
Happy Reading❤️
Lampu temaram belum berganti shift dengan lampu terang
Dinginnya udara malam begitu menusuk tulang
Kemegahan sepertiga malam telah tiba
Menembus relung jiwa para pemujanya
Ambisi untuk memperoleh jawaban
Sama sekali tak menyentuh relung hatinya
Hanya bisa menerka-nerka
Iya atau tidak
Masih ada sedikit kejanggalan
Semua itu coba Ramadhan binasakan dengan shalat malamnya
Perlahan Khansa membuka matanya, Ia terlilit selimut tebal yang membungkusnya.
Tapi keberadaan suaminya tak ada disana.
Dimana kak Ramadhan? Sungguh tega, dia meninggalkanku setelah memakai tubuhku.
Batin Khansa bertanya-tanya.
Astaghfirullah Khansa, kenapa pikiranku jadi tak karuan seperti ini. Ini semua karena ulah Azka, otakku parno ga jelas dan mengacaukan semua perilakuku sendiri. Umpat Khansa didalam hatinya.
"Akkh-" Saat mencoba bangun, Khansa baru sadar jika tubuhnya begitu sakit. Seperti setelah berduel Kondo atau Judo dengan lawan Judo pro.
Namun rasa sakit di bagian Miss-nya ia tepis begitu saja dari laju pikirannya. Khansa menuruni kasur spring bed dengan perlahan.
Berjalan perlahan seperti siput, berharap bisa segera meraih gagang pintu kamar mandi.
Aku ini seorang dokter kandungan, mantan murid olahraga Judo dan Kondo! Mantan pelari maraton tingkat kabupaten! Sangat tidak lucu hanya karena berhadapan dengan burung kak Ramadhan yang bahkan panjangnya tidak ada setengahnya dari ukuran panjang pedangku, aku sakit? Aku merasa lemah? No no no.
Khansa ngedumel berbicara sendiri.
"Oh- jadi milikku kurang panjang begitu, menurutmu Khansa?" Suara dari balik tirai ruang mushola kamar seketika mengagetkan Khansa.
Khansa yang terkejut, berniat untuk segera berlari ke arah kamar mandi. Namun area Miss-nya masih terasa kram dan panas.
BRUGH!
Khansa terjatuh ke lantai, hanya dengan terlilit sebuah handuk di tubuhnya.
"Aduuh," Khansa meringis kesakitan bercampur malu, oh tidak bahkan sangat malu.
Ramadhan langsung berlari meraih tubuh Khansa, dan menggendongnya.
"Mau ke kamar mandi?" Tanya Ramadhan basa basi.
Khansa hanya menganggukkan kepalanya tanpa memandang Ramadhan sedikitpun.
Ramadhan mengantar Khansa sampai bibir pintu kamar mandi, "Alat-alat personal care yang berserakan disini sudah ku bereskan tadi. Aku taruh semua di tas itu, lain kali tidak perlu seperti itu, Allah tidak suka sesuatu yang berlebihan. Aku tau maksud Khansa- tapi sewajarnya saja, aku akan menerima kamu apa adanya tanpa harus ada kata harum sekalipun."
Kata-kata itu begitu menohok rongga dada Khansa, ia semakin malu. Seolah seorang Khansa telah mempersiapkan semuanya acara tempur malam tadi.
Khansa langsung menyalakan shower air hangat, untuk menutupi suara tangisannya.
"Hiks hiks hiks, kok jadinya seperti aku yang menginginkan ini semua? Aku malu setengah hidup sumpah."
Apa istriku masih perawan atau tidak?
Kenapa tidak ada noda bercak banyak darah di sprei?
Memang ada noda, tapi hanya sedikit-
just a little. Semua ini membuat seorang Ramadhan begitu terhenyak akan pemikiran buruknya sendiri.
Memang ia merasa kesusahan saat pertama kali akan memasukannya ke milik Khansa, tapi tidak ada banyak bercak darah. Hanya sedikit, mungkin itu hanya setetes. Apa sebelumnya istriku pernah melakukannya dengan orang lain?
