Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)

Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)
Happy Study


__ADS_3

Happy reading❤️


Happy Sunday☺️


Mungkin akan up bab 59 dan 60 tidak jauh berbeda jam, jangan lupa untuk tetap like dan comment di setiap bab-nya yah☺️


Happy reading❤️


......................


Ck! Ga perlu!" Perkataan tak sesuai dengan keadaan, Hilal yang akan beranjak dari duduknya mulai limbung, tak bisa menyeimbangkan tubuhnya untuk berdiri dan brugh!


Hilal jatuh terkulai lemah dan tertidur di aspal.


"Woi ga lucu, gue pergi nih."


Ancam gadis tomboy itu. Ia terus melangkah, tapi sesekali menoleh, pria tampan itu tetap terdiam tak sadarkan diri.


"Ck! kok malah jadi gue yang dikerjain sih! Arrghh!"


Prita mendengus kasar, ia teringat kembali dengan kejadian tadi malam. Ia harus repot-repot membopong pria yang tentu saja beratnya melebihi dari 50 kg. Membayar ongkos Taxi yang padahal ia sendiri tak mampu membayar hutang kepada si cungkring.


Tamat sudah riwayatnya nanti malam, sudah jatuh- tertimpa tangga pula. Sudah tak mampu bayar hutang, tak bisa makan, di tambah sekarang seonggok pria tampan dengan santainya masih tertidur di kursi semi bobrok singgasana satu-satunya.


Kelopak itu mulai menunjukan adanya pergerakan, tanda si pemilik mata akan bangun dari tidur panjangnya yang begitu nyenyak.


"Aish! Sudah jam 8 akhirnya bangun juga ni kutu kupret." Omelan Prita menyapa, menyambut sinar pagi pada pandangan Hilal yang pelan-pelan mengumpulkan segenap kesadarannya.


"Hah! Aku dimana? Uhuk...uhuk...!" Hilal terbatuk-batuk melihat sekelilingnya.


Bagaimana tidak, ia tidur beralaskan sofa yang bentuknya sudah seperti pipi badut, warna warni karena kain tambalan dan bentuk permukaan naik turun tak rata entah karena apa. Dinding ruangan itu terlihat terbuat dari kayu tanpa hiasan apapun, cat dinding berwarna hijau pandan yang diklaim hanya dimiliki oleh merk Velatex senada dengan warna taplak meja dan lemari kecil yang berada diujung ruangan.


Prita membuka jendela dari dapur yang hanya berukuran 3x3 meter, begitu sempit dan pengap.


"Maaf ya, rumah orang miskin ya begindang modelnya. Jauh dari kata layak buat orang kaya lo, tapi setidaknya tempat yang bobrok ini bisa menampung orang kaya lo dengan nyaman dalam satu malam." Dengan memasang wajah cemberut Prita menuangkan air putih dari teko jaman jadul ke dalam gelas. "Minum nih, biar enakan." Prita menyodorkan segelas air itu kepada Hilal.


Tanpa perlu waktu terbuang, air dalam gelas itu kini telah tandas. "Aku dimana ini? Kamu siapa? Kenapa aku bisa di sini?" Rentetan pertanyaan itu membuat Prita semakin mual karena lapar.


"Jangan banyak cing cong deh, kasih gue duit. Gue laper! Gue yang udah bopong lo dari pinggir jembatan sampai sini, semua duit gue udah habis pake bayar Taxi semalem. Mana kuat gue gendong lo sampe sini. Sekarang gue ga punya uang sepeserpun dan gue L_A_P_E_R!"


"Mobil aku mana? Ngapain pakai Taxi?" Hilal meraba-raba saku di celananya, beruntung dompet, ponsel dan kunci mobilnya masih bertengger dalam sakunya.


Sementara Prita membelalakkan matanya, tanda protes tingkat dewa kepada pria tak jelas itu.


