Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)

Ramadhan Imamku (Menggapai Cinta Allah)
Katakan Kejujuran Walau Begitu Pahit


__ADS_3

Kali ini akan kita lihat, apa yang akan menang dalam diri Khansa. Kebencian dan rasa sakit hatinya. Atau ia akan lapang menerima kenyataan ini begitu saja.


Sebelum lanjut, jangan lupa untuk support novel ini dengan mengklik tombol like dan comment disetiap bab ya🙏


Happy Reading❤️


"Assalamualaikum kak Ramadhan, baguslah jika dari tadi dirimu sudah berada disana. Setidaknya kamu bisa mendengar sendiri jika aku membela rival ku mati-matian didepan Khansa. Aku bukti pria sejati plus pria tampan bukan? Aku tidak pernah menusuk lawan ku dari belakang. Kita lihat saja, Tuhan akan memberikan jodohku kapan. Baik itu Khansa atau bukan Insyaallah aku terima dengan lapang dada."


"Wa'alaikumsalam Hafiz, aku hanya sedang beruntung Hafiz." Jawab Ramadhan dengan tatapan mata yang begitu sayu menatap kedua bola mata sang istri.


Khansa dengan kikuk mengedarkan pandangannya kearah jendela luar.


"Kakakku yang JONES, makanan sudah siap."


Alena berteriak mengira hanya ada kakaknya dan kak Khansa saja disana.


"Alena! Walau kakakmu ini jomblo tapi tetap berkualitas ya. Banyak wanita diluar sana yang mengejar-ngejar kakakmu ini, tapi kamu tahu hati kakak hanya untuk seseorang saja."


Hafiz membela diri karena tak mau pamornya jatuh didepan Khansa.


"Kalau jomblo ya tetap jomblo kak, ga ada kata berkualitas atau tidak. Memangnya kakak barang elektronik yang mahal dan berkualitas, hahahaha," Hafiz mengejar Alena akan mencubit adiknya yang cerewet itu.


Namun dengan kekuatan penuh Alena berlari dan bersembunyi dibalik punggung sang ibu.


"Loh, nak Ramadhan?" Bu Almira terkejut bisa menemukan Ramadhan di rumahnya.


"Bu Almira?" Ramadhan juga tak kalah terkejutnya.


Bu Almira berhambur memeluk Ramadhan namun Ramadhan mengaduh karena luka perbannya masih basah.


"Oh, maaf. Maafkan ibu yang terlalu bersemangat melihat kamu Ramadhan."


"Saya permisi pamit pulang membawa istri saya bu Almira, saya kira sudah cukup istri saya bermain-main disini." Ramadhan merasa malu karena tidak bisa menjaga istrinya dengan baik.


"Jangan begitu nak, ibu baru saja selesai memasak. Ibu akan mengizinkan kalian pulang jika sudah makan bersama disini."


"Maaf bu, bukan maksud Ramadhan tidak mau. Kali ini Ramadhan ada urusan penting. Insyaallah jika nanti ibu Ramadhan sudah datang ke Indonesia, Ramadhan akan ajak ibu singgah kesini."


"Janji?" Bu Almira mencoba memastikan.


"Insyaallah bu,"


Dengan langkah gontai Khansa berpamitan dengan bu Almira, Alena dan Hafiz.


Sampai di halaman luar langkah Khansa terhenti. "Aku tidak mau satu mobil dengan wanita itu." Khansa menunjuk Sinta yang tengah berdiri di pintu mobil menanti kedatangan Ramadhan.


"Tentu saja tidak, kita akan bersama Reza untuk pulang. Sinta akan bersama Boby dan Fitria menggunakan mobil lain."


"Hanya untuk menjemput ku saja harus bawa rombongan satu RT? Toh juga aku bisa pulang sendiri." Khansa protes sambil berlalu masuk ke mobil Reza.


"Kita mau kemana kak?" Tanya Reza untuk memastikan.

__ADS_1


Kening Khansa berkerut, Reza memanggil Ramadhan kak?


What the mean?


Tapi Khansa tak ingin bertanya dulu kali ini.


"Pulang saja Reza, kakak harus meluruskan semua ini kepada Khansa. Agar tidak ada lagi kesalahpahaman diantara kita."


Reza melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Aku mau kita cerai kak Ramadhan,"


Ciiiiit! Reza yang terkejut langsung rem mendadak.


"Kenapa berhenti? Lanjutkan saja perjalanan, aku akan selesaikan masalah ini dirumah." Ramadhan berkata kepada Reza tanpa menatap Khansa sedikitpun yang duduk dikursi penumpang belakang.


Khansa yang merasa disepelekan makin membuat hati dan perasaannya semakin dongkol.


Sesampainya dirumah, kedatangan mereka disambut bahagia oleh Aisyah.


Namun lagi-lagi Khansa menganggap seolah tak ada Aisyah disana.


Dengan perasaan yang sangat sedih, Aisyah mencoba mengerti dengan keadaan kakaknya saat ini. Reza mencoba menenangkan hati Aisyah, meyakinkan bahwa kali ini kak Ramadhan pasti bisa mengatasi trauma Khansa secara perlahan.


"Segera bersihkan dirimu, ambil air wudhu. Kita shalat Sunnah berjamaah bersama sekarang. Jangan membantah, aku paling tidak suka di bantah untuk masalah shalat."


Ucap Ramadhan memberi perintah.


Shalat Sunah dua rakaat berjamaah selesai mereka kerjakan.


Ramadhan membalikan tubuhnya, menghadap dan menatap dalam-dalam istrinya yang bernama Khansa yang begitu cantik namun keras kepala itu.