Ramadhan mengganti sprei lama dengan sprei yang baru. Ia langsung mengeksekusi, membersihkan semua sprei dan selimut yang telah mereka pakai tadi. Di masukannya satu persatu kedalam mesin cuci yang terletak dekat kamar mandi umum dan dapur itu.
"Eits- sepertinya ada yang abis belah duren nih."
__ADS_1
Ramadhan sudah tidak terkejut lagi, pada jam-jam segini memang kakak beradik ini selalu shalat malam.
Ramadhan tetap tak bergeming dengan kata-kata yang dilontarkan Reza.
"Habis belah duren harusnya seneng dong kak, bahagia alias happy. Ini kok mukanya malah suram seperti langit malam."
Apa aku harus bertanya pada Reza?
Ah tidak-tidak sebaiknya aku bertanya pada yang lain.
Batin Ramadhan bergejolak sendiri.
"Kak?" Reza menyadari ada yang tidak beres dengan kakaknya yang satu ini.
"Apa kamu tidak bisa di jam segini mengganggu kakak? Kerjakan saja kerajaanmu sendiri."
"Kalau ada masalah dibicarakan baik-baik bersama kak, jangan dipendam sendiri. Nanti jatuhnya salah paham sendiri dan sakit hati sendiri. Itu saran dariku, dipakai atau tidaknya terserah kakak." Reza berlalu meninggalkan kakaknya itu sendiri.
Selesai kegiatan mencuci dan mengeringkan sprei-selimut, Ramadhan bergegas menuju masjid pondok tanpa berpamitan dengan Khansa.
...****************...
Brak!
Beberapa lembar berkas yang baru saja disodorkan dilempar acak diatas meja begitu saja oleh Hilal.
"Seret Sinta sekarang juga ke hadapanku."
"Se-seret tuan?" Sekretaris Hilal bernama Hamid, pria bertubuh tak kalah kekar dari tuannya itu sedikit terkejut. Hilal memerintahkan menyeret adiknya sendiri.
"Apa kau tuli? Ya seret dia sekarang juga, apapun caranya." Ucap Hilal dengan mata dinginnya yang begitu menusuk.
Brum! Brum! Mobil sport baru saja tiba bertengger tak sesuai garis parkir itu tiba di garasi rumah Hilal.
"Sepertinya saya tidak perlu menyeretnya tuan, non Shinta baru saja tiba." Jelas Hamid.
"Bawa dia kesini." Suara dingin memang tak pernah lepas dari pria bertubuh kekar ini.
***
Brak!
"Mau apa lagi? Aku capek ini, butuh istirahat."
"Siapa Ramadhan? Bukankah dia pria yang kau kejar-kejar selama ini?"
Plek! Foto-foto pria berparas tampan itu kini berada dimeja hadapan Sinta.
"Yes- So?" Jawab Sinta singkat.
"So? Dia menikah dengan Khansa! Mantan kakak! Lalu apa usahamu selama ini? Mendapatkan pria begitu saja kamu tidak becus!"
"Ya- aku memang tidak becus, karena dia berbeda dengan lelaki lainnya. Dia tak asal bisa begitu saja tertidur dengan wanita manapun seperti pria didepan ku ini."
Plak!
"Jaga bicaramu Sinta, itu sebuah kecelakaan. Jika itu tidak terjadi pasti Khansa sudah jadi milikku sekarang!"
"Aku ada rencana untuk bisa mendapatkannya kak, tapi sebelumnya aku sudah menanggalkan sahabat sekaligus assiten dia terlebih dahulu.
Untuk mendapatkan ikan yang besar juga butuh rencana dan pancingan yang besar juga."
"Apapun rencana yang kamu lakukan, jangan sampai melukai Khansa! Ingat itu."
Ancam Hilal.
"Urus saja urusanmu sendiri, pikir bagaimana cara mendekatinya. Jangan hanya mengandalkan ku saja, urusan cinta memang selalu membuat mu bodoh!"
Sinta melenggang begitu saja meninggalkan kakaknya yang masih loading dengan kata-kata adiknya itu.
"Hamid!"
"Ya tuan,"
"Perintahkan orang untuk selalu mengikuti kemanapun Khansa pergi, dan laporkan padaku secara detil setiap kegiatannya."
"Baik tuan."
Apa yang direncanakan oleh Sinta?
