Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)

Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)
Lepaskan, Ikhlaskan, Maka Kebahagiaan Hati Akan Kita Dapatkan


__ADS_3

Happy reading❤️❤️❤️


"Sa?"


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi Azka, panggil aku Khansa. Kenapa wajahmu murung begitu? Apa hasil dari pemeriksaan ku?" Khansa tetap tersenyum menanggapi wajah Azka yang terlihat gusar.


"Panggilanku itu takkan pernah berubah, sampai kapanpun Sa. Kita harus membicarakan ini bersama Ramadhan Sa, keadaan kamu semakin memburuk. Memang untuk saat ini, kamu belum terlalu merasakan efeknya. Tapi untuk 3 bulan kedepan, pasti keadaan kamu tidak akan semakin membaik Sa. Tes yang dijalani Ramadhan menunjukan jaringan sum-sum tulang belakang kalian tidak cocok, jadi Ramadhan tidak bisa membantumu. Jika tetap dipaksakan aku tidak mau, dan hasilnya juga bisa fatal. Kita harus mencari pendonor lainnya Sa, apa kamu pernah membicarakan hal ini dengan Aisyah? Jika ia mau sebagai pendonor, sudah bisa aku pastikan jaringan kalian cocok."


"Tidak! Jangan! jangan pernah bicarakan hal ini dengan Aisyah ka, aku mohon🙏" Khansa memperlihatkan wajah yang begitu memelas sambil mengatupkan kedua tangannya dihadapan Azka. Berharap dokter malaikat didepannya ini akan luluh.


Namun angan hanya tinggal harap, Azka justru terlihat menentang Khansa, "Tidak ada pilihan lain Khansa! Tolong jangan keras kepala! Nyawa kamu jadi taruhannya jika ini dibiarkan semakin larut. Aku ga mau kehilangan kamu Sa! Aku tak punya stok hati berjiwa besar seperti kamu Sa!"


Terlihat air mata kekecewaan menumpuk di kelopak mata Azka kali ini. Sepanjang hidup Azka bersama Khansa, ia tak pernah sekalipun meninggikan suaranya jika berbicara dengan Khansa, tapi kali ini?


Mungkin karena kekecewaannya yang begitu menumpuk, Khansa bisa memahami itu.


"Azka," Tes! satu bulir air mata jatuh di pipi putih Khansa, "Bisakah kamu melihat? Adikku sudah tak mempunyai sepasang kaki. Dan begitu kejamnya aku? Aku meminta lagi sebagian dari tubuhnya, hanya untuk menyelamatkan diriku sendiri. Tidak perlu Azka, beban moril, beban psikis sudah ia lewati tanpa aku. Bukankah tidak lucu, aku sebagai kakaknya justru seperti menggerogoti hidupnya secara perlahan?


Kematian sudah takdir dari Allah, kita semua akan mati Azka. Biarlah, aku ikhlas. Apapun yang akan terjadi kepadaku, aku menerima takdir Allah dengan lapang dada." Khansa masih mencoba menunjukan senyum manisnya, walau dengan tatapan mata kosong.


"Tapi Allah juga memerintahkan kepada hambanya untuk berusaha dan merubah nasibnya Khansa! Allah tidak suka dengan hambanya yang pesimis, tidak mau berusaha yang terbaik." Azka mencoba menyanggah pernyataan Khansa.


"Hm- jika takdirku akan berumur panjang, pasti suatu saat akan ada pendonor yang cocok untukku Ka, walaupun itu bukan Aisyah, aku tidak akan pernah mau jika pendonor untukku adalah Aisyah, titik! No debat-debat lagi Azka. You know me,"


*Kamu tidak mengerti Sa,


Aku yang begitu merasa terluka


Harga diriku sebagai dokter seakan tercabik-cabik


Dokter Azka bodoh! yang bahkan tak bisa menolong sahabatnya sendiri!


Aku merasa telah melanggar ikrar ku sebagai dokter, jika harus seperti ini


Aku lemah, tak pernah bisa menolak apa yang sudah menjadi kemauan mu Sa*!


