Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)

Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)
Doa Untuk Suami


__ADS_3

Happy reading❤️


"Pasukan kurang tidur ayoo merapat, hoaaam."


Prita mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Berbekal tas bambu di pundak, alat cutik (pengail) sampah dan tentu dengan sepeda ontel yang sudah tak berwarna itu, Prita mengayuh dengan penuh rasa optimisnya menuju tempat penampungan sampah TPA yang berjarak hanya 2km dari tempat tinggalnya itu.


Bapak dan ibu Prita bekerja sebagai pemulung sisa-sisa sampah yang masih bisa di daur ulang, digunakan kembali atau yang masih bisa di jual kepada juragan pengepul disana.


TPA berlokasi di by Pass Ngurah Rai view menghadap langsung dengan tepi pantai, bagian akhir dari sepanjang deretan pantai Matahari terbit, pantai Padang Galak, pantai Sanur dan pantai Shindu itu bermuara pada TPA ini.


Nikmat Tuhan mana yang mau kita dusta kan, disaat bekerja mencari sisa-sisa sampah. Prita dan para pemulung lainnya masih bisa menikmati indahnya pemandangan alam yang disuguhkan oleh Tuhan. Saat cuaca tak bersahabat atau setoran sampah sedang banyak-banyaknya, terkadang Ayah dan Ibu Prita tidak pulang ke rumah petak 6x6 meter itu. Biasanya mereka memilih untuk tidak pulang dan tidur di bedeng yang mereka bangun seadanya didekat TPA.


Untuk mencapai TPA ini, Prita harus melewati dua jembatan besar dan dua traffic light besar.


Terlihat ada beberapa bule sedang memotret view sampah bersanding dengan laut itu dari sudut-sudut yang menurut mereka bagus.


"excuse me, do you work in this place?"


Tanya seorang bule dengan paras yang begitu menawan bagaikan malaikat berjenis kelamin laki-laki sedang turun ke bumi.


"Sorry, aku ga ngerti. Aku ga bisa bahasa Inggris." Jawab Prita terbata, namun ia selingi dengan senyum yang tulus.


"A-pa ka-mu beker-ja di-sini?" Ucap bule itu dengan intonasi patah-patahnya. Udah kaya nama goyangan saja patah-patah milik neng Inul.


Prita hanya mengangguk. Pertanda jawaban iya.


"Nice to meet you."


"Hi," Prita hanya bisa nyengir kuda saat bule itu melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan dia yang masih berdiri mematung dengan sepeda ontel kesayangannya.


"Assalamualaikum Mak! Pak!" Prita berteriak dari bawah, menyapa Mamak dan bapak yang sudah berjibaku dengan gunung sampah yang menjulang tinggi itu.


"Wa'alaikumsalam, tolong ikat karung-karung itu nak. Jual ke juragan Somat, bapak sudah bilang tadi." Teriak bapak dari atas.


"Oke pak!"


Dengan semangat menggebu-gebu dan langkah 45 siap grak! Prita membawa karung-karung berisi sampah daur ulang itu ke lapak juragan Somat.


Transaksi berjalan lancar, hingga akhirnya si cungkring datang menarik kerah baju Prita dengan sangat kasar.


"Woi cecunguk! Kemana aja lo ngilang seharian kemarin? Bilang mau bayar hutang, tau-,taunya kabur lo!" Cungkring sudah berada diambang emosi.


"Gue pasti bayar, tapi bukan sekarang bang Cubgkring, gue masih ga ada duit." Ucap Prita dengan wajah memelas.


"Bodo amat! Pokonya lo harus bayar semua sekarang!" Cungkring meraba-raba kantong Prita dan menemukan uang seratus ribu di sana.


"Jangan bang Cungkring, itu uang bapak bang. Nanti Prita bisa kena semprot. Please bang kasihani Prita."


Byur!


Cungkring menyiram Prita menggunakan air yang berada di ember milik juragan Somat.


