
Tak bosannya author mengingatkan untuk selalu menekan tombol like, dan comment yah
Happy reading❤️
Berbicaralah dengan Allah melalui Tahajud.
Tahajud merupakan shalat sunah yang dikerjakan pada malam hari. Jumlah rakaat dalam pelaksanaannya paling sedikit 2 rakaat.
Fadhilahnya begitu banyak disampaikan dalam Al-Qur’an maupun hadist tentang shalat Tahajud ini, di antaranya dekat dengan Allah, dikabulkan segala hajat, diampuni dosa-dosa, dan masih banyak lagi.
Jika kita masih mempunyai banyak doa yang belum terkabulkan? Cobalah untuk tetap istiqomah memanjatkan doa di sepertiga malam kita.
Sebab sebagaimana yang disampaikan Imam Syafi’i bahwa shalat tahajud itu layaknya anak panah yang tepat mengenai sasaran.
Mengapa bisa demikian? Sebab saat malam kita semua dapat berdoa dengan khusyuk.
Ada banyak keutamaan dari salat tahajud, salah satu di antaranya adalah mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT. Hal tersebut seperti tercantum dalam surat Al-Isra' ayat 79 yang artinya:
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, semoga Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (Q.S Al-Isra': 79)
Salat tahajud dikerjakan pada malam hari, dan waktu tersebut merupakan waktu yang paling mustajab untuk berdoa karena pada waktu itu pula Allah sedang turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa hamba-hamba-Nya.
Malam berkeliaran sepi
Pada setiap buai-buai rembulan terpancar rasa sunyi.
Rindu teramat serasa birahi, mengejar bayangmu.
Napas yang mendesah resah, syahdu jelang menuju ufuk timur.
Ditemani segelas harapan yang mendingin Secercah lembayung kuning yang selalu mengintip ruang hati lewat sela-sela atap bangunan malam kelam menjelma rupa sebagai mentari.
Setelah melaksanakan shalat tahajud Ramadhan langsung menuju ke arah dapur.
Dengan telaten Ramadhan memberi nama pada setiap toples yang berjejer di dapur.
Ramadhan bisa maklum kepada istrinya, ia yakin istrinya jarang ke dapur karena kesibukannya sebagai dokter.
Garam, gula pasir, gula halus, bubuk jahe, bubuk kunyit, kopi, teh.
"Cintamu terlalu berlebihan kak,"
Ramadhan terkejut mendengar suara adiknya dari ambang pintu dapur.
"Astaghfirullah Reza, kamu membuatku terkejut saja." Ucap Ramadhan sambil membereskan kertas,spidol dan plakban yang ia pakai untuk menempelkan stiker tulisan disetiap toples.
"Saran aku jika kakak takut melukai hati Khansa karena telah membuat teh hangat rasa asin, lebih baik kakak tawarkan dia kursus memasak. Sebentar lagi Abi dan Umi akan ke Indonesia kak, jangan sampai Umi kecewa melihat salah satu menantunya tidak bisa memasak sama sekali. Kakak tahu sifat Umi bukan? Dalam masalah masak memasak Umi mewajibkan itu, karena Umi tidak mau anaknya kelaparan. Hahahahaha," Tawa masam Reza mengisi dapur kala itu.
"Hei jangan terlalu sibuk memikirkan istriku, apa kamu sudah mengatakan kepada Aisyah jika Abi dan Umi akan ke Indonesia? Aku yakin belum, segera katakan sebelum semuanya menjadi runyam nanti." Usul Ramadhan.
"Pasti aku katakan, aku bukan tipe pembohong seperti kakak. Hahahaha,"
"Hm- dari dulu kamu tidak pernah berubah, selalu bahagia diatas penderitaan kakaknya."
"Biarin welck, siapa suruh jadi kakak. Hehehehe,"
"Ya udah ah, Reza mau ke masjid. Mau isi kuliah subuh, pak bupati mau datang shalat di masjid pagi ini."
"Ya- pergilah, biar aku yang pimpin shalat subuh di masjid pondok nanti."
"Serius?" Tanya Reza yang masih tak percaya.
"Iya, sana pergi." Usir Ramadhan.
__ADS_1
"Terima kasih kakakku, nanti aku bawain sarapan bubur mang Ujang deh. Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
...****************...