Disentuhnya kedua tangan Khansa oleh Ramadhan, namun dengan sigap Khansa menampiknya.


"Jangan sentuh aku," Ucap Khansa.


Ramadhan mendengus nafas kasar. "Wahai istriku Khansa yang begitu cantik dan baik hatinya, aku ini suamimu. Bagaimana mungkin istriku melarang aku menyentuhnya?"


"Aku tidak mau disentuh oleh seorang pembohong."


"Aku akan mengatakan semuanya kepadamu Khansa, mulai dari mana aku akan menjelaskan?" Ramadhan bingung, karena terlalu banyak hal yang ia sembunyikan dari Khansa selama ini.


"Darimana anda mulai berbohong?" Ucap Khansa begitu geram.


Ramadhan mengunci pintu lalu kembali duduk bersila dihadapan Khansa.


"Tarik napas dalam-dalam lewat hidung Khansa, lalu hembuskan lewat mulut." Ramadhan berniat membuat rileks tubuh Khansa.


"Please kak Ramadhan, aku tidak sedang mau melahirkan. Kamu berharap tubuhku rileks untuk mendengar semua kebohongan-kebohonganmu? Katakan saja, atau nanti aku berubah pikiran dan pergi dari sini." Khansa yang sudah kesal mulai mengancam Ramadhan.


"Karena ini akan panjang, aku harap kamu mau mendengarkan aku baik-baik Khansa,"

__ADS_1


Khansa hanya diam dan memasang wajah masamnya dihadapan Ramadhan.


"Kejadian berawal dari 10tahun yang lalu, almarhum paman mengajakku jalan-jalan dan menjabarkan pewarisan dunia mafianya kepadaku. Aku menolak, tapi baru saja aku menolaknya paman tertembak dari arah belakang. Sontak aku diajak berlari untuk mengamankan diri oleh anak buah paman. Hingga akhirnya aku terpencar dan bertemu denganmu di taman kota. Gadis cantik murah senyum sepertimu dengan mudah membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama.


Kamu begitu khawatir menanyakan keadaanku karena bajuku bersimbah darah dari luka tembak paman. Hingga akhirnya kamu ikut menjadi korban dihari itu, aku sangat menyesal tidak bisa menolong mu pada saat itu."


Mata Ramadhan sudah mulai terlihat menggenang air.


Begitu halnya dengan Khansa.


"Jangan mengarang cerita yang tidak-tidak kak Ramadhan! Sudah cukup kamu membohongiku, sekarang kamu menambahnya dengan berpura-pura menjadi sosok pria yang aku kagumi 10 tahun yang lalu! Kamu kira aku akan dengan mudahnya percaya?"


Tes! Akhirnya pertahanan air mata itu jebol juga.


"Sudah cukup aku menutupi semuanya Khansa, aku tidak akan berbohong lagi darimu.


Saat kamu menceritakan itu di taman, ingin sekali aku mengatakan bahwa pria itu aku. Tapi keadaan masih tidak memungkinkan jika aku langsung mengatakannya saat itu.


Terpaksa aku meneruskan wasiat menjadi bos mafia (******* cyber) menggantikan paman. Cukup hingga 5tahun aku berkecimpung didunia hitam, aku serahkan semua kepada anak paman. Namun saat aku mensabotase data-data negara Amerika di kejahatan terakhirku, aku tertangkap. Aku ditahan disana, selama 4tahun. Lalu masa penahanan ku diselesaikan dengan sebuah perjanjian aku ikut organisasi PBB dalam hal keamanan dan pertahanan data negara yang diserang. Satu tahun aku mengabdi, aku mempunyai permintaan untuk membantu Indonesia. Dan permintaanku dikabulkan, betapa bahagianya aku. Aku langsung mencari keberadaan mu, dan kesulitan ku selanjutnya adalah menentukan wanita yang ku temui 10tahun lalu itu antara kamu dan Aisyah."


"Stop kak Ramadhan!"


"Kenapa Khansa? Masih banyak yang harus ku katakan kepadamu." Ucap Ramadhan serius.


"Aku kebelet pipis dan pup." Khansa langsung berlari menuju ke kamar mandi meninggalkan Ramadhan yang masih mematung tak percaya dengan apa yang baru saja dilontarkan istrinya.


...****************...


kebohongan bisa menjadi bahan perenungan untuk senantiasa berbuat jujur. Setiap manusia pasti pernah merasakan marah dan kecewa, terutama karena dibohongi.


Tidak ada manusia yang mau dan suka dibohongi. Perasaan marah, kecewa, sedih, hingga hilangnya kepercayaan kepada orang yang suka bohong pasti kamu rasakan.


Mungkin ada orang yang mengatakan mereka berbohong untuk kebaikan, akan tetapi apa pun alasannya bohong tidak dianjurkan. Kebohongan tak jarang mengakibatkan putusnya hubungan profesional, pertemanan, hingga persaudaraan bahkan pernikahan.


...Cerbung...


...Hai semuanya!...


...Salam hangat dari penulis recehan, alias remahan rengginang yang masih gurih untuk jadi cemilan....


...Tolong tinggalkan jejak kalian disini ya, klik Like, comment dan Votenya. Mmm- Hadiahnya juga boleh kali ya....


...Jika berkenan jangan lupa untuk mampir juga di karyaku yang lainnya yang tak kalah serunya ya....


↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️


...~Terjebak Pernikahan Mr Bule Di Bali...


...~Siapakah Jodohku?...


...~Obsesi Tingkat Tinggi...

__ADS_1


__ADS_2