Bugh!


Prita memukul dagu Cungkring dengan segenap tenaganya.


"Bang! Gue tahu gue punya hutang! Tapi jangan perlakukan gue seperti sampah! Cukup kerjaan gue sama sampah! Kalau gue udah ada uang pasti gue balikin bang!" Ucap Prita dengan emosi yang berapi-api.


"Nih, gue bayarin utang lo Prita! Tapi setelah lebaran kita nikah!" Pak Somat pria paruh baya beristri 2 dan mempunyai 5 anak itu turut ikut campur.


"Ga sudi! Prita bakal kerja sampai nangis darah buat bayar tu Hutang dari pada Prita harus nikah sama pak Somat!" Bulir air mata itu tersamar dengan air yang disiramkan oleh Cungkring tadi.


"Berapa hutang wanita itu? Saya bayar semua sekarang! Tapi kamu harus minta maaf kepada dia, atau kalau tidak anak buah saya akan menyiram balik kamu." Suara berat seorang pria yang Prita rasa tak asing di telinganya.


Hilal? Aku kira hanya Bule tadi wujud malaikat berbentuk manusia, ternyata masih ada malaikat lainnya di sini. Batin Prita tak menyangka, setelan jas bewarna navy dengan celana senada. Ditambah dasi berwarna biru bercorak putih, kacamata hitam mendominasi damage ganteng seorang Hilal.


"Siapa kamu, ikut-ikut urusan orang saja!" Ucap Cungkring tak terima.


Plak! Kepala Cungkring di pukul botol kosong oleh pak Somat.


"Maaf tuan Hilal, keponakan saya ini tidak tahu siapa tuan. Silahkan masuk dulu tuan, pengosongan tempat masih ada sisa satu minggu lagi kan tuan? Saya berencana mengosongkan tempat 3 hari lagi." Ucap pak Somat dengan penuh rasa takut dan cemas.


"Hamid! Beri pria itu uang untuk membayar utang gadis itu. Lalu siram dia seperti dia menyiram gadis itu tadi." Titah Baginda Hilal kepada sekretarisnya.


"Baik tuan."


Belum sempat kaki Hamid melangkah, Cungkring sudah menyiramkan dirinya sendiri dengan sisa air dalam ember.


"Aku janji Hilal, jika aku sudah punya uang pasti aku akan membayarnya."


"Aku su-sudah mengguyur diriku sendiri, jadi anda tidak perlu lagi menyiram saya." Ucap Cungkring dengan tubuh gemetar.


"Ngawur kamu Prita, panggil dia tuan Hilal. Dari ujung batas tanah TPA sana sampai ujung batas depan sana (Pak Somat menunjuk arah tanah lapang hingga traffic light ke dua) Itu sudah milik tuan Hilal semua. Bisa-bisanya kamu panggil beliau hanya nama saja."

__ADS_1


Protes pak Somat.


"Baik, tuan Hilal."


Drtt...Drrtt...


"Hallo..."


"Apa!"


"Rumah sakit mana? Khansa bagaimana?"


"Baik, saya segera kesana."


Hilal langsung masuk ke mobil tanpa permisi, diikuti oleh sekretaris dan sopirnya.


Prita hanya bisa terdiam, melihat punggung mobil sedan mewah itu menghilang di tikungan.


"Beruntung lo ketemu sama tuan tanah tadi. Kalau ga, udah habis lo di sini!"


Prita sama sekali tak menghiraukan ocehan Cungkring dan Pak Somat lagi.


Sekarang yang ia khawatirkan adalah kak Khansa, ada apa dengan kak Khansa. Di rumah sakit mana dia? Apa kak Khansa sakit? Walau baru sebentar mengenalnya, Prita sangat nyaman dengan sosok seorang Khansa. Lembut, baik, cantik. Semua paket lengkap seorang wanita seolah di boyong oleh seorang Khansa.


Tin! Suara bel mobil mengagetkan Prita lagi.