"Khansa, sayangku. Bangunlah sebentar lagi tiba waktu subuh, ayo kita shalat berjamaah di masjid. Sayang?" Ramadhan mencoba membangunkan istrinya, namun istrinya itu tak kunjung terbangun. Khansa hanya menggeliatkan tubuhnya saja beberapa kali.
Ramadhan yang sudah kebingungan bagaimana lagi cara membangunkan istrinya, ia tak ingin membangunkan istrinya dengan cara menyakitinya.
Otak jenius Ramadhan bekerja, ia menemukan ide cara membangunkan Khansa tanpa harus menyakitinya.
Cup!
Ramadhan mendaratkan bibirnya ke bibir Khansa, namun masih tidak ada respon dari pemilik bibir mungil itu.
Dengan lembut Ramadhan ******* bibir atas istrinya, Khansa hanya menggeliat kecil.
Akhirnya Ramadhan melanjutkan ciumannya itu, dilumatnya lebih dalam bibir bagian bawah Khansa lebih dalam, makin dalam dan makin menuntut.
Saat lidah ramadhan mulai bergerilya ingin menerobos masuk bagian demi bagian gigi depan istrinya, Khansa terbangun. Matanya membulat, jantungnya berdegup begitu kencang.
Sadar saat membuka matanya, bibirnya telah basah bersatu dengan bibir suaminya. Pipi Khansa mendadak berubah menjadi warna pink tanpa olesan blast on sedikitpun tapi mampu berubah warna. Jantungnya berdegup begitu cepat, bahkan Ramadhan bisa merasakan itu.
Ramadhan melepaskan tautan bibirnya dengan Khansa, "Assalamualaikum istriku, apa kamu kelelahan? Aku mencoba membangunkan mu berkali-kali, namun sayang tak kunjung bangun. Jadi aku memutuskan menggunakan cara epic, membangunkan istriku tanpa harus menyakiti istriku. Aku pintar kan?"
"La-lain kali harus izin dulu, ga boleh sembarangan cium-cium begitu. Pokoknya aku ga ikhlas." Khansa mencoba menutupi kegugupannya dengan kemarahannya.
"Oya- aku harus izin terlebih dahulu? Padahal di mata Allah, semua yang ada padamu adalah milikku. Lalu untuk apa aku izin dulu? Kalau aku harus meminta izin terus, pasti aku tidak akan pernah dikasih. Hehehehe," Ramadhan mencubit kecil hidung istrinya yang mancung kedepan itu.
Karena kalau mancungnya kebawah berarti pesek dong ya.
"Ih apaan si suamiku yang satu ini mulai genit." Khansa mencubit dan menggelitik pinggang suaminya yang sudah menerobos tanpa izin itu.
"Baiklah sayang, aku bersiap-siap dulu."
Tadinya Khansa juga ingin mengajak Aisyah shalat subuh di masjid pondok, namun karena Aisyah tadi belum izin dengan mas Reza . Maka Aisyah memutuskan untuk shalat sendiri di rumah saja.
Terlihat para santriwati yang berderet rapi pada saf mereka masing-masing merasa begitu heran dan terkejut, seorang Khansa ikut shalat berjamaah di masjid pondok. Padahal pada kesempatan waktu sebelumnya, Khansa sama sekali tidak pernah ikut shalat berjamaah di masjid pondok ini.
"Subhanallah, suami kak Khansa begitu tampan. Beri aku ciptaan-Mu satu yang seperti itu juga ya Allah." Ucap salah satu santriwati paling belakang saat melihat Ramadhan naik menuju mimbar akan memberikan sedikit materi kuliah subuh disana.
"Ya Allah nyadar say, selama kita kulitnya masih burik, standar isi otak masih dangkal, terus Selagi sikat gigi dikamar mandi masih pake odol masih di jepit-jepit atau di gunting kalau mau abis, ga usah mimpi dapetin jodoh ganteng kak Ramadhan deh."
"Ye- kan ga ada salahnya kalau kita berdoa meminta, hehehe. Urusan nanti ga dikasih ya udah pasrah, yang penting udah pernah doa."
Timpal santriwati itu lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Pagi dokter Khansa, bagaimana kabarnya?"
Tanya asisten Khansa yang menyambutnya di meja ruangan prakteknya.
"Alhamdulilah baik Mira,"
"Kenapa wajah bu Khansa justru lebih merona setelah sakit ya?" Tanya Mira yang merasa Khansa jauh lebih cantik hari ini.
"Oh ya? Mungkin hanya perasaan kamu saja Mira. Ada berapa pasien jadwal bertemu saya hari ini Mira?"