Hilal membuka dompetnya, dan nahas tak ada satu lembar uang didalam dompetnya. Hanya berisi deretan kartu platinum, black card dan entah kartu apalagi dan berlembar-lembar cek kosong. "Buset, ganteng-ganteng tapi blangsak juga sama kaya gue. Ga punya uang sepeserpun." Hilal hanya tersenyum simpul melihat ejekan itu. Hilal menyalakan ponselnya, dan benar saja, ratusan panggilan tak terjawab dari Hamid menghiasi layar utama teleponnya.


"Hallo Mid, tolong isikan Ovo saya saldo. Saya mau pesan Taxi online. Mobil saya masih tertinggal di parkiran event, tolong isi sekalian 10 juta, saya masih ada perlu lain. Dompet saya Ko-so-ng tak ada uang sepeserpun." Hilal begitu menekan pada kata kosong."


Sementara Prita yang merasa disindir hanya bisa melengos kesal.


Hilal mengakhiri telepon singkat itu, "aku sudah pesan Taxi online. Kamu ga siap-siap? Ganti baju gitu atau ga mandi dulu. Oh ya- btw nama aku Hilal." Antara setengah niat dan tidak Hilal memberi tahu namanya tanpa mengulurkan tangan kepada Prita.


"Gue udah mandi, ini baju terbaik yang gue punya! Puas? Nama gue Pipit prinalatuconsina tapi orang-orang sini biasa panggil gue Prita."


"Buftt...hahahahah, bagaimana bisa dari nama Pipit jadi Prita? Terlalu keren jadinya. hehehehe." Sekuat tenaga Hilal menahan tawanya, terlihat perempuan didepannya sudah mulai tersinggung.


"Yah, beginilah nasib orang ga punya. Kalau ga diejek, direndahkan ya diinjek-injek."


"Ma-maksud aku bukan seperti itu," Hilal menjadi tak enak hati dengan kata-katanya sendiri.


Tint..Tint..! Suara klakson dari mobil yang Hilal pesan membuyarkan adegan tak enak itu.


Hilal langsung beranjak keluar menuju mobil, sementara Prita sibuk mengunci pintu rumahnya dengan gembok. Lagi-lagi Hilal begitu tercengang, pantas saja ia merasa pengap dan panas di dalam. Ternyata atap rumah ini hanya berbalut esbes, penghantar panas yang baik plus ruangan yang sempit. Sungguh paket komplit untuk menuju panas.


Entah rasa apa yang benar, hati Hilal berdenyut nyeri melihat tempat yang kurang layak disebut dengan sebutan rumah itu.


Tak ada percakapan apapun selama perjalanan menggunakan Taxi online, hingga berganti mobil Hilal sendiri. Tetap tidak ada sepatah katapun yang mencuat.


Kesunyian itu berakhir menjadi isak tangis ketika Hilal dan Prita telah sampai di parkiran sebuah Mall Bali Galeria




"Hiks...hiks..." Prita buru-buru menyeka air matanya yang jatuh membasahi pipi.


"Kenapa menangis? Ga suka aku ajak ke Mall? Katanya laper? Yang aku tau tempat makan ada di sini dan enak-enak." Hilal menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, jika bukan karena rasa ingin membalas pertolongan yang telah ia dapat dari perempuan dihadapannya ini, tidak mungkin Hilal mau berepot-repot ria bersama perempuan yang menurutnya aneh ini.


"Serius seumur-umur gue belum pernah ketempat kaya beginian. Kata temen-temen gue semua yang ada di sini mahal-mahal, liat bangunan luarnya aja udah buat gue nangis. Bagaimana kalau gue liat dalamnya? Kenapa ga ke Warteg aja sih! Kan kasian uangnya."


"Aku kan ga punya uang cash, gimana bisa makan di Warteg? Ntar yang ada disuruh cuci piring abis makan. Ck! Sekali-sekali lah makan disini, sekalian beli baju buat aku. Belum ganti baju dari kemarin malam." Hilal melangkah lebih dulu meninggalkan Prita yang masih mematung. Namun sejurus kemudian Prita berlari mengekor dibelakang Hilal.


"Hay mba, Kamu, iya kamu."


