Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)

Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)
Kehilangan


__ADS_3

Happy reading❤️


Peringatan! Pada bab setelah ini tolong siapin tissue ya☺️


Karena author akan up lagi nanti malam setelah merefresh otak😁


Untuk kali ini yang ingin saya sampaikan dari sisi agama terlebih dahulu, untuk up bab nanti malam akan pure dari segi novel🤗


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bagi pasangan yang menikah tentu, ingin mempunyai keturunan bukan? Walau esensi sesungguhnya dari sebuah pernikahan bukan hanya sekadar memiliki anak. Selain membuat rumah lebih ramai dan ceria, kehadiran sang buah hati merupakan jalan untuk memperpanjang keturunan. Namun, tidak semua pasangan memiliki karunia tersebut. Ada yang masih menunggu dan dengan sabar berdoa, berharap diberi kesempatan untuk diberi keturunan.Tetapi ada pula yang mendapatkan cobaan dengan mengalami masalah kehamilan yang menyebabkannya belum juga menggendong bayi.


Cobaan itu tidak membuat setiap pasangan berputus asa begitu saja. Justru setiap wanita harus penuh kesabaran itu menerimanya sebagai pertanda Yang Kuasa akan memberikan ganjaran dan kebaikan baginya.


"Khansa ...!" seru Fitria yang mendapati Khansa tengah duduk di kursi roda sudah berada di ambang pintu.


"Di mana kak Ramadhan? Sudah ada kabar Fit? Aku tidak bisa terus begini, aku harus mencari suamiku Fit," seru Khansa dengan segenap tenaganya untuk menahan air mata agar tak menetes lagi. Khansa harus menyimpan tenaganya baik-baik agar bisa memulai untuk mencari keberadaan suaminya.

__ADS_1


Fitria langsung memeluk Khansa begitu erat dan lama. Air matanya terus berurai, ia bingung. Harus dengan cara bagaimana ia menyampaikan kepada Khansa bahwa ia telah kehilangan bayinya di dalam kandungan.


Diterangkan dalam kitab Sunan At Tirmidzi bab keutamaan bersabar dan mengharapkan pahala atas musibah, disebutkan sebuah hadits yang menjadi kabar gembira bagi orang tua yang Allah takdirkan kehilangan buah hatinya adalah mendapatkan rumah Baitul Hamdi atau Rumah Pujian.


Dari Abu Musa Al Asy'ari, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila anak seorang hamba meninggal, maka Allah berfirman kepada malaikat: "Kamu telah mencabut (nyawa) hamba-Ku?".


Para malaikat menjawab: "Ya".


Kemudian Allah berfirman: "Kamu telah mencabut (nyawa) buah hatinya?" Para malaikat menjawab: "Ya".


Maka allah berfirman: "Apa yang dikatakan hamba-Ku?".


Lalu Allah berfirman: "Bangunkanlah rumah di surga untuk hamba-Ku, dan berilah nama Bait Al Hamdi."


Pahala kedua, memberi syafaat kepada kedua orang tuanya. Hal ini disampaikan Ibnu Majah dalam kitab Sunan-nya bab bagi seseorang yang ditimpa musibah keguguran.


Ibnu Majah menyebutkan ada tiga hadits yang menunjukkan bahwa janin yang keguguran akan memberi syafaat bagi kedua orang tuanya.

__ADS_1


Di antaranya dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: "Seorang bayi yang meninggal dalam kandungan ibunya mendahuluiku, sungguh lebih aku sukai dari seorang penunggang kuda yang mengawalku di belakangku."


Ketiga, penghalang dari Neraka. Seorang anak yang meninggal, akan menjadi penghalang kedua orang tuanya dari api nereka. Hal ini sebagaimana hadits riwayat dari Ibnu Majah.


Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa memberikan (ditinggal mati) tiga anak laki-laki yang belum berumur balig, maka mereka akan


menjadi benteng penghalang baginya dari api neraka. Abu Dzar berkata, "Aku telah memberikan dua orang anak?” Beliau bersabda: "Dan dua anak. "Ubai bin Ka’ab, tuannya ahli Alquran, berkata, "Aku telah memberikan satu anak?” beliau bersabda: "Dan satu anak."


Imam An Nawawi mengatakan: "Meninggalnya salah satu anak seseorang, maka akan menjadi penghalang antara dirinya dan neraka, begitu pula janin yang keguguran."


Keempat, dapat menarik orang tuanya untuk masuk ke surga. Dalam hadits sahih riwayat Imam Muslim bahwa anak yang meninggal sebelum baligh, akan menarik orang tuanya masuk surga.


Dari Abu Hassan, dia berkata: aku berkata kepada Abu Hurairah: “Telah meninggal dua putra saya, Adakah engkau bisa mengabarkan dari Rasulullah SAW dengan suatu hadits tentang orang yang telah meninggal dunia yang bisa membuat hati kami menjadi tenang? Abu Hurairah RA berkata: "Iya”. Rasulullah bersabda: Anak-anak kecil mereka adalah penghuni-penghuni kecil di surga. Salah seorang dari mereka menyambut Bapaknya, atau kedua orang tuanya, kemudian dia memegang pakaiannya, atau tangannya, seperti halnya aku memegang ujung pakaianmu ini, dia tidak akan meninggalkan orang tuanya sampai Allah memasukkannya dan orang tuanya ke dalam surga”. (HR Muslim).


Kelima, mendapat pengasuhan dari Nabi Ibrahim di Raudhah. Seorang anak kecil yang meninggal sebelum balig, pernah dilihat Nabi Muhammad SAW sedang bersama dengan Nabi Ibrahim di Raudhah.


Sebagaimana hadits yang cukup panjang berkaitan dengan Isra' Mi'rajnya Nabi Muhammad dalam shahih Bukhari dari Samurah bin Jundub:

__ADS_1


"Lalu kami mendatangi sebuah kebun yang secara merata berisi warna musim semi, diantara dua tepi kebun terdapat seseorang yang jangkung, yang nyaris aku belum pernah melihat manusia yang kepalanya memanjang di langit seperti itu, dan sekitar orang itu terdapat banyak anak-anak kecil yang pernah aku lihat. Saya bertanya; 'Apa ini sebenarnya, mereka ini siapa?


Adapun laki-laki jangkung dalam taman, ia adalah Ibrahim AS, adapun anak-anak di sekitarnya adalah bayi yang mati di atas fitrah." Lantas sebagian sahabat bertanya; 'ya Rasulullah, juga anak orang-orang musyrik? ' Rasulullah SAW bersabda: "Juga anak-anak orang-orang musyrik!” (HR Bukhari).


__ADS_2