Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)

Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)
Faisal


__ADS_3

Selalu support karya ini dengan menekan tombol like dan comment di kolom komentar ya teman-teman.


Happy Reading❤️


Cinta dalam pandangan Quraish Shihab adalah kecenderungan hati terhadap sesuatu yang menyenangkan. Sehingga dianggap baik walau sesuatu itu dipandang oleh pihak lain sebagai sesuatu yang tidak baik.


Pada hakikatnya, cinta adalah pekerjaan hati yang bersifat samar. Ini merupakan pekerjaan yang rumit karena sifatnya dan keberadaannya yang hanya diketahui oleh pelakunya dan yang dicintainya.


Menyoal rasa cinta dalam hubungan rumah tangga, Nabi Muhammad pernah mengadu kepada Allah perihal rasa cintanya. Dalam sebuah riwayat dari Sayyidah ‘Aisyah;


عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْسِمُ بَيْنَ نِسَائِهِ، فَيَعْدِلُ، وَيَقُولُ: اللَّهُمَّ هَذِهِ قِسْمَتِي فِيمَا أَمْلِكُ، فَلاَ تَلُمْنِي فِيمَا تَمْلِكُ وَلاَ أَمْلِكُ


Dari Aisyah, ‘Sesungguhnya Nabi SAW menggilir para isterinya dengan adil, dan berkata, ‘Ya Allah, Inilah batas kemampuan yang kumiliki, maka janganlah kecam aku menyangkut apa yang Engkau miliki tapi tidak kumiliki’”. (HR. At-Tirmidzi)


Dari hadis di atas, dapat kita ketahui bahwa seorang Nabi pun, memiliki masalah dalam soal rasa cinta. Beliau mengadu kepada Allah tentang sulitnya berbuat adil dalam hal cinta kepada istri-istrinya. Namun demikian, bukan berarti ini menjadi pembenaran ketidakcintaan kepada suami untuk menyerah, atau bahkan menjadikan alasan bercerai.


Oleh karena Allah adalah pemilik hati, yang membolak-balikkan hati. Maka seyogyanya seorang istri terus berusaha untuk mencintai pasangan sah-nya. Seraya terus berdoa kepada Sang Pemilik dan Pembolak-balik hati.


Kalaupun ini sudah dilakukan tapi masih tidak bisa mencintai suami sepenuh hati, maka hendaklah tetap berusaha dan berhusnudzan dengan Allah atas ketentuannya, dan bermu’asyarah dengan baik kepada pasangannya. Karena sejatinya kita tidaklah tahu apa yang akan terjadi di depan, maka teruslah berprasangka baik, beroda, dan berusah. Allah SWT berfirman


……وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا


Artinya:


“Bergaullah dengan mereka secara patut. Bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” . (QS. An-Nisa’ [4]: 19)


...****************...


Setelah urusannya dengan alam selesai, Khansa merasa tidak enak dengan kekacauan yang telah ia buat disaat Ramadhan mengutarakan semua hal-hal yang ingin ia ketahui.


Khansa berjalan menghampiri Ramadhan yang kini tengah menyandarkan bahunya dipangkal ujung kasur.


"Aku adalah kakak Reza," Pernyataan itu sontak membuat Khansa menghentikan langkahnya.


Tes! Air mata tanpa permisi keluar begitu saja.


Khansa benar-benar tidak mengenal siapa suaminya.


"Apalagi yang kamu sembunyikan dariku wahai pria yang berstatus sebagai Imamku?" Dengan suara sedikit bergetar Khansa memberanikan untuk bertanya dan menyelesaikan semuanya.


"Aku begitu mencintaimu sedari 10 tahun yang lalu, Allah sudah membuat kita bertemu dan berjodoh kembali setelah sekian lamanya. Berlebihan kah aku jika meminta kepada istriku untuk membuka hatinya untuk suaminya yang hina ini? Terlalu lancang kah aku jika meminta 1% cinta di hatimu untuk suamimu ini?


Pernikahan kita sudah hampir satu bulan, bahkan aku sama sekali belum bisa menyentuhmu." Ucap Ramadhan tertunduk lesu.


"Aku tidak punya cinta untuk seorang pembohong," Ucap Khansa begitu berapi-api.