"Wah ba-bapak. Maafkan saya pak, saya hampir tidak mengenali bapak."


"Ck! " Hilal melihat sejenak melihat penampilannya, memang benar terlihat begitu berantakan. "Sudahlah lupakan, kamu ingat nona Khansa bukan?"


"Tentu aku mengingatnya pak, wanita secantik dan sepintar beliau pasti sangat mudah untuk diingat." Jawab sales girl itu penuh semangat.


"Tolong ubah perempuan satu ini, setidaknya tak jauh dari nona Khansa. Walaupun tak mungkin, pastikan saya kembali dia sudah selesai. Ambil satu produk yang kamu suka nanti, anggap saja itu gift dari saya hari ini."


"Wah terima kasih pak, semoga kebahagiaan selalu mengelilingi bapak. Amiin."


Bapak?


Khansa?


Bodo amatlah, yang penting abis ini gue makan. Batin Prita bertanya-tanya.


...****************...


Hilal mengucek matanya berkali-kali, memastikan dengan benar jika wanita yang ada di depannya ini benar-benar Prita yang lusuh ia bawa tadi. Ia tak menyangka, hanya dipoles sedikit saja perempuan aneh ini sudah terlihat cantik.


Ahh- tidak, yang tercantik tetap hanya Khansa.


Hilal mulai melantur kemana-mana.


"Mau makan apa? Terserah lo, yang tau medan di sini kan lo. Kalau lo tanya tempat makan di pasar Badung, di pasar Kreneng baru gue tau."


Hilal menghembuskan napas beratnya, penampilannya berubah anggun. Tapi cara bicara dan kelakuan tetap sama.


Akhirnya Hilal memutuskan untuk belok di resto Yoshinoya.



Glek! Prita menelan saliva-nya sendiri sudah terasa berat.


"Ini mau di makan semua?"


"Menurutmu?"


"Bukannya ini terlalu berlebihan? Apa ga mubazir nanti?"


"Sudah jangan banyak omong, tinggal makan aja. Nanti kalau ga habis ya biarin, ribet amat." Jawab Hilal masa bodo.


Keheningan kembali menyapa diantara mereka berdua, yang tadi ribut-ribut dengan kata mubazir? Kenyataannya perempuan aneh ini sudah menghabiskan 3 mangkok dengan 3 menu yang berbeda.


"Ahhh- Alhamdulilah. Akhirnya kenyang juga." Prita berkata demikian sambil mengelus-elus perutnya yang sedikit membuncit.


Mubazir?


"Kasian Mubazir nya, ga ikut campur tapi di sangkut pautin sampe nyangkut ya?"


"Uhuk...uhuk..!" Sontak cibiran keras itu membuat Prita terbatuk-batuk.


Tiba-tiba dua orang wanita menghampiri meja Hilal dan Prita.


Brak! Wanita cantik itu menggebrak meja.


"Hilal? Dia siapa? Jadi kamu hilang ditelan bumi dan menitipkan Naura kepada kami hanya untuk bisa berduaan dengan wanita ini?!"


Byur! Air dalam gelas itu kini berpindah ke wajah Hilal.


"Yuta... Kha-khansa," Suara Hilal tersangkut di kerongkongannya.


Bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maafkan Author ya teman-teman


Serius, author sudah up dari kemarin tapi cerita tetap bertengger sedang di review terus

__ADS_1


semoga ini tidak mengecewakan kalian


Untuk tetap membaca


Ramadhan Imamku


Semoga ibadah puasa kita lancar satu bulan ya untuk yang laki-laki.


Untuk yang perempuan selain hari kedatangan tamu, semoga puasa kita lancar terus, amiin


Dan pada bab ini author akan sedikit membahas salat-salat Sunnah apa saja si yang di anjurkan Rosulullah selain salat Tahajud.


