Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)

Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)
Aku Kembali


__ADS_3

Puji syukur kehadirat Allah swt, shalawat dan salam juga senantiasa tercurah kepada junjungan dan tauladan kita, Muhammad saw, keluarga dan para sahabat-sahabat yang selalu mendampingi beliau.


"Aku kembali."


***


Tirta amarta menjeremba dan mengulas senyum tentang cinta seorang suami yang sempat tak mengingat istrinya. Berusaha meraih cinta pada permintaan terakhir yang terkatup dan terucap di ujung doa.


Alunan senandika telah diterjawab oleh sang pencipta, rasa manis dari seorang hamba yang mau berprasangka baik dan berusaha sabar meski sakit itu masih ada. Berdiri tegak, melawan setiap rekayasa dan memperalat sebuah kesempatan dari serakah hati seorang anak manusia yang bernama Kinara.


Mencintai pasangan dan dicintai juga oleh pasangan kita sendiri merupakan hal yang paling sempurna dan membuat degup jantung bersinar bahagia. Kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya, jaga hati dan cintanya. Karena jodoh bukan soal sempurna, tapi ini merupakan soal saling melengkapi satu dengan yang lainnya.


"Yang lalu biarlah berlalu," batin Khansa berusaha mengingatkan dirinya sendiri.


Mengingat dan mengenang masa lalu sesekali memang wajar, setiap orang pasti punya masa lalu. Khansa tidak mau lagi terjerembab dalam genangan payung gelap masa silam yang tak memiliki ujung jika terus diingatnya.


"Hari ini milik anda," ujar Ramadhan yang berhasil membuyarkan lamunan Khansa yang sudah selesai melaksanakan salat sunnah tahajud. Denting waktu yang berjalan tetap masih menunjukan pukul 03.00 dini hari. Ramadhan masih memaklumi jika sang istri melamun, mungkin karena masih mengantuk.


"Ma-maksud Sayang?" Khansa mengernyitkan keningnya. Ia masih tak paham dengan maksud perkataan suaminya yang membuyarkan lamunannya begitu saja.


Ramadhan mengulas senyum di ujung bibirnya, ia baru saja memahami. Jika istri tercintanya seperti sedang memikirkan sesuatu, entah apa itu ... Ramadhan tak ingin mengulik atau mempertanyakannya. Tujuan dan keinginannya kini hanya ingin mencurahkan segala cinta dan kasihnya untuk istrinya, semoga hal ini mendapatkan ridho dari Allah swt. "Yang sudah berlalu, biarlah berlalu. Hari ini milik kita dan biarkan masa depan datang dengan sendirinya. Manusia hanya bisa berencana, tapi tetap Allah yang akan menetapkannya pada takdir. Istriku Khansa ... hari ini milik kamu, aku sangat bersyukur karena ingatanku telah kembali. Aku yakin, usaha kamu untuk membuat aku mengingat semuanya kembali pasti sangatlah tidak mudah. Andai kata aku tidak bisa menebus setiap kesalahan yang telah membuat hatimu terluka, maka izinkanlah aku untuk bisa melakukan dan memenuhi keinginanmu mulai hari ini Khansa."


Kedua mata pasangan itu kini saling beradu, beberapa detik kemudian Khansa menundukkan pandangannya. Tak butuh waktu lama, kedua pipi Khansa kini sudah basah.

__ADS_1


Belaian lembut jemari Ramadhan di dagu Khansa, perlahan mengangkat wajahnya. Kembali bertatapan dengan wajah yang masih sulit untuk menerka apa yang tengah ada dalam pikiran istrinya. Ramadhan segera menyapu air mata itu dengan kedua telapak tangannya. Dan menggenggam kedua tangan istrinya.


"Utarakan apa yang ingin kamu utarakan Sayang, jangan pernah memendamnya. Karena jujur, aku masuk ke dalam deretan bariton laki-laki yang kurang peka. Tidak mudah mengerti dan menerka apa yang wanita inginkan. Tapi aku akan berusaha dan belajar untuk memahaminya selagi itu bisa membuat hati Sayang lebih bahagia dan senang," ungkap Ramadhan jujur.


"Sedih, tawa, cemburu dan kebahagiaanku adalah milikmu. Andai kita adalah dua tumpuan yang berbeda, kita akan berusaha untuk saling menyeimbangkan. Khansa, maafkan aku yang telah mempersulit hidupmu dan selalu menyakitimu. Aku bukan contoh seorang imam yang baik, tapi aku akan selalu belajar dan berusaha menjadi baik." Lagi dan lagi, Ramadhan berusaha. kalaupun ia tak bisa menghapus semua luka di hati Khansa karena perilaku yang tak ia ingat, paling tidak ia berusaha memperbaiki atau mengurangi luka itu.


Raut wajah Ramadhan semakin muram, melihat istri yang ia cintai masih setia memasang wajah datar dan air matanya masih dengan setia mengalir membasahi wajahnya.


"Kak Ramadhan, akh- revisi ... Sayang. Bolehkah aku meminta satu keinginan?" Bibir Khansa berbicara, tapi wajahnya tetap menunduk menutup malu.


"Aku ... aku ingin bisa segera hamil lagi, apa itu boleh?" tanya Khansa masih dengan setia menundukkan wajahnya, ia sama sekali tak berani menadahkan wajahnya untuk saling berpandangan dengan suaminya, ini terlalu memalukan. "Masa perempuan dulu yang minta, aduuuh ...." Khansa hanya bisa membatin di dalam hatinya. Sudah terlanjur basah, ya sudah basah saja sekalian.


Tanpa di duga, Ramadhan langsung berdiri dengan wajah yang terlihat sangat antusias. Pancaran sinar kebahagiaan tidak bisa ditutup-tutupi lagi, sangat mencolok. "Ayo kita buat sekarang!" Intonasi yang tinggi bukti dari semangat 45 Ramadhan untuk mengabulkan keinginan sang istri.


"Loh, katanya Sayang pengen segera hamil lagi ... ya ayo kita buat sekarang."


"Buat sekarang, buat sekarang. Kata-kata Kak Ramadhan udah kaya ngajak orang mau buat cilok aja."


"Mau sekarang apa ga?"


"Mau ga ya?"


Bersambung ...

__ADS_1


...----------------...


Assalamualaikum,


Selamat malam semuanya ....


Maafkan author yang baru bisa kembali dari penjelajahan yang melelahkan.


Insyaallah aku akan konsisten kan novel ini hingga tamat ya temen-temen. Dan per besok novel baru dengan genre adult romance akan rilis.


Judulnya ; Hasrat Suami Barteran


Jadi novel ini aku tulis untuk mengusung emansipasi wanita ya🤭


Kan udah banyak tuh, istri di gadai, istri dijual karena terlilit hutang, istri di kontrak, jadi sekarang aku tulis buat gantian. Suami yang di pakai buat bayar utang🤭


Langsung cus aja buat kepoin besok, jangan lupa klik favorite, rate bintang lima sama komennya ya.


Terima kasih atas segala supportnya selama ini.


Salam Author Remahan Rengginang


__ADS_1


__ADS_2