara saya yang jaga Fitria disini." Tawaran Hafiz bagaikan setetes air ditengah panasnya gurun pasir bagi Sera dan Hartanto.
"Memangnya nak Hafiz sedang tidak repot?"
Tanya Sera.
"Apa kamu bisa dipercaya?" Pertanyaan itu justru loncat begitu saja dari mulut Hartanto.
Hafiz bisa maklum dengan sikap pak Hartanto demikian, semata-mata hanya untuk memastikan keselamatan putri semata wayangnya agar tidak terluka lagi oleh ulah lelaki yang baru saja dikenal seperti dirinya.
"Hussz, papa kok bicaranya begitu. Hafiz pasti menjaga Fitria dengan baik, toh juga disini rumah sakit ramai banyak orang dan cctv. Jadi tak mungkin Hafiz macam-macam, benarkan nak Hafiz?"
"Benar tante, om. Insyaallah Hafiz jaga Fitria bahkan dengan nyawa Hafiz sekalipun😁."
"Baiklah, pegang saya kata-katamu wahai anak muda. Saya hanya pergi sebentar, saya titip setengah hidup saya kepadamu." Pak Hartanto menepuk bahu Hafiz sedikit bertenaga, seolah sedang menekankan sesuatu kepada Hafiz.
"Baik om, tante hati-hati dijalan ya."
"Assalamualaikum,"
"Wa'alaikumsalam."
...****************...
"Hai Fitria, Mau aku makan buah? Biar aku kupas?"
"Kesamber setan mana lu, baik banget mau jenguk gue. Kalau tujuan lu kesini buat nyogok gue biar mau deketin lu sama Khansa, jawabannya udah pasti gak!" Ucap Fitria dengan wajah khas orang sakit dan rambut berantakannya itu.
"Astaghfirullah, dari tadi diam aja aku kira beneran masih lemes. Ternyata udah bisa kasih semprotan plus cecaran kata kepadaku. Aku berniat datang kesini itu murni memang untuk menjenguk kamu, tidak ada hubungannya sama sekali dengan Khansa. Aku kupas kan apel ya?" Fitri hanya mengangguk.
Satu suap belahan kecil apel sudah mendarat di mulut Fitria.
"Berarti didalam usus kamu sekarang sudah dapat dipastikan tidak ada nyamuk atau serangga apapun ya? Kan sudah minum Baygin cair."
"Ga usah ngeledek deh!" Ucap Fitria penuh penekanan dan tentu masih dengan mengunyah apel didalam mulutnya.
Hafiz hanya tersenyum simpul, sambil mendaratkan kembali suapan potongan buah apel yang kedua kepada Fitria.
"Lain kali, jangan bertindak bodoh seperti itu lagi. Dosanya sangat besar, dan Allah juga murka. Masih banyak pria baik dan tampan didunia ini selain dia, ga usah jauh-jauh contohnya aku. Iyakan?" Hafiz pose miring kanan miring kiri bak model yang tengah berpose saat difoto oleh sang fotographer.
"Hahahaha, kalau yang tampan kaya kamu. Terus apa kabar yang jelek? Hancur banget dong? Hahahaha." Fitria tertawa terpingkal-pingkal dengan kepedean hakiki yang Hafiz perlihatkan kepadanya.
"Ye- jangan salah, walau pas-pasan gini. Wajahku tu sebelas dua belas ga jauh dari William Bradley Pitt atau yang kerap disapa Brad Pitt ya kan?"
William Bradley Pitt merupakan seorang aktor dan produser film yang berasal dari Amerika Serikat. Ia meraih berbagai penghargaan dan nominasi termasuk sebuah Academy Award sebagai produser di bawah perusahaannya sendiri Plan B Entertainment.
"Hahaha, iya kalau dia Brad Pit. Kalau kamu Brad kecepit, hehehehe."
Senyum yang indah dan manis sudah mulai menghiasi wajah Fitria sementara. Hafiz bisa merasa sedikit lega dengan keadaan Fitria yang demikian.
Paling tidak masih ada senyum yang tak hilang dari wajah ayunya.
****
"Tante, om? Ngapain ngintip-ngintip disini?"
Jeng-jeng!
Bersambung...
Untuk para readers, jika mau request pembahasan tentang apa selanjutnya. Silahkan tinggalkan di kolom komentar ya, semoga dengan cara seperti ini. Hobi membaca novel bisa juga menjadi sarana untuk kita belajar dan tau lebih banyak hal yang bahkan sebelumnya kita belum tahu sama sekali.🙏
__ADS_1