
Happy reading❤️
Tahun ini adalah tahun yang begitu padat, terutama untuk wilayah Bali. Bagaimana tidak?
Rentetan bulan Maret, April, Mei banyak peringatan hari-hari besar didalamnya.
pada tanggal 12 Maret 2021 yang jatuh pada hari Jumat dalam rangka Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
14 Maret 2021: Hari Raya Nyepi. Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943
2 April, Wafat Isa Al Masih
14 April , hari raya Galungan
24 April , hari raya Kuningan
1 Mei, Hari Buruh Internasional
13 Mei, Kenaikan Isa Al Masih
13-14 Mei, Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah
26 Mei, Hari Raya Waisak 2565
Fyuuh! jadwal hari besar berbagai agama berderet dalam waktu 3 bulan berturut-turut.
Hebatnya Indonesia negeriku, rakyatnya saling bergotong-royong. Menghargai dan membantu satu sama lainnya tanpa melihat perbedaan warna kulit, jabatan, suku, bahkan agama.
Pertukaran penjagaan ketat saat hari raya, akan kalian temui jika kalian berada di Bali.
Ketika hari raya galungan kuningan tiba, pihak dari agama lain membantu bergotong royong mengatur lalu lintas dan menjaga keamanan sekitar pura, lalu saat hari raya Natal dan Idhul Fitri tiba maka pertukaran penjagaan juga bisa kita lihat. Aman, damai, sehat itulah negeriku. Negeri tercinta Indonesiaku.
Jiwa dan raga yang kita gunakan hari ini
Hanyalah sebuah titipan
Suatu saat, kapanpun, di manapun
Baik kita siap atau tidak
Semua ada catatan waktunya
Yang tidak bisa dipercepat atau diperlambat
walau hanya SATU DETIK!
Tujuan kita semua sama beramal baik untuk mencapai nirwana di akhir kehidupan yang kekal abadi.
Yuta.
Monday, in Singapura.
📞Hallo kak Azka
📞Assalamualaikum Yuta
📞Ah- ya- waalaikumsalam,
📞Terlalu lama kamu di Singapura, membuatmu lupa ucapan salam. *Ledek Azka
📞Ah- ya- sorry...
📞Ada apa gerangan tuan putri Yuta menghubungiku hari ini, besok pagi aku akan mendarat di bandara Ngurah Rai.
📞Wah Congratulation, akhirnya adik sepupuku ingat akan rumahnya. Sebulan lagi juga akan masuk bulan Ramadhan, keluarga besar kita juga akan kumpul semua. Baguslah kalau kamu mau pulang. Tapi sepertinya aku tidak bisa menjemputmu Yuta, aku ada jadwal praktek pagi.
📞Sudah kuduga, kalau begitu biar aku baik Taxi online saja nanti. Tolong katakan pada bibi, aku ingin ayam betutu, rendang dan soto ayam.
📞Jika Khansa tau kamu pulang, ia pasti akan sangat bahagia Yuta.
📞Apa kamu masih mencintainya kak? Sampai kapan kamu akan jadi bujang lapuk?
📞Ah- sepertinya bon cabe di mulutmu itu tak pernah habis ya Yut? Khansa sudah punya suami Yut, apa kamu tidak tau?
📞Aku sudah tahu dari Clarissa,
📞Ah- satu lagi yang aku lupa dari adik sepupuku ini, kamu pasti punya mata-mata yang bertebaran dimana-mana. Aku salah kaprah menceritakan Khansa kepadamu.
📞Tetap saja kak, nasib kita selalu berakhir sama. Mencintai tapi tak bisa memiliki, ah- entahlah. Oleh-oleh apa yang harus ku bawa untuk kakakku yang tampan tapi tak laku-laku ini?
📞Tak perlu membawa apapun Yuta, asalkan kamu pulang saja aku sudah sangat senang.
📞Baiklah, sampai jumpa besok. Assalamu'alaikum kak Azka.
📞Wa'alaikumsalam Yuta.
