Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)

Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)
Boby Menikah


__ADS_3

Happy reading❤️


Khansa dan Ramadhan justru larut dalam ciuman yang tadinya bertemperatur dingin menjadi temperatur panas.


Awas diatas 37° indikasi terkena virus corona😁☺️


"Aku sangat mencintaimu Khansa, aku hanya butuh cerita darimu. Bukan orang lain atau siapapun." Dengan lembut Ramadhan mengusap bibir istrinya yang masih sedikit basah itu.


Khansa membenamkan lagi kepalanya di dada suaminya yang meragukannya itu. Walau sebenarnya Bibir, lidah dan giginya masih sedikit kelu karena lumayan lama kedua bibir itu bersatu.


"Haus ga si kak?"


Hm- ga peka banget si suamiku, disaat ini rasanya malu dan ingin menangis menutup wajah.


Batin Khansa merutuki kekonyolannya.


"Oh- haus? Tunggu disini sebentar, akan ku belikan air minerale dulu." Ramadhan keluar dari mobil, lalu berlari-lari kecil menuju toko indofebruari yang berada tak jauh dari lokasi mobilnya terparkir.


Hanya 5 menit, pria bertubuh tinggi, kulit putih bersih itu kini kembali masuk kedalam mobil.


Khansa langsung meminum air minerale yang disodorkan suaminya itu hingga tandas tak tersisa.


"Waduh, haus bu? Kaya habis lari maraton aja," Ucap Ramadhan dengan senyum khas ejekannya.


"Bukan habis lari maraton, tapi habis dijajah tepatnya." Khansa menepuk lirih dada suaminya itu.


inhale, exhale


Setelah Khansa merasa cukup siap, akhirnya ia mulai membuka pembicaraan serius. "Pasti kak Ramadhan mengira aku sudah tidak virgin bukan? Karena pertama kali kita melakukannya aku tidak ada mengeluarkan darah sedikitpun."


Mata indah itu melirik wajah suaminya yang kini berwajah bias seakan tak enak karena terlalu menuntut kejujuran istrinya.


"6 tahun yang lalu, aku sempat menekuni olahraga berkuda bersama Hilal kak-" Khansa mendengus kasar lalu melanjutkan pembicaraannya lagi. "Ketika tiba saatnya aku iseng-iseng adu balap dengan Hilal, yang menang akan mendapat apapun permintaan yang ia inginkan. Namu nahas saat itu berlangsung kuda yang ku tunggangi ternyata mengalami stres akut. Entah di kecepatan berapa saat itu aku berpacu, kuda yang ku tunggangi sangat sulit untukku kendalikan. Hingga akhirnya aku dan kuda itu menabrak pohon yang tak jauh berada dari landasan pacu kami saat itu. Sang kuda langsung tewas ditempat karena kepalanya membentur pohon dengan keras, sedangkan aku harus mengalami pendarahan karena selaput daraku pecah. Beruntung bekas luka di perutku tak apa-apa." Terlihat Khansa menundukkan kepalanya, kejadian nahas itu kembali terlintas dalam pikirannya dan kekhawatirannya kini juga menjadi nyata.


"Sayang," Hati Ramadhan terasa tertusuk seribu duri, ia meragukan istrinya tentang keperawanannya, yang ternyata justru Khansa mengalami hal nahas pada dirinya.


Kali ini Ramadhan benar-benar merasa berdosa dengan pemikirannya secara sepihak.


"Sepertinya kita butuh banyak waktu bersama kak, agar tak selalu terjadi hal seperti ini. Bertengkar karena salah paham dengan masa lalu. Mengingat kita menikah tanpa ada pendekatan sedikitpun." Khansa meringis perih.


Ramadhan mencakup wajah Khansa dengan kedua tangannya. "Maafkan aku sayang, maafkan aku. Aku terlalu cepat gelap mata, aku berjanji tidak akan seperti ini lagi. Maafkan aku yang bodoh ini," Ramadhan menundukkan wajahnya, ia benar-benar malu kepada istrinya sendiri.


"Aku bisa paham, jika aku jadi kamu mungkin aku lebih parah, hehehehe. Kak Ramadhan ingat Naura?" Tanya Khansa dengan mata berbinar.


"Tentu ingat, gadis kecil cantik yang memanggil istriku dengan sebutan mama. Dia sudah merebut panggilan mama dari anak-anakku kelak yang saat ini masih dalam projects pembuatan." Ramadhan berdecak kesal.


