
Happy reading❤️
Kali ini Author ingin membahas tentang malam Nisfu Syaban sedikit ya-
sebelum kita lanjut ke kisah Khansa dan Ramadhan.
Pada tahun ini, malam Nisfu Syaban 1142 H jatuh pada Minggu, 28 Maret 2021 atau sehari lagi 29 Maret 2021
Nisfu Syaban merupakan peringatan pada 15 bulan Syaban atau kerap disebut sebagai malam pengampunan dosa.
Dosen IAIN Surakarta, Sulhani Hermawan mengatakan, malam Nisfu Syaban adalah malam istimewa yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban.
Pada malam Nisfu Syaban, kaum Muslimin dan muslimat meyakini dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia, yakni Raqib dan Atid, menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, seluruh umat Islam diminta untuk memperbanyak doa kepada Allah, memohon ampun, membaca Al Quran, hingga membaca doa saat malam Nisfu Syaban.
Doa malam Nisfu Syaban bisa dibaca setelah surat Yasin.
pada malam Nisfu Syaban atau lebih tepatnya setelah shalat Maghrib, kita bisa membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali.
Niat yang pertama membaca Surat Yasin adalah meminta kepada Allah supaya diberikan umur panjang.
Kemudian, niat yang kedua meminta Allah SWT supaya diberikan keselamatan, dijauhkan dari bahaya apapun. Lalu, niat ketiga agar diberikan kekayaan hati.
Amalan lain yang bisa dikerjakan adalah dengan berpuasa terlebih pada bulan Syaban yang di dalamnya terjadi malam Nisfu Syaban.
Berikut niat Puasa Syaban
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin'an ada'I sunnati Sya'bana lillahi ta'ala
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syaban esok hari karena Allah ta'ala
Tepat pada malam Nisfu Syaban, para umat islam mengenang sebagai malam diubahnya arah kiblat dari Masjidil Aqsa ke arah Ka’bah.
Syaban merupakan bulan mulia yang sering terlupakan.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Bulan Syaban letaknya antara bulan Rajab dan bulan Ramadan, dimana banyak orang yang lalai dengan keutamaan bulan itu. Padahal pada bulan tersebut akan diangkat amalan-amalan seorang hamba kepada Allah. Dan aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan sedang berpuasa.”
Perbanyak Puasa di Bulan Syaban juga sangat dianjurkan.
Syaban adalah bulan dimana Nabi Muhammad SAW memperbanyak puasa, seperti dalam riwayat yang disebutkan di atas, ketika Sahabat Nabi yang bernama Sayyidina Usamah bin Zaid RA. bertanya kepada Rasulullah SAW: “Aku tidak pernah melihat engkau ya Rasulullah memperbanyak puasa seperti di saat engkau berpuasa di bulan ini”. Kemudian Nabi Muhammad SAW menjawab: “Bulan ini adalah bulan dimana diangkatnya amalan seluruh hamba, dan Aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa”.
Sekian dulu bahasan tentang malam Nifsu Syaban-nya yah, semoga kita semua masih diberikan kesehatan dan umur panjang untuk bertemu pada Nisfu Syaban tahun depan. Amiin.
...****************...
Dua itik lewat depan tukang becak
Khansa cantik udah mau belajar masak☺️
Pagi ini Khansa merasa begitu bahagia, entah karena sebuket bunga mawar? Atau karena service dari seorang Ramadhan yang begitu memuaskan?
Astaghfirullah masih pagi ya- Tapi otak Khansa seperti mesin diesel yang sudah dipanaskan selama satu jam. Sudah over panasnya.
"Insyaallah nanti Khansa mau antar Fitria ke Psikolog, jadi sayang ga perlu jemput aku ya."
"Siap ratu kerajaan ku, kalau ada apa-apa tetap harus hubungi aku ya-"
__ADS_1
"Oke sayang, hati-hati dijalan ya. Assalamualaikum,"
"Wa'alaikumsalam,"
Setelah puas menanti Ramadhan hilang bersama mobilnya meninggalkan pelataran klinik, Khansa berjalan menuju klinik untuk memulai pekerjaannya. Tentu, sebelum memasuki loby klinik Khansa sudah terlebih dahulu mencuci tangan dan cek suhu tubuh.