Terlihat sekretaris Hilal membuka jendela kaca mobil.


"Hai mba Prita! Ini ada titipan dari tuan Hilal, besok di suruh datang ke kantor jam 8 pagi tidak boleh telat titik! Saya permisi."


Sebuah kartu nama kini ada pada genggaman tangannya.


"Masih jomlo kan? Jangan kebanyakan mikir ya. Hahahaha." Tawa ejekan itu sangat menusuk di relung jantung Prita saat itu.


Prita ingin protes, tapi mau gimana lagi? Itu memang benar nyatanya.


"Aish, untung kamu ganteng juga sekretaris Hamid. Kalau jelek sudah aku ulek jadi perkedel." Gerutu Prita setelah Hamid memutar balikan mobilnya.


**Tuan Hilal


Tabiat kita sangat berbeda


Kita bagaikan istana dan sebuah selokan


Aku wanita yang berwatak keras, tak tahu aturan dan tak bisa disalahkan, aku menyadari akan hal itu


Kamu?


Kaya, tuan tanah, tampan dan punya istana


Jadi wajar kalau kamu keras kepala, suka mengatur orang dan merasa selalu benar


Bahkan jika sapi atau kambing lewat juga tak luput dari aturan kamu.


Padahal didunia ini yang selalu benar kan perempuan, laki-laki ga berhak atas pasal diatas segala pasal.


"Manusia itu tempat salah dan dosa Prita, kalau kamu bilang wanita itu selalu benar. Pertanyaan aku, itu wanita manusia atau bukan?"


Pertanyaan Cungkring itu sontak membuat Prita buyar memikirkan Hilal.


"Mau di tampol pake sandal apa pake gergaji?"


"Tampol pakai duit dong, kalau ditampol pakai duit kan enak, hehehehe. Kabuuur." Melihat Prita yang sudah siap dengan dua sandal di tangan Cungkring lari tunggang langgang.


...****************...


Bau khas rumah sakit sudah bisa Khansa cium dari jarak beberapa meter. Melihat rombongan orang yang begitu banyak, suster dan satpam berunding dengan kami semua. "Di mohon untuk bergantian saja bu, pak- menunggu pasiennya. Demi kenyamanan bersama," Terang penjaga dari ambang pintu. Akhirnya Ayah, ibu, Khansa, dan Kinara yang di perbolehkan masuk.


Diambang pintu ruang operasi Khansa bertemu dengan Fitria dan Hafiz yang ternyata sudah berada disini terlebih dahulu.


Kurang lebih sudah 1 jam 30 menit kami semua menunggu di ambang pintu ruang operasi.


Kata-kata Poligami yang tadinya begitu menggetarkan hati Khansa, menguap begitu saja. Kini yang ada di pikirannya hanya Ramadhan, Ramadhan dan Ramadhan.


Kecantikan Kinara yang terlihat begitu memesona jua tak Khansa ambil pusing, sesekali Khansa mengusap perutnya dan mengucapakan doa yang tak berkesudahan untuk keselamatan suami tercintanya.


Suami yang sedari kemarin begitu lengket dengannya. Semoga itu bukan salah satu dari pertanda apapun.


Semua yang bernyawa pasti akan mati, tapi hamba mohon ya Rob. Berikanlah sedikit keringanan dan pengampunan atas dosa-dosaku dan suamiku. Kesempatan kedua dalam hidup, kesempatan kedua untuk mencicip kebahagiaan kami illahi Robbi.


Ada nyawa kecil yang baru saja engkau titipkan pada rahimku, jangan sakiti hati ayahnya dengan meninggalkan kami dalam keadaan dia belum mengetahui darah dagingnya sendiri, aku memohon kepada Sang Pemilik Kehidupan.


Batin Khansa terus berkecamuk.


Ceklek! Pintu ruang operasi sudah terbuka, 2 orang dokter dan satu perawat keluar dari balik pintu itu.