Khansa mencubit kecil pinggang suaminya yang protes itu. "Aduh- geli Khansa,"


"Dia adalah anaknya Hilal dengan Yuta kak Ramadhan," Wajah harap-harap cemas dari Khansa begitu terlihat, ia takut dengan respon suaminya bagaimana.


"Tunggu-tunggu, Hilal dan Yuta ini siapa kamu Khansa?" Selidik Ramadhan.


"Yuta adalah sahabatku kak Ramadhan, dia adik sepupunya Azka. Sedangkan Hilal adalah mantan aku, dia juga punya adik sepupu- tapi aku belum pernah bertemu karena ia sering berada diluar negeri dulu." Jelas Khansa begitu saja.


"Uhuk, uhuk, uhuk." Ramadhan tersedak oleh air putihnya sendiri.


"Pelan-pelan kak minumnya,"


"Jadi mantanmu Hilal dulu berselingkuh dengan sahabatmu Yuta sampai punya anak begitu? Masih berstatus berpacaran denganmu saat kejadian?" Ramadhan mencoba memastikan.


"Aku ga tau mas mereka berselingkuh atau tidak, menurut penjelasan Hilal itu hanya kecelakaan satu malam saja. Tapi ternyata Yuta hamil, Yuta tak pernah menjelaskan apa-apa kepadaku dulu. Lalu mereka berdua, hilang, menghilang bak ditelan bumi begitu saja."


"Kamu sungguh terlalu polos sayang," Ramadhan mengecup puncak kepala istrinya dengan beribu rasa sayang. Ramadhan juga langsung menyalakan mesin mobil, lalu melajukan mobil Khansa menuju resort miliknya yang berada di Nusa dua.


"Kita mau kemana kak? Terus mobil kakak gimana? Kalau hilang gimana?"


"Tenang saja, nanti ada yang ambil mobilku dibawa ke kantor."


"Terus kita kemana?"

__ADS_1


"Aku mau seharian bersama istriku."


"Lalu kerjaan kak Ramadhan gimana?"


"Astaghfirullah kenapa istriku mendadak jadi cerewet si? Aku masih cuti sayang, sambil menunggu keputusan Billar, Ketua PBB bagaimana mengenai misi rahasiaku itu. Sepertinya aku sudah cukup lama mengabdi, seharusnya itu sudah cukup untuk menebus kesalahanku."


Akhirnya Khansa memilih untuk bungkam, dari pada harus di bilang cerewet lagi.


Tak butuh waktu hingga 30 menit, kini pasutri itu sudah berada di loby resort.


"Selamat siang pak, a- Assalamualaikum pak Ramadhan." Ucap resepsionis merevisi ucapannya.


Khansa mengernyitkan dahinya, "Kak Ramadhan sering kesini?"


Sejurus kemudian sorot mata tajam seolah menembus mata sang resepsionis. "Ah- gak sayang, aku hanya punya kerjasama saja dengan pemilik resort ini. Jadi karyawan disini sudah mengenali aku." Disambut dengan senyum dusta oleh sang resepsionis.


"Oh- begitu," Dengan polosnya jawaban Khansa.


Setelah card room ada di genggamannya, Ramadhan dan Khansa menuju kamar mereka yang ruang out door-nya langsung disuguhkan pemandangan tebing pantai.



Khansa dan Ramadhan menikmati sisa harinya disana. Dan Projects membuat anak-anak seperti yang di ucapkan Ramadhan benar-benar langsung dikebut-nya.


Hingga malam tiba, Khansa dan Ramadhan duduk di barisan tepi outdoor untuk makan malam.


"Maukah kamu berjanji padaku Khansa sayang?Berjanji padaku untuk selalu bercerita apapun kepadaku, agar aku tak salah paham lagi denganmu. Menerka-nerka itu sungguh perasaan yang sangat pelik untuk dijabarkan."


Ungkap Ramadhan.


"Jika tak ingin merasakan pelik, maka seharusnya kak Ramadhan jangan menerka-nerka. Tanyakan saja langsung pada orangnya kak, terkadang baik laki-laki maupun perempuan itu juga tidak PEKA satu sama lain."


Sanggah Khansa.


"Aku berharap kita kita bisa selalu bersama hingga ajal menjemput Khansa, begitu juga di akhirat nanti. Aku harap kita dipertemukan dan dipersatukan kembali." Netra wajah tampan blasteran ini mendadak berkaca-kaca, menggenggam erat tangan Khansa lalu memeluknya dari belakang dengan penuh keyakinan dan kasih sayang.


