
Happy Reading❤️
...Saling memimpikan dan berangan-angan...
...Berlari-lari untuk wujudkan kenyataan...
...Lewati segala keterasingan dan rintangan...
...Lalui jalan sempit yang tak pernah bertuan...
...dan tujuan....
...Ingatkah kawan kita pernah saling berpeluh cacian dan makian...
...Digerayangi dan geliati kesepian...
...Walaupun sejenak lepas dari beban yang tak tau arahan...
...Tuk lewati ruang gelap yang teramat...
...dalam dan curam....
...Hidup ini hanya sebuah kepingan-kepingan perasaan...
...Yang terasa sangat asing di lautan...
...Memaksa kita mengerti arti kehidupan...
...Memendam kepedihan dan rasa kesakitan...
...Tapi kita juga pernah duduk bermahkota...
...Pucuk-pucuk mimpi yang berubah jadi nyata...
...Dicumbui harumnya putik-putik bunga...
...Putik impian yang membawa kita lupa....
**
"Maaf kamu siapa, saya tidak mengenal anda."
Perkataan Ramadhan sangat merobek hati Khansa. Bukan, bukan merobek tapi meremukkan menghancurkan tak tersisa.
Untuk pertama kalinya Khansa menyadari bahwa pernikahan itu begitu menyakitkan.
Untuk kedua kali dalam hidupnya, Khansa kembali menjadi seseorang yang terbuang dan tak dianggap.
Namun, rasa sakit akan menguatkan seseorang menapaki hidup. Penderitaan akan menumbuhkan kebijaksanaan. Kesengsaraan yang melewati batas akan melahirkan kekuatan yang tak bisa diduga.
Byur!
Seorang wanita berpakaian sexy itu menyiram Khansa dengan segelas air putih.
Khansa sama sekali tak menduga, jika ia menjadi tanaman lokal yang harus disiram begitu saja hari ini.
"Wanita tak tahu malu, sudah banyak wanita yang model seperti kamu. Pura-pura mengaku istrinya atau pacarnya hanya untuk pura-pura mencari masalah agar bisa berkenalan dengan pria ganteng seperti Khalif ini." Ucap Sinta menggebu-gebu.
"Baiklah, anggap saja aku berpura-pura mengenal teman pria kamu yang tampan itu. Maka terima kasih atas suguhan airnya, kali ini aku kembalikan." Ucap Khansa santai dan,
Byur!! Khansa menyiram balik Sinta dengan segelas air putih didepannya.
__ADS_1
Saat Sinta hendak menampar Khansa, tiba-tiba tangan Sinta ditahan oleh seorang pria.
"Jika anda tidak ingin disiram, maka jangan menyiram!" Ucap Hafiz geram lalu melepaskan lengan Sinta yang hampir menampar Khansa itu.
"Siapa kamu! Ikut campur urusan orang saja!"
"Jelas saya ikut campur! Anda sudah menyiram teman saya, lalu dengan entengnya mau menampar teman saya. Saya semen juga ini tangan biar kaku kaya tiang bangunan."
"Fitria! dia sahabat kamu?" Boby bertanya, dan Fitria hanya bisa mengangguk.
"Fit, lebih baik kamu disini dengan kekasihmu yang jelas menganggap kamu ada. Biar aku pulang sendiri."
"Aku yang akan temani kamu Khansa." Ucap Hafiz begitu mantap.
Ramadhan hanya bisa menatap punggung orang yang ia sayangi menghilang begitu saja.
Kebohongan ini entah sampai kapan akan ia simpan dari istrinya.
Sementara kasus mendadak ada didepan matanya.
Hacker yang menopang security keamanan data negara mati secara berurutan dalam setiap malam, dan hanya sisa satu hacker namun belum ia temukan.
"Tunggu, Khalif! Bukankah pria tadi sangat mirip dengan-" Suara Boby menggantung.
"Oh shit!" Ramadhan berlari hendak menyusul pria yang bersama Khansa itu, namun pandangannya menatap nanar jam dinding aneh didepannya. 3.24 sedangkan sekarang baru pukul 09.05 lalu tanda merah itu berubah menjadi 3.23
"B*jing*n itu bom. Semua yang berada diruangan ini cepat keluar! waktu kalian tinggal 3menit cepat!" Ramadhan berteriak bak orang kesurupan.
Seketika orang-orang didalam cafe riuh berlarian menuju pintu keluar.
Beruntung ini masih pagi, pengunjung tidak terlalu banyak dan,
DUAR! Bom molotov berbentuk jam dinding itu akhirnya meledak.
"Jadi benar jika wanita tadi adalah istrimu Khalif!" Sinta merasa begitu kecewa.
"Sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahas itu Sinta! Kamu ikut aku dan Boby mencari Hacker itu dan istriku. Sementara kamu Fitria, ikutlah bersama Winda dan bantu kami menjaga rahasia kami."
"Baik kak,"
Ya Tuhan, sebenarnya suami Khansa ini bekerja sebagai apa? Apa dia berbohong dan tidak mengakui Khansa semata untuk keamanan Khansa? Ya, aku mulai paham dengan kondisi pria misterius satu itu. Dan pantas saja Boby demikian, ternyata ia juga ikut berkecimpung pada pekerjaan misterius seperti ini juga.
