
"Boleh kita keluar kak Ramadhan?"
Sontak Ramadhan terkaget-kaget, ini malam pertama mereka sebagai suami istri. Tapi Khansa malah mengajaknya keluar.
Tidak seperti Khansa dan Ramadhan. Selesai akad, Aisyah dan Reza melaksanakan shalat Sunnah bersama, makan, lalu masuk ke kamar mereka. Senyap tanpa suara.
"Kita mau kemana Khansa ku?"
Tanya Ramadhan lembut.
"Aku memang mengajak pergi, tapi bukan berarti kakak bisa memanggilku dengan panggilan seperti itu. Panggil saja Khansa! tidak usah lebay." Khansa memakai jilbab dan tas selempang kecilnya.
"Kak Ramadhan hanya punya motor, apa dek Khansa tidak keberatan?"
"Tidak, ayo cepat,"
Kami berdua melaju membelah padatnya jalanan malam itu, ternyata Khansa ingin sekali ke taman kota yang lokasinya tak jauh dari pondok.
Taman ini sekilas membuat ingatan Ramadhan kembali ke masa 10tahun yang lalu.
Dan benar saja, Khansa juga duduk di tempat duduk yang sama.
Rasa sesak dan nyeri di dada begitu Ramadhan rasakan.
Walau kami sudah sah menjadi suami istri, namun Khansa enggang memeluk Ramadhan sama sekali.
Ramadhan masih bisa memakluminya, karena mereka menikah tanpa ada pendekatan apapun.
"Aku ingin es krim,"
Hm- istriku, dia teramat gengsi untuk sekadar berkata minta tolong kepadaku.
Ramadhan langsung membeli dua eskrim, Ramadhan tak tahu eskrim rasa apa kesukaan istrinya.
"Bang, kira-kira cewek sukanya eskrim rasa apa ya bang? kasih dua deh kalau abang tahu." Ramadhan menggaruk keningnya.
Wanita itu makhluk yang paling sensitif, Ramadhan tahu itu. Sebisa mungkin ia takkan membuat kesalahan.
Berbekal eskrim vanilla dan eskrim coklat, Ramadhan menghampiri Khansa.
Eskrim rasa vanilla yang menjadi pilihan Khansa. Jantung Ramadhan bisa sedikit tenang, ia tak membuat kesalahan kali ini.
"Kak Ramadhan."
"Ya." Khansa menatap langit, sedangkan Ramadhan menatap Khansa.
"Apa yang membuat dirimu begitu mantap menikahi ku? Bukankah tujuan awalnya kakak adalah menikahi Aisyah."
Bagaimana ini Ya Rob, apa lebih baik aku katakan yang sebenarnya?
Ah tidak, nanti Khansa bisa meninggalkan aku begitu saja.
"Bagiku, tujuan menikah adalah melaksanakan Sunnah Rasulullah. Dengan siapapun kita menikah, tujuan menikah tetap sama. Menggapai cinta Allah, mencari Surganya Allah.
Bukankah demikian?"
"Tidak kak Ramadhan, aku dan Aisyah begitu berbeda. Aku selalu membangkang, sedangkan Aisyah anak yang baik. Aku jahat sedangkan Aisyah sangat baik."
"Sssst, tidak ada yang bisa menggolongkan manusia kecuali Allah. Tidak boleh berkata demikian. Terkadang ada yang berbalut sangat suci bahkan tak ada noda sedikitpun yang terlihat, ternyata beliau perebut suami orang.
Dan ada juga yang kelihatannya cuek, pendiam dan jutek. Ternyata hatinya suci, semua tidak ada yang tahu. Hanya Allah yang mampu menilai."
"Apa kak Ramadhan mau mendengar sedikit ceritaku?"
__ADS_1
"Ceritakan saja, kak Ramadhan dengan senang hati akan mendengarkan."
"10 tahun yang lalu, Khansa duduk disini. Lalu bermain-main disekitar sini, dan tanpa sengaja Khansa melihat pria tubuhnya agak kurus bersimbah darah. Mungkin umurnya hanya berbeda 5 tahun dari Khansa."
"Lalu?" Aku merespon berpura-pura seakan tak tahu.