"Insyaallah kak Ramadhan, aku akan mencintaimu hingga kulitku keriput, menyayangimu hingga mataku rabun, selalu mengingatmu walau aku mulai pikun.


Tangan ini, walau kita tak ada ikatan darah sekalipun. Aku harap tangan ini yang akan selalu menggandengku ketika aku lelah. Tangan ini yang akan selalu mencari ku ketika aku hilang yang akan selalu menghujaniku dengan cinta, dan kasih sayang. Dan Tangan ini juga yang akan menghidupi aku dan anak-anakku kelak nanti."


Tes! Tes!


Khansa tak bisa lagi membendung air matanya.


Wajah dan tubuh Khansa kini terbenam dalam pelukan hangat suaminya.


...****************...


Hingga pukul 23.00 Fitria tak kunjung jua mendapatkan kabar tentang Boby. Perasaannya semakin gelisah, guling kanan guling kiri, scroll-scroll media sosial tetap saja tidak bisa membuat mata bulatnya itu terpejam.


Ya Allah ada apa ini, kenapa aku gelisah?


Kenapa aku jadi cemas.


Lapor orang hilang 1×24 jam seharusnya sudah bisa kan ya?


Drrt! Drrt!


Ting!


Ting!


Ting!


Ting!


Tangan Fitria langsung menyambar kilat Handphonenya yang berada di Nakas.


Netra nya langsung membulat, mulutnya ternganga namun langsung ia tutupi karena takut nyamuk masuk nantinya.

__ADS_1


Seketika aliran didalam darahnya menjadi beku, Fitria tak bisa mengendalikan otaknya lagi setelah melihat foto-foto yang dikirim oleh nomor yang tak ia kenal itu.


Kak Boby menikah?


Tidak mungkin!


Tidak mungkin!


Sejahat itukah kamu kak Boby?


Apa yang salah dariku?


Apa yang kurang dariku Bob?


Tega-teganya kamu malah menikahi wanita lain!


Tubuh Fitri langsung lemas seakan tak bertulang. Tubuhnya terjatuh begitu saja dilantai kamarnya yang dingin.


Fitria masih berpikir, apa salah dan kekurangannya hingga Boby tega meninggalkannya lalu menikah dengan orang lain.


Fitria tak asing dengan wanita yang dinikahi Boby itu, jelas saja tidak asing. Dia wanita bernama Winda! Sekretaris kak Ramadhan yang pernah 3kali ia bertemu dengannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mentari pagi masih malu-malu untuk menyapa.


Sora yang begitu jernih dan bersih menghiasi pemandangan yang indah dipandang dari sisi bumi itu.


Khansa sedang menyeruput susu dan memakan sepasang roti panggang bersama Ramadhan, bersiap-siap check out untuk menyapa pekerjaannya yang pasti banyak pasien sudah membuat janji dengannya siang ini.


Drttt! Drrrt!


Mama Fitria Calling...


"Aku angkat telepon dulu sayang, tumben banget mama Fitria menelpon."


Ramadhan hanya mengangguk tanda setuju.


📞 Hallo Khansa, kamu dimana? Tolong tante Khansa! Tolong tante, huhuhuhu


Terdengar tangisan diseberang telepon itu begitu getir dan menyayat Sembilu.


📞Khansa ada di Nusa dua tante, ada apa tante. Tante harus tenang, ceritakan kepada Khansa, apa yang bisa Khansa bantu lakukan untuk tante?


📞Fitria, Khansa. Fitria... huhuhuuu


📞Fitria kenapa tante?


Tak ada jawaban dari seberang, hanya terdengar isak tangis mengharu biru.


📞Tante dimana? share lokasi sama Khansa, Khansa langsung kesana sekarang juga.


Tut! tut! tut!


...Cerbung...


...Hai semuanya!...


...Salam hangat dari penulis recehan, alias remahan rengginang yang masih gurih untuk jadi cemilan....


...Tolong tinggalkan jejak kalian disini ya, klik Like, comment dan Votenya. Mmm- Hadiahnya juga boleh kali ya....


...Jika berkenan jangan lupa untuk mampir juga di karyaku yang lainnya yang tak kalah serunya ya....


↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️


...~Terjebak Pernikahan Mr Bule Di Bali...


...~Siapakah Jodohku?...

__ADS_1


...~Obsesi Tingkat Tinggi...


__ADS_2