Kali ini ada sepasang muda mudi yang begitu menyita perhatiannya, jika dia boleh berargumentasi. Umur kedua muda mudi itu mungkin masih sekitar 16 tahun atau 17tahun.
"Ci ngire cang sing nawang, amun ci to playboy?"
(Kamu kira aku ga tahu, kalau kamu tu playboy?)
Sang pria hanya bisa terdiam sambil menatap hangat sang wanita.
Khansa terkekeh mendengar kata-kata itu, walau bukan asli sini, Khansa masih bisa sedikit mengerti bahasa Bali gaul yang mereka gunakan.
"Bise-bisene cang ke amah rayuan gombal ci!"
(Bisa-bisanya aku kemakan rayuan gombal kamu!)
Walau sang wanita terlihat begitu emosional, sang pria tetap terdiam dengan jurus seribu bayangannya.
"Nyen ngoren mecelep ke tengah?"
(Siapa suruh masukin didalam?)
"Nah be, be telanjur men engken?"
(Iya dah, udah terlanjur terus mau gimana?)
Lagi-lagi Khansa terkekeh dengan pasangan dua sejoli muda itu.
"Wa'alaikumsalam dok,"
"Hm- sepertinya saya mencium bau-bau kebahagiaan ini dok." Ledek Mira sambil tersenyum simpul, menunjukan lesung pipit yang indah di kedua pipinya.
"Ah- Mira bisa saja. Oia Mira, tadi aku melihat didepan ada pasangan muda sedang berdebat. You know the case in here, langsung kamu daftarkan saja ke ruangan saya. Saya yakin mereka masih takut-takut datang kesini."
"Baik dok,"
"Lapor dok, hari ini agenda janji temu pasien hanya ada 11 orang. Jadi siangnya anda bisa janji temu dengan dokter Azka sesuai jadwal pemeriksaan rutin anda." Hafiz menyela dengan tujuan ingin mengingatkan jadwal Khansa sendiri.
Khansa mendadak bernapas berat, mendengus kasar hembusan napas dari mulutnya.
"Anything something wrong dok?"
"No, langsung buka saja pasien no satu. Semakin cepat semakin baik, banyak agenda yang harus saya kerjakan hari ini."
Langkah lebar Khansa meninggalkan Mira dan Hafiz yang masih berada di meja pendaftaran pasien.
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa tinggal pasien terakhir yang harus Khansa tangani. Siapa lagi kalau bukan dua sejoli muda yang percakapannya begitu menggelitik dirinya tadi.
"Siang dok, eh- pagi dok." Tampang bocah ingusan, tapi sudah bisa terlihat jika sebenarnya laki-laki tanggung SMA ini tampan jika dipoles sedikit.
Hafiz melirik arloji yang menempel di lengannya. "Iya- masih jam 10 dok, masih pagi lah ya-, ga usah grogi gitu. Santuy aja bro." Hafiz menyadari pasangan muda ini terlihat begith canggung, gelisah dan takut melebur menjadi satu.
"Keluhannya apa saja, mual? Pusing? Susah tidur?" Rentetan pertanyaan Khansa begitu menohok kedua pasangan muda mudi ini.
"Iya- yang dokter sebutkan itu semua keluhan saya dok, jika saya lihat dari nama dokter. Pasti dokter bukan asli orang sini kan?"
__ADS_1
Ucap wanita itu dengan sedikit menaikan dagunya.
"Ye- masih kecil jangan begitu dong sama yang lebih dewasa." Hafiz mencoba memperingati agar pasien ini masih pada garis batas kesopanannya.
Khansa tersenyum simpul, "No problem Hafiz, pasienku ini hanya sedang mencoba menutupi kegelisahan dan ketakutannya. Siapa namanya, saya cek dulu bukunya. Oh, kadek Devi- ayahnya Nengah Maliawan, Sudah menikah?" Kedua insan itu menggeleng, "Sudah cek sendiri, dan positif bukan?" Muda mudi itu saling berpandangan lalu kembali memandang Khansa lagi.
"Percakapan kalian di teras, walau memakai bahasa asli sini. Saya tetap tau kok, langsung USG saja ya- biar kita langsung bisa lihat lebih detilnya umur dan perkembangan si dede."
"Ayo Markecek!" Ucap Hafiz semangat sambil menunjukan kerah ruang USG.