Batin Fitria menjerit dengan kenyataan-kenyataan yang ada dihadapannya.
Kedua pria bertubuh kekar dan wanita sexy itu telah pergi menjalankan misi mereka.
"Fitria, ayo ikut aku ke markas. Dan jika bisa kamu terus hubungi Khansa, tanyakan keberadaan dia dimana." Perintah Winda
...****************...
Sumber-Sumber Pengambilan Kaidah-Kaidah Ushul
1. Al Qur’an.
Al Qur’an merupakan firman Allah SAW yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW, untuk membebaskan manusia dari kegelapan. Kitab ini adalah kitab undang-undang yang mengatur seluruh kehidupan manusia, firman Allah yang Maha mengetahui apa yang bermanfaat bagi manusia dan apa yang berbahaya, dan merupakan obat bagi ummat dari segalah penyakitnya. Allah berfirman :
“dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. (QS. AL Isra: 82)
2. As Sunnah
Allah memberikan kemuliaan kepada nabi Muhammad SAW dengan mengutusnya sebagai nabi dan rasul terakhir untuk umat manusia dengan tujuan menyampaikan pesan-pesan ilahikepada umat. Maka nilai kemuliaan Rasulullah bukan dari dirinya sendiri tetapi dari Sang Pengutus yaitu Allah SWT, karena siapapun yang menjadi utusan pasti lebih rendah tingkatannya dari yang mengutus. Allah Berfirman yang artinya:” Muhammad tidak lain hanyalah seorang rasul”. (QS. Ali Imran: 144).
__ADS_1
Diantara kaidah-kaidah ushul yang di ambil dari hadits adalah:
ü Perintah yang mutlak hukumnya wajib (الأمر المطلق يفيد الوجوب)
ü Ijma’ merupakah hujjah yang di akui secara syar’I (الإجماع حجة معتبرة شرعا)
ü Jika berkumpul perintah dan larangan maka larangan di dahulukan (إذا اجتمع الآمر والمحرم قدم المحرم)
ü Qiyas merupakan hujjah yang di akui secara syar’I (القياس حجة معتبرة شرعا)
3. Ijma’
Diantara kaidah-kaidah ushul yang di ambil dari ijma adalah:
ü Ijma’ Sahabat bahwa “hukum yang di hasilkan dari hadits ahad dapat di terima”.
ü Ijma’ Sahabat bahwa “hukum terbagi menjadi 5 macam”.
ü Ijma’ Sahabat bahwa “syariat nabi Muhammad menghapus seluruh syariat yang sebelumnya”.
4. Akal
Akal memiki kedudukan yang tinggi didalam syariat islam, karena kita tidak akan faham islam tanpa akal. Sebagai contoh, Apa dalil yang menunjukkan bahwa Allah itu ada? Jika dijawab Al Qur’an, Apa dalil yang menunjukkan bahwa Al Qur’an benar-benar dari Allah? Jika dijawab I’jaz, apa dalil yang menunjukkan bahwa I’jazul quran sebagai dalil bahwa alqur’an bersumber dari Allah SWT? Dan seterusnya. Dengan demikian dapat kita fahami bahwa islam tidak akan kita fahami tanpa akal, oleh karena itulah akal merupakan syarat taklif dalam islam.
Meskipun demikian, ada satu hal yang harus di perhatikan dengan seksama, bahwa akal tidak bisa berkerja sendiri tanpa syar’I. Akal hanyalah sarana untuk mengetahui hukum-hukum Allah melalui dalil-dalil al quran dan hadits. Allah lah yang menjadi hakim, dan akal merupakan sarana untuk memahami hukum-hukum Allah tersebut.
Diantara kaidah-kaidah ushul yang di hasilkan dari akal adalah:
ü Al Qur’an merupakan dalil yang di akui.
ü Baik dan buruk hanya di ketahui melalui syar’I bukan akal.
ü Yang lebih kuat didahulukan dari yang lemah.
5. Perkataan Sahabat
Diantara kaidah-kaidah ushul yang diambil dari perkataan-perkataan sahabat Rasulullah adalah:
ü Hadits-hadits Ahad zonniyah
ü Qiyas adalah hujjah
ü Hukum yang terakhir menghapus hukum yang terdahulu (naskh)
ü Orang awam boleh taqlid
ü Nash lebih di utamakan dari qiyas maupun ijma’
...Cerbung......
...Hai semuanya!...
...Salam hangat dari penulis recehan, alias remahan rengginang yang masih gurih untuk jadi cemilan....
...Tolong tinggalkan jejak kalian disini ya, klik Like, comment dan Votenya. Mmm- Hadiahnya juga boleh kali ya....
...Jika berkenan jangan lupa untuk mampir juga di karyaku yang lainnya yang tak kalah serunya ya....
↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️
...~Terjebak Pernikahan Mr Bule Di Bali...
__ADS_1
...~Siapakah Jodohku?...
...~Obsesi Tingkat Tinggi...