Karena baru saja author cek comment ada pembaca setia yang meminta untuk membahas shalat malam selain Tahajud, Nah sebelum pembahasan kita ke arah sana. Hal yang perlu kita ketahui dulu adalah macam-macam salat Sunnah terlebih dahulu. Untuk para reader lain yang mau request membahasa tentang apapun, boleh tulis dikolom komentar ya, atau bisa juga masuk di group chat. Yuk cekidot.


Happy reading❤️


Selain Tahajud, berikut Salat Sunnah Yang Dianjurkan Rasulullah SAW


 


Salat sunnah merupakan shalat yang boleh dikerjakan boleh juga tidak, tidak fardhu. Apabila dikerjakan mendapat pahala dan kebaikan, jika tidak mengerjakannya tidak mendapat dosa. 


Berikut ini salat-salat Sunnah menurut sepengetahuan author, jika reader ada juga yang ingin menambahkan, bisa tulis di kolom komentar ya.


✓Salat Wudhu


Sebelum kita salat, sudah pasti terlebih dahulu kita melakukan wudhu. Salat wudhu merupakan shalat sunnah yang bisa kita kerjakan setelah melakukan wudhu, sebelum kita melaksanakan shalat (shalat yang sebenarnya ingin kita lakukan, misalnya; kita ingin shalat Subuh).


Setelah berwudhu kita bisa mengerjakan sunat wudhu sebanyak 2 raka’at, baru mengerjakan Salat Subuh). Nabi Muhammad SAW bersabda:


“Barang siapa yang berwudhu, lalu mengerjakan shalat dua raka’at tidak lalai (dengan khusyu) dalam keduanya, maka diampuni dosa-dosa yang sudah lewat”. (HR. Abu Dawud). Tata Cara Shalat Sunnat Wudhu


Doa Sesudah Mengerjakan Shalat Wudhu


✓Salat Tahiyatul Masjid


Shalat Tahiyatul Masjid merupakan shalat sunat yang dilakukan dengan tujuan untuk memberikan penghormatan terhadap mesjid sebagai rumah Allah SWT. Shalat ini bisa dilakukan kapan pun oleh mereka yang berada di mesjid.


Niat Salat Sunnah Tahiyatul Masjid


Dilakukan sebanyak dua raka’at, pelaksanaannya sebagaimana shalat sunnat lainnya, hanya berbeda dalam lafaz niatnya saja. Adapun lafaz niat shalat Tahiyatul Masjid adalah;


“Ushalli sunnata tahiyyatal masjidi rak’ataini lillaahi ta’aala. Allaahu akbar.”, yang artinya “Saya berniat shalat Tahiyyat Masjid dua raka’at karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar”.


✓ Salat Dhuha


Merupakan salat sunah yang dikerjakan pada sekitar jam 7 pagi, waktu dimana matahari terbit atau naik sekitar 7 hasta sampai terasa panas menjelang Dzuhur. Sebaiknya dikerjakan pada seperempat kedua hari atau sekitar pukul 9 pagi.  Boleh dikerjakan sendiri maupun berjamaah.


Niat


“Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.” yang artinya: “Saya niat shalat sunnat Dhuha dua raka’at karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar.”


✓Salat Rawatib


Shalat Rawatib merupakan salat sunnah yang biasa dikerjakan sebelum atau sesudah shalat wajib. Seluruhnya berjumlah 22 raka’at, dengan rincian sebagai berikut:


Shalat Subuh: 2 raka’at sebelum (qabliyah) dan tidak ada shalat sesudahnya (ba’diyah).


Shalat Dzuhur: 2 raka’at qabliyah, 2 atau 4 raka’at ba’diyah.


Shalat Ashar: 2 raka’at qabliyah, tidak ada ba’diyah.


Shalat Maghrib: tidak ada qabliyah, 2 raka’at ba’diyah.


Shalat ‘Isya: 2 raka’at qabliyah, 2 raka’at ba’diyah.


Tata Cara Shalat Rawatib


Cara mengerjakan shalat Rawatib sama saja dengan shalat biasanya, hanya saja berbeda pada niatnya. Pelaksanaannya tidak bersamaan dengan Adzan maupun Iqamah, dan dikerjakan sendiri.