...----------------...


POV Boby


Jika aku mencintai orang yang sudah dimiliki.


Apa aku berdosa?


Jika mencintainya adalah sebuah kesalahan,


sebuah dosa besar.


Aku mohon, mulailah hapus semua rasa yang ada didalam dada


Walau hanya perlahan, aku ikhlas.


Bila nanti tak ada lagi aku yang mengganggumu


Tak ada lagi mata yang diam-diam melihatmu


Tak ada lagi pesan-pesanku yang menyelip masuk di ponselmu


Karena mulai saat ini, aku hanya akan memandang mu dalam doa.


Mendampingi sosok mu dalam doa


Mencuri-curi wajahmu melirik seutas senyummu


Sungguh makin lama aku makin berdosa


Cinta tidak mengajarkan pada setiap jiwa yang memilikinya berambisi untuk menyakiti orang lain


Ada batasan jika kita mencintai seseorang


Cinta yang baik tidak akan pernah jauh dengan kasih sayang Tuhan


Kamu pantas berbahagia,

__ADS_1


aku juga sama.


Namun kita tidak akan bisa bahagia jika kita berada diatas penderitaan orang lain.


Aku, kamu hanya perlu bersabar menghadapi sang waktu.


Kelak kamu akan tersenyum bersama orang lain


Dan aku juga sama.


Janji Tuhan itu pasti, tak ada satupun umat yang bisa membantahnya.


Jodoh, adalah cerminan diri kita sendiri.


Pagi itu aku sangat sibuk, selama Billar sibuk di Amerika karena ada seorang gembong ******* cyber yang tiba-tiba menyerahkan diri. Padahal sebelumnya gembong itu sangat licin, dan sulit untuk ditangkap.


Sekarang giliran Indonesia yang mulai sibuk, terdeteksinya pergerakan yang membawa barang-barang berbahaya yang diindikasi akan diracik menjadi sebuah bom.


Ramadhan memimpin operasi penyelidikan kali ini. Namun baru saja aku mencari data-data kongkrit tentang apa yang melatar belakangi pergerakan ini, Distrik Utara membuyarkan konsentrasi ku. Ketua Distrik menghubungiku, mengatakan bahwa Winda jatuh pingsan.


Dengan berat hati Ramadhan memberiku waktu untuk mengurus Winda terlebih dahulu.


Keteledoran ku yang lupa menebus resep obat untuk Winda, memaksaku menepikan mobilku di rumah sakit terdekat kantor yang terbilang bagus. Ku biarkan Winda terlelap di mobil sembari istirahat, aku melangkahkan kakiku menuju tempat penebusan resep obat.


Semua akan cepat beres ditangan Boby, dengan cepat aku membawa sekantong obat yang terdiri dari 4 macam obat. Otakku berpikir, mengingat bahwa di kantin rumah sakit ini juga ada stand yang menjual bubur. Ku langkahkan kaki kesana dan memesan 2 menu untuk ku bawa pulang.


Akh- lagi-lagi aku melihat Fitria bersama dengan Hafiz, tertawa riang. Sepertinya Fitria sudah bahagia bersama Hafiz, baguslah. Itu berarti aku juga harus segera ikhlas untuk melupakannya.


Diposisi kali ini aku sadar, bahwa korban terberat bukanlah aku. Melainkan Winda dan Fitria yang menjadi korban atas keteledoran ku.


Ku tepis, fokus pandanganku ke arah Fitria. Dua menu bubur sudah mendarat baik di tanganku.


Aku mulai berlalu dari sana, dan aku juga akan mulai berlalu dari masa lalu kita Fitria, semoga kamu akan segera menemukan kebahagiaan dengannya.


...****************...


Hanya tinggal beberapa hari lagi bulan ramadhan akan menjelang. Datangnya bulan keberkahan dan ampunan memberikan harapan untuk meraih segala kebaikan yang ada di dalamnya. Inilah saatnya untuk menggapai keampunan Allah.


