
Tak bosan aku untuk berkata,
jangan lupa like dan comment di setiap bab yah.
Mau tanya guys kalian kalau ke kantor polisi tu ngapain?
Kalau aku
Di kantor polisi buat laporan kehilangan ✓
Di kantor polisi ketik Novel ✓
😂☺️
Happy Reading❤️
Dapatkah aku melanjutkan langkah kakimu
Menelusuri jejak suri tauladan pada sosok dirimu.
Muhammadku
Permata indah yang tak bisa ku temui di zaman ini.
Rosul Allah yang menjadi tauladan manusia di akhir zaman.
Cinta dan kasihmu membimbing istrimu, akan coba ku adaptasikan lewat cinta seorang hamba yang juga sangat kecil ini.
Khansa,
wanita yang insyaallah bisa menemaniku
baik didunia ini atau diakhirat
itu sungguh harapan hati kecilku ya Rob.
Bantulah hamba yang sudah mulai tersesat,
bantulah hamba yang sudah rapuh
Ketika dunia ini mulai redup
Ketika dunia ini mulai tua
Aku berharap akan datang seberkas cahaya
Yang menerangi seluruh alam semesta ini.
Membuat dunia ini tersenyum, menanti akan kehadiranmu wahai junjunganku diakhir kehidupan nanti.
Menanti akan semua akhlakmu yang mulia
Engkau tak mengenal lelah, letih hanya demi
Membela agama Rabbmu
Saat engkau dicaci, engkau dimaki oleh orang
Yang tak bertanggungjawab
Tak pernah sekalipun engkau membalasnya
wahai kekasih Allah
Orang-orang yang tak mengerti akan keesaan Tuhan ilahi Rabbi
Kesabaran, keikhlasan hanya itulah yang selalu engkau tanamkan
Engkau selalu memberikan segala pencerahan dalam kehidupan jahiliah ini
Mengubah segala arah yang selalu melintang pada kehidupan ini
Menjadi arah petunjuk yang lurus, menyinari hati yang gelap ini
Kini engkau telah tiada, meninggalkan cahaya imanmu
Untuk selalu dikenang dan dijalankan oleh seluruh umatmu
Hingga hari akhir nanti tiba
Wahai Nabiku, Rasulku dan junjunganku
__ADS_1
Selamatkanlah kami, umatmu yang hina ini, dengan syafaatmu
Dan bagaimana mungkin aku akan mengeluh dan menyerah
ketika perjuanganku didunia tidak ada barang seujung dari sebuah kuku.
Jadikan Khansa wanita pertama dan terakhir didalam hidupku selain ibuku ya Rob
Luluh kan hatinya agar saya bisa dengan mudah menuntunnya bersama menuju cintamu ya Rob.
Jangan biarkan hatiku lelah dan menyerah dengan perjuangan yang tidak ada apa-apanya didunia ini.
Air mata Khansa tumpah, bahkan beberapa tetesnya membasahi buku itu.
Sang pemilik buku yang sedang pergi shalat Isya di masjid pondok bersama Reza, diam-diam Khansa membacanya.
Khansa mengintip kegiatan Ramadhan sempat menulis disaat dirinya dikira tidur.
Lembar demi lembar hanya Khansa yang menjadi topik penulisan disana.
Khansa
Khansa dan Khansa.
Begitu keras kah hatiku selama ini?
Begitu pembangkang aku selama ini?
Jika ku pikir memang benar, hehehehe
Khansa tersenyum simpul sendiri mengingat memang ia benar-benar begitu menyebalkan di mata orang lain selama ini.
Haruskah aku berubah?
Menjadi Khansa yang dulu sangat-sangat dulu.
Abah-Ummi, kenapa hatiku merasa tersentuh dari orang yang bahkan tidak punya ikatan darah sama sekali denganku.
Haruskah aku mencintai dan menyayangi kak Ramadhan seperti kisah Aisyah mencintai Rasulullah ?
Bahkan aku tidak ada 1ujung rambut pun dari seorang Aisyah binti Abu bakar.
Tak ada salahnya aku memperbaiki diri, selama ini aku sudah cukup bermain-main dan jauh dari Allah.
Terdengar suara Ramadhan dan Reza datang dari pintu utama.
Khansa langsung memakai jilbabnya, ia pergi ke dapur dan membuat dua teh hangat untuk Ramadhan dan Reza.
Karena Khansa tidak pernah ke dapur, Aisyah begitu heran melihat kakaknya berlari ke arah dapur tadi.
Tak lama kemudian Khansa membawa nampan berisi dua cangkir teh hangat ke ruang keluarga, dimana Ramadhan, Reza dan Aisyah duduk bersama.
"Silahkan diminum kak Ramadhan," Khansa menyodorkan secangkir teh kepada suaminya.
"Aku mana?" Reza tak kalah juga ingin secangkir teh.
"Ini untukmu, tapi biar Aisyah yang memberikannya padamu. Karena suamiku kak Ramadhan bukan kamu." Jawab Khansa singkat, padat dan jelas.
Tak hanya Reza dan Aisyah yang begitu terperangah dengan sikap Khansa. Ramadhan juga begitu terkejut dengan perubahan sikap istrinya.
"Khansa, kamu ga kejedot pintu kan? kejedot kasur mungkin? atau jangan-jangan kamu amnesia? Kamu masih ingat nama kamu kan?"
Selidik Reza curiga dengan sikap Khansa yang berubah sangat drastis itu.
"Istighfar mas Reza, ga boleh begitu. Seharusnya kita bahagia jika kak Khansa perhatian dengan kak Ramadhan bukan?"