Niat Shalat Rawatib 2 raka’at sebelum Shalat Dzuhur:


“Ushalli sunnatazh zhuhri rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala.” yang artinya: “Aku niat shalat sunnat sebelum dzuhur 2 raka’at karena Allah Ta’ala.”


Niat Shalat Rawatib 2 raka’at sesudah Shalat Dzuhur:


“Ushalli sunnatazh zhuhri rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala.” yang artinya: “Aku niat shalat sunnat sesudah dzuhur 2 raka’at karena Allah Ta’ala.”


Shalat Tahajud merupakan salat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam hari.  Dikerjakan dalam satuan 2 raka’at untuk satu kali salam. Dikerjakan apabila telah terbangun dari tidur dan sudah mengerjakan shalat ‘Isya.


Dilaksanakan di awal malam yakni antara waktu ‘Isya sampai sekitar pukul 10 malam (sepertiga pertama malam), atau dikerjakan pada tengah malam, antara pukul 10 sampai pukul 1 dini hari (sepertiga kedua malam), dan paling utama apabila dikerjakan pada akhir malam, antara pukul 1 dini hari sampai menjelang Shalat Subuh (sepertiga akhir malam).


Dilakukan sama seperti kita mengerjakan shalat biasanya. Jumlah raka’at raka’atnya minimal 2 raka’at untuk 2 kali salam dan tidak ada maksimal bilangan raka’at karena dilakukan sebanyak yang mampu kita bisa kerjakan.


Niatnya;


“Ushallii sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.” Artinya, “Aku niat shalat sunat tahajud dua raka’at, karena Allah Ta’ala.”


✓ Shalat Istikharah


Shalat Istikharah dikerjakan dengan tujuan untuk memperoleh petunjuk dari Allah SWT, terutama dalam keadaan bingung atau ragu-ragu dalam memilih satu keputusan diantara banyak pilihan.  Bisa dikerjakan kapan saja (siang atau malam) dan bisa dilakukan sendiri. Sangat utama apabila dikerjakan dalam waktu seperti shalat Tahajud karena insya Allah pada jam tersebut kita bisa lebih khusyu’.


Shalat Istikharah dikerjakan sebanyak 2 raka’at.


Niat


“Ushalli sunnatal istikhaarati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.” yang artinya: “Aku niat shalat sunah istikharah dua raka’at karena Allah Ta’ala.”


Doa Setelah Shalat Istikharah


“Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadhlikal ‘adzhiimi. Fainnaka taqdiru walaa aqdiru walaa a’lamu wa anta ‘al-laamulghuyuubi. Allaahumma inkunta ta’lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wama’aasyii faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baariklii fiihi wa inkunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii wa ‘aajilihi fashrifhu ‘annii washrifnii ‘anhu waqdurlil khaira haitsu kaana tsumma radh-dhinii bihi.”


Artinya:


“Wahai Allah, bahwasanya aku mohon pilihan olehMu dengan ilmu-Mu, dan mohon kepastian-Mu dengan kekuasaan-Mu, serta mohon kepada-Mu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung, karena Engkaulah Dzat yang berkuasa, sedang aku tiada kuasa, dan Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui, sedang aku tiada mengetahui, dan Engkaulah Dzat yang mengetahui yang ghoib. Wahai Allah, jika adanya, Engkau ketahui bahwa urusan ini …….. (sebutkan urusan yang dimaksud) adalah baik bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan akibat urusanku untuk masa sekarang maupun besoknya, maka kuasakanlah bagiku dan permudahkanlah untukku, kemudian berkahilah dalam urusan itu bagiku. Namun jikalau adanya, Engkau ketahui bahwa urusan itu ……… (sebutkan urusan yang dimaksud) menjadi buruk bagiku, untuk duniaku, akhiratku, penghidupanku, dan akibatnya persoalanku pada masa sekarang maupun besoknya, maka hindarkanlah aku dari padanya, lalu tetapkanlah bagiku kepada kebaikan, bagaimanapun adanya kemudian ridhoilah aku dengan kebaikan itu.”