__ADS_1
Akankah Hilal bisa merebut Khansa kembali?
...****************...
Keperawanan merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan bahwa seorang wanita belum pernah melakukan hubungan seksual.
Keperawatan ini merupakan sebuah norma sosial dan tidak terdapat definisi khusus untuk keperawanan pada sisi medis.
Dan dari situ, banyak sekali mitos yang beredar terkait dengan keperawanan.
Beberapa mitos tersebut diantaranya sebagai berikut;
> Keluarnya darah saat malam pertama menandakan keperawanan.
Itu salah besar!
Tidak semua wanita mengalami perdarahan saat malam pertama.
Perdarahan biasanya terjadi pada wanita yang selaput daranya kecil. ****** pada wanita merupakan organ yang elastis, sehingga tidak semua wanita mengalami perdarahan.
>Wanita yang perawan merasakan sakit saat malam pertama
Nyeri disebabkan oleh ketegangan otot-otot sekitar sehingga saat dilakukan penetrasi terasa kurang nyaman. Selain itu penetrasi dilakukan saat ****** belum terlumasi secara sempurna karena kurangnya foreplay sebelum melakukan hubungan seksual.
>Selaput dara yang robek berarti tidak perawan.
Selaput dara pada wanita merupakan organ yang sangat tipis dan umumnya ada wanita tidak menutup rapat.
Justru, selaput dara yang menutupi liang ****** merupakan kondisi yang tidak normal (hymen imperforata). Selaput dara memang sudah terbuka agar darah menstruasi bisa keluar melalui liang ******.
>Wanita yang tidak punya selaput dara berarti tidak perawan
Selaput dara bukanlah organ yang terpenting dalam organ reproduksi wanita.
Tidak adanya selaput dara umumnya tidak memberikan efek yang bermakna besar pada organ reproduksi wanita. Tidak memliki selaput dara juga tidak menimbulkan gejala pada seorang wanita.
Masih banyak berapa mitos terkait dengan keperawanan yang beredar dimasyarakat dan ditelan mentah-mentah begitu saja.
Jika Anda termasuk perempuan yang tidak mengalami pendarahan dimalam pertama lalu suami mendebat anda terkait dengan keperawanan. Maka kita bisa melakukan konseling kepada psikolog atau seksolog.
Agar tidak terjadi perdebatan yang mengakibatkan adanya permasalahan dalam hubungan rumah tangga Anda.
Maka dari itu, saya mencoba mengunggah materi ini. Agar setiap pembaca tidak salah persepsi tentang keperawanan dan selaput dara.
Jika mau dikumpulkan, pasti banyak perempuan yang tidak mengalami pendarahan ketika pertama kali melakukan malam pertamanya dengan suami.
So para suami, be smart yah. Jangan mengasumsikan secara sepihak begitu saja jika istri anda tidak mengalami pendarahan ketika berhubungan intim pertama kalinya.
Tapi, sekali lagi- jangan jadikan ini juga sebagai alibi oleh pihak tertentu.
Kembali lagi, jika kita baik insyaallah jodoh kita juga pasti baik.
Setiap manusia punya kekurangan dan kelebihannya masing-masing.
Tinggal bagaimana kita menghadapinya dengan sebuah kejujuran dan keberanian.
Keputusan nanti pasangan kita menerimanya atau tidak kita serahkan kepada Allah semata.
Jika ia menerima berarti ia jodoh kita.
Jika tidak menerima berarti dia bukan jodoh kita.
Sesimpel itu, karena hidup ini sudah rumit. Jangan semakin membuat semuanya semakin rumit.
...Cerbung...
...Hai semuanya!...
...Salam hangat dari penulis recehan, alias remahan rengginang yang masih gurih untuk jadi cemilan....
...Tolong tinggalkan jejak kalian disini ya, klik Like, comment dan Votenya. Mmm- Hadiahnya juga boleh kali ya....
...Jika berkenan jangan lupa untuk mampir juga di karyaku yang lainnya yang tak kalah serunya ya....
↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️
...~Terjebak Pernikahan Mr Bule Di Bali...
...~Siapakah Jodohku?...
__ADS_1
...~Obsesi Tingkat Tinggi...