__ADS_1


"Wahai istriku Khansa, aku hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa. Tapi aku bertaubat dan mencoba memperbaiki semua kekacauan yang sudah ku buat Khansa.


Bahkan Nabi Adam dan Siti Hawa juga mengingkari perintah Allah SWT dengan memakan buah kuldi yang sempat dilarang.


Akibatnya, mereka berdua diturunkan ke bumi dalam kondisi terpisah. Dan aku tidak mau itu terjadi padaku Khansa, aku tidak mau kita berpisah. Aku akan berusaha membuat kamu juga mencintaiku selayaknya seorang istri yang begitu mencintai suaminya Khansa. Sampai kapanpun aku akan menunggu rasa 10 tahun yang lalu itu kembali padaku lagi."


"Jangan berharap diluar kenyataan terlalu berlebihan, aku hanya akan menjalani kewajiban standart aku sebagai istrimu saja. Tidak akan ada cinta didalamnya! Sebelum semuanya semakin panjang, aku mohon ceraikan aku. Aku ingin hidup dalam kesendirianku Ramadhan!" Dengan ucapan berapi-api Khansa menatap tajam sorot mata Ramadhan.


"Sampai aku mati, aku tidak akan pernah menceraikan mu Khansa-ku. Hatiku sudah melewatimu sedari 10 tahun yang lalu 100 tahun yang akan datang dan hingga ajal ku datang. Aku sudah melewati hatiku sejauh itu bersamamu. Awal bulan memasuki Ramadhan nanti Abi dan Umi akan datang ke Indonesia Khansa. Aku mohon, kita sama-sama belajar agar terlihat baik didepan orang tuaku nanti."


"Semua akan baik-baik saja jika kita berpisah sebelum orang tua kamu datang ya Ramadhan,"


Khansa hendak menuju gagang pintu kamarnya, ia ingin mengakhiri perdebatan ini karena rasa laparnya yang sudah mendera. Cacing-cacing diperutnya sudah melakukan demonstrasi masal untuk menyuarakan pendapatnya bahwa mereka semua sudah lapar.


"Lalu apa kamu akan membiarkan Aisyah mengahadapi Abi dan Umi ku sendirian?


Abi bukan orang yang dengan begitu saja dengan mudah menerima kehadiran menantunya dihatinya, Kamu tidak lihat kondisi psikis Aisyah? Belum sepenuhnya ia lupa dengan kesedihan dari kecelakaan yang menimpanya, lalu kamu akan membiarkan ia menghadapi kedua mertuanya sendirian?


Dan apa kamu juga lupa dengan wasiat Abah tentang pernikahan kita? Apa kamu akan mengecewakan Abah lagi, bahkan setelah beliau sudah tiada?" Kata-kata ini lebih tepat sebuah pengancaman bagi Khansa.


Khansa menundukkan pandangannya seakan tak ada lagi jawaban yang ia punya di mulutnya.


"Ikhlaskan dan maafkan aku Khansa, kita coba arungi biduk rumah tangga kita dari awal. Aku akan bernegosiasi meninggalkan tugasku dan banting stir merintis usahaku sendiri dengan tidak jauh dari pondok peninggalan Abah ini Khansa." Ramadhan masih berusaha merayu.


Setiap kali nama Abah diucapkan, tiap itu pula hati Khansa bergetar.


"Pernikahan itu penyempurna separuh agama kita Khansa, ini adalah ibadah terpanjang disepanjang hidup kita didunia. Pernikahan bukan sebuah permainan yang bisa dikontrak dalam tenor waktu beberapa tahun, atau bisa mengucapkan kata cerai semudah membalikan telapak tangan kapanpun.


Ini bukan sebuah permainan yang jika kita bosan kita bisa dengan segera mengakhirinya Khansa. Kita berdua memang cetek ilmu agama, tapi kita berdua bisa saling belajar bersama dalam menggapai cinta Allah.


Aku akan sabar menunggu sampai kamu mencintaiku, maka izinkanlah hatimu untuk mau menerima segala kekurangan dan cintaku walau tanpa ada janji untuk membalasnya."


Kata-kata ringan namun menusuk rongga hati Khansa itu terlontar begitu saja dari mulut Ramadhan.