 ✓ Shalat Hajat


Jika kita memiliki maksud, tujuan, keperluan, dan sangat berharap bahwa apa yang kita inginkan dapat dikabulkan oleh Allah SWT maka kita bisa mengerjakan shalat sunnat untuk meminta hajat kepada Allah, yakni Shalat Hajat. Shalat ini tidak hanya terbatas pada keinginan kita semata tetapi juga bisa untuk hubungan antar sesama manusia.


Dengan kata lain, cara termudah dan tercepat untuk mengadu kepada Allah SWT adalah melalui shalat Hajat. Boleh dikerjakan kapan saja, asalkan bukan pada waktu yang dilarang, misalnya setelah shalat subuh. Paling utama dikerjakan pada malam hari, pada sepertiga malam terakhir.


Shalat Hajad dikerjakan paling sedikit 2 raka’at dan paling banyak 12 raka’at dengan ketentuan satu kali salam setiap 2 raka’at.


Niat


“Ushallii sunnatal haajati rak’aataini lillaahi ta’aala.” yang artinya: “Aku berniat shalat hajat sunah hajat dua raka’at karena Allah Ta’ala.”


Selesai salat dan berdoa, lalu kita memohon kepada Allah tentang apa yang kita inginkan (yang dihajatkan).


✓ Salat Taubat


Shalat sunnat ini dikerjakan dengan tujuan untuk meminta ampunan kehadirat Allah SWT atas dosa (atau merasa berbuat dosa) dan kemudian sadar bahwa apa yang telah ia kerjakan itu adalah salah sehingga harus memohon ampunan kepada Allah SWT dan berniat untuk tidak melakukan kesalahan itu lagi. Minimal dikerjakan 2 raka’at, dan maksimal dikerjakan 4-6 raka’at dengan ketentuan satu kali salam setiap 2 raka’at.


Niat


“Ushalli Sunnatat Taubati Rak’ataini Lillaahi Ta’aalaa. Allaahu Akbar’ ”.  yang artinya: “Aku niat Shalat Sunah Taubat dua Raka’at karena Alloh Ta’ala, Allah Maha Besar.”


✓ Salat Gerhana


Salat ini dilakukan saat terjadi gerhana, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan dan diikerjakan sebanyak dua raka’at.  Waktu mengerjakan adalah mulai dari terjadinya gerhana bulan/gerhana matahari, sampai bulan terbit kembali (nampak utuh) atau sampai matahari terlihat kembali.


Shalat gerhana bulan disebut shalat khusuf, sedangkan shalat gerhana matahari disebut shalat kusuf. Shalat sunnat gerhana dikerjakan dengan tujuan ibadah, terutama karena kejadian gerhana adalah jarang terjadi.


Ada dua pendapat mengenai cara mengerjakan shalat sunnat gerhana ini. Pendapat pertama, ada ulama yang mengatakan bahwa cara pengerjaannya sama seperti shalat sunnat biasanya yakni satu kali salam setiap lepas 2 raka’at.


Sedangkan pendapat kedua menyatakan bahwa pengerjaan berbeda, yakni; dikerjakan dengan 2 raka’at dengan setiap raka’at ada 2 kali ruku’ dan 2 kali sujud. Pendapat yang kedua inilah yang lebih banyak dipilih oleh ulama (mayoritas).


Niat


Niat shalat gerhana bulan


“Ushallii Sunnatal Khusuufil-Qomari Rak’ataini Lillahi Ta’alaa “ yang artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala.”


Niat shalat gerhana matahari


“Ushallii Sunnatal Kusuufis-Syamsi Rak’ataini Lillahi Ta’alaa.” yang artinya: “Aku niat mengerjakan shalat sunnah Gerhana Matahari dua rakaat karena Allah Ta’ala.”


✓ Salat Tasbih


Shalat Tasbih merupakan salat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasullullah SAW, jika mampu, dilakukan setiap hari, seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali, bahkan sekali dalam seumur hidup.  Disebut shalat tasbih karena dalam 4 raka’at mengandung bacaan 300 kali tasbih.