"Aku hendak menolongnya, baru saja ku tanya bagian mana yang sakit. Aku sudah tertusuk dari belakang. Dan entah pria itu dibawa oleh orang-orang jahat itu kemana.
Aku terkadang masih memikirkan nasib pria itu, apa aku berdosa karena sudah menikah tapi masih memikirkan pria lain?"
"Hanya memikirkan, kenapa harus berdosa?" Jawab Ramadhan santai.
"Tatapan matanya, rasa takut yang coba disembunyikannya. Entahlah, Khansa tak bisa merangkainya kedalam kata-kata."
"Apa Khansa tertarik pada pria itu?" Pancing Ramadhan.
"Ia, Khansa menyukainya. Hanya pada sekali melihat Khansa menyukai seseorang yang bahkan sekarang tak jelas masih hidup atau mati. Dan tatapan mata kak Ramadhan, mengingatkanku pada pria itu. Entah itu rasa halusinasi ku yang terlalu berlebihan atau bagaimana. Sepertinya otakku mulai konslet, makanya aku mengajak kak Ramadhan kesini."
Bagaimana tidak kamu mengingatnya dari tatapanku Khansa, karena memang akulah orangnya. Tapi sepertinya kamu tak boleh mengetahui itu sekarang, aku takut kamu membenciku. Karena kesalahanku, bahkan kesehatanmu sekarang berada di ujung tanduk.
"Apa kak Ramadhan marah?"
"Tidak, untuk apa aku marah. Lusa aku akan menjalani beberapa tes, aku berencana untuk mendonorkan sebagian usus halus ku kepadamu."
"Tidak perlu, hidup, mati sudah Allah yang atur." Jawab Khansa begitu santai.
"Memang Allah yang tentukan, tapi kita sebagai manusia wajib berusaha. Semua sakit pasti ada obatnya. Khansa, boleh aku bertanya?"
"Silahkan,"
"Jika suatu saat kamu bertemu dengan pria itu, apa yang akan kamu lakukan?"
Pancing Ramadhan.
Aku memang pernah kagum sekilas, tapi keadaannya sekarang aku sudah punya suami. Jadi aku tidak akan melakukan apa-apa dan tidak berkata apa-apa." Jawab Khansa masih dengan menatap Langit yang gelap, bulan berbalut sang awan.
Ramadhan hanya bisa terdiam dan menerka-nerka begitu saja.
Saat aku memejamkan mata
yang kulihat adalah kedua mata itu
hatiku tetap menahannya
maka aku ingin melupakan
jika ini adalah mimpi, biarkan aku bangun
apakah kamu benar-benar takdirku?
jatuh padamu
seperti takdir, terjatuh
kamu memanggilku, memanggil
aku tak dapat menghindar
tolong pegangi aku
apakah kamu bagian dari takdirku?
apakah kamu satu-satunya yang telah lama kutunggu?
__ADS_1
mengapa hatiku goyah?
apakah kamu tinggal
di dasar hatiku?
tersembunyi dalam diriku
saat aku memejamkan mata
yang kulihat adalah kedua mata itu
hatiku tetap menahannya
maka aku ingin melupakan
jika ini adalah mimpi, biarkan aku bangun
apakah kamu benar-benar takdirku?
jatuh padamu
aku tetap memperhatikanmu
dari kejauhan
mengapa aku seperti ini?
berbeda dari pertama kali aku melihatmu
takdir perlahan berlalu
hatiku tertuju padamu
jantungku kembali berdegup
cahaya redup itu pun padam
namun mataku menjadi terang karenamu
serasa aku telah mencintaimu dari waktu yang lama
seperti aku telah terdorong oleh sesuatu
QS AL MUMIN:13
"Dialah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah**)."
......Cerbung......
...Hai semuanya!...
...Salam hangat dari penulis recehan, alias remahan rengginang yang masih gurih untuk jadi cemilan....
...Tolong tinggalkan jejak kalian disini ya, klik Like, comment dan Votenya. Mmm- Hadiahnya juga boleh kali ya....
...Jika berkenan jangan lupa untuk mampir juga di karyaku yang lainnya yang tak kalah serunya ya....
↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️
...~Terjebak Pernikahan Mr Bule Di Bali...
...~Siapakah Jodohku?...
__ADS_1
...~Obsesi Tingkat Tinggi**...