__ADS_1
Fyuuh! Yuta mencoba mengatur irama hatinya, entah mengapa. Setiap membicarakan Khansa, isi hatinya seperti langsung porak poranda. Sakit, perih dan malu yang tak terkira.
Setelah berusaha menetralisir rasa yang tak karuan dihatinya, Yuta mulai menata barang-barang dan baju yang akan ia bawa pulang ke Indonesia.
Good bye Singapura
Im coming Indonesia
...****************...
Hari ini jadwal Khansa buka praktek pagi, massage darurat dari Azka membuat ia tak punya pilihan lagi selain harus menemui malaikat berwujud manusia yang selalu ada untuknya sedari ia kecil.
Beruntung memang, hari ini klinik lumayan ramai- tetapi Khansa dengan cekatan menyelesaikan setiap keluhan pasiennya dengan baik dan cepat.
"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" Sapa Mira dengan ramah.-
"Hai, saya harus bertemu dengan Khansa." Sinta langsung to the point.
"Ditunggu sebentar ya bu, sepertinya masih ada satu pasien didalam." Jelas Mira dengan sopan.
"Bu? Enak aja kamu bilang, apa kamu buta? Saya ini masih muda! Seenaknya saja kamu bilang saya bu!"
"Akh- Bu itu semata karena saya menghormati anda saja. Bukan bermaksud menganggap anda tua." Jawab Mira asal, karena sudah terlanjur badmood.
"Apa tua? Keterlaluan kamu ya, memang orang yang dekat dengan Khansa itu selalu saja tidak beres!"
"Kamu bisa ke ruangan saya sekarang Sinta, tolong jangan buat keributan disini. Ini bukan tempat yang tepat untuk bisa kamu buat ribut seenaknya." Ternyata Khansa sudah berdiri diambang pintu ruangannya dan mendapati keributan yang dilakukan Sinta di meja pendaftaran.
Dengan langkah sexy dan begitu menarik perhatian Sinta melangkahkan kakinya menuju ruangan Khansa. Hafiz yang sedang membersihkan beberapa peralatan medis yang selesai dipakai itu, langsung menatap sinis Sinta. "Aku mau kita bicara empat mata Khansa, aku tidak mau ada orang lain yang mendengarkan pembicaraan kita."
Ujar Sinta sambil melirik tajam sosok Hafiz agar ia tau diri akan keberadaannya yang dianggap akan mengganggu pembicaraannya dengan Khansa.
"Ah- sungguh, kamu membuat hariku terasa begitu buruk Sinta. Kenapa perempuan model sepertimu itu tidak segera bertaubat dan meminta ampun kepada Allah sesegera mungkin." Ledek Hafiz dengan senyum sumringahnya.
"Aku sedang tidak ingin berdebat dan buang-buang tenaga dengan orang sepertimu."
"Jika sampai kamu melukai Khansa walau hanya satu gores saja, akan ku pastikan membalasnya berkali-kali lipat." Ancam Hafiz kepada wanita yang sebenarnya lebih cocok dipanggil dengan sebutan kucing garong itu.
"Tenang saja Hafiz, jika duel tangan kosong dengannya. Aku yakin, jika aku masih lebih unggul." Ucap Khansa agar Hafiz bisa sedikit lebih tenang.
"Ck! Jangan sombong," Sinta mulai kesal.
Hafiz diam-diam menaruh ponselnya dibawah meja peralatan medis dengan mode siap merekam agar ia bisa mengetahui apa yang akan dibicarakan Sinta kepada Khansa kali ini.
"Aku tak mau bertele-tele atau basi-basi denganmu lagi Khansa,"
"Basa-basi?" Khansa mencoba membenarkan ucapan Sinta.
"Hah, thats mean. Whatever, kamu tahukan jika aku menyukai Ramadhan sedari dulu?"
Khansa yang tadinya begitu tak ingin memandang wajah Sinta, kali ini terpaksa dia harus memusatkan perhatiannya kepada wanita kucing garong satu ini. "So?"
"So? So, i will take my man! you know that!"