__ADS_1


"Keluarga dari bapak Ramadhan?"


"Saya Ayahnya dok," Pak Ali langsung menyambar sang dokter.


"Begini pak, alhamdulilah pasien sudah melewati masa kritisnya. Namun pasien mengalami beberapa titik patah tulang, di lengan bawah tangan kanan, lengan atas tangan kiri, tulang selangka dan pada tulang kering kaki bagian kanan. Sangat beruntung sekali pak Ramadhan tidak mengalami luka yang parah dibagian kepala, sehingga pasien masih bisa diselamatkan. Namun untuk jangka penyembuhan akan sangat lama, jadi saya harap bapak sekeluarga bisa bersabar dan memohon kesembuhan kepada Sang Pencipta."


"Baik dok terima kasih, lalu saat ini apa saya sudah bisa melihat anak saya dok?"


"Sekitar 15menit lagi pasien akan kami pindahkan ke ruang perawatan pak. Jadi sudah bisa di tengok, namun saya tetap meminta untuk pasien jangan terlalu banyak diajak bicara terlebih dahulu. Beri waktu kepada pasien untuk bisa cukup istirahat. Saya permisi."


"Terima kasih dok."


Reflek Khansa langsung melakukan sujud syukur ditempat, paling tidak Allah sudah mengabulkan do'a-nya. Allah masih menyimpan nyawa suaminya untuk masih bisa bersamanya dan calon bayinya.


Fitria yang sedari tadi menatap penuh curiga akan kehadiran wanita yang tak ia kenal disana, ingin sekali menanyakan perihal siapa wanita itu kepada Khansa. Wanita yang hanya diam tanpa ekspresi sedikitpun. Dan apa maksud Khansa berkali-kali mengusap-usap perutnya, apa ia masih merasakan sakit pada bekas operasinya? Sungguh pertanyaan demi pertanyaan itu berkecamuk dalan pikiran Fitria.


Bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Para Reader perempuan, yuk kita semua belajar melafalkan doa-doa untuk suami kita tercinta.


Bagi yang sudah punya suami ya😁


Bagi yang belum, semoga segera di pertemukan jodohnya, Amin🙏


Suami memiliki peran sebagai kepala keluarga dalam sebuah pernikahan. Dia wajib mencari nafkah, memenuhi kebutuhan keluarganya, serta menjaga istri dan anak-anaknya dalam segala hal.


Sedangkan istri adalah pendamping suami yang akan menyenangkan jika dilihat dan selalu taat kepada suaminya. Dan tidak lupa juga memanjatkan doa untuk suami yang bekerja.


Saling memenuhi setiap hak dan kewajiban dalam rumah tangga tentu akan membuat kehidupan pernikahan terasa indah, harmonis dan penuh berkah.


Suami adalah pasangan istri dalam segala hal. Jadi, jika istri mendoakan suami maka sama saja dengan mendoakan diri sendiri. Misalnya, saat istri berdoa agar suaminya yang bekerja selalu dalam lindungan-Nya, berada dalam kondisi yang sehat, dan mendapatkan rezeki yang berkah.


Itu juga adalah doa untuk diri sendiri, karena pada akhirnya, suami akan berada di sisi istri. Dengan membaca doa untuk suami yang sedang bekerja, istri telah menjalankan tugasnya sebagai istri yang baik dan shalihah. Bukankah sebaik-baik perhiasan di dunia ini adalah istri sholihah?


Allah SWT juga berfirman: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku,” (QS Adz Dzariyat: 56).


Melibatkan Allah dalam segala urusan dan doakan yang baik-baik untuk suami tercinta adalah hal yang bisa dilakukan oleh istri. Agar suami bisa bekerja dengan baik, kondisi rumah penuh dengan doa dan dzikir, hingga akhirnya menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah warrahmah.


✓Doa untuk Suami yang Bekerja Agar Dijauhkan dari Bahaya


“Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal,”


Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan. Aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari rasa pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan orang,”.