"Apa tu Markecek bli?" Sang pria akhirnya mulai berani berbicara lagi.
"Markecek (Mari Kita Cek) si dede bayi yang ada diperut." Hafiz nyengir kuda, dan diikuti gelak tawa pasangan muda mudi itu.
"Permisi ya dek Kadek Devi, baju di bagian perutnya bisa di buka sedikit. Amit ya," Hafiz mulai memberikan gel yang seketika terasa dingin dibagian perut bawah Kadek Devi.
"Saya mulai cek ya, waaah."
Seketika sang papa dari bayi yang bernama Nengah itu begitu antusias menatap layar monitor, kearah dokter Khansa- lalu ke arah layar monitor lagi. Kandungannya sudah memasuki usia kandungan 13 minggu ya, saya bilang wah karena dibagian perut dek Devi belum keliatan sama sekali. Mungkin karena tubuh dek Devi yang mungil ya, ukuran janin 7,40 cm (jika dihitung dari kepala hingga kaki). Untuk berat janin sendiri 22 gram, bentuk janin 13 minggu ini sudah mulai utuh terlihat. Awal bulan keempat ini, plasenta sudah berkembang dan memiliki tugas sebagai penyedia oksigen, nutrisi.
Usia kehamilan 13 minggu berarti sudah menginjak trimester kedua. Itu artinya, gejala-gejala awal kehamilan seperti mual, muntah, morning sickness, hingga mood swing akan mulai berkurang. Bisa dibilang, perkembangan janin 13 minggu di trimester kedua ini merupakan “masa tenang”.
"Tapi saya masih merasakan mual, muntah di pagi hari dok."
"Nanti saya berikan resep ya, selain itu minuman-minuman hangat seperti teh dengan daun mint juga efektif untuk mengurangi mual di pagi hari. Dan satu lagi yang harus diingat, usia kandungan memasuki 13 minggu ini sudah cukup besar. Jadi jangan sampai ada niat untuk aborsi!" Ucap Khansa dengan tatapan tajam kearah Devi dan Nengah.
Dengan mudah begitu terlihat bagaimana Devi dan Nengah begitu kesulitan untuk sekadar menelan ludahnya saja.
"Saya memang tidak berhak ikut campur urusan kalian, tapi aborsi itu sangat berbahaya. Terutama juga berkaitan dengan nyawa sang ibu, alih-alih ingin menghilangkan satu nyawa. Malah dua nyawa sekaligus bisa terseret, nauzubillah. Jangan khawatir, di klinik ini melayani pembayaran menggunakan BPJS atau kartu kesehatan daerah lainnya. Jadi silahkan dibicarakan baik-baik dengan keluarga kalian, saya yakin keluarga kalian tidak akan membiarkan kalian menanggung beban ini sendiri. Ini bisa jadi pembelajaran untuk kalian kedepannya, agar bisa menjaga pergaulan dengan baik. Ini resep vitaminnya ya-. Saya tunggu kedatangan selanjutnya di tanggal 28 April oke?"
"O-oke dok, be-berapa saya harus membayar dok?"
"Bayarnya di kasir ya, sekalian ambil obatnya. Apa ada hal yang ingin ditanyakan lagi mungkin sama dokter Khansa?"
"Terima kasih dok, aku akan menjaga anak ini dengan nyawaku. Aku tidak akan berpikiran untuk aborsi lagi dok." Senyum manis tersungging dari wajah ayu gadis bernama Devi itu.
"Huft... finished dok,"
"Okey, baiklah. Kita cus ke Fitria,"
"Makan siang dulu yuk dok,"
"Baiklah, coffe break saja. Ini belum terlalu siang."
"Oke, no problem."
...****************...
Sementara itu Ramadhan dan Boby tengah sibuk mengintrogasi seorang laki-laki paruh baya yang baru saja ia tangkap di kos-kosannya itu.
Bugh!
"Ngaku gak! Siapa yang udah nyuruh lo!
Gue ga kenal sama model orang kaya lo ya- bisa-bisanya lo lakuin rencana busuk ini ke gue! Hidup gue berantakan sekarang! Arrgggh,".
Bugh!
Bogem mentah itu berkali-kali mendarat di wajah sang pelaku, tapi lagi-lagi. Pria itu tetap diam tak bergeming sedikitpun.
__ADS_1
Bersambung...