"Jeongmal? Really? Ah maksudku sungguh? Maaf, efek sering melihat Drakor dan film Action." Sejatinya hati Khansa merasa remuk redam tak berdaya, tapi Khansa mencoba menyimpannya dan terlihat tegar didepan wanita satu ini. Khansa tau benar tujuan dari Sinta ini, ia akan senang jika melihat Khansa menderita dan terbawa suasana api cemburu.
"Aku sedang tidak bercanda Khansa, aku harap kamu berhenti bermain-main." Ancaman Sinta mulai mengudara.
"Have you ever asked Ramadan if he is willing to be your man? Kamu tahu Sinta, jalannya cinta itu harus dari dua arah. Cinta tak bisa dipaksakan hanya dari satu arah."
"Aku tak butuh bertanya kepadanya, karena keadaan yang akan memaksa dia menjadi lelakiku nantinya. Cinta akan datang karena terbiasa." Sinta mencoba menyanggah apa yang dikatakan Khansa.
Khansa mendengus kasar, benar-benar kepala batu cewek satu ini, "Sinta, kamu harus banyak beristighfar dan bertaubat kepada Allah sebelum terlambat. Sekarang aku balik bertanya kepadamu, sudah berapa tahun lamanya kamu selalu bersama dengan suamiku? Apa hingga sekarang ia terbiasa mencintaimu? The answer very big No! Menyerah-lah Sinta, diluar sana masih banyak laki-laki yang mau mencintaimu apa adanya. Kenapa harus suamiku? Sadarlah Sinta, setan sekarang telah menguasai hati dan pikiranmu. Jangan sampai kamu menyesal suatu saat nanti."
Segala daya ia ucapkan, berharap Sinta mau mendengarkan kata-katanya dengan baik.
"Aku tidak akan pernah menyerah untuk mengambil Ramadhan darimu Khansa!
Jika kamu tetap bersikeras tidak mau melepasnya, maka aku yang akan memaksa kalian terlepas! Apapun itu caranya!" Dengan ucapan yang penuh penekanan Sinta berharap Khansa akan takut dan mau melepaskan Ramadhan.
"Sadarlah Sinta, semua yang kamu coba lakukan itu salah besar!"
"Akh-! sepertinya aku menyesal mencoba memperingatimu dengan cara baik-baik! Akan ku pastikan kamu akan menyesal dengan keputusanmu ini Khansa! Selamat siang!"
Sinta beranjak dari tempat duduknya, melenggang meninggalkan ruangan Khansa, lalu menutup pintu ruangannya dengan sangat keras. "Braaak!"
"Astaghfirullah, ampunilah segala dosa-dosaku ya Rob. Lindungilah rumah tangga kami dari segala fitnah dan orang-orang yang berniat jahat kepada kami ya Rob. Amiiin."
"Khansa! Khansa! Kamu baik-baik saja?" Hafiz yang begitu khawatir dengan keadaan Khansa langsung berlari menghampirinya setelah melihat Sinta membanting pintu ruangan Khansa.
"Alhamdulilah, aku baik-baik saja. Apa Fitria sudah datang? Aku akan pergi menemui Azka." Khansa mencoba menunjukan senyum yang penuh kebohongan itu.
"Jangan tersenyum jika hanya berisi kebohongan Khansa, karena itu sangat tak baik untuk hati kita. Fitria sudah ada di teras klinik, aku yang akan mengantar kalian berdua bertemu Azka. Titik no debat!"
Hafiz menyambar ponsel yang sengaja ia tinggal tadi lalu menyimpannya didalam saku jasnya. Mereka bertiga kini menuju rumah sakit dimana dokter Azka praktik, dengan mobil Khansa.
__ADS_1
Selama perjalanan Khansa dan Fitria hanya terdiam di kursi belakang, sedangkan Hafiz berkonsentrasi mengendarai mobil Khansa sambil beberapa kali melirik wajah Khansa dan Fitria dari kaca supir depan.