✓ Doa Agar Suami dan Istri Selamat Dunia Akhirat


Doa ini bisa dibilang doa sapu jagat, karena isinya sudah mencakup segala apa yang di dunia dan apa yang ada di akhirat.


“Allaahumma Innaa Nas Aluka Salaamatan Fid Diin, Wa ‘Aafiyatan Fil Jasad, Wa Ziyadatan Fil ‘Ilmi, Wabaròkatan Dir Rizqi, Wa Taubatan Qòblal Maut, Waròhmatan Indal Maut, Wa Maghfiròtan Ba’dal Maut,”


“Allaahumma Hawwin ‘Alainaa Fii Sakaròòtil Maut, Wan Najaata Minan Naar, Wal ‘Afwa Indal Hisaab,”


Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan ketika beragama, kesehatan badan, limpahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datangnya maut, rahmat pada saat datangnya maut, dan ampunan setelah datangnya maut,”.


“Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, berikanlah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat hisab,”.


✓ Doa untuk Suami yang Bekerja Agar Selalu Diberikan Rezeki yang Baik


“Allòòhumma innii as-aluka an tarzuqònii rizqòn halaalan waasi’an thòyyiban min ghairi ta’abin wala masyaqqatin walaa dlòirin walaa nashabin innaka ‘a-laa kulli syai-in qòdiir,”.


Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar diberikan rezeki yang halal, yang luas, yang baik, tanpa kesusahan dan juga tanpa kemelaratan serta tanpa keberatan, sesungguhnya Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu,”.


✓ Doa untuk Suami yang Bekerja Agar Dihindarkan dari Segala Kesulitan


“Allahumma Innii As-alikal ‘Afwa Wal ‘Aaffiyah Fid Dun-yaa Wal Aakhirah. Allahumma Innii As-Alukal ‘Afwa Wal ‘Aafiyah Fi Diini Wa Dunyaa-ya Wa Ahlii Wa Maalii. Allahummas-Tur ‘Au-Raatii Wa Aamin Rau-‘aatii,”.


“Allahumma-Fadz-Nii Min Baini Yadayya Wa Min Khalfii Wa ‘An Yamiinii Wa ‘An Syimaalii Wa Min Fauqii. Wa A-‘Uudzu Bi ‘Adzmatika An-Ughtaala Min Tahtii,”


Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon ampunan-Mu dan bebaskanlah aku dari masalah di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon ampunan kepada-Mu agar terhindar dari masalah dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku,“


“Ya Allah, lindungilah auratku dan tenangkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari arah muka, belakang, kanan, kiri dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak dihancurkan dari bawahku,”


✓ Doa untuk Suami yang Bekerja Agar Terhindar dari Harta yang Haram


“Allahumma yaa ghoniyyu yaa hamiid yaa mubdi’u yaa mu’iid yaa rohimu yaa waduud yaa fa’alu lima yuriid agnini bihalaalila, anharoomika wa bifadlika ‘amman siwaak,”.


Artinya: “Ya Allah Tuhanku Yang Maha Kaya dan Maha Terpuji, Tuhan Yang Menakdirkan dan Yang Mengembalikan, Yang Maha kasih dan Maha Kasih Sayang. Berilah aku kekayaan harta yang Engkau halalkan bukan yang Engkau haramkan, berilah aku kelebihan dari yang lain dengan berkah karuniaMu,”.


✓ Doa untuk Suami yang Bekerja di Tempat yang Jauh


“Astawdi’ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik,”.


Artinya: “Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah,”.

__ADS_1


Ketika membaca doa ini, istri bisa merasa tenang karena telah menitipkan suaminya pada sebaik-baik Dzat, Sang Pencipta, dan Sang Pemilik. Dengan melafadzkan doa tersebut, diharapkan Allah sentiasa melindungi, menjaga, dan membimbing suami meskipun berada jauh.


__ADS_2