1.) Menyediakan waktu untuk muhasabah diri.


Hendaklah setiap muslim yang akan menyambut ramadhan mulai menghitung-hitung amal dan dosa yang telah ia lakukan selama setahun ini. Agar Ramadhan kali ini akan menjadi momen maksimal kita meraup sebanyak-banyaknya pahala dari Allah Swt.


Menghitung-hitung diri saat menjelang datangnya ramadhan menjadi sangat penting, sehingga setiap muslim akan mempunyai azam yang lebih kuat lagi untuk berupaya menggunakan ramadhan kali ini hanyalah untuk kebaikan dan menggapai segala rahmat dan ampunan Allah yang ada di dalamnya.


Allah menegaskan di dalam surat Al- Hasyr :


“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa melihat kepada dirinya apa yang telah ia persiapkan untuk hari esoknya, dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan. Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Allah melupakan diri mereka, merekalah orang-orang yang fasik. (Al-Hasyr: 18-19)


2.)Memperbanyak istighfar dan taubat.


Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa. Iman yang selalu naik dan turun, perjalanan hidup yang banyak godaan pasti akan membuat anak adam pernah terpeleset sehingga terkotori oleh dosa, dan kotoran itu perlu dibersihkan. Maka istighfar dan taubat adalah pembersihnya.


3.) Melatih diri dan anak-anak dengan ibadah romadhan di bulan sya’ban.


Seperti melatih berpuasa, membaca Al-Quran, qiyam, sedekah. dan lain sebagainya.


Dari Aisyah ra, ia berkata: “Tidaklah saya melihat Rosulullah menyempurnakan satu bulan puasa kecuali ramdhan, dan tidaklah saya melihat Rosulullah yang paling banyak puasanya kecuali di bulan sya’ban. (HR. Bukhori)


Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan sya’ban ia berkata: “ini adalah bulan para pembaca Al-Quran”.


Keempat: Memperbaiki hubungan dengan saudara dan keluarga.


Allah berfirman : “Bertakwalah kepad Allah dan perbaiki hubungan diantara kalian”.


Memperbaiki kembali hubungan dalam keluarga menyambut ramadhan akan semakin menambah keharmonisan dalam keluarga ketika menjalankan ibadah puasa, karena hati yang bersih akan semakin suci. Maka menjelang ramadahn saatnya untuk saling meminta maaf dan memaafkan.


5.) Menjalin silaturrahim dengan tetangga.


Ketika kita mulai menjalin hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama telah menjadi baik. Dengan demikian kenyamanan jiwa akan benar-benar dirasakan ketika berpuasa.


6.) Mempersiapkan bekal keperluan selama bulan ramadhan.


Ketika telah berada di bulan ramadhan diharapkan waktu yang ada dapat dipergunakan sebaik mungkin untuk memperbanyak ibadah dan tilawah.

__ADS_1


Ketujuh: Menghiasi rumah dengan ayat-ayat dan hadist-hadist berkenaaan dengan keutamaan puasa dan ucapan-ucapan menyambut ramadhan.


Karena tulisan dan ucapan-ucapan itu akan memberikan motivasi dan kesiapan untuk menyambut bulan yang mulia dan mengisinya dengan ibadah.


7.)Menambah ilmu dengan membaca buku untuk menunjang pengetahuan tentang ramadhan.


Sehingga diharapkan dapat melaksanakan tuntunan ibadah puasa dengan benar, terhindar dari ketidaktahuan sebelumnya.


...****************...


"Hai Fitria!" Teriakan dan lambaian Clarissa membuat Fitria dan Hafiz otomatis menoleh kearahnya yang berada di ujung meja paling depan.


"Hai Clarissa, how are you?" Fitria dan Clarissa cipika cipiki, cap cip cup ala kembang kuncup☺️ Maklum, mereka sudah lumayan lama tidak pernah bertemu.