Setibanya di rumah sakit, Khansa langsung disambut baik oleh Azka yang memang telah menantinya sedari tadi. Khansa langsung menjalani beberapa rangkaian pemeriksaan, hingga akhirnya Fitria dan Hafiz memutuskan menanti Khansa di food court kantin rumah sakit dengan sebelumnya mereka berdua menunaikan shalat Dzuhur di Mushala rumah sakit.
"Aku pesan soto Lamongan aja mba, minumnya air putih saja." Jelas Fitria ketika sang waiters menanti pesanan makanan Fitria dan Hafiz.
"Kalau mas-nya?"
"Sama saja mba," Hafiz memang tak pernah ambil pusing soal makan.
"Baik, 2 soto Lamongan dan dua air minerale. Mohon ditunggu ya🙏"
Hafiz dan Fitria mengangguk.
Hanya sekitar 10 menit, 2 mangkuk penuh berisi soto Lamongan itu telah tersaji dimeja mereka.
"Fit,"
"Ya,"
"Khansa kalau periksa gini, biasa lama ya?" Tanya Hafiz, karena baru kali ini mengantar Khansa kontrol.
"Ga tentu, kadang cuma sebentar. Ya kalau udah ga sabar nunggu, pulang dulu aja ga papa. Nanti biar aku yang nyetir pulangnya."
"Bukan begitu maksudnya, aku hanya bertanya saja. Bukan bermaksud ingin pulang."
Mereka berdua kembali saling diam, menyantap habis soto yang berada dihadapan mereka masing-masing.
"Alhamdulilah, habis juga." Merasa canggung, Hafiz mencoba membuka suara memulai pembicaraan lagi.
"Hafiz, btw aku minta maaf ya. Karena kelakukan Boby kemarin, wajah kamu sampai begini." Sudut bibir yang masih terlihat membiru, membuat Fitria teringat kejadian kemarin dan merasa sangat bersalah.
"Santai aja, cowok bonyok udah biasa. Kalau cewek bonyok baru ga boleh, hehehe."
Jawab Hafiz asal.
"Aku udah capek di khianati terus sama laki-laki fiz, kadang suka mikir. Gimana ya, ciri-ciri cowok yang setia sama pasangannya. Biar gue ga salah pilih lagi kedepannya." Fitria tak kalah asal bertanya.
"Hm- ciri-cirinya ya?" Fitria perlahan mengangguk.
"Ciri-ciri cowok yang setia yang pertama harus dipastikan dulu, kakinya bisa napak dilantai atau ga? Kalau kakinya napak sudah bisa dipastikan jika dia manusia kan. Takutnya salah lagi nih, dapet cowo yang setia- taunya sudah di alam lain jasadnya, hih!" Hafiz bergidik ngeri.
"Ih- apaan sih, ga lucu." Fitria mulai merajuk, hadapan jawaban yang benar-benar serius pupus lah sudah.
"Fit, jika kamu bertanya kepadaku- bagaimana ciri-ciri pria yang setia? Kali ini aku akan jawab serius. Pria yang setia, ia tak akan mau berlama-lama dalam status yang tak kuat akan hukum. Baik secara hukum agama maupun hukum negara, pacaran? Selama pacaran tidak ada hak paten seutuhnya saling memiliki.
Masih bisa ditikung sana sini, jadi menurutku pria yang setia itu akan sesegera mungkin atau dalam waktu tempo yang sesingkat-singkatnya, akan meng-khitbah perempuan yang dicintainya langsung kepada kedua orang tuanya. Sehingga otomatis fokus dalam hidupnya hanya kepada perempuan yang akan dia ajak menghabiskan sisa hidup bersamanya, tidak ada waktu untuk sekadar melihat atau melirik wanita lain."
Jleb! Jawaban Hafiz itu begitu ringan, namun berhasil menusuk kesadaran Fitria begitu dalam.
Bahkan tak ada sepatah katapun yang mampu Fitria ucap saat itu juga, Hafiz benar-benar membuatnya menyadari akan satu hal yang tak ia sadari sebelumnya.
"Hai Fitria!" Teriakan dan lambaian Clarissa membuat Fitria dan Hafiz otomatis menoleh kearahnya yang berada di ujung meja paling depan.