Aisyah mengingatkan atas sikap suaminya itu.
"Astaghfirullahhaladzim , maafkan aku Khansa."
Reza menyadari kesalahannya.
"Baik salah, jahat salah. Emang ga ada bener nya aku jadi manusia." Khansa kesal dengan Reza.
"Istriku selalu baik, istriku tidak pernah jahat. Terima kasih sudah mau membuatkan aku teh hangat Khansa," Ramadhan menyeruput teh buatan Khansa perlahan.
"Sama-sama suamiku," Jawab Khansa dengan senyum simpul dibibir manisnya.
Seketika wajah Ramadhan berubah setelah menyeruput teh buatan Khansa.
Astaghfirullah, kenapa teh buatan istriku rasanya asin.
__ADS_1
Beruntung perlahan bisa ku telan teh hangat rasa asin ini. Reza tak boleh meminumnya dulu, kejujurannya nanti pasti akan menyakiti hati istriku.
"Ini tehnya mas Reza," Aisyah menyodorkan secangkir teh buatan Khansa yang tadi terdiam di nampan.
"Tunggu Reza! Jangan minum tehnya dulu." Reza kaget karena suara Ramadhan tergolong agak tinggi dari biasanya.
"Memangnya kenapa?" Tanya Reza heran.
"Tehnya masih panas, tunggu sebentar lagi.
Aku dan Khansa akan keluar dulu. Assalamualaikum."
Ramadhan langsung menggandeng tangan istrinya dan keluar rumah secepat mungkin.
"Wa'alaikumsalam," Jawab Reza dan Aisyah berbarengan.
"Ki-kita mau kemana kak Ramadhan?"
"Jalan-jalan saja, aku ingin menghirup udara luar bersama istriku. Mulai sekarang panggil aku abi atau sayang, atau suamiku saja mungkin. Kalau panggilnya kak Ramadhan sepertinya aku kakakmu saja, bukan suamimu."
"Baiklah suamiku,"
Khansa dan Ramadhan berjalan kearah belakang pondok, dimana bunga anggrek Khansa dan Aisyah sudah bertengger rapi bermekaran dengan warna-warna yang sangat menentramkan mata yang melihatnya.
***
Srrruupt! Reza menyeruput teh buatan Khansa yang sudah mulai hangat, tak sepanas tadi.
Bbbuuuurrrbbb! Reza langsung menyemburkannya lagi sedetik kemudian.
"Astaghfirullah, mas Reza kenapa? Kenapa tehnya mas sembur begitu? Apa masih sangat panas?" Aisyah begitu khawatir dengan suaminya.
"Ya Allah gusti Aisyah, teh buatan kakakmu ini rasanya asin! Pantas saja kak Ramadhan menyuruhku meminumnya nanti, hah. Ternyata rasa teh buatan istrinya asin."
"Loh, masa mas. Tadi mas Ramadhan minum biasa-biasa saja?" Aisyah merasa heran.
"Nih sayang Aisyah coba sendiri kalau ga percaya sama mas Reza." Reza menyodorkan cangkir teh yang berada ditangannya.
Sruuppt! Dengan segenap rasa yang ada, Aisyah mencoba memaksa dirinya untuk tetap menelan teh hangat yang rasanya asin itu sambil senyum menunjukan giginya yang rapi itu kepada Reza.
"Asin kan? Mas ga bohongkan?" Tanya Reza.
"Hehehehe, iya mas. MasyaAllah, kak Khansa sangat beruntung mendapatkan kak Ramadhan. Kak Ramadhan rela menelan teh hangat rasa asin, dan mencegah kak Reza meminumnya untuk menjaga hati kak Khansa."
"Iya, memang terlihat sekali jika kak Ramadhan begitu mencintai Khansa. Lalu bagaimana dengan aku? Aku juga begitu mencintai istriku Aisyah. Apa kamu merasa tidak beruntung wahai istriku?" Cecar Reza.
"Aku sangat beruntung mas, bahkan sangat-sangat beruntung. Aku bisa menemukan suami yang mau menerima segala kekuranganku. Semoga kita bisa tetap bersama baik didunia hingga akhirat nanti."
"Amiin, sayang masih merah apa udah selesai?" Tanya Reza antusias.
"Masih merah mas,"
Seketika wajah Reza menjadi tak bersemangat lagi. "Baiklah, istirahat yuk. Besok mas yang isi kuliah subuh di Masjid Baiturrahman. Rencananya pak Bupati besok pagi mau mampir shalat disana."
Reza langsung menggendong tubuh Aisyah menuju kamar.
...****************...
"Selamat malam tuan, ada yang bisa saya bantu tuan?"
"Kamu cari informasi sedetail-detailnya tentang suami Khansa. Besok pagi berkas itu harus sudah berada di meja saya. Mengerti?"
"Siap mengerti tuan Hilal, saya permisi tuan."
Hilal hanya menjentikkan jarinya tanda menyuruh pengawalnya itu pergi.
...Cerbung...
...Hai semuanya!...
...Salam hangat dari penulis recehan, alias remahan rengginang yang masih gurih untuk jadi cemilan....
...Tolong tinggalkan jejak kalian disini ya, klik Like, comment dan Votenya. Mmm- Hadiahnya juga boleh kali ya....
...Jika berkenan jangan lupa untuk mampir juga di karyaku yang lainnya yang tak kalah serunya ya....
↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️
...~Terjebak Pernikahan Mr Bule Di Bali...
...~Siapakah Jodohku?...
__ADS_1
...~Obsesi Tingkat Tinggi...