"Im fine, tkhans. And you? Wah, siapa ni cowo ganteng nih Fit? Gebetan baru lagi?"


"Assalamualaikum, saya Hafiz temannya Fitria."


"Wa'alaikumsalam, oh- temannya Fitria, aku kira pacar barunya Fitria. Hehehe, btw lagi ngapain disini?"


"Ya udah pasti makanlah beb, ayo duduk dulu. Kamu hamil? Udah berapa bulan?" Fitria heran, karena ia sama sekali belum pernah mendengar Clarissa sudah menikah sebelumnya.


"Oya beb, aku hamil gara-gara Accident satu malam😁" Clarissa nyengir kuda kearah Fitria.


"Pantes, aku jarang denger kabar kamu."


Ucap Fitria santai.


"Kamu kalau pacaran hati-hati ya beb, hindari deh minum-minuman keras. Gara-gara pengaruh alkohol, aku membuat kesalahan fatal. Dan sekarang cita-citaku terhambat karena hamil. Beruntung aku contacts terus sama Yuta beb, dia yang menguatkan aku. Berada diposisi kaya gini tu ga mudah."


"Ya- i see beb." Jawab Fitria pendek. Sementara itu Hafiz yang terpaksa mendengarnya juga, lebih banyak beristighfar dan sering kali bernapas berat, mendengus kasar. Menghirup udara sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan sisa udara melalui mulutnya.


"Oya, kabar Khansa sekarang gimana? Yuta sering banget nanyain tentang Khansa, dan kata Yuta, besok dia bakal tiba di Indonesia.


Opps- yah- aku keceplosan."


Mata Clarissa nanar menatap Khansa yang ternyata sudah berdiri didekat meja.


"Assalamualaikum Clarissa,Fitria, Hafiz. Apa kita bisa pulang sekarang?" Wajah Khansa yang terlihat pucat dan begitu sayu, sudah sangat memperjelas jika ia sedang tak baik-baik saja.


POV Fitria


Untuk aku, wanita yang masih saja sering menangis dalam setiap waktu malam yang aku curi.


Entah sampai kapan aku membuang waktu dan air mata, hanya untuk meratapi kejamnya sosok dirinya.


Dia yang dulu pernah berkata "Jodoh tak akan kemana, jika kita jodoh insyaAllah kita akan segera bersatu pada sebuah ikatan pernikahan." Akh-- Shit! Ternyata itu hanya rangkaian kebohongan belaka.


Kapan aku akan sadar, bahwa seseorang yang sudah pergi. Takan pernah bisa berada disamping ku lagi.


Kapan aku akan mengerti, bahwa dibalik sebuah perpisahan. Akan segera ada pertemuan dengan yang lebih baik.


Aku, tetapi aku takut. Jika nanti pertemuan yang akan ku dapatkan lagi, hanya akan berakhir sama.


Didepan Khansa, dihadapan Hafiz entah kenapa aku bisa tegar.


Mulutku bisa mengatakan bahwa "Aku baik-baik saja, im fine."


Namun ketika malam datang, kesepian kembali menyapa. Air mata kembali luruh, bulir-bulir bening selalu menemaniku hingga rasa kantukku tiba. Mau sampai kapan aku seperti ini? Sebaiknya aku tetapkan diriku untuk berhenti sampai disini.


"Wahai seluruh organ didalam tubuh ini! berhentilah! Memikirkan tentang Boby! Masih ada banyak petualangan yang menarik, untuk kita lalui dan hadapi! Dan satu lagi, ku perintahkan kepada organ hatiku! Bersiaplah! Karena dalam tempo yang sesingkat-singkatnya aku akan hijrah! Banyak belajar lagi tentang agamaku sendiri! Ingat itu!"


Fitria menekankan kata demi kata kepada dirinya sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sejauh mana perakitan kalian? Apa kalian tidak bisa bekerja lebih cepat?!"


"Sudah 70% bos, mohon sabar ya bos, saya akan lembur agar bom siap sore besok."


"Ya! Lakukan segera!"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2