Bersambung...
Menjalin hubungan dengan kekasih tentu tidaklah semudah yang dibayangkan. Tentu ada berbagai macam hal yang dirasakan saat menjalin hubungan percintaan mulai dari yang menyenangkan hingga yang tidak menyenangkan. Berbagai pemikiran dan prasangka-prasangka kadang timbul terhadap satu sama lain.
Menurut dari beberapa artikel yang sudah author kumpulkan, rata-rata cowok yang setia itu memiliki sifat-sifat ini guys, yuk cekidot😁
✓Tidak haus akan perhatian: Umumnya, cowok yang setia tidak membutuhkan perhatian yang berlebih karena dekat dengan pasangannya saja sudah cukup baginya. Cowok seperti ini tidak pernah berusaha menarik perhatian dari orang lain, apalagi untuk sekedar mendapatkan pujia dan pengakuan dari cewek lain. Stay calm but very sweet, mungkin kata itu cocok untuk cowok yang punya karakter seperti ini.
✓Tidak mudah ingkar janji: Cowok yang sering menepati janjinya bisa menjadi salah satu indikator bahwa ia memiliki kesetiaan terhadap pasangannya. Pasti ada kalanya ia tidak bisa menepati janjinya, namun cowok yang mempunyai sifat ini akan berusaha sebisa mungkin memenuhinya dilain waktu, balik lagi pada kata dalam tempo yang sesingkat-singkatnya😁.
✓Menghormati perempuan: Kalau kalian sudah punya cowok yang mempunyai sifat satu ini, please kardusin! Bungkus! Biar ga lepas. Hehehe.
Cowok yang tidak pernah memandang rendah perempuan, dia akan selalu berusaha untuk mendengarkan dan menghargai pendapat dari setiap pasangannya. Benar-benar memperlakukan perempuan selayaknya perempuan yang harus dihormati seperti sosok ibunya(perempuan) yang melahirkannya.
✓Mampu mengendalikan emosi: Cowok yang setia memiliki kemampuan lebih untuk mengontrol emosinya karena takut melukai hati dan fisik pasangannya. Tidak main pukul, tidak main gampar, tidak main tendang! Kalau sudah nemu, segera karungin!🤭
✓Ada ketika dibutuhkan: Ketika sang wanita sedang memiliki masalah, maka cowok yang setia akan selalu ada untuk membantu. Apabila masalah seperti jarak menjadi penghambat, maka ia akan selalu berusaha menelpon untuk sekadar mengetahui keadaan pasangannya.
✓Bersyukur: Mempertahankan cinta itu jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan mendapatkannya, percaya deh.
Apabila rasa bosan telah muncul dalam hubungan, maka ia akan tetap berusaha berpikir tenang dan rasa syukurnya yang akan membuat ia tetap mempertahankan hubungannnya. Kalau udah dapet yang model begini langsung seret ke KUA!
✓Percaya diri dan bertanggung jawab: Cowok yang mempunyai sifat ini akan paham mengenai apa yang harus ia lakukan dalam hidupnya, tidak mudah putus asa dan tidak mudah menyerah. Dirinya juga memiliki kemandirian dan sangat bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia lakukan.
✓Tidak coba-coba: Cowok dengan tipe ini tidak akan pernah mengorbankan hubungannya untuk sekadar mencoba-coba hubungan dengan wanita yang baru saja ia kenal. Hal ini akan bertolak belakang jika itu menyangkut bisnis atau pekerjaan. Ia justru akan sangat berani mengambil risiko.
✓Jujur: Ini merupakan point penting, bukan hanya untuk cowok! Tapi untuk kita semua yang hidup bersosialisasi dimuka bumi ini.
Dimana pun kita berpijak, kejujuran itu harus selalu ada dan dibawa. Ga boleh sampe ketinggalan! oke!🤗
Salam sehat dan bahagia selalu untuk kita semua, jangan lupa untuk selalu like, kasih bunga dan comment disetiap bab-nya, untuk support Ramadhan Imamku🙏❤️❤️❤️
__ADS_1