"Hari ini ada jadwal hanya 10 pasien bu,"
"Baiklah, kamu bisa buka 15menit lagi. Saya persiapkan diri dulu."
__ADS_1
"Baik dok,"
Drrt, drtt!
Notifikasi pesan WhatsApp masuk.
"Assalamualaikum permata hatiku Khansa, jangan terlalu lelah ya. Aku menunggu kamu di taman kota jam 4 nanti. Baru 1jam saja kita berpisah, aku merasa seperti sewindu tak melihatmu."
Senyum lebar muncul dari bibir manis Khansa.
"Wa'alaikumsalam, baik suamiku. Insyaallah jam 4 aku sudah tiba disana. Aku akan menangani pasien terlebih dahulu, selamat bekerja sayang. Tak perlu membalas pesan ini lagi, aku takut tidak fokus menangani pasien jika di otakku hanya memikirkan suamiku, hehehhe."
Senyum sumringah Ramadhan terpancar saat membaca balasan pesan dari istri tercintanya.
"Hm- mulai nih, yang lagi kasmaran. Mulai senyum-senyum ga jelas kaya orang gila.
Kayanya aku harus mengatakan ini kepada Gabriel, detektif plus bos yang tersohor ini mendadak gila dan harus segera diistirahatkan. Hahahaha." Ejek Boby dengan begitu bahagianya.
"Aku memang akan istirahat Bob, aku sudah berjanji kepada istriku. Hanya akan berbisnis saja."
"Eits- sudah ada kemajuan. Pantas saja kamu terlihat happy bos! Apa Khansa sudah mulai mencintaimu?"
"Entah dia sudah mencintaiku atau belum, tapi yang jelas dia sudah mulai menerimaku Bob."
"Uhhh so sweet, aku juga ikutan bahagia kalau bos sekaligus sahabatku ini bahagia." Boby tersenyum sumringah melihat sahabatnya sudah berada di bibir kebahagiaan.
Brugh!
"Ini berkas dari Billar! Seharusnya kamu tidak menikah jika hanya akan meninggalkan pekerjaan ini begitu saja! Kamu kira perjanjian kita dengan PBB itu bisa diputuskan kapan saja! Kenapa malah jadinya aku yang repot ngurus perdebatan kamu dengan dengan Billar! Pasti ini karena permintaan istrimu kan? Aku acak-acak rambutnya nanti jika bertemu, buat aku diposisi capek saja!"
"Ye- itukan memang udah jadi tugas lo buat gantiin Winda, kalau lo ga mau tinggal tuker lagi aja. Winda tarik lagi kesini lo yang tugas di kantor Utara." Boby tak kalah mengkritik kelakuan Sinta.
"Aku bisa menukar kamu sekarang jika kamu mau Sinta." Ekspresi datar itu tak lepas dari wajah Ramadhan.
"Kenapa kamu itu ga pernah peka dengan keinginanku Ramadhan! Aku bela-bela kejar kamu ke Indonesia karena aku mencintai kamu!
Aku butuh kamu untuk selalu berada di sisiku!
Kenapa kamu sedikitpun tak pernah melihat aku!" Ucap Sinta berapi-api.
"Astaghfirullah, kenapa kamu selalu mencampur adukan perasaanmu dengan pekerjaanmu Sinta? Belajar menjadi pribadi yang profesional! Apa kamu tidak bisa melihat, aku sudah punya istri dan aku begitu mencintai istriku, apa kamu tidak bisa menerima keputusanku itu? Selama ini aku berusaha menghargai kamu Sinta. Jadi tolong, hargai aku juga."
Ramadhan mengusap kasar rambutnya kearah belakang.
"Apa perlu aku membunuhnya sekarang agar tidak ada lagi wanita yang begitu kamu cintai?"
PLAK!
...Cerbung...
...Hai semuanya!...
...Salam hangat dari penulis recehan, alias remahan rengginang yang masih gurih untuk jadi cemilan....
...Tolong tinggalkan jejak kalian disini ya, klik Like, comment dan Votenya. Mmm- Hadiahnya juga boleh kali ya....
...Jika berkenan jangan lupa untuk mampir juga di karyaku yang lainnya yang tak kalah serunya ya....
↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️
...~Terjebak Pernikahan Mr Bule Di Bali...
...~Siapakah Jodohku?...
__ADS_1
...~Obsesi Tingkat Tinggi...