Shalat Tasbih dikerjakan 4 raka’at; jika dikerjakan pada siang hari maka cukup dengan satu kali salam, jika dikerjakan pada malam hari dengan dua kali salam (dua raka’at untuk satu salam).

__ADS_1


Niat


“Ushallii sunnatat-tasbihi rak’ataini lillahi ta’aalaa. Allahu Akbar.” yang artinya: “Aku niat shalat sunat tasbih dua raka’at karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar.”


Niat ini diucapkan untuk Shalat Tasbih yang dua salam.


Membaca doa Iftitah


Membaa Al-Fatihan dilanjutkan dengan salah surat pendek dalam Al-Qur’an


Sebelum ruku’ membaca tasbih (15x) :


“Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu walaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-azhiim.”


Ruku’


Setelah ruku’ membaca tasbih (10x) :


“Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu walaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-azhiim.”


I’tidal


Setelah I’tidal kembali membaca tasbih (10x) :


“Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu walaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-azhiim.”


Sujud; setelah membaca bacaan sujud, kembali membaca tasbih (10x) :


“Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu walaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-azhiim.”


Duduk antara dua sujud dan setelah selesai bacaannya kembali membaca tasbih (10x) :


“Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu walaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-azhiim.”


Sujud kedua, selesai bacaan sujud kembali membaca tasbih (10x) :


“Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu walaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-azhiim.”


Sambil duduk tuma’ninah, kita membaca tasbih (10x) :


“Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu walaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-azhiim.”


Lakukan kembali pada raka’at selanjutnya, sampai salam.


Ringkasnya:


Selesai membaca surat pada raka’at pertama : tasbih 15x


Ruku’ : tasbih 10x


I’tidal : tasbih 10x


Sujud pertama : tasbih 10x


Duduk di antara sujud : tasbih 10x


Sujud kedua : tasbih 10x


Duduk setelah sujud kedua (tuma’ninah) : tasbih 10x


Sekian dulu penjelasannya tentang berbagai salat Sunnah ya, kita lanjut ke cerita lagi.


Tetap semangat dan kuat di hari pertama berpuasa, tubuh kita sedang beradaptasi dengan perubahan jadwal makan☺️


...****************...


"Yuta... Kha-khansa," Suara Hilal tersangkut di kerongkongannya.


"Siapa mereka berdua? Pacar lo? Buset langsung dua.


Woi! Mba!"


Melihat wajah Hilal yang terlihat begitu lesu dan pucat, membuat Prita tak tega. Dan mengejar kedua wanita cantik tadi.


Menghilanglah dari kehidupanku


Enyahlah dari hati yang t'lah hancur


Kehadiran sosokmu kian menyiksaku


Biarkan di sini ku menyendiri


Pergilah bersamanya di sana


Dengan dia yang ada segalanya


Bersenang senanglah sepuasnya


Biarkan di sini ku menyendiri


Terlintas keinginan 'tuk dapat


Hilang ingatan agar semua terlupakan


Dan ku berlari sekencang-kencangnya


Tuk melupakanmu yang t'lah berpaling (yang t'lah berpaling)


Di sini


Kembali


Kau hadirkan ingatan yang seharusnya ku lupakan


Dan ku hancurkan adanya


Di sini


Kembali


Kau hadirkan ingatan yang seharusnya ku lupakan


Dan ku hancurkan adanya


Letih, di sini


Ku ingin hilang ingatan


Letih, di sini


Ku ingin hilang ingatan


Letih, di sini


Ku ingin hilang ingatan


Letih, di sini


Ku ingin hilang ingatan


Di sini


Kembali


Kau hadirkan ingatan yang seharusnya ku lupakan


Dan ku hancurkan adanya


Di sini


Kembali


Kau hadirkan ingatan yang seharusnya ku lupakan


Dan ku hancurkan adanya


Pergilah bersamanya di sana


Dengan dia yang ada segalanya


Ingin hilang ingatan...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2