Semua yang diucapkan Ramadhan berhasil membungkam mulut dan hati Khansa begitu saja.


Kruuuuuuk bunyi cacing dari perut Khansa seakan memberi alarm yang kentara bahwa dirinya tidak bisa menahan rasa lapar itu lagi.


Senyum simpul tersungging dari bibir Ramdhan. "Ya Allah ya Robbi, ternyata istriku menahan lapar dari tadi."


Khansa menyembunyikan wajah malunya itu dari Ramadhan, ia sudah dua kali melakukan kebodohan dihadapan Ramadhan hari ini. Bahkan untuk menatap wajah suaminya saja, ia tak sanggup kala itu.


"Segera pakai jilbabmu, ayo kita makan diluar. Aku tahu tempat resto yang pasti kamu akan menyukainya sayang, bolehkah aku memanggilmu dengan sayang? Adiba Khansa Az-zahra?"


Bibir Khansa mengerucut, "Terserah kakak saja, aku sudah lapar." Khansa segera meraih Jilbabnya lalu menggunakannya dengan rapi, seolah jilbab itu menambah damage kecantikan seorang Khansa di mata Ramadhan.

__ADS_1


"Kali ini aku yang nyetir, kak Ramadhan masih belum sembuh." Khansa menyambar kunci mobil yang tergantung di balik pintu kamarnya itu.


Baru saja Khansa dan Ramadhan melangkah keluar dari kamarnya, terlihat Bude sudah berdiri di ambang pintu ruang tamu.


"Assalamualaikum Bude," Ramadhan mencoba tetap ramah kepada sisa keluarga istrinya itu.


"Wa'alaikumsalam, Khansa- kamu mau pergi? Bude ikut dong, nanti turunin Bude di perempatan ujung blok sana." Tanya Bude yang seolah tahu jika keponakannya itu akan pergi.


"Iya, Khansa mau pergi Bude. Memangnya Bude mau kemana? Biasanya Bude naik motor sendiri?" Khansa heran.


"Ah- hari ini panas Khansa, Bude mau Faisal dulu. Kamu kan bawa mobil jadi Bude ga akan kena panas matahari,"


"Faisal? Siapa itu Bude? Ya Allah Bude, matahari itu Rahmat dari Allah yang tiada Tara lo Bude,"


"Masa Khansa ga tau Faisal di salon. Muka kita dibersihkan komedo-komedo,dan jerawat juga dibersihin lo Khansa, kamu kalau libur nanti Bude ajak juga buat perawatan biar tambah cantik."


Khansa dan Ramadhan menahan tawanya,


"Maksudnya Bude Facial wajah kali, bukan Faisal Bude kasian si Faisal Bude sebut-sebut terus nanti kupingnya berdengung, hahahahaha. Astaghfirullah Bude buat Khansa sakit perut aja."


"Hehehehe, iya itulah sama aja pokoknya. Ayolah Khansa buruan. Ba'da Ashar nanti Bude ada pengajian jadi harus tampil cantik."


Khansa hanya bisa menggeleng-geleng kepala melihat kelakuan absurd Budenya itu.


Ramadhan tak benar-benar mengikhlaskan Khansa untuk menyetir, Ramadhan tetap memaksakan diri untuk mengambil alih kemudi mobil.


Setelah mengantar Bude ke salon yang dituju, Ramadhan melenggangkan mobil menuju resto bebek tepi sawah.


Tanpa diduga, Fitria dan Boby ternyata juga ada disana baru saja duduk menunggu makanan yang sudah mereka pesan tiba.


...Cerbung...


...Hai semuanya!...


...Salam hangat dari penulis recehan, alias remahan rengginang yang masih gurih untuk jadi cemilan....


...Tolong tinggalkan jejak kalian disini ya, klik Like, comment dan Votenya. Mmm- Hadiahnya juga boleh kali ya....


...Jika berkenan jangan lupa untuk mampir juga di karyaku yang lainnya yang tak kalah serunya ya....


↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️


...~Terjebak Pernikahan Mr Bule Di Bali...


...~Siapakah Jodohku?...

__ADS_1


...~Obsesi Tingkat Tinggi...


__ADS_2