
Happy readingโค๏ธ
Sebelumnya author mau minta maaf๐ karena hari ini telat update ya temen-temen.
Serius, saya sendiri ga nyangka kalau kejadian ini benar-benar terjadi sama diriku sendiri.
Kemarin saya sempat tulis cerpen ada adegan tokoh utama menerobos lampu merah karena melamun, dan tadi siang kejadian itu benar-benar terjadi sama aku๐ฅ
Antara pengen nangis, sama pengen ketawa jadi satu. Pengen nangis karena diklakson banyak orang yang marah kan guys, dan pengen ketawanya ya karena itu, aku sendiri yang nulis cerpen dengan alur begitu, dan aku sendiri pula yang seolah memerankannya.
Kocak banget โบ๏ธ๐
Segitu aja curcol ga jelas author ya teman-teman, semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah Swt.
Amiiiin๐
...****************...
Tanpa diduga Khansa merebut alat pemotong kabel yang dipegang oleh salah satu tim Gegana, Khansa langsung memotong kelima kabel yang melilit di dadanya.
"Tidaaak!" Semua orang berteriak kata yang sama.
Ajaibnya waktu pada bom berbentuk kotak persegi itu benar-benar berhenti. Dengan rasa kelegaan tingkat dewa terpancar dari seluruh orang yang berada diruangan itu. Refleks Ramadhan memeluk Khansa dengan sangat erat, ucapan puji syukur kehadirat Allah SWT meluncur dari mulut manis Ramadhan.
Tapi keadaan itu tak berlangsung lama, tiba-tiba muncul suara lengkingan kencang.
Tiiit! Dan shit! Ingin rasanya Hilal berkata kasar. Waktu pada bom persegi empat itu meluncur cepat, tersisa waktu 10 menit 49 detik.
"LLAAARIII!" Teriak salah satu tim gegana disana.
Ramadhan menggandeng keras Khansa dan berlari sekuat tenaga, sementara Hilal menarik paksa lengan Sinta yang seolah enggan beranjak dari sana.
"Jangan gila Sinta!" Hilal menyeret tubuh Sinta dan menggendongnya.
DUUUAR! DUUUAAAR!
__ADS_1
Dua bom meledak secara bergantian, semuanya terpental berpuluh-puluh meter karena ledakan bom yang begitu dahsyat itu.
***
Rumah sakit Hasan Sadikin terlihat sangat sibuk kali ini, bunyi sirine dari ambulance yang mengangkut para korban dari ledakan bom seolah menambah keramaian di pintu masuk rumah sakit ini. Kekuatan bom ini seolah ingin menyaingi dahsyatnya bom the mother of satan.
Bunyi roda brankar saling menggema satu sama lain saat bergesekan dengan lantai berwarna putih rumah sakit.
"Kha-khansa," Tangan Ramadhan ingin meraih tangan istrinya yang terlihat berlumuran darah, tapi apa daya. Tangannya tak dapat menggapai sang istri, brankar keduanya terpisah di ujung ruang operasi.
"Umi! Khansa datang!" Khansa berlari-lari menuju sosok ibu yang begitu ia sayangi, sosok ibu yang selalu menjadi pelabuhan rasa manjanya yang tak bisa ia tunjukan kepada orang lain. Dekapan hangat seolah menjadi ungkapan pertama yang Khansa rasakan di tengah terpaan angin kesepian sendiri tanpa sosok ibu selama ini.
"Wah Umi pasti seneng banget disini, tempatnya indah, sejuk, harum sekali. Khansa pokoknya mau disini terus bareng sama Umi." Ucap Khansa dengan riang sambil terus memeluk tubuh ibunya.
"Kalau Khansa disini sama Umi sama Abah, lalu siapa ya jaga Aisyah?"
"Kan ada Reza mi," Khansa masih menggelayut manja dengan posisi kepalanya berada dipangkuan Umi.
"Lalu nak Ramadhan? Khansa tega meninggalkan seorang pria yang tidak mempunyai aliran darah yang sama, namun ia begitu tulus mencintai kamu nak?"
"Umi, kenapa Abah hanya diam? Apa Abah masih marah denganku Umi?"
"Entah, tanyakan saja langsung pada Abah."
Jawab Umi dengan mengusap lembut kerudung Khansa yang berwarna putih.
"A-abah,"
"Assalamu'alaikum Abah," Dengan raut wajah Harcem (Harap-harap cemas) Khansa memberanikan diri mendekati Abah yang berada dibibir danau yang memiliki air terjun sangat indah disebelah kirinya.
"Wa'alaikumsalam, apa kamu masih ingat dengan Abah?"
"Ma-maafkan Khansa bah,๐ญ" Khansa bersimpuh di kaki Abah dan sesekali mencium punggung kaki Abah.
"Jangan berlebihan seperti ini Khansa, Abah dan Umi sudah tiada. Segera kembalilah ke dunia, kamu belum saatnya disini."
__ADS_1
"Tidak bah, Khansa mau disini sama Umi sama Abah." Rayu Khansa masih dengan bersimpuh di kaki Abah.
"Abah hanya minta, doa kamu tidak pernah putus untuk Abah dan Umi disini. Hanya doa dari kalian berdua yang bisa membantu mengurangi dosa-dosa Abah dan Umi selama didunia. Jagalah adikmu baik-baik, Abah juga sangat menyayangimu. Abah tidak ada niat membeda-bedakan diantara kamu dan Aisyah. Pulanglah nak, Abah ingin melihat kalian bahagia dari sini."
"A-Abah๐ญ" Masih dengan air berurai air mata dan suara Khansa yang tercekat, Abah membantu Khansa berdiri dan mencium kening Khansa dengan lembut.
"Berbahagialah nak, jangan pernah melupakan perkara yang penting. Selalu jaga tiang salat kamu."
"Ma-mafkan Khansa Abah๐ญ,"
"Kembalilah nak, Abah dan Umi akan melihat kalian dari sini."
**
Qs Ibrahim Ayat 41
ุฑูุจููููุง ุงุบูููุฑู ูููู ููููููุงููุฏูููู ููููููู ูุคูู ููููููู ููููู ู ููููููู ู ุงููุญูุณูุงุจู เฃ
Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).โ
Ketiga perkara yang amalannya tetap mengalir ke alam kubur.
Sedekah Jariyah
Sedekah jariyah merupakan sedekah yang diniatkan semata-mata untuk kebaikan. Nantinya, kebaikan tersebut masih bisa bermanfaat meski orang yang memberi sudah meninggal. Beberapa contoh yang termasuk ke dalam sedekah jariyah seperti membangun masjid, menyediakan perlengkapan salat di masjid, mewakafkan tanah untuk jalan, atau sejenisnya.
Pahala sedekah jariyah bisa terus mengalir sampai ke alam kubur. Hal inilah yang membuat Nabi Muhammad sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak sedekah jariyah.
Ilmu yang bermanfaat
Ilmu yang baik bisa menjadi ladang pahala yang berlipat ganda. Semisal saja, seorang muslim mengajarkan ilmu kepada muslim lainnya, kemudian ilmu tersebut diamalkan orang itu, serta diajarkan kepada orang lainnya, dan terus menerus sampai ilmu bermanfaat bagi orang banyak. Maka, orang yang turut mengamalkan dan mengajarkan akan mendapat pahala terus menerus hingga ke liang lahat.
Anak saleh yang mendoakan orang tua
Doa anak saleh bisa menjadi amal baik bagi orang tua yang telah meninggal dunia. Hal ini yang membuat orang tua selama masih hidup dituntut mendidik seorang anak agar menjadi anak yang saleh.
__ADS_1
Bersambung...